Daniel Ronda
Unknown Affiliation

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Optimalisasi Hubungan Antargereja Di Doyo Sentani Sebagai Upaya Menunjang Keesaan Gereja Otinel Kaway; Daniel Ronda
Jurnal Jaffray Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v11i2.77

Abstract

Tujuan penulisan adalah untuk mengetahui pengaruh kerjasama dalampersekutuan bersama antargereja dapat mengoptimalkan sesuatu yang berguna untukmambawa perubahan dalam gereja-gereja lokal di Doyo SentaniMetode penelitian yang digunakan adalah: Pertama, studi kepustakaan yangmendukung pembahasan tulisan ilmiah ini. Kedua, melalui angket yang disebarkan keseratus responden, guna mendapat masukan dan sekaligus menjadi dasar yangmenguatkan penelitian serta memiliki bobot ilmiah. Ketiga, wawancara, yaitumelakukan percakapan langsung atau wawancara melalui beberapa pertanyaan lisankepada responden atau anggota jemaat juga kepada pemimpin dalam jemaat (pendeta,penatua, syamas, majelis) yang dituakan dan sebagai panutan dalam jemaat di tujuhdenominasi gereja yang ada di Doyo Sentani.Kesimpulan penelitian ini adalah: Pertama, Kesatuan dalam hubungankerjasama pelayanan antargereja di Doyo Sentani dapat tercipta apabila semuaorang percaya sungguh-sungguh memahami arti persekutuan yang dimaksudkan olehTuhan Yesus Kristus. Kedua, Hubungan antargereja sebagai upaya dan sarana untukmengkomunikasikan Injil Yesus Kristus bagi anggota jemaat yang tidak aktif, sertameningkatkan mutu rohani jemaat secara menyeluruh. Ketiga, Optimalisasihubungan kerjasama pelayanan melalui persekutuan bersama antargereja lokal diDoyo Sentani dapat dicapai karena hal itu merupakan kebutuhan. Pemimpin gerejadan anggota jemaat yang memahami kepentingan dari persekutuan bersama dapatmewujudkannya melalui pengoptimalisasian hubungan kerjasama antargereja lokaldi Doyo.
Kepenuhan Roh Kudus Daniel Ronda
Jurnal Jaffray Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Jaffray Volume 4, No. 1, Juni 2006
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v4i1.131

Abstract

Pribadi Roh Kudus adalah pribadi yang tidak kalah pentingnya dalam doktrin Kristen. Roh kudus adalah Allah sendiri. Tetapi penerapan ajaran tentang Roh Kudus menimbulkan kontroversi di dalam gereja-gereja. Topik-topik yang kontroversial itu antara lain baptisan Roh Kudus serta tanda yang mengiring baptisan roh.Akhirnya, memakai bahasa Roh perlu berhati-hati agar tidak memanipulasi secara psikologis orang lain. Firman Tuhan mengingatkan, “sesungguhnya, Aku akan menjadi lawan para nabi, demikianlah Firman Tuhan, yang memakai lidahnya sewenang-wenang untukmengutarakan firman Ilahi. Sesungguhnya, Aku akan menjadi lawan mereka yang membuatkan mimpi-mimpi dusta, demikianlah firman Tuhan, dan yang menceritakannya serta menyesatkan umat-Ku dengan dustanya dan dengan bualnya. Aku tidak pernah mengutus mereka dan tidak pernah memerintahkan mereka. Mereka sama sekali tiada berguna untuk bangsa ini, demikianlah firman Tuhan” (Yer. 23:31-32). Hal ini menjadi awasan bagi setiap orang yang menyatakan diri menerima karunia bahasa Roh, nubuat, penglihatan, dan karunia ajaib lainnya.
Ulasan Buku: Bagaimana Aku Dapat Meminta Allah untuk Kesembuhan Fisik?: Panduan Alkitabiah Daniel Ronda
Jurnal Jaffray Vol 13, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v13i1.118

Abstract

Review by Daniel Ronda Kesehatan adalah hal yang berharga dari umat manusia saat ini, dan sakit adalah masalah yang besar bagi umat manusia. Sampai saat ini dunia kesehatan dan pengobatan telah mencapai dalam tahap yang mutakhir, tapi tetap saja masih tidak mampu mengatasi masalah penyakit yang rupanya juga semakin berkembang dan kompleks. Tidak sedikit yang putus asa karenanya, bahkan sekalipun berada dalam perawatan rumah sakit yang terbaik sekalipun. Akhirnya, dipahami dan dipercayai ada satu pribadi yang dapat melakukan intervensi terhadap masalah kesehatan fisik manusia, yaitu Tuhan sendiri. Ada catatan yang menarik dalam buku ini, di mana 86 persen orang Amerika percaya kepada kesembuhan ilahi, 75 persen dokter percaya bahwa doa dapat membuat pasien memiliki kehidupan yang lebih baik dan banyak keluarga dokter percaya yaitu 99 persen percaya bahwa praktik keagamaan menjadi elemen penting dalam proses kesembuhan yang sakit (hal. 9). Catatan ini menjadikan buku ini layak untuk dibaca lebih lanjut. Buku ini berisi kajian biblika tentang kesembuhan ilahi dan bukti bahwa pengobatan modern mengakui peran doa dalam kesembuhan. Walaupun demikian, tidak sedikit jemaat Kristen yang sudah membaca Alkitab dan menghadiri ibadah gereja dan bahkan mendengarkan khotbah karya dan sabda Yesus tentang kesembuhan tetap belum mengerti bagaimana dapat menerima kesembuhan dari Tuhan. Pertanyaan yang diajukan adalah: darimana dan bagaimana memulai doa kesembuhan? Selanjutnya, apa yang harus dibuat bila tidak ada perubahan atau tidak ada jawaban? Apakah orang Kristen perlu pakai kata-kata seperti “mantra” atau syarat khusus untuk doa dapat didengar? Semua pertanyaan tentang doa kesembuhan fisik ada dalam buku ini, sehingga buku ini layak menjadi sebuah buku panduan pastoral bagi mereka yang melakukan pelayanan jemaat, di mana perjumpaan dengan orang sakit pasti akan terjadi. Di buku ini juga berisi bukan hanya pembuktian kebenaran Alkitab tentang kesembuhan ilahi, tapi buku ini menjadi buku pedoman yang berisi langkah-langkah secara menyeluruh, serta beberapa nasehat yang diperlukan dalam berkomunikasi dengan Allah untuk menerima kesembuhan fisik.  Jadi buku ini berisi banyak pembuktian dari Alkitab tentang kesembuhan ilahi, kemudian diakhiri dengan pertanyaan-pertanyaan refleksi pada akhir bab, juga beberapa contoh doa tentang bagaimana seseorang berdoa untuk mendapatkan kesembuhan fisik.  Secara garis besar buku ini terdiri dari tiga bagian, di mana bagian pertama membahas tentang apa yang dibuat sebelum berdoa untuk kesembuhan? Kedua, apa yang harus dibuat selama berdoa untuk kesembuhan? Dan ketiga, apa yang kita buat setelah berdoa untuk kesembuhan. Buku ini sungguh menarik karena akhirnya atau puncaknya adalah menuntun seseorang untuk dekat kepada Yesus, sang sumber kesembuhan. Pertanyaan yang paling krusial tentunya adalah apakah seseorang pasti sembuh jika didoakan dan bagaimana jika orang tersebut tidak sembuh? David Smith dengan lugas memberikan penjelasan yang akurat (hal. 222-3). Baginya kesembuhan adalah kedaulatan Allah sendiri, sehingga tidak layak mempertanyakan iman dan ketaatan seseorang yang sakit jika kesembuhan tidak terjadi. Kesembuhan adalah kedaulatan Tuhan dan Ia memiliki hak untuk menyembuhkan, melewati proses, atau melewati pengobatan dan bahkan menyempurnakannya ketika seseorang meninggal dan masuk sorga. Pertanyaan yang tidak kalah pentingnya adalah jika Tuhan berdaulat, untuk apa gereja melakukan pelayanan doa untuk kesembuhan orang sakit dengan bersungguh-sungguh? Saya rasa David Smith berhasil memberikan penjelasan tentang arti pelayanan kesembuhan bagi kesaksian pelayanan gereja (hal. 223). Di sini gereja harus melakukan pelayanan ini untuk membuktikan Tuhan ada dan hidup, dan bahwa Dia berkuasa sehingga dapat menjadi kesaksian bagi dunia. Buku ini dapat saya simpulkan sebagai buku yang berisi kajian akademis biblika tentang kesembuhan ilahi dan pada saat yang sama diberikan penjelasan sederhana untuk menjadi panduan dalam pelayanan pastoral gereja. Tiap pemimpin gereja yang pasti berhadapan dengan pelayanan mendoakan orang sakit, patut menyediakan waktu khusus untuk membaca dan meneliti buku ini kembali. Tidak ada pelayanan yang lebih efektif bila kombinasi antara praktika dan keyakinan berpada menjadi satu sehingga kesaksian gereja dapat jauh lebih luas jangakuannya.
Pemimpin dan Media: Misi Pemimpin Membawa Injil Melalui Dunia Digital Daniel Ronda
Jurnal Jaffray Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v14i2.210

Abstract

Pemimpin di dunia digital berbicara tentang kesiapan memasuki media yang baru dengan pesan yang sama yaitu membawa nilai-nilai kekekalan firman Tuhan kepada manusia. Dunia tidak bisa lagi dipisahkan antara dunia nyata dan dunia digital. Itu sebabnya seharusnya pemimpin tidak lagi menyebut dunia digital sebagai dunia maya karena itu berarti sesuatu yang tidak nyata lagi. Revolusi komunikasi seperti ini mewajibkan pemimpin untuk mengambil tindakan drastis dalam melaksanakan pelayanan gereja dan mulai memberikan perhatian dan tenaga yang serius di dunia digital.  Pelayanan di dunia digital sama nyatanya dengan pelayanan di dunia sehari-hari maka gunakan semua bentuk media untuk menyebarkan nilai-nilai kekekalan.
Tinjauan Etika Kristen Terhadap Homoseksualitas Yofsan Tolanda; Daniel Ronda
Jurnal Jaffray Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v9i1.88

Abstract

Tujuan penulisan merupakan suatu upaya menemukan jawaban atas pokokmasalah penelitan. Oleh karena itu berdasarkan pokok masalah di atas, maka tujuanpenulisan karya ilmiah ini adalah: Pertama, supaya pembaca karya ilmiah dapatmengetahui dan mengerti tentang pandangan iman dan moral kristen tentanghomoseksual. Kedua, supaya pembaca karya ilmiah dapat memperoleh petunjukmengenai sikap yang benar dalam menyikapi masalah homoseksual yang sesuai dengankehendak Allah. Ketiga, supaya pembaca karya ilmiah dapat mengetahui bagaimanaupaya-upaya dalam mengatasi masalah homoseksual.Dalam penulian karya ilmiah ini teknik penelitian mengenai masalah aktual,dengan mengadakan refleksi teologis dengan memberikan dekarya ilmiah yang normatif.metode penelitian yang digunakan adalah penelitian literatur (Library research) yaitukajian biblika dan menggunakan buku-buku sesuai dengan judul karya ilmiah yangdibahas.Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan oleh penulis dalam karya tulis ini,maka penulis menarik beberapa kesimpulan: Pertama, Homoseksualitas merupakanpenyimpangan seksual yang semakin merebak terjadi dewasa ini, termasuk pelakunyaadalah orang Kristen. Kedua, Allah menciptakan seks yang pada dasarnya mulia dansuci dan bukan sebagai sesuatu yang jahat dan hina. Karena itu seks yang adalah kudushanya dipakai di dalam ikatan pernikahan yang dimaksudkan untuk memperkuatkesatuan suami istri, untuk mengungkapkan kasih sayang, untuk melanjutkan keturunandan untuk kenikmatan yang kudus. Ketiga, Secara teologis homoseksual merupakantindakan seksual yang menyimpang dari ketetapan Allah yang kudus. Dengan tegasAlkitab menyatakan bahwa homoseksual adalah hubungan seks yang tidak wajar,pengumbaran hawa nafsu yang memalukan, dan tidak mendapat bagian di dalamkerajaan Allah Keempat, Homoseksual merupakan perbuatan dosa dan kekejian bagiTuhan. Dan akan menimbulkan berbagai hal dalam aspek kehidupan dan akanmengalami penolakan dalam masyarakat dan juga rentan untuk terkena penyakit sepertipenyakit AIDS.
Perang dalam Perspektif Agama Daniel Ronda
Jurnal Jaffray Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Jaffray Volume 1, No. 1, Juni 2003
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v1i1.165

Abstract

Tulisan di majalah TIME 24 Februari 2003 oleh Joe Klein, "TheBlinding Glare of His Certainty" mempertanyakan antara imankepercayaan Bush dengan keinginannya yang menggebu-gebu untukmenyerang Irak, walaupun mendapat tantangan dari masyarakat duniamaupun masyarakatnya sendiri. Apalagi kemudian ia menjadikan ayatayatKitab Suci sebagai alat untuk mengesahkan opininya tentangperlunya menghancurkan terorisme. Tulisan Klein juga mencobamemahami mengapa terjadi perubahan sikap keyakinan di manasewaktu menjadi Gubernur Texas yang banyak memakai kata kasih danhati nurani, dan saat ini berbalik sekali waktu akan menyerang Irak.sekarang bahasa Bush saat ini adalah bahasa arogan dan balas dendamatas serangan. terorisme. Dia menuduh dan berkata, ,,The terroristsbrought this war to us- and now we're takin'back to them.,, Dia jugaberkata kepada para tentara, "We're on the trail, we,re smokin, themout we've got'em on the run." Walaupun demikian, kesimpulan yangdibuat Klein terhadap Bush bahwa sikapnya terhadap perang dan 6alaidendam bukan karena faktor keyakinan imannya ying konservatif.Tetapi agamanya seharusnya bukan hanya membuat seseorangmendapat penghiburan (comfort) dan kekuatan (strength), teta1seharusnya dalam pengambilan keputusan perang, seorang pemimpinharus melihat agama sebagai sumber untuk mendapatkin hikmat(wisdom) sebeium memutuskan menyerang suatu negari.
PERAN KEPEMIMPINAN KRISTEN MEMBANGUN DIALOG ANTAR UMAT UMAT BERAGAMA Daniel Ronda
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 2, No 2 (2019): J.VoW Vol. 2 No. 2 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v2i2.25

Abstract

-