Admadi Balloara Dase
Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Industri Wisata Halal di Indonesia: Produk Kapitalisme Sampai Dengan Fundamentalisme Agama Admadi Balloara Dase
Melo: Jurnal Studi Agama-agama Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.319 KB) | DOI: 10.34307/mjsaa.v1i2.12

Abstract

This paper tries to explore the concept initiated by tourism industry experts, using the critical discourse analysis method. Critical Discourse Analysis is intended to dismantle the ideology behind halal tourism. Jean Baudrillard's Simulation concept is used to dissect the construction of halal tourism experts who attach the "halal" sign to products from the halal tourism industry, in fact it aims to benefit from the boom of Muslim tourists in the world. The concept of halal tourism built by tourism is a simulation, and is capitalistic. The danger of this is that it makes religion popular (a trend) but does not give an essential meaning in it. Tulisan ini mencoba menelusuri konsep yang digagas oleh para ahli Industri pariwisata, dengan menggunakan metode analisis wacana kritis. Analisis Wacana Kritis dimaksudkan untuk membongkar ideologi di balik pariwisata halal. Konsep Simulasi Jean Baudrillard digunakan untuk membedah konstruksi para ahli pariwisata halal yang melekatkan tanda “halal” pada produk dari industri pariwisata halal, kenyataan itu bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dari membludaknya wisatan muslim di dunia. Konsep pariwisata halal yang dibangun oleh pariwisata adalah simulasi, dan kapitalistik. Bahaya dari hal tersebut, membuat agama populer (tren) namun tidak memberi arti yang esensial di dalamnya. 
PENINGKATAN AKSES DAN KUALITAS PENDIDIKAN BERBASIS PEMBELAJARAN MULTIKULTURAL UNTUK MENDORONG MODERASI BERAGAMA DI DESA PABATAN Anissa Citra Paonganan; Admadi Balloara Dase; Sernilia Malino; Sepriadi Bunga; Sumiati Putri Natalia; Markus Sakke Pauranan; Hasrat Dewi Rante Allo; Zefanya Sambira; Saputra Tandi Linggi'; Andrio Ratte; Kesaktian Panan; Sriyanti Rahayu Pabebang
Bida: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Bida: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/bida.v1i1.6

Abstract

Indonesia merupakan negara yang majemuk yang memiliki keberagaman suku, budaya, ras, agama dan lain sebagainya. Keberagaman tersebut juga dipengaruhi oleh kondisi geografis. Pada kondisi tersebut memberikan dampak yang cukup signifikan bagi pendidikan. Kualitas, fasilitas dan akomodasi menjadi penghalang bagi sekolah-sekolah yang ada di daerah terpencil. Kami melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada siswa dalam rangka membuka wawasan untuk meraih cita-cita mereka. Oleh karena itu, metode yang kami gunakan yaitu pembelajaran multikultural serta pendampingan dengan menerapkan konsep mentoring. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu siswa merasa terdorong dalam belajar, memiliki semangatan juga mampu meluapkan emosi mereka melalui metode-metode pembelajaran yang diberikan.  Indonesia is a diverse country that has a diversity of ethnicities, cultures, races, religions, and so on. This diversity is also influenced by geographical conditions. This condition has a significant impact on education. The quality, facilities and accommodation are barriers for schools in remote areas. So, the authors carried out community service to provide opportunities for students to open their minds to achieve their dreams. Therefore, the method that the authors usedmulticultural learning and mentoring by applying the concept of mentoring. The result of this community service is that students feel encouraged to learn, have enthusiasm  and are able to express their emotions through the learning methods provided.