Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Sungging

Pengembangan media interaktif berbasis android untuk pembelajaran menggambar ornamen flora Avinda Khoirunnisa; Eni Puji Astuti
Sungging Vol 1, No 2 (2022): Sungging Edisi Juli - Desember
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sungging.v1i2.54743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan media interaktif berbasis android untuk pembelajaran menggambar ornamen flora di SMP Negeri 3 Mlati berdasarkan validasi ahli materi, ahli media, dan praktisi pembelajaran. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research and Development (RD) menggunakan model pengembangan ADDIE dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan angket kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini berupa pengembangan media interaktif berbasis android melalui (1) tahap analysis yakni analisis kebutuhan, karakteristik siswa dan kompetensi pembelajaran; (2) tahap design meliputi pembuatan flowchart, storyboard, dan komponen media interaktif; (3) tahap development yaitu pembuatan produk dengan software Microsoft PowerPoint 2010 kemudian dikonversi menjadi file .apk, validasi produk oleh para ahli, dan revisi produk. Tingkat kelayakan media interaktif yang dikembangkan berdasarkan penilaian oleh (1) ahli materi diperoleh rata-rata skor 3,46 dengan kategori layak; (2) ahli media diperoleh rata-rata skor 3,05 dengan kategori cukup; (3) praktisi pembelajaran diperoleh rata-rata skor 3,85 dengan kategori layak. Dengan demikian, media interaktif berbasis android layak digunakan untuk pembelajaran menggambar ornamen flora.
Implementation of character education for vocational high school internship students at Subandi Giyanto Studio Lestari, Anggita Mundhi; Astuti, Eni Puji
Sungging: Journal of Innovative, Cultural, Transdisciplinary Art and Kriya Discourse Vol. 3 No. 1 (2024): Sungging January-June Edition
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sungging.v3i1.64241

Abstract

The research aims to describe character education through internships at Subandi Giyanto Studio for vocational students. Character education is implemented through habituation and exemplary. This research uses qualitative research with a descriptive case study method"”data collection techniques using observation techniques, interviews, documentation, and field notes. The research subjects were apprentice students conducting data validity by source and technique triangulation. The results of this study indicate that 1) there are five central character education values, namely religious, disciplined, creative, polite, and responsible; 2) the activities are integrated into the apprenticeship learning process 3) have a good impact on student behaviour and character 4) the obstacles that encountered comes from the emergence of feelings of nervousness, limited communication between students, and the character of students who are heavily influenced by technology, 5) efforts made to overcome obstacles during the process of implementing character education include taking a personal approach to students, training apprentice students' sensitivity to the environment, establishing relationships between students, and train student communication. 
Pengembangan puzzle edukasi protokol kesehatan pada masa pandemi covid-19 untuk anak usia dini Avivudin, Avivudin; Astuti, Eni Puji
Sungging: Journal of Innovative, Cultural, Transdisciplinary Art and Kriya Discourse Vol. 1 No. 1 (2022): Sungging Edisi Januari - Juni
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sungging.v1i1.54537

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan kurangnya pemahaman anak mengenai protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk media puzzle edukasi protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19 untuk anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah R&D (Research and Development). Penelitian ini menggunakan tiga tahap pengembangan. Tahap pertama studi pendahuluan, meliputi analisis kebutuhan dan studi literatur. Tahap kedua pengembangan produk, meliputi perancangan desain, pembuatan flowchart, storyboard, pengumpulan bahan pendukung, produksi media puzzle, dan pengemasan produk. Tahap ketiga uji coba produk. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan tiga subjek yaitu ahli media, ahli materi dan uji coba lapangan terbatas. Hasil penelitian ini menunjukkan media puzzle dengan konsep perminan jigsaw puzzle bermuatan materi protokol Kesehatan 3M yang dikembangkan layak untuk digunakan dan dari uji coba lapangan terbatas anak-anak dapat memahami protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19.
Potret seni rupa inklusif: Perencanaan, pelaksanaan dan hasil pembelajaran siswa tunarungu di SLB Ma'arif Muntilan Purbasari, Onten; Astuti, Eni Puji
Sungging: Journal of Innovative, Cultural, Transdisciplinary Art and Kriya Discourse Vol. 2 No. 2 (2023): Sungging Edisi Juli - Desember
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sungging.v2i2.64283

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persiapan, pelaksanaan, hasil pembelajaran seni rupa, dan karakteristik karya seni rupa pada siswa tunarungu kelas I, II, dan V SLB Ma'arif Muntilan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif tentang mendeskripsikan persiapan, pelaksanaan, hasil pembelajaran, dan hasil karya seni rupa siswa tunarungu. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik validitas data melalui triangulasi teknik, dan triangulasi data dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Persiapan pembelajaran seni rupa belum menyusun RPP yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi siswa tunarungu. 2) Pelaksanaan pembelajaran seni rupa meliputi kegiatan pendahuluan (membuka dengan salam, doa, kesiapan siswa dalam menerima pelajaran). Pelaksanaan pembelajaran seni rupa menggunakan metode oral, metode manual, metode mencontoh, dan metode ekspresi bebas). Kegiatan inti (mengamati, menanya, komunikasi), kegiatan penutup (penilaian, dan ditutup dengan salam). 3) Hasil pembelajaran melalui karya seni rupa yang dihasilkan siswa tunarungu tidak menggunakan sistem penilaian ke dalam rapot. Berdasarkan karakteristik karya seni rupa anak adalah naturalisme semu, realisme awal, pra bagan, dan bagan. Beberapa siswa tunarungu perkembangan seninya cukup pesat sehingga memiliki kemampuan gambarnya juga baik. Namun, ada yang perkembangannya masih lambat, dan keterbatasan penguasaan bahasa isyarat oleh guru.