Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Studi Hermeneutik: Desain Layout Buku Biografi Merry Riana Asthararianty Asthararianty; Fanny Lesmana
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Vol. 18 No. 1 (2018): JANUARY 2018
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.818 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.18.1.13-19

Abstract

Fungsi utama dari desain tata letak dalam sebuah buku adalah untuk mendukung konsep atau pesan yang ingin disampaikan. Pesan atau konsep ini yang disampaikan dalam biografi Merry Riana adalah fokus penelitian ini, terutama bagaimana sosok Merry Riana disajikan sebagai motivator dalam biografinya. Penelitian ini melanjutkan tema penelitian sebelumnya yang telah dilakukan, yang melihat representasi Merry Riana dalam desain sampul biografinya menggunakan studi hermeneutika. Menggunakan metode hermeneutika Gadamer, penelitian ini bertujuan untuk melihat lebih dalam di balik sampul biografi, dan sekarang akan fokus pada tata letak biografi Merry Riana, terutama bagaimana Merry Riana diwakili melalui tata letak biografinya. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah identitas Merry Riana sebagai motivator dapat dilihat melalui desain tata letak atau tidak. Hasil dari studi tata letak menunjukkan bahwa ada upaya untuk menunjukkan identitas Merry Riana sebagai motivator melalui tata letak buku, meskipun tidak cukup jelas. Selain itu, tata letak buku juga ingin mewakili kepribadian Merry Riana yang rajin, gigih, dan konsisten
Analisis Visual Wayang Kulit Eklektik “Ananta Yudha” Karya Is Yuniarto Vania Anjani; Andrian Dektisa Hagijanto; Asthararianty Asthararianty
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Vol. 19 No. 2 (2019): JULY 2019
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968.21 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.19.2.59-73

Abstract

Sejak Desember 2015, Is Yuniarto mengunggah karya visual figur wayang dengan visualisasi menggunakan percampuran figur wayang kulit nusantara dengan karakter-karakter figur superhero di akun media sosialnya. Salah satu karyanya yang terkenal adalah Wayang Ananta Yudha, yang muncul pada bulan April 2018. Karakteristik wayang Ananta Yudha merupakan representasi dari figur-figur pada film Avengers: Infinity War yang saat itu sedang ramai dibicarakan karena filmnya akan dirilis. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk memaknai bentuk visualisasi dan fenomena munculnya wayang Ananta Yudha, menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara analisis memakai semiologi Barthes. Teori-teori yang dipakai adalah pop culture, eklektik, dan komodifikasi. Wayang Ananta Yudha menjadi ungkapan karya visual budaya populer yang merupakan pencampuran unsur-unsur masa lalu dengan masa kini, serta menjadi bentuk komodifikasi atas figur superhero karya Marvel Studio.
Iklan Go-Jek Versi “Munculnya Gozali” dalam Kajian Poskolonialisme Cynthia Caroline; Obed Bima Wicandra; Asthararianty Asthararianty
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Vol. 19 No. 2 (2019): JULY 2019
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.629 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.19.2.109-116

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan visual figur dan bahasa hibrid dalam iklan GO-JEK versi “Munculnya Gozali” yang diunggah ke sosial media GO-JEK pada April 2018. Visual figur dan bahasa hibrid yang ada di dalam iklan GO-JEK ini menggunakan campuran antara unsur budaya Jepang dan Indonesia. Akan tetapi di dalam hal ini unsur budaya Jepang yang digunakan adalah unsur dari serial televisi superhero dan kaijyuu. Hal tersebut dapat dilihat dari tokoh, setting, dialog, subtitle, alur cerita, dan lain sebagainya yang merupakan obyek penelitian. Dalam proses penelitian ini akan digunakan teori semiotika pertelevisian oleh John Fiske sebagai instrumen pertama dari proses penelitian. Kemudian, obyek penelitian yang ada akan dianalisis dengan menggunakan teori hibriditas dan mimikri dalam kajian poskolonialisme oleh Homi K. Bhabha. Di mana kedua teori tersebut bekerja secara bersamaan dan sangat kompleks di dalam iklan. Sehingga melalui bentuk visual iklan demikian dapat dimaknai sebagai penggambaran rasa kurang percaya diri masyarakat Indonesia berkaitan dengan kemampuan anak-anak bangsa. Meskipun sebenarnya apa yang dihasilkan oleh anak-anak bangsa lebih menjawab masalah yang ada dan sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia.
Perancangan Ilustrasi sebagai Edukasi tentang Polusi Akibat Limbah Cair Produksi Fashion Annetta Dewi Wijaya; Obed Bima Wicandra; Asthararianty Asthararianty
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Vol. 20 No. 2 (2020): JULY 2020
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.765 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.20.2.62-71

Abstract

Meski dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, fashion sebagai sebuah industri memiliki dampak yang sangat buruk pada lingkungan. Khususnya tahapan produksi fashion yaitu dyeing menghasilkan banyak sekali limbah cair yang mencemari perairan, sehingga berdampak buruk pada hewan dan tanaman, dan juga bisa menimbulkan penyakit pada manusia. Tapi masyarakat masih kurang tahu dan tidak peduli terhadap masalah ini sehingga mengonsumsi fashion tanpa dipikirkan dahulu. Perancangan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat sehingga mendorong mereka untuk mengubah kebiasaan konsumsi fashion-nya.
Study of DI’s Way Daily Layout in Hermeneutics Viewed from its Layout Elements Asthararianty; Fanny Lesmana; Yeremia Tulude Ambat
Jurnal Spektrum Komunikasi Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Spektrum Komunikasi
Publisher : LPPM Stikosa - AWS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37826/spektrum.v10i1.273

Abstract

DI's Way is present as a new media in the world of print media. Print media originating from Surabaya, and for Surabaya residents. It looks like a magazine but is published every day, has a cover layout that is not like a magazine or newspaper. The cover design, in this case, especially the layout, has an aesthetic to determine the mass media, especially print, whether the media will sell or not. However, this daily is claimed to have many fans, both in its initial form, namely a website, to becoming a daily printed in color. This study uses a qualitative method with a hermeneutic approach to explore the impression of what the cover layout design shows that is not like a magazine or newspaper to Surabaya. The hermeneutic method is carried out by interpreting the data seen in the DI's way cover design, layout theory, and also matters related to Surabaya. This data mining is done by looking at the cover layout design in terms of the use of grids, margins, and also text and image elements. The results that can be seen are as a DI's way daily like a newspaper or newsletter that has a template for each edition with a cover layout showing the impression that the main interest of this media is to be able to tell important news to the City of Surabaya, by always using a large size for the main news photo and also for the text element (headline) but the arrangement can still be followed as a comfortable reading flow. A large portion seems to want to show the impression of the characteristics of the City of Surabaya as a city of heroes which has a great and passionate fighting spirit. Meanwhile, supporting news is placed below it according to the order of its news value, showing the impression of the vision that the City of Surabaya has in building a city that is more advanced from all aspects. In addition, grid management displays the impression of being a local mass media that is regularly reported in its media according to the identity of a daily media that has a news order position like an inverted pyramid.
Anti-Hero Design to Grow the Meaning of Heroes from the Comic Entitled "Second Shot" Louis Arthur Robianto; Heru Dwi Waluyanto; Asthararianty Asthararianty
k@ta: A Biannual Publication on the Study of Languange and Literature Vol. 26 No. 00: SPECIAL EDITION, MARCH 2024
Publisher : The English Department, Faculty of Humanities & Creative Industries, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/kata.26.00.75-82

Abstract

Development of digital era encourages creative industry to continue grow by raising many issues, nowadays many are found in various visual media using anti-hero characters as main character. Anti-hero is hero character who has traits and characters that deviate from depiction of a hero in general (Bagaskara, 2021). They have the same goal of doing good but in a way that may sometimes be wrong or unjustified (Wahyudi, 2020). This character is very appropriate to express human imperfection which in life always has advantages and disadvantages. In contrast to superhero characters who are too perfect to be used as exemplary figures in real life. The media that will be used is comic with theme entitled "The Second Shot" where main character who is half human and alien will be faced with many choices that can determine the future of the world, besides being disappointed or having hidden hatred as well. From past events from both human side who had deceived him and aliens who only took advantage of him. The use of comics media as visual media is based on fact that target audience is younger generation between ages 18-25 years who are more interested in reading picture books than those that contain too many words.
Color Concept of Dewata Nawa Sanggha in Barong Ket Mask Asthararianty Asthararianty; Imam Santosa; Irfansyah Irfansyah; I Nyoman Larry Julianto
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Vol. 26 No. 2 (2026): JULY 2026
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/nirmana.26.2.129-145

Abstract

The Barong Ket Mask is a famous mask in Bali. As a traditional Balinese visual artifact, it has a distinctive visual character in its shape and color. The color concept of Dewata Nawa Sanggha is a Balinese Hindu symbolic color system associated with the cardinal directions, gods, and symbolism in the Barong Ket Mask. This research is a literature and conceptual study that maps the application of the color concept of Dewata Nawa Sanggha and analyzes the symbolic meaning of color through Roland Barthes's semiotics. It uses a qualitative methodology, including a literature review and visual semiotics. Data will be collected from books, journals, and other publications. Data analysis uses Roland Barthes's visual semiotics to interpret denotation, connotation, and myth. The result is a mapping of the Dewata Nawa Sanggha color concept onto the colors of the Barong Ket Mask, forming a structured symbolic visual system. The colors red, white, black, gold, pink, and their gradations are associated with the color concept of Dewata Nawa Sanggha and serve as symbolic visual media that represent identity, protection, and cosmological meaning. This research provides a conceptual foundation for further studies.