Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Implementasi E-Learning Pada Masa Pandemi Covid-19 Oleh Dosen Dan Taruna/Taruni Politeknik Maritim Ami Makassar (Polimarim) Mariani Loise
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 4 (2021): Prosiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknol
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia juga membawa dampak besar terhadap keberlangsungan hidup masyarakat pada umumnya. Hampir semua sektor merasakan dampak dari pandemi ini terutama dari sektor pendidikan. egiatan belajar mengajar yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi menjadi hal yang menguntungkan untuk memutus dan mencegah penyebaran covid-19 serta untuk menjaga kesehatan para pendidik dari virus tersebut. Kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan secara e-learning menjadi tantangan tersendiri yang harus diadaptasi dan dilaksanakan dengan baik dan juga optimal. Tujuan pada penelitian ini untuk menganalisis dalam Implementasi E-learning pada masa pandemi covid-19 oleh dosen dan taruna/taruni politeknik maritim ami Makassar (POLIMARIM). Metode yang di gunakan pada penelitian ini ialah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data pengambilan data di gunakan metode teknik observasi lansung di tempat penelitian dan teknik wawancara yang dilakukan langsung kepada Dosen dan Taruna/i POLIMARIM. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa dosen maupun taruna/taruni cukup menikmati perkuliahan online ini walau mereka lebih memilih untuk perkuliahan tatap muka dikarenakan terdapat beberapa kendala dalam pembelajaran daring seperti kuota internet dan jaringan yang tidak stabil.
Pengaruh Etos Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada PT. Pelindo IV (Persero) Terminal Peti Kemas Bitung Mariani Loise
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 4 (2021): Prosiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknol
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini di PT. Pelindo IV (Persero) Cabang Terminal Petikemas Makassar melakukan inovasi dalam penanganan container reefer untuk meningkatkan efektivitas yaitu dengan menggunakan e-monitoring sistem reefer plug yang mampu mendeteksi suhu muatan melalui aplikasi sehingga dapat memungkinkan pengecekan suhu muatan dilaksanakan atau dimonitor dari jarak jauh serta memberikan data secara real time dan lebih akurat dan juga dengan inovasi ini dapat memberikan potensi peningkatan pendapatan di Terminal Petikemas Makassar. Namun belum adanya kajian tentang seberapa besar efektifitas penanganan container reefer pada PT. Pelindo IV (Persero) Cabang Terminal Petikemas Makassar. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif. Dimana data hasil penelitian diperoleh dari hasil observasi dan wawancara langsung terhadap pihak PT. Pelindo IV (Persero) Cabang Terminal Petikemas Makassar. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terkait penggunaan e-monitoring sistem reefer plug dalam pencapaian keberhasilan pendapatan sudah menunjukan hasil yang layak, Namun perlu adanya peningkatan inovasi yang lebih baik lagi agar pendapatan terus meningkat.
Evaluasi pelaksanaan Peraturan Daerah Mengenai Pajak Parkir di Kota Makassar. Alfian Alfian; Mariani Loise
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6888

Abstract

Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah penerimaan daerah yang berasal dari berbagai sumber, salah satunya adalah pajak daerah, termasuk pajak parkir. Untuk mengatur pengelolaan pajak parkir, Pemerintah Kota Pekanbaru mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor Nomor17 Tahun 2006 tentang Pajak Parkir, yang dikelola oleh Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Makassar. Dalam peraturan tersebut, pajak parkir didefinisikan sebagai pajak atas penyelenggaraan tempat parkir di luar badan jalan. Penelitian ini bertujuan pertama, untuk mengevaluasi implementasi Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2006 tentang Pajak Parkir di Kota Makassar. Kedua, untuk mengidentifikasi faktor penghambat dari implementasi peraturan tersebut. Teori yang digunakan adalah teori William N. Dunn dengan 5 indikator, yaitu Efektivitas, Efisiensi, Pemerataan, Responsivitas, dan Ketepatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi peraturan daerah yang ditangani oleh BAPENDA Kota Makassar cukup memuaskan, meskipun terdapat beberapa kekurangan seperti kurangnya komunikasi dengan pihak ketiga, pemahaman yang masih kurang dari wajib pajak mengenai pentingnya pajak, sumber daya non-manusia yang kurang memadai, dan dampak kondisi sosial ekonomi terhadap pelaksanaan peraturan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dalam melaksanakan peraturan daerah ini agar proses implementasi dapat berjalan secara optimal. Upaya perbaikan ini harus terus dilakukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan dalam Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2006 tentang Pajak di Kota Makassar. Kata Kunci: Evaluasi, Pajak, Parkir, Kota Makassar
Revolusi Digital Maritim: Analisis Yuridis Keamanan Siber di Pelabuhan dan Kekuatan Pembuktian Electronic Bill of Lading Alfian Alfian; Mariani Loise; Andi Suryani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4929

Abstract

This study analyzes the juridical implications of the maritime digital revolution in Indonesia, focusing on two critical pillars: port cybersecurity and the evidentiary strength of the Electronic Bill of Lading (E-B/L). The purpose is to identify the legal gaps created by the rapid adoption of digital technology, which has outpaced the existing legal framework, resulting in a significant 'regulatory lag' and 'digital trust deficit.' This research applies a normative juridical approach, supported by a statute approach to analyze regulatory conflicts and a comparative approach to benchmark against international instruments like the UNCITRAL Model Law on Electronic Transferable Records (MLETR) and IMO guidelines. Primary legal materials, including the Indonesian Commercial Code (KUHD) and the Law on Electronic Information and Transactions (ITE Law), are analyzed alongside secondary materials from academic journals and policy papers. The findings reveal two major gaps: (1) cybersecurity regulations for ports as Vital Information Infrastructure (IIV) are largely voluntary, lacking a mandatory, enforceable liability framework; and (2) the E-B/L faces significant legal uncertainty, as its function as a 'document of title' conflicts with the paper-based assumptions of the KUHD, despite de jure recognition from the ITE Law. The study concludes that Indonesia requires urgent legal harmonization. Strengthening the digital maritime ecosystem necessitates establishing a mandatory cybersecurity framework for ports and ratifying international instruments to provide full legal certainty for the E-B/L, thereby bridging the gap between technological advancement and legal preparedness.
MENJAGA TRADISI DARI GENERASI MUDA: PERAN KOMUNITAS REMAJA ADAT DI DESA LEGIAN, BALI Mariani Loise; Syamsu A Kamaruddin; Arlin Adam; Ahmadin Ahmadin
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10717

Abstract

This study is motivated by the increasing influence of modernization and globalization, which has the potential to shift local cultural values, particularly among the younger generation in Balinese indigenous communities. The focus of this study is to examine the role of youth customary communities in Legian Village in preserving and maintaining traditions, the strategies employed to address the challenges of modernization, and the factors influencing youth participation in customary communities. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, with informants selected purposively based on their involvement in youth customary communities. Data analysis was conducted interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing, with validity ensured through triangulation. The findings reveal that youth customary communities serve as effective agents of informal education in transmitting cultural values and shaping the character of the younger generation through direct involvement in customary practices. The communities also develop adaptive strategies, such as the use of social media and educational approaches, to maintain the relevance of traditions in the modern era. Youth participation is influenced by interconnected internal and external factors, including cultural awareness, family support, and social environment. This study concludes that youth customary communities play a strategic role as mediators between tradition and modernity in sustaining cultural continuity. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin kuatnya arus modernisasi dan globalisasi yang berpotensi menggeser nilai-nilai budaya lokal, khususnya di kalangan generasi muda pada masyarakat adat Bali. Fokus penelitian ini adalah mengkaji peran komunitas remaja adat di Desa Legian dalam menjaga dan melestarikan tradisi, strategi yang dilakukan dalam menghadapi tantangan modernisasi, serta faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan generasi muda dalam komunitas adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan informan yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan dalam komunitas remaja adat. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas remaja adat berperan sebagai agen pendidikan informal yang efektif dalam mentransmisikan nilai budaya dan membentuk karakter generasi muda melalui keterlibatan langsung dalam praktik adat. Komunitas juga mengembangkan strategi adaptif, seperti pemanfaatan media sosial dan pendekatan edukatif, untuk menjaga relevansi tradisi di era modern. Keterlibatan generasi muda dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang saling berkaitan, termasuk kesadaran budaya, dukungan keluarga, dan lingkungan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunitas remaja adat memiliki peran strategis sebagai mediator antara tradisi dan modernitas dalam menjaga keberlanjutan budaya.  
Penguatan Etos Kerja Kolaboratif dan Kerja Tim pada Karyawan Makassar New Port: Pengabdian Hamka; Muhammad Arsyad; Marzuki; Mariani Loise; Wardina Suwedy
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.6907

Abstract

Makassar New Port merupakan pelabuhan strategis yang mendukung aktivitas logistik dan perdagangan di Kawasan Timur Indonesia. Kompleksitas operasional pelabuhan menuntut sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan berkolaborasi dan bekerja dalam tim secara efektif. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat etos kerja kolaboratif dan kerja tim pada karyawan Makassar New Port. Kegiatan dilaksanakan pada 15 Januari 2026 melalui pendekatan penyuluhan, diskusi interaktif, dan berbagi pengalaman yang melibatkan dosen Politeknik Maritim AMI Makassar dan pegawai Makassar New Port. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Materi yang diberikan mencakup etos kerja profesional, komunikasi efektif, koordinasi lintas unit, serta pentingnya kerja sama tim dalam mendukung efektivitas operasional pelabuhan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya kolaborasi, komunikasi, dan kerja tim dalam lingkungan kerja kepelabuhanan. Antusiasme peserta selama sesi diskusi dan tanya jawab menunjukkan bahwa materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan organisasi. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya budaya kerja yang kolaboratif, profesional, dan produktif. Program ini harus berkelanjutan demi meningkatkan SDM, pelayanan, dan kinerja pelabuhan.