Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efektivitas Penanganan Container Reefer Dengan E-Monitoring Sistem Reefer Plug Pada PT. Pelindo IV (Persero) Cabang Terminal Petikemas Makassar Alfian Alfian
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 4 (2021): Prosiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknol
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini di PT. Pelindo IV (Persero) Cabang Terminal Petikemas Makassar melakukan inovasi dalam penanganan container reefer untuk meningkatkan efektivitas yaitu dengan menggunakan e-monitoring sistem reefer plug yang mampu mendeteksi suhu muatan melalui aplikasi sehingga dapat memungkinkan pengecekan suhu muatan dilaksanakan atau dimonitor dari jarak jauh serta memberikan data secara real time dan lebih akurat dan juga dengan inovasi ini dapat memberikan potensi peningkatan pendapatan di Terminal Petikemas Makassar. Namun belum adanya kajian tentang seberapa besar efektifitas penanganan container reefer pada PT. Pelindo IV (Persero) Cabang Terminal Petikemas Makassar. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif. Dimana data hasil penelitian diperoleh dari hasil observasi dan wawancara langsung terhadap pihak PT. Pelindo IV (Persero) Cabang Terminal Petikemas Makassar. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terkait penggunaan e-monitoring sistem reefer plug dalam pencapaian keberhasilan pendapatan sudah menunjukan hasil yang layak, Namun perlu adanya peningkatan inovasi yang lebih baik lagi agar pendapatan terus meningkat.
Evaluasi pelaksanaan Peraturan Daerah Mengenai Pajak Parkir di Kota Makassar. Alfian Alfian; Mariani Loise
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6888

Abstract

Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah penerimaan daerah yang berasal dari berbagai sumber, salah satunya adalah pajak daerah, termasuk pajak parkir. Untuk mengatur pengelolaan pajak parkir, Pemerintah Kota Pekanbaru mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor Nomor17 Tahun 2006 tentang Pajak Parkir, yang dikelola oleh Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Makassar. Dalam peraturan tersebut, pajak parkir didefinisikan sebagai pajak atas penyelenggaraan tempat parkir di luar badan jalan. Penelitian ini bertujuan pertama, untuk mengevaluasi implementasi Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2006 tentang Pajak Parkir di Kota Makassar. Kedua, untuk mengidentifikasi faktor penghambat dari implementasi peraturan tersebut. Teori yang digunakan adalah teori William N. Dunn dengan 5 indikator, yaitu Efektivitas, Efisiensi, Pemerataan, Responsivitas, dan Ketepatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi peraturan daerah yang ditangani oleh BAPENDA Kota Makassar cukup memuaskan, meskipun terdapat beberapa kekurangan seperti kurangnya komunikasi dengan pihak ketiga, pemahaman yang masih kurang dari wajib pajak mengenai pentingnya pajak, sumber daya non-manusia yang kurang memadai, dan dampak kondisi sosial ekonomi terhadap pelaksanaan peraturan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dalam melaksanakan peraturan daerah ini agar proses implementasi dapat berjalan secara optimal. Upaya perbaikan ini harus terus dilakukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan dalam Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2006 tentang Pajak di Kota Makassar. Kata Kunci: Evaluasi, Pajak, Parkir, Kota Makassar
Revolusi Digital Maritim: Analisis Yuridis Keamanan Siber di Pelabuhan dan Kekuatan Pembuktian Electronic Bill of Lading Alfian Alfian; Mariani Loise; Andi Suryani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4929

Abstract

This study analyzes the juridical implications of the maritime digital revolution in Indonesia, focusing on two critical pillars: port cybersecurity and the evidentiary strength of the Electronic Bill of Lading (E-B/L). The purpose is to identify the legal gaps created by the rapid adoption of digital technology, which has outpaced the existing legal framework, resulting in a significant 'regulatory lag' and 'digital trust deficit.' This research applies a normative juridical approach, supported by a statute approach to analyze regulatory conflicts and a comparative approach to benchmark against international instruments like the UNCITRAL Model Law on Electronic Transferable Records (MLETR) and IMO guidelines. Primary legal materials, including the Indonesian Commercial Code (KUHD) and the Law on Electronic Information and Transactions (ITE Law), are analyzed alongside secondary materials from academic journals and policy papers. The findings reveal two major gaps: (1) cybersecurity regulations for ports as Vital Information Infrastructure (IIV) are largely voluntary, lacking a mandatory, enforceable liability framework; and (2) the E-B/L faces significant legal uncertainty, as its function as a 'document of title' conflicts with the paper-based assumptions of the KUHD, despite de jure recognition from the ITE Law. The study concludes that Indonesia requires urgent legal harmonization. Strengthening the digital maritime ecosystem necessitates establishing a mandatory cybersecurity framework for ports and ratifying international instruments to provide full legal certainty for the E-B/L, thereby bridging the gap between technological advancement and legal preparedness.
Implementation of Digital Transformation in Ship Safety Management Through the Integration of FMEA and Maritime Information Systems Johari Johari; Andi Ningrat; Amrin Amrin; Alfian Alfian; Yuyu Ruhayu
Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen Vol. 5 No. 2 (2026): Juni: Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupiman.v5i2.6961

Abstract

The global maritime industry is undergoing a fundamental paradigm shift driven by the wave of digital transformation. This study aims to analyze and evaluate the influence of integrating the Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) method into digital systems and implementing a Maritime Information System (SIMAR) on the digital transformation of ship safety management in Indonesia. Using a mixed-methods approach with a case study of the MT. Rosa XVIII vessel owned by PT. Bahari Nusantara Makassar, data were collected through questionnaires from 19 expert respondents (ship officers, engineers, SIMAR operators, and operational managers), supplemented by in-depth interviews and direct operational observations. Quantitative data were analyzed using multiple linear regression with SPSS. The results show that, partially, FMEA integration has a positive and significant effect on digital management transformation, with a t-value of 2.835 (sig. 0.012). The Maritime Information System (SIMAR) has a highly dominant influence, with a t-value of 8.003 (sig. 0.000). Simultaneously, both independent variables significantly affect the dependent variable, with an F-value of 117.038 (sig. 0.000) and an Adjusted R Square of 0.936. This indicates that 93.6% of the variation in the digital transformation of ship safety management can be explained by FMEA integration and SIMAR optimization. This integrated model transforms conventional maritime safety management from a reactive and manual approach into a proactive, dynamic, real-time data-driven decision-support system that is essential for the safety of the national shipping fleet.