Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengembangan Instrumen Penilaian Pendidikan Karakter Profil Pelajar Pancasila Siswa SD Berbasis Android Muhammad Fatahul Uyun; Haryono Haryono; Noor Hudallah
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17, No 3 : Al Qalam (Mei 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v17i3.2132

Abstract

Profil Pelajar Pancasila (P3) menjadi program andalan pemerintah dalam kurikulum merdeka guna menananmkan niliai karakter luhur bangsa susuai nilai Pancasila dalam menghadapi era Society 5.0. Mengatasi masalah yang timbul berkaitan dengan karakter generasi muda, pemerintah telah menerbitkan buku pedoman dan pengembangan karakter P3 untuk setiap satuan pendidikan. Namun isntrumen penilaian karakter P3 belum dikembangkan sama sekali. Instrumen Penilaian sikap P3 digunakan untuk menilai sejauh mana siswa dapat mengimplementasikan karakter P3 dalam lingkungannya, serta untuk mengevaluasi program penanaman P3 secara kuantitatif melalui sistem operasi Android. Studi ini bertujuan untuk mengembangakan instrumen penilaian untuk guru terhadap pendidikan karakter P3 siswa SD berbasis android pada fase B. Pendekatan yang digunakan ialah Research and Development metode 4D dari Thiagarajan. Reliabilitas intereter, reliabelitas tes, validitas isi, validitas konstruk dan reliabelitas konstruk dievaluasi setelah pengembangan dan penerapannya pada sampel 640 siswa di 5 SD di Kota Mataram. Instrumen final terdiri dari 25 item dari 6 dimensi P3. Validitas isi dilakukan oleh 3 ahli dan 3 praktisi pendidikan. Reliabelitas Intereter menggunakan formula Ebel, kemudian reliabelitas tes menggunakan formula Alpha Cronbach’s. Sedangkan analisis Confirmatory Factor Analysis (CFA) menggunakan metode SEM pada software Lisrel 8.8 guna membuktikan validitas dan estimasi reliabelitas konstruk instrumen. Mempertimbangkan semua hasil, instrumen yang dikembangkan memiliki sifat psikometrik yang diperlukan untuk dianggap sebagai instrumen yang valid dan andal untuk mengukur sikap P3 siswa SD di kota Mataram.
Mobile Learning: Transformasi Guru Kota Semarang dalam Membangun Pembelajaran Masa Kini Ghanis Putra Widhanarto; Titi Prihatin; Haryono Haryono; Seftia Kusumawardani
Jurnal Puruhita Vol 5 No 2 (2023): August 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/puruhita.v5i2.74655

Abstract

Siswa sekolah dasar dan menengah sangat membutuhkan kemampuan literasi digital, kemampuan ini menjadi penting karena adanya perkembangan teknologi masa sekarang. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan kemampuan literasi digital. Penguasaan metode pembelajaran dan pengembangan mobile learning untuk guru sekolah dasar dan menengah di wilayah dinas pendidikan kota semarang sebagai bentuk dari tujuan secara menyeluruh. Sedangkan transfer pengetahuan yang dicapai adalah potensi penguasaan metode pembelajaran dan pengembangan mobile learning hingga kompetensi penguasaan komputer meningkat. wilayah dinas pendidikan kota semarang dipilih karena guru sekolah dasar dan menengah di seluruh wilayah kota banyak menjadi percontohan seiring dengan peningkatan perkembangan teknologi di wilayah kota semarang. Pengabdian dilakukan dengan memberikan pelatihan dan pendampingan bagi guru sekolah dasar maupun menengah di Kota Semarang dalam mengembangkan proses pembelajaran yang berbasis mobile learning.
Keefektifan Playlist Video Microlearning terhadap Keterampilan Berhitung Cepat Siswa SMP Muhamad Arfinsa Arsad Putra; Haryono Haryono
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8944

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah berbagai temuan yang menunjukkan bahwa terjadi penurunan keterampilan berhitung operasi dasar dengan cepat di kalangan siswa SMP karena berbagai faktor, baik karena kurangnya penerapan di kehidupan sehari-hari, ketergantungan pada alat bantu, maupun kebiasaan belajar pasca pandemi, sehingga perlu adanya upaya untuk mengembangkan keterampilan berhitung melalui langkah inovatif. Salah satu upaya yang lazim dilakukan guru yakni memaparkan materi melalui media video pembelajaran maupun slide presentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keefektifan antara Playlist Video Microlearning dan PowerPoint terhadap keterampilan berhitung cepat siswa SMP Negeri 27 Semarang. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain non-equivalent control group. Populasi mencakup seluruh siswa kelas VIII SMPN 27 Semarang, dengan sampel purposive berjumlah 50 siswa dari 2 kelas. Instrumen berupa tes pretest-posttest dikotomi. Uji instrumen menunjukkan seluruh butir valid (r hitung > 0,279), reliabel (0,639), daya beda 0,071–0,500 (22 soal memadai dan 8 perlu direvisi), serta tingkat kesukaran 0,06–0,94. Data dianalisis secara deskriptif, uji normalitas, homogenitas, hipotesis, serta analisis peningkatan. Kemampuan awal kelompok setara berdasarkan rata-rata pretest (eksperimen = 61,00; kontrol = 60,08). Pasca perlakuan, rata-rata posttest kelas eksperimen meningkat menjadi 86,08, sedangkan kelas kontrol 75,36. Uji hipotesis Mann-Whitney U test membuktikan perbedaan keefektifan yang signifikan antara kedua kelompok (U = 108,000; Z = -3,990; p < 0,001). Rata-rata N-gain eksperimen mencapai 64,61% (cukup efektif), mengungguli kelompok kontrol sebesar 38,65% (cukup efektif), dengan selisih 25,96%. Analisis ukuran efek menghasilkan r = 0,56 (kategori besar). Dengan demikian, Playlist Video Microlearning terbukti efektif diterapkan sebagai media penunjang keterampilan berhitung cepat, yang berimplikasi pada perlunya intervensi media digital ringkas dan inovatif oleh guru untuk menghadapi krisis numerasi dasar siswa.
The Role of the Mover Teacher and Non-Mover Teacher in Realizing Independent Learning in Merdeka Curriculum Renny Nur Afida; Haryono Haryono; Titi Prihatin
Journal of Innovative Technology and Sustainability Education Vol. 3 No. 1 (2027): April
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63230/jitse.2.3.211

Abstract

Objective: The purpose of this study is to understand teachers' perspectives as spearheads of curriculum actors at the operational level regarding the roles of movers and non-movers in realizing independent learning in the Merdeka Curriculum. Method: Through a qualitative approach with a phenomenological method using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) with the help of the ATLAS.ti application. The research was conducted at SD Rapah 02, a non-mover school, and SD Negeri Ungaran 5, a mover school. Data collection was conducted through observation, in-depth interviews, and documentation studies using method and source triangulation and data validation. Results: The main role of mover teachers and non-mover teachers is to support independent learning in students. They both act as facilitators and motivators, encourage students to learn actively and creatively, motivate students to want to learn by creating interactive, innovative, and interesting learning experiences so that students are not easily bored, and build a conducive classroom environment. Meanwhile, the difference is that the Mover Teacher has an additional role as an agent of educational transformation, one who reflects, shares, and collaborates. Novelty: This study provides new empirical evidence that the Mover Teacher Program's added value extends beyond improving classroom practices. The program strengthens teachers' capacity to lead educational transformation through collaboration, reflective practice, and knowledge dissemination, suggesting that its impact reaches school-wide professional development.
Pengaruh Perubahan Kurikulum terhadap Kinerja Mengajar Guru di SD Hj. Isriati Moenadi Ungaran (Studi Fenomenologi) Farhan Saiful Ibrahim; Haryono Haryono
Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 22, No 1 (2026): Volume 22, Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/fkip.v22i1.7100

Abstract

This study aims to understand teachers’ experiences in responding to curriculum changes and their implications for teaching performance at SD Hj. Isriati Moenadi Ungaran. The focus is not only on policy transformation but also on how teachers interpret and adapt to these changes in instructional practice. A qualitative approach with a phenomenological perspective was employed. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and subsequently interpreted using the Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) approach. The findings indicate that curriculum changes are perceived as both challenges and opportunities. Teachers encounter difficulties in understanding new concepts and adjusting instructional tools. In addition, limited training and administrative demands affect their readiness. However, these conditions also encourage teachers to become more adaptive and creative in their teaching practices. The impact of these changes is reflected in the planning, implementation, and evaluation of learning. This study concludes that the success of curriculum implementation is strongly influenced by teachers’ ability to understand and adapt to change. Therefore, continuous professional development aligned with teachers’ real experiences is essential.
PEMANFAATAN CHATGPT DAN CLAUDE AI DALAM PENYUSUNAN NASKAH VIDEO PEMBELAJARAN Bagus Dewantara; Haryono Haryono
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.11998

Abstract

ABSTRACT The utilization of generative artificial intelligence (generative AI) in higher education has the potential to enhance efficiency in the development of learning media. However, research comparing the utilization of various generative AI platforms in instructional tasks, particularly in drafting learning video scripts, remains limited. Therefore, this study is crucial to provide an empirical overview regarding the differences in the utilization of ChatGPT and Claude AI in supporting learning video scriptwriting. This study aims to analyze the differences in the utilization level of ChatGPT and Claude AI platforms in drafting learning video scripts among Educational Technology students. This research employs a quantitative descriptive approach with a total sampling technique involving 70 students. Data were collected using a Likert-scale questionnaire constructed based on the Technology Acceptance Model (TAM) constructs and analyzed using the non-parametric Mann-Whitney U test. The results indicate a significant difference in the utilization level between ChatGPT and Claude AI in drafting learning video scripts. Claude AI exhibits a higher utilization level compared to ChatGPT in supporting the scriptwriting process. These findings demonstrate that Claude AI is perceived as more effective and systematic in drafting scripts due to its superiority in long-form text processing (perceived usefulness), whereas ChatGPT is optimal in terms of flexibility and initial brainstorming (perceived ease of use). ABSTRAK Pemanfaatan kecerdasan buatan (generative artificial intelligence) dalam pendidikan tinggi berpotensi meningkatkan efisiensi dalam pengembangan media pembelajaran. Namun, penelitian yang membandingkan pemanfaatan berbagai platform AI generatif dalam tugas instruksional, khususnya penyusunan naskah video pembelajaran, masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk memberikan gambaran empiris mengenai perbedaan pemanfaatan ChatGPT dan Claude AI dalam mendukung penyusunan naskah video pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan tingkat pemanfaatan platform ChatGPT dan Claude AI dalam penyusunan naskah video pembelajaran pada mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik total sampling yang melibatkan 70 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala likert yang disusun berdasarkan konstruk Technology Acceptance Model (TAM) dan dianalisis menggunakan uji nonparametrik Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam tingkat pemanfaatan ChatGPT dan Claude AI pada penyusunan naskah video pembelajaran. Claude AI memiliki tingkat pemanfaatan yang lebih tinggi dibandingkan ChatGPT dalam mendukung penyusunan naskah video pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa Claude AI dinilai lebih efektif dan sistematis dalam menyusun naskah karena keunggulan penyempurnaan teks panjang yang diolah (perceived usefulness), sementara ChatGPT optimal dalam fleksibilitas dan ide awal (perceived ease of use).