Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan E-Modul Logika Matematika berbasis HOTS untuk Meningkatkan Divergent Thinking Skill Fadhilah Rahmawati; Megita Dwi Pamungkas; Bagas Ardiyanto
Didactical Mathematics Vol. 3 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.589 KB) | DOI: 10.31949/dm.v3i2.1629

Abstract

Kemampuan berpikir divergen merupakan kemampuan yang diakui sebagai ketrampilan yang sangat diperlukan bagi generasi yang berkembang di abad 21. Kemampuan berpikir divergen dapat dipengaruhi oleh berbagai factor, terutma kemampuan kognitif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan elektronik-modul pada materi logika matematika berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS) untuk meningkatkan kemampuan berpikir divergen. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan bahan ajar mata kuliah Matematika Dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) dengan modifikasi. Tahapan penelitian diawali dengan tahap definisi (define) yaitu menentukan dan mendefiniskan kebutuhan pembelajaran untuk menentukan tujuan penelitian yang akan dilakukan. Tahap perancangan (design) meliputi empat fase yaitu 1) mengkonstruksi tes, 2) pemilihan media, 3) pemilihan format, 4) desain awal. Tahap selanjutnya adalah tahap pengembangan (develop) yang meliputi dua fase yaitu penilaian ahli dan pengujiann pengembangan. Pada tahap terakhir yaitu tahap eksperimen (disseminate) yaitu penggunaan perankat yang telah dikembangkan pada skala yang lebih luas. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata N-Gain score untuk kelas eksperimen adalah sebesar 77,25. Berdasarkan nilai N-Gain tersebut termasuk dalam kategori efektif. Dengan nilai N-Gain score minimal 50% dan maksimal 100%. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan e-modul Matematika Dasar pada materi Logika Matematika efektif untuk meningkatkan divergent thinking skill mahasiswa.
HUKUM MELALUI PERKAWINAN BEDA AGAMA ANTARA WARGA NEGARA INDONESIA DAN WARGA NEGARA ASING Elliana Pratita Putri Saharani; Dyah Ikhtiariza; Aulia Noor Aliza; Bagas Ardiyanto; Moh. Al-Vian Zul Khaizar
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 3 (2023): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v1i3.748

Abstract

Artikel ini memiliki tujuan untuk mengetahui apa itu perkawinan beda agama dan bagaimana prosesnya yang dilakukan oleh orang Indonesia dengan penduduk negara lain, di mana hal ini bisa menjadi suatu bentuk penyelundupan hukum. Tujuan yang lebih spesifik dari dilakukannya penulisan ini agar mengetahui syarat apa saja yang memang harus terpenuhi sehingga sebuah perkawinan yang terjadi dapat dikatakan sah menurut hukum dan sah menurut agama, serta mengetahui akibat hukum dari perkawinan antara orang Indonesia dengan penduduk negara lain yang tidak mematuhi aturan hukum. Sumber data dari penulisan ini menggunakan bahan hukum yang bersifat sekunder dan dilakukan dengan cara studi kepustakaan yang mengamati fenomena atau fakta hukum yang terjadi di sekitar kita dengan dikaitkan pada peraturan perundang-undangan dan juga melakukan literatur dari jurnal ataupun artikel. Hasil yang didapatkan dari penulisan ini adalah berdasarkan analisa menggunakan Undang-Undang Perkawinan bahwa sebuah perkawinan haruslah dilakukan dengan menaati ketentuan yang dimiliki masing-masing agama atau kepercayaan yang dianut dan harus melakukan pencatatan berdasarkan undang-undang yang berlaku di Indonesia. Seluruh agama menginginkan umatnya melakukan perkawinan dengan pasangan yang seagama, sehingga perkawinan beda agama tidak dapat dianggap sah. Jika secara agama tidak sah maka sebuah perkawina itu tidak dapat diajukan pencatatan perkawinan. Dari fakta ini sebuah perkawinan campuran seharusnya dihindari agar tidak ada terjadinya sebuah penyelundupan hukum.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Melalui Program Pengabdian Pelatihan Kompos Mendukung Sustainable Agriculture Hasna Nadia; Fitrotin Nisak; Hera Kumalasari; Hernika Aulia; Dania Maulinda; Nabila Izzaba Fillard; Bagus Aradea; Bagas Ardiyanto; Sri Edy Satmoko; Angger Adetya Yusuf Putu Suhendy; Reza Noormansyah
Mikroba : Jurnal Ilmu Tanaman, Sains Dan Teknologi Pertanian Vol. 1 No. 2 (2024): August : Mikroba : Jurnal Ilmu Tanaman, Sains Dan Teknologi Pertanian
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/mikroba.v1i2.98

Abstract

Indonesia as an agricultural country rich in natural resources, relies heavily on agriculture to support its economy, especially in Central Java where the majority of the population are farmers. However, many rural areas, such as Tegalrandu village in Srumbung, Magelang, face challenges due to limited agricultural knowledge and resources. This study aims to empower farmers in Tegalrandu by improving their agricultural practices through the use of compost as a sustainable fertilizer. This study uses the Asset Based Community Development (ABCD) methodology, which focuses on local strengths and assets to catalyze community-driven development. Participants included local farmers who were engaged through a series of workshops and hands-on training in compost production using household waste and natural activators. The results showed that farmers successfully produced high-quality compost, leading to improved soil health and crop yields. In addition, the community showed increased knowledge and confidence in sustainable agricultural practices. This study underscores the importance of participatory approaches in agricultural development, highlighting the potential of composting to not only increase crop production but also foster economic resilience among rural farmers. The implications extend beyond local agricultural practices, suggesting that similar empowerment strategies can be applied in other rural contexts to promote sustainability and community development.