Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERAN MODAL SOSIAL TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN PELAKU INDUSTRI RUMAHAN (PENJAHIT BUSANA) DI KOTA MAKASAR A. Nur Maida; St. Aisyah Hading; Hamida Suryani
SEMINAR NASIONAL DIES NATALIS 62 Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional UNM ke-62 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Micro-scale enterprises are one form of business venture to realize the level of community welfare in a non-formal environment. Home industry actors (fashion tailors) have their own ways of developing their businesses, for this reason this study aims to: 1. determine the transfer of knowledge obtained by home industry actors (fashion tailors) and 2. identify the role of social capital in the welfare level of home industry actors (fashion tailors) in Makassar City. The method in the research conducted was descriptive qualitative, namely with interview techniques, documentation, and questionnaires. The results of the research analysis show that 1. the transfer of knowledge obtained by home industry players (fashion tailors) in Makassar City in Parang tambung Village, Tamalate District is obtained from experience, knowledge and skills learned, attending training conducted by the Department of Labor and Cooperatives, courses and opportunities conducted by several free institutions, joining several tailoring communities and some of them continue the inheritance of parents' businesses that have been carried out, some open their own businesses with capital skills or loans based on education that is relevant to the field being run. And this industrial business is running well with promising profits. 2. the role of social capital on the welfare level of home industry actors (tailors).
Peningkatan Keterampilan Dan Pengetahuan Make Up Natural Flawless Bagi Remaja Puteri Di Kelurahan Karuwisi Utara Kota Makassar: Id Izmi Burhanuddin; Andi Nur Maida
V-MACHINE: Vocational and Mechanical Community Service Journal Vol. 1 No. 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Sarjana Terapan PTM FT UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69712/machine.v1i2.4758

Abstract

Enhancement of makeup skills with a natural flawless look is becoming increasingly popular among teenage girls in Makassar City. This look emphasizes natural beauty, with a fresh and understated finish. This research aims to explore effective methods and techniques to improve natural flawless makeup skills among teenage girls. The methods used include training sessions, workshops, lectures, and practical tutorial demonstrations focusing on the preparation of tools, materials, and cosmetics, the correct use of products, and appropriate application techniques. The research results show that the teenage girls who participated in this program experienced a significant improvement in their understanding and skills in applying natural flawless makeup. They also reported an increase in confidence in expressing themselves through makeup. This study suggests the need for further education and access to supportive resources for teenage girls to develop their makeup skills responsibly and creatively, potentially leading to new business opportunities Keywords: Enhancement, Skill, Makeup, Natural,Flawless
The Influence of the False Eyelash Sewing Technique in Party Makeup on the Self-Identity Formation of Makeup Students A. Nur Maida; Izmi Burhanuddin; Annisa Putri; Novia Restu Windayani
Information Technology Education Journal Vol. 4, No. 2, May (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v4i2.8025

Abstract

Look beautiful with false eyelashes is part of facial appearance. This research is quantitative descriptive which aims to find out 1. Characteristics of false eyelashes with sewing techniques in party makeup by Makeup students. 2. Factors influencing false eyelashes with sewing techniques with self-identity formation. 3. The effect of false eyelashes with sewing techniques on students' self-identity. The research uses quantitative descriptive with case study approach on 5 models and 30 respondents through observation, interviews, documentation and score sheets. Data analysis uses frequency distribution, percentage, mean, and standard deviation. Results showed (1) using 2-3 thin false eyelashes with sewing technique takes 15 seconds for natural, voluminous appearance in four models, while one model required 30 minutes due to sensitive eyes. The technique produces proportional appearance and lasts in various temperatures; (2) influencing factors include internal factors (willingness, interest, motivation, student effort) contributing 60%, and external factors (environment, social media, criticism) contributing 40% (3) false eyelashes with sewing technique influences students' self-identity through self-confidence (33%), professional attitude (29%), social recognition (21%), and personality (17%). Usage levels per respondents' scores: low category (16-17) 5 people (16.67%), medium category (18-19) 10 people (33.33%), high category (20) 15 people (50%). Statistical analysis shows minimum score 16, maximum 20, mean 18.83, standard deviation 1.29. The use of false eyelashes with sewing techniques received positive response and became important for visual identity and professional makeup students.
Analisis Hasil Ecoprint pada Bahan Semi Katun Rosmiaty Rosmiaty; Kurniati Kurniati; Andi Nur Maida; Rika Riwayani
HomeEC Vol 21, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/homeec.v21i1.84227

Abstract

ABSTRAK - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil jadi ecoprint pada bahan semi katun dengan menggunakan teknik gulung dan fiksasi tawas. Pigmen warna diambil dari daun dan buah prem, daun belimbing, daun monstera, daun mayana dan daun kencana ungu. Urgensi penelitian terletak pada kebutuhan pemilihan bahan utama yaitu bahan semi katun dimana bahan ini banyak digunakan untuk kebutuhan pembuatan pakaian sehari-hari dan teknik ecoprint sebagai pewarna dan motif alami pada tekstil. Bahan semi katun dengan warna dan motif ecoprint bisa jadi pilihan bahan pembuatan busana yang ramah lingkungan dan terus dikembangkan agar dapat bersaing dengan bahan dari pewarna sintetis yang banyak beredar di pasaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan eksperimen. Penelitian dilakukan sesuai prosedur yaitu diawali dengan memilih teknik ecoprint yang akan digunakan yaitu teknik gulung, kemudian menyiapkan bahan dan alat yang dibutuhkan, mordanting bahan utama, memulai langkah ecoprint dan ditutup dengan fiksasi sebagai pengunci warna pada bahan. Luaran penelitian berupa analisis hasil jadi ecoprint pada bahan semi katun yang dapat menambah referensi pembelajaran pada mata kuliah kriya.Kata kunci - Analisis; Ecoprint; Bahan Semi Katun
Development Of E-Book Based Curling Hair Learning Media Rika Riwayani; Nur Anni; Andi Nur Maida; Izmi Burhanuddin
HomeEC Vol 21, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/homeec.v21i1.84437

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang bertujuan untuk menentukan: 1) Pengembangan media pembelajaran tata rambut berbasis e-book, 2) Validitas e-book, 3) Respon terhadap e-book. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium PKK, FT UNM dengan 15 responden mahasiswa S1 PKK jurusan Kosmetologi, FT UNM. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model pengembangan 4-D. Hasil penilaian menunjukkan bahwa: (1) Prosedur pengembangan e-book pembelajaran tata rambut melalui 4 tahapan, yaitu tahap definisi yang merupakan tahap awal analisis analisis kurikulum, karakteristik siswa, perumusan tujuan pembelajaran dan analisis materi dengan mengamati dosen yang mengajar mata kuliah tersebut. Tahap desain dilakukan dengan mendesain dan membuat e-book sesuai dengan kerangka e-book. Tahap pengembangan dilakukan dengan validasi oleh ahli materi dan ahli media hingga uji coba pada 15 mahasiswa angkatan 2020 dan 2021. Tahap terakhir adalah diseminasi, yaitu diseminasi produk yang telah diuji dalam skala kecil untuk digunakan oleh 15 mahasiswa. (2) Hasil validitas e-book yang dinilai oleh ahli materi memperoleh persentase 86% dengan kualifikasi “valid”, sedangkan untuk penilaian ahli media, memperoleh persentase 87% dengan kualifikasi “sangat valid”. (3) Tanggapan terhadap E-Book mendapat tanggapan positif dari 15 mahasiswa yang menjadi responden karena dari tiga aspek penilaian efektivitas mahasiswa yang memperoleh kategori sangat valid dengan persentase 92%, e-book “sangat valid” untuk digunakan dalam proses pembelajaran di Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR E-MODUL INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN PERAWATAN WAJAH DENGAN TEKNOLOGI PROGRAM KEAHLIAN TATA KECANTIKAN Rafika Widiyanti; Andi Nur Maida; Hamidah Suryani
UNM Journal of Technology and Vocational Volume 10, Issue 2, May (2026)
Publisher : Program Studi S2 Pendidikan Teknologi dan Kejuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/9kzna420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk pembelajaran berupa bahan ajar e-modul interaktif yang valid, praktis, dan efektif untuk siswa dan guru dalam mata Pelajaran perawatan wajah dengan teknologi. Jenis penelitian yang digunakan Adalah R&D (research and development) dengan metode pengembangan yang digunakan Adalah model 4-D yang meliputi empat tahap: Define (pendefinsian), design (perancangan), development (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 6 Makassar dan SMK Negeri 8 Makasar dengan subjek uji coba meliputi ahli instrument, ahli materi, ahli media, dan siswa kelas XI Jurusan Tata Kecantikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar e-modul interaktif yang dikembangkan telah memenuhi aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas. Validitas dari ahli materi sebesar 97% dan validitas ahli media sebesar 88% mengidentifikasi bahwa bahan ajar e-modul interaktif dalam kategori sangat valid. Kepraktisan diketahui bahwa uji coba perorangan memperoleh nilai rata-rata sebesar 85%, uji coba kelompok kecil memperoleh nilai rata-rata sebesar 86%, dan uji coba kelompok besar memperoleh nilai rata-rata sebesar 85%. Hasil data keefektifan diperoleh berdasarkan hasil belajar siswa pada nilai pretest-posttest sebesar 82% dengan kategori sangat efektif.