Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan rumah tangga usaha mikro dan kecil (UMK) terhadap bencana banjir di Pasar Tejo Agung Kota Metro menggunakan pendekatan Livelihood Vulnerability Index (LVI). Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan lima modal penghidupan dalam Sustainable Livelihood Framework yaitu modal manusia, sosial, alam, fisik, dan finansial. Data diperoleh dari 73 responden melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai LVI total sebesar 0,5819 yang termasuk kategori kerentanan sedang. Modal finansial menjadi faktor paling dominan yang memengaruhi kerentanan rumah tangga UMK akibat rendahnya pendapatan, minimnya tabungan, dan tingginya ketergantungan pada satu sumber pendapatan. Modal sosial juga menunjukkan tingkat kerentanan tinggi karena pedagang sangat bergantung pada jaringan sosial dan bantuan komunitas saat banjir terjadi. Selain itu, modal fisik dan modal alam turut memperbesar risiko akibat buruknya sistem drainase serta dominasi bangunan usaha non permanen. Sementara itu, modal manusia memiliki tingkat kerentanan paling rendah karena sebagian besar responden berada pada usia produktif dan memiliki tingkat pendidikan yang cukup baik. Penelitian ini menunjukkan pentingnya penguatan kapasitas finansial, peningkatan pengetahuan mitigasi bencana, diversifikasi sumber pendapatan, serta perbaikan infrastruktur pasar untuk mengurangi kerentanan banjir rumah tangga UMK di Pasar Tejo Agung.