Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Agrotechbiz

Respon Pertumbuhan Dan Produksi Jamur Tiram (Pleourotus Ostreatus) Akibat Pemberian Ampas Tahu Dan Lama Pengomposan Jerami Sebagai Media Tanam Retno Sulistyowati; Dhian Argo Wibowo
Agrotechbiz : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 3 No 1 (2016): Agrotechbiz : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Panca Marga Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.045 KB) | DOI: 10.51747/agrotechbiz.v3i1.270

Abstract

Kebutuhan pangan yang semakin meningkat serta semakin terbatasnya sumber daya alam tentu membutuhkan inovasi dalam cara produksi. Pemanfaatan limbah sebagai bahan substitusi produksi pangan tentunya akan memberikan efisiensi dan keuntungan lebih bagi kehidupan kita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pemberian ampas tahu dan lama pengomposan jerami, serta interaksi kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih. Adapun hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Terdapat pengaruh nyata perlakuan penambahan ampas tahu terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus), 2) Terdapat pengaruh nyata perlakuan lama pengomposan jerami terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) dan 3) Terdapat pengaruh interaksi antara lama pengomposan jerami dan pemberian ampas tahu sebagai media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan rancangan petak terbagi (split plot) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama lama pengomposan (L), yaitu : 2 hari (L1), 7 hari (L2) dan 12 hari (L3). Faktor kedua adalah pemberian ampas tahu (A), yaitu : 0% (A0), 10% (A1), 20% (A2), 30% (A3) dan 40% (A4). Sehingga diperoleh 15 kombinasi perlakuan yang diulang tiga kali. Parameter yang diamatiyaitu waktu munculnya primordia, jumlah badan buah, panjang badan buah maksimal, diameter tudung buah maksimal dan hasil panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh tunggal lama lama pengomposan 7 hari (L2) memberikan pengaruh terbaik pada panjang badan buah maksimal (7,6 Lm) dan diameter tudung buah maksimal (9,84 Lm). Sedangkan penambahan ampas tahu (A) tidak memberikan pengaruh nyata terhadap panjang badan buah maksimal dan diameter tudung buah maksimal. Sementara .interaksi perlakuan L2A1 memberikan hasil terbaik pada waktu munculnya primordia (25 hari), jumlah badan buah (15 buah) dan hasil panen (111,67 g).
Respon Pertumbuhan & Hasil Tanaman Terong (Solanum melongena L.) terhadap Pengaruh Varietas dan Dosis Pupuk Kandang. Retno Sulistyowati; Irma Yunita
Agrotechbiz : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 4 No 1 (2017): Agrotechbiz : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Panca Marga Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.557 KB) | DOI: 10.51747/agrotechbiz.v4i1.274

Abstract

Kebutuhan komoditas hortikultura semakin tinggi sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk, kesadaran gizi dan daya beli masyarakat. Di samping perkembangan industri pengolahan dan ekspor juga turut mendorong laju permintaan akan komoditas hortikultura tertentu. Hal ini memerlukan penyediaan bibit varietas unggul bermutu dan penambahan bahan organik ke dalam tanah adalah salah satu cara yang tepat dan seimbang seperti pupuk kandang sapi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menghasilkan varietas baru yang mempunyai produksi tinggi dan mempunyai kemampuan tumbuh baik serta berkembang dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui dosis pupuk kandang yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong, mengetahui varietas terong yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong dan mengetahui interaksi antara dosis pupuk kandang dan salah satu varietas terong yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasilnya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) Faktorial dengan 2 (dua) faktor yaitu varietas (V) sebagai petak utama sebanyak 2 (dua) taraf perlakuan dan dosis pupuk kandang sebagai anak petak sebanyak 4 taraf dengan 3 kelompok ulangan. Apabila hasil uji F menunjukkan pengaruh yang nyata maka analisis dilanjutkan Uji Duncan pada taraf 5%. Kesimpulan hasil penelitian ini antara lain: 1) Perlakuan varietas Antaboga-1 (V2) memberikan nilai tertinggi terhadap semua parameter pengamatan pada saat berumur 35 HST dalam rerata tinggi tanaman (21,06 cm), jumlah daun (12,94 helai), diameter batang (0,62 cm), bobot buah per tanaman (500,52 gram), bobot buah per petak (3003,21 gram), bobot brangkasan basah (188,75 gram) dan bobot brangkasan kering (80,42 gram), 2) Perlakuan dosis pupuk kandang 3kg/3m2 (D2) memberikan nilai tertinggi terhadap parameter pengamatan saat berumur 35 HST dalam rerata tinggi tanaman (20,00 cm), jumlah daun (11,50 helai), diameter batang (0,61 cm), bobot brangkasan basah (191,67 gram) dan bobot brangkasan kering (83,75 gram), 3) Interaksi antara perlakuan varietas Antaboga-1 dan dosis pupuk kandang 3kg/3m2 (V2D2) berpengaruh nyata terhadap parameter rerata tinggi tanaman umur 21 HST (14,78 cm).