Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH METODE DEMONSTRASI TERHADAP PEMBELAJARAN FIQH DI PESANTREN MELALUI KONSEP PENDIDIKAN NONFORMAL Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando; Elihami Elihami
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini, 1) untuk mengetahui penggunaan metode pembelajaran Fiqh di Pesantren Darul Falah Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang, 2) Untuk Mengetahui Hasil Penerapan Metode Demonstrasi di Pesantren Darul Falah Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang, 3) Untuk Mengetahui Pengaruh Metode Demontrasi Terhadap Pembelajaran Fiqh Di Pesantren Darul Falah Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang. Penelitian eksperimen semu dengan nonequivalentgroups pretest-posttest design ini mengandung satu variabel bebas dan satu variabel terikat. Variabel bebas adalah Metode Demonstrasi sedangkan variabel terikat adalah Pembelajaran Fiqh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik di Pesantren Darul Falah Kecamatan. Jumlah jenjang sekolah yang ada mata pelajaran fiqh adalah hanya Pesantren dengan jumlah seluruh peserta didik sebanyak 172 orang yang terdiri dari 6 kelas. Sampel dipilih dengan tekhnik purposive sampling, sehingga didapat tiga kelas sebagai sampel penelitian. Kelompok eksperimen 1 dan kelompok eksperimen 2 diberi perlakuan menggunakan metode demonstrasi, dan kelompok kontrol diberi perlakuan menggunakan pembelajaran fiqh yang tidak menggunakan metode demonstrasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik angket dan observasi. Teknik angket digunakan untuk mengetahui penilaian pembelajaran fiqh. Teknik observasi digunakan untuk mengungkap pembelajaran fiqh. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf signifikansi 0.05. Hasil penelitian ini adalah Metode Demonstrasi secara signifkan berpengaruh Baik terhadap pembelajaran fiqh peserta didik dibandingkan dengan pembelajaran fiqh yang tidak menggunakan metode demonstrasi diperoleh p < α yaitu p = 0,000 < α = 0,05 dengan F = 27,890
Peraturan Daerah Tentang Penataan Pasar di Kabupaten Enrekang Ismaya Ismaya; Yunus Busa; Elihami Elihami; Andi Ahmad Chabir Galib; Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando; Rahmat Rahmat
MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT Vol 5 No 1 (2023): MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT
Publisher : LP2M Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/pengabdian.v5i1.5513

Abstract

Market dynamics, both traditional markets and modern markets, are essentially a link in the chain that connects producers and consumers, sellers and buyers, and between business actors and the consumer community. The market plays an important role in the economy, because prices are formed in the market. The traditional market segment has a threat when the modern market dominates and the traditional market cannot compete, namely turning off traditional stalls because it changes consumer habits. Adjacent position between supermarkets, hypermarkets or minimarkets through the advantages they have compared to traditional markets. Along with this, it is necessary to issue a regional regulation for market management. The team from Muhammadiyah Enrekang University then followed up on this in community service activities. This community service activity was carried out as an effort to support the Regional Government of Enrekang Regency in producing Regional Regulations. The activity was carried out offline for seven (7) months, from March to October 2022. The result of this activity was the birth of the Enrekang Regency Regional Regulation Concerning Market Management.
Konsep Qaulan dalam Alqur’an (Kajian tentang Komunikasi Qurani) Ismaya Ismaya; Elihami Elihami; Musdalifah Musdalifah; Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando
Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 1 No 1 (2021): Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi
Publisher : Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1252.88 KB)

Abstract

Islam memandang penting setiap ujaran manusia. Maka, tidak boleh ada orang berujar atau bertutur yang menyimpang dari kebenaran dan menimbulkan kegaduhan serta perpecahan.Karenanya, Rasulullah SAW pun bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya ia berkata yang baik, atau (jika tidak bisa), maka hendaknya ia diam." (HR. Bukhari & Muslim).Rasul hanya memberi dua pilihan: berkata yang baik atau diam. Artinya, jangan sampai ujaran dan perkataan kita tidak baik. Senada dengan itu, dalam pepatah Arab disebutkan bahwa: "Keselamatan seseorang terletak pada menjaga lisannya."Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library reesearch). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana konsep qaulan dalam al-Quran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Qaulan Kariman bermakna ucapan yang pemuliaan, penghormatan, pengagungan, penghargaan, dan lemah lembut; 2. Qaulan Maysuran bermakna ucapan yang mudah difahami, lunak, indah, halus, bagus, dan optimis; 3. Qaulan Balighan bermakna ucapan yang bersifat benar, komunikatif, menyentuh hati, dan mengesankan.; 4. Qaulan Layyinan bermakna ucapan yang lemah lembut, menyentuh hati, dan baik; 5. Qaulan sadidan bermakna ucapan yang bersifat lemah lembut, jelas, jujur, tepat, baik, dan adil; 6. Qaulan Ma’rufan bermakna ucapan yang bersifat sopan, halus, baik, indah, benar, penghargaan, menyenangkan, baku, dan logis.Hari ini kita saksikan kegaduhan luar biasa karena ada orang yang tidak bisa menjaga lisannya, dan tidak mau diam. Dalam konteks hari ini, lisan bisa pula dimaknai tulisan. Orang menulis di medsos hakekatnya adalah sedang berujar. Maka, bagi kaum muslimin seyogyanya berkatalah yang baik atau diam.
ORANG TUA SEBAGAI PILAR DALAM PENDIDIKAN AGAMA SEORANG ANAK Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando; Ahmad, Nur Isra
REFERENSI ISLAMIKA: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ri.v2i2.010

Abstract

Peran orang tua dalam pendidikan agama anak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan kepribadian religius sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran orang tua sebagai pilar utama dalam menanamkan nilai-nilai agama pada anak serta memahami strategi yang digunakan dalam proses tersebut. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen untuk mengumpulkan data dari keluarga dengan anak usia 6–12 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama oleh orang tua tidak hanya melibatkan pembelajaran konseptual tetapi juga praktik langsung seperti ibadah bersama, pemberian teladan, dan pembiasaan nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari. Kendala yang dihadapi meliputi kesibukan orang tua, pengaruh lingkungan, serta kurangnya pemahaman tentang metode pendidikan agama yang efektif. Namun, dengan komitmen dan pendekatan yang konsisten, orang tua mampu menjadi landasan kuat dalam membentuk kepribadian religius anak. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kesadaran dan keterampilan orang tua dalam mendidik anak secara religius melalui program pelatihan berbasis komunitas dan dukungan dari lembaga pendidikan. Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan kebijakan dan program pendukung pendidikan agama di tingkat keluarga.
SAINS (Studi Al-Qur’an Intensif): Pemberdayaan Literasi Qur’ani Mahasiswa UNM melalui Program Baca Tulis Al-Qur’an Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando; Irwansyah Suwahyu
Panggung Kebaikan : Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 4 (2025): November: Panggung Kebaikan : Jurnal Pengabdian Sosial
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/panggungkebaikan.v2i4.2356

Abstract

This community service activity was carried out in the form of the Studi Al-Qur’an Intensif (SAINS) program as an effort to empower Qur’anic literacy among students of Universitas Negeri Makassar. The program focused on improving the ability to read and write the Qur’an, considering that some students still lacked the skill to read properly and correctly according to the rules of tajwīd. The implementation methods included a preliminary test of Qur’anic reading and writing skills, intensive mentoring through study groups, the application of the talaqqī method, and periodic evaluation through a final test. The results showed a significant improvement in students’ ability to read and write the Qur’an, a strengthened understanding of basic tajwīd, and an increased spiritual motivation to become closer to the Qur’an. In addition, the program successfully fostered a collaborative and sustainable Qur’anic learning atmosphere within the campus environment. Thus, SAINS proved to be an effective means of empowering students’ Qur’anic literacy while instilling religious values as a provision for both academic and social life.
Islamic Management Principles In Human Resource Development: A Conceptual Framework Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando
Journal of Studies in Academic, Humanities, Research, and Innovation Vol. 2 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Ponpes As-Salafiyyah Asy-Syafi'iyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71305/sahri.v2i2.924

Abstract

This study aims to formulate a conceptual model of human resource development (HRD) based on Islamic management principles as an integrative approach that combines spirituality, ethics, and professionalism within modern organizational contexts. Islamic HRD is not merely focused on improving technical competencies but also on fostering character, spiritual values, and moral integrity grounded in the principles of tawhid (oneness of God), amanah (trust), ihsan (excellence), and adl (justice). This approach positions humans as khalifah (vicegerents) who hold ethical responsibility in managing organizational resources with fairness, productivity, and sustainability. The findings of this conceptual study reveal that the implementation of Islamic management principles positively influences employee performance, loyalty, psychological well-being, and job satisfaction. The proposed model integrates three core dimensions: (1) Work spirituality, which cultivates the awareness of tawhid and sincerity; (2) Islamic work ethics, emphasizing honesty, responsibility, and justice; and (3) Islamic professionalism, focusing on value-based competency enhancement and productivity. Previous studies affirm that organizations adopting Islamic management principles tend to establish more ethical, harmonious, and adaptive work cultures within the dynamics of the global business environment (Asutay et al., 2022; Al-Saidi & Karim, 2024). Therefore, the conceptual model developed in this study serves as both a theoretical and practical foundation for educational institutions, business organizations, and government agencies in shaping high-quality human resources characterized by integrity, excellence, and holistic well-being.
Halal Management And Corporate Social Responsibility: A Convergent Model For Sustainable Business Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando; Hasnidar; Rostina
Journal of Studies in Academic, Humanities, Research, and Innovation Vol. 2 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Ponpes As-Salafiyyah Asy-Syafi'iyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71305/sahri.v2i2.925

Abstract

This study aims to construct a convergent model integrating halal management and corporate social responsibility (CSR) as a foundation for sustainable business practices guided by Islamic values. Using a qualitative conceptual approach, the research employs descriptive analysis through an extensive literature review of contemporary halal management frameworks, CSR theories, and sustainability models. The analysis identifies key principles within halal management—such as honesty (shiddiq), trustworthiness (amanah), consistency (istiqamah), intelligence (fathanah), and social responsibility (tabligh)—and examines their alignment with the economic, social, and environmental dimensions of CSR. The findings reveal that halal management and CSR share strong complementary characteristics, particularly in promoting ethical conduct, transparency, and balanced stakeholder engagement. These shared values form the basis of a convergent model that extends CSR beyond philanthropy by embedding spiritual accountability and Islamic ethical principles into business operations. The proposed model positions CSR not merely as voluntary corporate action but as an act of worship (ibadah) rooted in the pursuit of collective welfare (maslahah). It emphasizes that sustainable business must balance profit generation with moral integrity, environmental stewardship, and social justice. Furthermore, the integrated model contributes to the field of Islamic management by offering a broader framework for managerial decision-making within Muslim-majority contexts, particularly Indonesia. The study highlights the importance of aligning modern sustainability practices with Islamic ethical foundations to strengthen corporate legitimacy, stakeholder trust, and long-term competitiveness. Overall, the convergence of halal management and CSR presents a holistic and value-driven approach to sustainable business.