Sri Hidayati Djoeffan
Fakultas Teknik, Prodi Perencanaan Wilayah Dan Kota, Universitas Islam Bandung

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA DI SEPANJANG SUNGAI KAPUAS KOTA PONTIANAK RISKA APRILIA AYUNINGTYAS; SRI HIDAYATI DJOEFFAN
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 10 No. 1 (2010)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v10i1.236

Abstract

Tourism is one sector development promoted by the government. Various efforts have been made such as Indonesia cooperation in economics, such as IMT-GT, IMS-GT, AFTA / AFAS, but still not very effective and satisfactory growth in the region in promoting such cooperation, because the disparity in growth. Perhaps that was one other limiting factor is the condition of the sub-region are varied so that the effect on accessibility. The uniformity of the tourism potential of Indonesia and other countries Indonesia makes tourism less popular, in addition to a lack of tourism promotion abroad. In addition, price competition and a lack of marketing of tourism in Indonesia has less in demand in the international market. The tourism sector is an important foreign exchange accounted for Indonesia.Until now Indonesia attraction yet fully explored. For example, in Pontianak itself, has a very good nature and attractive to tourists due to the attraction still original, exotic and diverse. However, these objects must be addressed properly to make it more beautiful and attractive place to visit ranging from complete facilities and infrastructure, and accessibility are still lacking support.Therefore, it is necessary to establish priorities and indications of tourism development programs in Pontianak that may be developed in the foreseeable datang.dengan using SWOT analysis. Analysis of the supply comes from ODTW analysis, requirements analysis of tourism facilities, tourism services needs analysis, estimation and analysis infrastructure and the environment. Analysis of supply and demand analysis is a matrix of strategic data to internal factors (IFAS) and external factors (EFAS) program as well as some recommendations for the development of Tourism for the City of Pontianak, the government participate in activities as their main duty to participate in the promotion of destinations, development of basic infrastructure in tourist objects are not managed by the private sector as a simple dock, toilets, mosque and construction of the entertainment / arts performances place.
PENERAPAN WATER SENSITIVE URBAN DESIGN PADA PERMUKIMAN DAS CIKAPUNDUNG: Studi Kasus: Kelurahan Pasirluyu Kota Bandung Rifayani Rizkita Rahmat; Sri Hidayati Djoeffan
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 16 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v16i1.288

Abstract

Kondisi Sungai Cikapundung saat ini dalam keadaan sangat memprihatinkan yang diakibatkan adanya pencemaran yang relatif berat. Bantaran Sungai Cikapundung bagian tengah dipadati oleh bangunan permukiman kumuh. Salah satu kelurahan yang dialiri Sungai Cikapundung adalah Kelurahan Pasirluyu Kota Bandung. Kelurahan Pasirluyu khususnya RW 01 dan RW 02 sesuai dengan kriteria kumuh, diantaranya kepadatan penduduk dan bangunan tinggi, perekonomian yang rendah dan tidak memiliki jaringan air bersih maupun air limbah yang berkualitas sehingga berpotensi merusak ekologi sungai. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah Water Sensitive Urban Design (WSUD) yang juga merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan Sustainable Development Goals. WSUD merupakan salah satu bagian dari konsep pendekatan infrastruktur hijau. Konsep ini digunakan sebagai pendekatan perencanaan dan perancangan kota yang berhubungan dengan sumber air dan manajemen lingkungan. Tujuannya untuk meminimalisasi dampak yang ditimbulkan oleh keberadaan air di permukaan perkotaan. Artikel ini menyajikan konsep perancangan peremajaan kawasan dengan membangun hunian vertikal yang dilengkapi sarana pendukung dan rencana sistem pengelolaan air (air bersih, air limbah dan air limpasan). Untuk itu, dilakukan analisis daya dukung dan daya tampung lahan, analisis strategi peremajaan kota, analisis kebutuhan ruang, dan analisis kebutuhan utilitas. Hasilnya dapat menjadi alternatif konsep bagi pemerintah daerah dalam membuat kebijakan peremajaan kota.
Pengaruh Urban Sprawl terhadap Kondisi Fisik Kota: Studi Kasus Kecamatan Bojongloa Kidul Wanda Yolanda; Sri Hidayati Djoeffan
Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota (JRPWK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpwk.v2i2.1276

Abstract

Abstract. Urban sprawl is an unplanned urban development due to the tendency of residents to live in suburban areas. Bojongloa Kidul District is a sub-district located in a suburban area bordering Bandung Regency. Bojongloa Kidul District in 2005 was the District with the lowest urban sprawl typology, and in 2018 it became the highest urban sprawl typology. The purpose of this study was to determine the effect of urban sprawl on the physical condition of the city in Bojongloa Kidul District. The method is a mixed method with quantitative and qualitative analysis techniques. The stages of the analysis method in this study are the analysis of the identification of the sprawl area, the analysis of the characteristics of the sprawl using population density analysis, analysis of building density, analysis of the distance to the center of the CBD, and analysis of development within the reach of the road network, analysis of the ANOVA statistical method. Based on the results of the study, it shows that the urban sprawl indicated urban sprawl in 2011 and 2021 are Cibaduyut, Cibaduyut Kidul, Cibaduyut Wetan, and Mekarwangi villages. Abstrak. Urban sprawl merupakan perkembangan kota yang tidak terencana karena kecenderungan penduduk untuk bermukim di area pinggiran kota. Kecamatan Bojongloa Kidul yang berada di area pinggiran kota berbatasan dengan Kabupaten Bandung. Kecamatan Bojongloa Kidul pada tahun 2005 merupakan Kecamatan dengan tipologi urban sprawl paling rendah sedagkan tahun 2018 menjadi tipologi urban sprawl paling tinggi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh urban sprawl terhadap kondisi fisik kota di Kecamatan Bojongloa Kidul. Metode dalam penelitian ini adalah mixed method dengan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Tahapan analisis dalam penelitian ini adalah analisis identifikasi kawasan sprawl, analisis karakteristik sprawl menggunakan analisis kepadatan penduduk, analisis kepadatan bangunan, analisis jarak ke pusat CBD, dan analisis pembangunan dalam jangkauan jaringan jalan, analisis metode statistik ANOVA. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelurahan yang terindikasi urban sprawl pada tahun 2011 dan 2021 adalah Kelurahan Cibaduyut, Cibaduyut Kidul, Cibaduyut Wetan, dan Mekarwangi.
Peremajaan Kawasan Permukiman dengan Pendekatan Ekologi Berkelanjutan Secondiva Andezta Havara; Sri Hidayati Djoeffan
Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota (JRPWK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpwk.v2i2.1314

Abstract

Abstract. Land in North Bandung area, namely RW 15 in Citeureup Village, Cimahi City, where the construction was not in accordance with applicable policies and did not pay attention to environmental aspects which is a water conservation area that affects the Bandung Basin. Water Sensitve Urban Design (WSUD) which is one of the efforts to realize the Sustainable Development Goals (SDGs) with the aim of minimizing the negative impacts caused by the presence of water in urban areas. The study use various theories which include ecology, water sensitive urban design, urban rejuvenation, garden and green city and neighborhood units. The analysis include: site analysis, population analysis, analysis of carrying capacity and capacity of the land, analysis of space requirements, occupancy analysis, infrastrtucture analysis, functional relationship analysis, and analysis of urban rejuvenation strategies. After analyzing with various related theories, then we designing : land use patterns, circulation patterns, open spaces, building mass arrangements and KDB and KLB, infrastructure networks as well as preservation and conservation. The benefits of this research can be used as a reference as a model for structuring the North Bandung conservation area becoming a residential area that is safe, comfortable, healthy, and sustainable is achieved. Abstrak. Lahan di Kawasan Bandung Utara yaitu RW 15 Kelurahan Citeureup Kota Cimahi, dimana pembangunannya tidak sesuai dengan kebijakan yang berlaku dan tidak memperhatikan aspek lingkungan yang merupakan kawasan konservasi perairan yang mempengaruhi Kawasan Cekungan Bandung. Solusi yang akan diterapkan adalah peremajaan kota sebagai salah satu upaya agar penggunaan lahan menjadi lebih efektif, mengatasi dan mengantisipasi dampak negatif perkembangan kota. Water Sensitive Urban Design (WSUD) yang merupakan salah satu upaya mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) dengan tujuan meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan oleh keberadaan air di perkotaan.Pendekatan tersebut dilakukan dengan berbagai teori yang meliputi ekologi, water sensitive urban design, peremajaan kota, garden city, green city, dan neighborhood unit. Metode analisis yang digunakan yaitu: analisis tapak, analisis kesesuaian lahan, analisis kependudukan, analisis daya dukung dan daya tampung, analisis kebutuhan ruang, analisis hunian, analisis infrastruktur, analisis hubungan fungsional, dan analisis strategi peremajaan kota. Setelah menganalisis dengan berbagai teori terkait, selanjutnya dilakukan perancangan yang meliputi: pola penggunaan lahan, pola sirkulasi, ruang terbuka, penataan massa bangunan dan penataan KDB dan KLB, jaringan prasarana serta preservasi dan konservasi. Manfaat penelitian ini dapat dijadikan acuan sebagai model penataan kawasan di kawasan konservasi Bandung Utara menjadi kawasan hunian yang aman, nyaman, sehat, dan berkelanjutan tercapai.
Kajian Penerapan Konsep Compact City di Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan Halimah Nurhasanah; Sri Hidayati Djoeffan
Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota (JRPWK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpwk.v3i2.2730

Abstract

Abstract. Cilandak is one of the districts that connects several cities with the Special Capital Region of Jakarta. This makes Cilandak District have a development that refers to TOD. Cilandak District has 4 main points of the TOD area at MRT stations in Cilandak District. However, this led to an increase in population mobility and infrastructure development. With developments that occur continuously, it is undeniable that the urban sprawl phenomenon will occur. This will cause new problems such as traffic jams, land conversion, and the creation of high-density settlements. Therefore, planning is needed that can overcome the problems of the urban sprawl phenomenon, one of which is the application of the compact city concept. The concept of a compact city is an alternative solution to the problems that exist in Cilandak District, therefore the purpose of writing this research is to find out and determine a point or location in Cilandak District that is suitable or appropriate for implementing the compact city concept as a solution to spatial problems in Cilandak District. The approach method in this study uses a mixed method. Mix Methods was chosen because basically this research combines elements of qualitative and quantitative approaches. Which is then weighted to determine which area or kelurahan is suitable for implementing the compact city concept. The resulting conclusions are based on variables that meet the criteria for implementing Compact City. The results of this study can be used as a recommendation as an effort to control the spatial use of DKI Jakarta, especially the Cilandak District and also as a policy direction for determining the location of the application of the compact city concept. Abstrak. Kecamatan Cilandak merupakan salah satu kecamatan yang menghubungkan beberapa kota dengan Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Hal ini menjadikan Kecamatan Cilandak memiliki pembangunan yang merujuk pada TOD. Kecamatan Cilandak memiliki 4 titik induk kawasan TOD pada stasiun MRT yang ada di Kecamatan Cilandak. Namun, hal ini menyebabkan peningkatan mobilitas penduduk dan pembangunan infrastruktur penunjangnya. Dengan perkembangan yang terjadi secara terus menerus tidak dipungkiri bahwa fenomena urban sprawl akan terjadi. Ini akan menimbulkan masalah-masalah baru seperti kemacetan, pengalihan fungsi lahan, hingga terciptanya permukiman dengan kepadatan yang tinggi. Oleh karena itu dibutuhkan perencanaan yang dapat mengatasi permasalahan dari fenomena urban sprawl salah satunya adalah dengan penerapan konsep compact city. Konsep kota kompak (dense/compact city) menjadi solusi alternatif dari permasalahan yang ada di Kecamatan Cilandak, maka dari itu tujuan dari penulisan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menentukan titik atau lokasi di Kecamatan Cilandak yang sesuai atau tepat untuk dilakukan penerapan konsep compact city sebagai salah satu solusi permasalahan tata ruang di Kecamatan Cilandak. Metode pendekatan pada penelitian ini menggunakan mixed method. Mix Methods ini dipilih karena pada dasarnya penelitian ini menggabungkan unsur-unsur pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Yang kemudian di lakukan pembobotan untuk menentukan kawasan atau kelurahan mana yang cocok untuk diterapkan konsep compact city. Kesimpulan yang dihasilkan didasarkan pada variabel yang memenuhi kriteria diterapkannya Compact City. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi rekomendasi sebagai salah satu upaya pengendalian pemanfaatan ruang DKI Jakarta khususnya Kecamatan Cilandak dan juga sebagai arah kebijakan untuk penentuan lokasi penerapan konsep compact city.