Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Media Komunikasi Reminiscence Optimalkan Fungsi Kognitif Lansia Sehat Eva Berthy Tallutondok; Sri Lanawati; Riama Marlyn Sihombing; Peggy Tahulending; Dalmirah Tjakrapawira; Dora Samaria; Suganthi J
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.821 KB)

Abstract

Pelaksanaan diseminasi hasil penelitian dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dilakukan oleh setiap dosen. Diseminasi berupa penyampaian informasi delapan faktor reminiscence: mengurangi kebosanan, mempersiapkan kematian, menemukan makna hidup, pemecahan masalah, ngobrol dengan sahabat, mempertahankan kebersamaan, pulih dari ‘kepahitan’, dan menasehati orang muda. Inovasi berupa 12 gambar cetak ukuran postcard sebagai media komunikasi bagi lansia sehat, aktif, dan produktif untuk mencegah kepikunan di masa tua. Pada gilirannya diseminasi dapat menjadi upaya promotif dan preventif kesehatan sehingga menurunkan angka prevalensi dementia di Banten. Tujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan komunikasi reminiscence melalui media gambar, sehingga terjadi aktivasi otak untuk optimalkan fungsi kognitif lansia. Metode ceramah digunakan untuk menjelaskan konsep, sedangkan latihan untuk praktik komunikasi, serta tanya jawab untuk mengatasi kendala selama diseminasi. Populasi (n=20) adalah lansia sehat umur 57 – 87 tahun. Hasil diketahui peserta umur 57-64 tahun (20%) lebih sedikit dibandingkan umur 65-87 tahun, tetapi seluruh peserta antusias bertanya dan terlibat praktik komunikasi reminiscence sampai tuntas. Simpulan yaitu peserta merasakan manfaat langsung aktivasi otak untuk mengingat dan menceritakan pengalaman masa lalu serta memotivasi untuk terus praktik menggunakan photo album. Kendala dapat diatasi berkat dukungan Persekutuan Kaleb Karawaci, Gereja Yesus Kristus Karawaci dan Universitas Pelita Harapan.
TRANSFORMASI PENGAJARAN DI SEKOLAH: PELATIHAN METODE BELAJAR AKTIF UNTUK GURU DALAM MENINGKATKAN KETERLIBATAN DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMPTK DAN SMTK PRESBITERI BALI C. Mathilda V. Bolang; Helsa Helsa; Sylvia Kurniawan; Alfredo Alfredo; Sri Lanawati
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2732

Abstract

Student engagement and learning motivation play a crucial role in enhancing the quality of education while preventing low academic achievement and the risk of dropout. Within the context of Generation Z, who were born in the digital era, students possess unique characteristics as visual learners with shorter attention spans, a preference for interactive learning, and a strong need for meaningful learning experiences. These conditions require teachers to adopt more relevant instructional strategies, one of which is active learning, which has been shown to enhance student motivation and engagement. This community service program was implemented at SMPTK and SMTK Presbiteri Bali, involving 11 teachers in three training sessions: (1) understanding the characteristics of Generation Z students, (2) a workshop on the application of active learning, and (3) a reflective post-implementation discussion. Descriptive analysis indicated an increase in the average scores of student engagement and motivation, rising from 208.3 to 215.9 after the program. However, the paired samples t-test revealed that the difference in scores before and after the program was not statistically significant, t(8) = -1.509, p = 0.170 (p > 0.05). Nevertheless, qualitative evaluations revealed that teachers felt supported, more confident, and motivated to enrich their instructional strategies. These findings highlight the importance of practice- and case-based teacher training conducted continuously to strengthen the implementation of active learning in addressing the educational needs of Generation Z.