Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Mediastima

PEMODELAN PENGUKURAN KINERJA PEMDA DALAM MENAIKKAN PENDAPATAN PAJAK DALAM PERSPEKTIF PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA WISATA DAN KOTA BISNIS Abu Bakar
Mediastima Vol 28 No 1 (2022): Mediastima
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, IBI-K57

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/mediastima.v28i1.416

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang memfokuskan diri pada pengukuran kinerja pengumpulan pendapatan pajak yang berasal dari hotel, restoran dan hiburan dalam perspektif Pendapatan Asli Daerah Pemda Bandung dan Pemda DKI Jakarta. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana pengaruh pendapatan pajak, restoran dan hiburan terhadap pendapatan asli daerah, Kedua bagaimana pertumbuhan Pendapatan pajak hotel, restoran dan hiburan pemda Bandung dan DKI Jakarta, dan bagaimana perbandingan kenaikan pendapatan pajak antara Pemda Bandung dan DKI Jakarta serta bagaimana pengukuran kinerja pengumpulan ketiga jenis pajak. Hasil penelitian menujukan terjadi pengaruh secara simultan antara ketiga jenis pendapatan pajak dengan pendapatan asli daerah tetapi tidak semua dalam keadaan positif. DKI Jakarta selalu mengumpulkan pendapatan pajak yang lebih tinggi dari Pada Pemda Bandung. Pengumpulan pajak yang lebih tinggi oleh Pemda DKI ternyata tidak menyebabkan rasio sumbangan yang besar terhadap Pendapatan Asli Daerah dan Kinerja pengumpulan pendapatan Pajak Pemda Bandung Lebih baik daripada DKI Jakarta dalam pendapatan pajak hotel dan restoran serta Hiburan. Penelitian merupakan penelitian dari sebelumnya dan sejalan dengan beberapa penelitian yang dilakukan oleh Filomena Lumur dan Putu Diah Asrida, Ida Bagus Agastya dan Brahmana Wijaya serta I Ketut Sudiana, Zainul Fikri dan Ronny Malavia Mardani serta Ni Nyoman Suartini Made Suyana Utama.
Telaah kritis manajemen keuangan pemerintah DKI Jakarta dan Surabaya Abu Bakar
Mediastima Vol 28 No 2 (2022): Mediastima
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, IBI-K57

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/mediastima.v28i2.549

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif tujuan mengetahui dan membandingkan kinerja keuangan daerah pemerintahan Provinsi DKI Jakarta dan Pemda Kota Surabaya dalam hal: 1) kemandirian keuangan daerah, 2) efektivitas, 3) efisiensi, 4) keserasian dan pertumbuhan. Hasil analisis menujukan kinerja keuangan untuk Kemandirian menujukan skor 22 sementara untuk Pemda Surabaya hanya 13. Untuk Aktivitas keuangan Pemda Surabaya lebih baik dari pada Pemda DKI Jakarta dengan skor masing-masing 29 dan 19. Untuk Efisiensi penggunaan keuangan Pemda DKI lebih baik dari pada Surabaya dengan perbandingan 17 banding 9. Sementara untuk keserasian memperlihatkan Pemda Surabaya Juah lebih baik dari pada DKI Jakarta dengan perbandingan 25:13 dan dari sisi pertumbuhan keseluruhan memperlihatkan bahwa pertumbuhan dalam lima tahun pemda Surabaya jauh sedikit diatas pemda DKI Jakarta dengan perbandingan 12 berbanding 14 dan secara agregat Pemda Surabaya lebih baik daripada Pemda DKI Jakarta dengan skor 18 berbanding 16,6.
Implementasi Akuntansi Sektor Publik di Indonesia Abu Bakar
Mediastima Vol 29 No 2 (2023): Mediastima
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, IBI-K57

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/mediastima.v29i2.1019

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi akuntansi sektor publik di Indonesia dengan penekanan pada pertama, bagaimana distribusi sub-sub sumber penerimaan kas terhadap laporan arus kas, kedua bagaimana keselarasan arus kas operasional, kedua bagaimana profil penerimaan tunai laporan arus kas dari investasi, ketiga bagaimana kejelasan arus kas investasi dan keempat bagaimana esensi laporan arus kas investasi. dan ke lima bagaimana dampak Covid-19 terhadap arus kas akuntansi sektor publik. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi untuk menggambarkan berbagai pola hubungan Hasil penelitian ini menujukan pertama distribusi penerimaan kas berasal dari lima sumber pendapatan. Kedua sumber kas investasi tidak mencerminkan pendapatan dari kegiatan investasi pemerintah dan ketiga tidak terjadi keselarasan dalam pencatatan investasi yang sebenarnya selisih penjualan dan Perolehan aktiva tetap dan penjualan aktiva bekas pakai. Ke empat esensi laporan arus kas investasi telah kehilangan esensinya dalam penyajian informasi arus kas yang berasal dari kegiatan investasi. Kelima, covid-19 yang berdampak secara ekonomi tetapi tidak berpengaruh dalam pencatatan arus kas pemerintah daerah.