Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Kunyit (Curcuma longa linn) sebagai Anti Jamur Wahyu Dewayanti
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 02 Januari (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandidiasis merupakan infeksi jamur yang bersifat oportunistik yang artinya infeksi akibat adanya penurunan sistem kekebalan tubuh yang berlangsung di dalam tubuh manusia. Kandidiasis banyak disebabkan oleh Candida sp yang merupakan spesies jamur tersering menyerang manusia. Prevalensi kandidiasis di Indonesia dominan menyerang rambut, kulit, kuku, selaput lendir, dan organ lain seperti mulut dan kerongkongan. Kondisi iklim tropis di wilayah Indonesia dan sanitasi yang kurang baik serta pola hidup yang kurang sehat sangat mendukung pertumbuhan jamur. Dalam kondisi tertentu, C. albicans dapat tumbuh berlebih dan melakukan invasi sehingga menyebabkan penyakit sistemik progresif pada penderita yang memiliki sitem imun lemah. Didapatkan dari beberapa literature jurnal menyebutkan bahwa Kunyit (Curcuma longa linn) sebagai tanaman tradisional yang diketahui memiliki efektivitas anti jamur yang dapat mengobati penyakit Kandidiasis.
Efektivitas Antijamur Ekstrak Etanol Daun dan Akar Beluntas terhadap Pertumbuhan Candida Albicans dengan Metode Spektrofometri Wahyu Dewayanti; Tri Umiana Soleha; Rani Himayani; Betta Kurniawan
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.20137

Abstract

Kandidiasis merupakan suatu infeksi yang disebabkan oleh jamur family Candida, biasanya oleh spesies Candida albicans. Tanaman beluntas (family Asteraceae) merupakan salah satu tumbuhan yang mampu mengendalikan penyakit jamur. Tanaman tersebut mengandung senyawa flavonoid, tanin, minyak atsiri, dan alkaloid yang dikenal mampu berfungsi sebagai antiinflamasi, antiulkus, antioksidan dan anti mikroba. Lebih lanjut, akar tanaman beluntas juga memiliki kandungan flavonoid, fenol, proanthocyanidins, dan tannin yang terbukti memiliki efek farmakologis, inhibitor mikroorganisme dan mengurangi risiko infeksi jamur. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan daya antijamur ekstrak etanol daun dan akar tanaman beluntas terhadap pertumbuhan candida albicans. Penelitian berbentuk eksperimental murni (true experimental) dengan rancangan berupa post test only control group design. Metode spektrofotometri digunakan untuk mengetahui efek antijamur ekstrak etanol sehingga dapat ditentukan diameter zona hambat, Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM). Hasil penelitian menunjukan adanya efektivitas antijamur ekstrak etanol daun Beluntas konsentrasi 100%, 75%, 50%, 25% dan ekstrak etanol akar tanaman Beluntas (Plucea Indica Less) konsentrasi 100% terhadap pertumbuhan Candida albicans. Ekstrak etanol daun Beluntas memiliki efektivitas lebih baik daripada ekstrak etanol akar tanaman Beluntas dalam menghambat pertumbuhan Candida Albicans.