Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN BUSANA KARNAVAL BERBASIS BUDAYA KABUPATEN PARIGI MOUTONG SEBAGAI SARANA PROMOSI PARIWISATA Agus Sunandar
Jurnal KARINOV Vol 1, No 1 (2018): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.426 KB) | DOI: 10.17977/um045v1i1p%p

Abstract

 Abstrak  Indonesia memiliki banyak  sekali potensi pariwisata, selain keindahan alam, ada juga keragaman dari unsur adat, budaya, kuliner dan busananya.  Dewasa  ini  daerah-daerah  yang  memiliki  potensi pariwisata, saling berusaha  melakukan  pencitraan  dengan  memberi penguatan pada simbol atau penanda tertentu, yang digunakan oleh  pemerintah  di  daerah dalam  mengembangkan  pariwisata  yang  berbasis  budaya  dan  kearifan  lokal. Potensi  pariwisata ini  masih tinggi, bahkan menjadi kecenderungan potensi wisata di masa depan. Oleh  karena  itu  perlu pola  pengembangan  wisata yang  berbasis  budaya  dan  kearifan  lokal  sebagai  daya  tarik  wisata yang  lebih  estetis dan etis.   Pengembangan  pariwisata  di  suatu daerah  harus  memberi  jaminan  rasa  aman  bagi  pendatang, karena penduduk beserta cipta, rasa dan karsanya merupakan obyek wisata yang  menarik dan eksotis. Kabupaten Parigi Moutong Propinsi Sulawesi Tengah, saat ini berupaya untuk mengangkat budaya   kearifan lokal sebagai daya tarik pariwisata. Potensi wisata yang sedang gencar dikembangkan adalah wisata budaya. Salah satu potensi wisata budaya yang ingin dikembangkan adalah busana karnaval, yaitu  kostum yang dikenakan ketika parade atau karnaval pada perayaan hari-hari besar. Karnaval biasanya dilakukan di jalanan atau ditanah lapang yang luas, sehingga terlihat megah dan indah.  Busana karnaval tersebut diharapkan  dapat menjadi ikon wisata budaya serta menjadi sarana promosi wisata dalam rangka mendatangkan wisatawan domestik maupun asing.Kata kunci : Busana karnaval, wisata budaya, promosi pariwisata daerah
CARNIVAL FASHION CREATIVITY AT MALANG FLOWER CARNIVAL (MFC) Agus Sunandar; Dharsono Dharsono
ARTISTIC : International Journal of Creation and Innovation Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.28 KB) | DOI: 10.33153/artistic.v1i1.2996

Abstract

Malang Flower Carnaval (MFC) which has worldwide, the results of the creation of these activities have been staged in various countries in the world. MFC has successfully entered the COE (Calender of Event) of the Indonesian Ministry of Tourism 3 times. The existence of this event supports and strengthens the predicate of Malang City as a Creative City in Indonesia. This success is interesting to do a study of how the fashion creativity that has been created from the MFC. This study uses a qualitative approach specifically Roland Barthes's fashion function theory and Edmund Burke Feldman's function theory of art. The results of the study showed that the creativity of the carnival dress appeared in the visualization of the shape of hair such as temples, gold ornaments, ornamental elements, and body gestures that symbolized the beauty of local dance. In addition, the carnival costumes can be a representation of local culture as an idea of creation. Implementation of a fashion carnival can encourage community creativity which ultimately increases public welfare.
ANALISIS POTENSI RAGAM HIAS KOMPLEKS MAKAM SUNAN DRAJAT SEBAGAI IDENTITAS BATIK LAMONGAN Khozinatus Sadah; Mazaya Muftiya Al Farabi; Agus Sunandar
Gestalt : Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol 2 No 1 (2020): Gestalt : Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/gestalt.v2i1.53

Abstract

ABSTRAKSunan Drajat merupakan salah satu wisata religi potensial di kota Lamongan dengan total pengunjung mencapai 515 ribu di tahun 2017. Selain itu, hal menarik lainnya adalah adanya ragam hias yang menghiasi kompleks makam yang diperkirakan telah ada pada zaman XVI Masehi. Hadirnya ragam hias di kompleks makam dapat dijadikan sumber inspirasi dalam menciptakan motif batik khas Lamongan. Mengingat sumber inspirasi pembuatan batik Lamongan selama ini masih terbatas pada hasil SDA laut, dan hasil bumi, sedangkan pada objek wisata religi tradisi belum terjamah. Oleh karena itu, diperlukan analisis potensi ragam hias kompleks makam Sunan Drajat sebagai bahan inspirasi pembuatan motif batik khas Lamongan. Metode yang digunakan adalah analisis transformasi tradisi AUTOMIC (artefact, technique, utility, material, icon, concept, shape). Adapun tahap-tahapan penyusunan antara lain menentukan transformasi tradisi berupa ragam hias ke dalam modernitas sesuai metode AUTOMIC, menggali makna filosofi ragam hias sebagai soul dari batik, menentukan ornamen utama, pengisi, dan isen sesuai bentuk panel ragam hias, kemudian ornamen tersebut di desain menjadi motif batik. Hasil yang di dapat adalah motif batik yang terinspirasi dari ragam hias kompleks makam memiliki nilai estetis tradisi dan mengandung makna filosofi dari ajaran Sunan Drajat. Manfaat penelitian ini adalah sebagai bahan inspirasi motif batik khas Lamongan berdasarkan ragam hias kompleks makam Sunan Drajat. Kata kunci: ragam hias, Sunan Drajat, batik, LamonganABSTRACTSunan Drajat is one of the potential religious tourism in Lamongan city with a total of 515 thousand visitors in 2017. In addition, another interesting thing is the variety of decoration that adorns the tomb complex which is thought to have existed in the XVI AD. The presence of decoration in the tomb complex can be used as a source of inspiration in creating batik motifs typical of Lamongan. Considering the source of inspiration for making Lamongan batik so far is still limited to the results of the natural resources of the sea, and the results of the earth, while the traditional religious tourism object is not touched. Therefore, it is necessary to analyze the potential of the decorative diversity of the tomb complex of Sunan Drajat as an inspiration for making batik motifs typical of Lamongan. The method used is the analysis of the AUTOMIC tradition transformation (artefact, technique, utility, material, icon, concept, shape). The stages of the arrangement include determining the transformation of tradition in the form of decoration into modernity according to the AUTOMIC method, exploring the philosophical meaning of ornamental diversity as the soul of batik, determining the main ornaments, fillers, and isen according to decorative panel shapes, then the ornaments are designed to be batik motif. The results obtained are batik motifs inspired by the complex decoration of tomb complexes that have aesthetic values ​​and contain philosophical significance from the teachings of Sunan Drajat. The benefit of this research is that it is an inspiration for Lamongan batik motifs based on the decorative complex of Sunan Drajat tomb complex ornamental variety, Sunan Drajat, batik, LamonganABSTRAKSunan Drajat merupakan salah satu wisata religi potensial di kota Lamongan dengan total pengunjung mencapai 515 ribu di tahun 2017. Selain itu, hal menarik lainnya adalah adanya ragam hias yang menghiasi kompleks makam yang diperkirakan telah ada pada zaman XVI Masehi. Hadirnya ragam hias di kompleks makam dapat dijadikan sumber inspirasi dalam menciptakan motif batik khas Lamongan. Mengingat sumber inspirasi pembuatan batik Lamongan selama ini masih terbatas pada hasil SDA laut, dan hasil bumi, sedangkan pada objek wisata religi tradisi belum terjamah. Oleh karena itu, diperlukan analisis potensi ragam hias kompleks makam Sunan Drajat sebagai bahan inspirasi pembuatan motif batik khas Lamongan. Metode yang digunakan adalah analisis transformasi tradisi AUTOMIC (artefact, technique, utility, material, icon, concept, shape). Adapun tahap-tahapan penyusunan antara lain menentukan transformasi tradisi berupa ragam hias ke dalam modernitas sesuai metode AUTOMIC, menggali makna filosofi ragam hias sebagai soul dari batik, menentukan ornamen utama, pengisi, dan isen sesuai bentuk panel ragam hias, kemudian ornamen tersebut di desain menjadi motif batik. Hasil yang di dapat adalah motif batik yang terinspirasi dari ragam hias kompleks makam memiliki nilai estetis tradisi dan mengandung makna filosofi dari ajaran Sunan Drajat. Manfaat penelitian ini adalah sebagai bahan inspirasi motif batik khas Lamongan berdasarkan ragam hias kompleks makam Sunan Drajat. Kata kunci: ragam hias, Sunan Drajat, batik, LamonganABSTRACTSunan Drajat is one of the potential religious tourism in Lamongan city with a total of 515 thousand visitors in 2017. In addition, another interesting thing is the variety of decoration that adorns the tomb complex which is thought to have existed in the XVI AD. The presence of decoration in the tomb complex can be used as a source of inspiration in creating batik motifs typical of Lamongan. Considering the source of inspiration for making Lamongan batik so far is still limited to the results of the natural resources of the sea, and the results of the earth, while the traditional religious tourism object is not touched. Therefore, it is necessary to analyze the potential of the decorative diversity of the tomb complex of Sunan Drajat as an inspiration for making batik motifs typical of Lamongan. The method used is the analysis of the AUTOMIC tradition transformation (artefact, technique, utility, material, icon, concept, shape). The stages of the arrangement include determining the transformation of tradition in the form of decoration into modernity according to the AUTOMIC method, exploring the philosophical meaning of ornamental diversity as the soul of batik, determining the main ornaments, fillers, and isen according to decorative panel shapes, then the ornaments are designed to be batik motif. The results obtained are batik motifs inspired by the complex decoration of tomb complexes that have aesthetic values ​​and contain philosophical significance from the teachings of Sunan Drajat. The benefit of this research is that it is an inspiration for Lamongan batik motifs based on the decorative complex of Sunan Drajat tomb complex.Keywords: ornamental variety, Sunan Drajat, batik, Lamongan
Optimalisasi Kapasitas Digital UMKM Fashion melalui Pengembangan Platform Bisnis Digital dan Strategi Pemasaran Berkelanjutan di Kota Malang Ajeng Atma Kusuma; Nurul Hidayati; Rizka Sarah Heydarina F A; Bunga Fefiana Mustikasari; Agus Sunandar; Febrilian Sudrajat; Al Fiandini
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Educivilia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ejpm.v7i2.26201

Abstract

Sebagian besar UMKM fashion di Kota Malang telah hadir secara daring, namun kehadiran tersebut belum disertai kapasitas digital yang memadai. Pemetaan awal terhadap 15 pelaku usaha dari 11 UMKM menunjukkan seluruh peserta (100%) aktif di Instagram, tetapi tidak satu pun memiliki situs web resmi yang aktif, dan 67% menjalankan promosi secara spontan tanpa perencanaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan kapasitas digital mitra melalui tiga luaran, yaitu pengembangan platform bisnis digital berupa situs web resmi, penyusunan strategi pemasaran digital terintegrasi, serta penguatan kapasitas mitra melalui pelatihan dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dalam empat tahap: analisis kebutuhan, perancangan dan pengembangan platform, implementasi dan pelatihan, serta evaluasi. Mitra utama kegiatan adalah Dua Sisi Fashion Studio, dengan pelibatan sepuluh UMKM fashion lain sebagai mitra ekstensi. Hasil kegiatan menunjukkan telah dihasilkan situs web resmi yang responsif dan memuat profil, program, galeri karya, serta kanal kontak terintegrasi. Rata-rata skor pemahaman peserta meningkat dari 22,33 (44,66%) menjadi 43,73 (87,46%) dari skor maksimal 50, dengan nilai N-Gain 0,77 yang tergolong kategori tinggi. Capaian keterampilan praktis mencapai 87,47% dan tingkat kepuasan mitra mencapai 92,67% dengan kategori sangat baik. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa penyediaan platform bisnis digital yang disertai pelatihan dan pendampingan efektif meningkatkan kapasitas digital UMKM fashion.
SMART VISUAL DETECTION BERBASIS DEEP LEARNING DENGAN MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA YOLO UNTUK INDENTIFIKASI CACAT PADA PRODUK GARMEN Ajeng Atma Kusuma; Rais Amin; Nurul Hidayati; Agus Sunandar; Rizka Sarah Heydarina Fathima Ahsan; Rizki Yulianingrum Pradani
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 4 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i4.9319

Abstract

Industri garmen merupakan sektor yang sangat bergantung pada ketepatan dan konsistensi dalam menjaga kualitas produk. Namun, proses pemeriksaan cacat pada bahan maupun produk akhir masih banyak dilakukan secara manual, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan dan mengurangi efisiensi produksi. Kondisi ini mendorong perlunya pengembangan sistem deteksi otomatis berbasis teknologi terkini untuk membantu proses quality control. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem Smart Visual Detection berbasis Deep Learning dengan menggunakan algoritma YOLO (You Only Look Once) sebagai metode utama untuk mengidentifikasi berbagai jenis cacat pada produk garmen. Penelitian ini menggunakan metode deep learning dengan menggunakan algoritma YOLO v11 sebagai sistem utama untuk mendeteksi cacat secara visual pada produk garmen yaitu Rok A-Line, dengan tahapan meliputi pengumpulan data gambar cacat garmen, pelabelan dataset, pelatihan model YOLO, serta pengujian performa sistem dalam mendeteksi jenis dan lokasi cacat pada gambar. Proses pelatihan dilakukan dengan parameter yang disesuaikan agar model dapat mengenali pola cacat seperti robekan, noda, atau ketidakteraturan jahitan secara akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mendeteksi cacat dengan tingkat akurasi yang tinggi dan waktu pemrosesan yang efisien. Program ini dinilai berhasil berfungsi sebagai alat bantu dalam proses identifikasi cacat produk garmen secara otomatis. Meskipun masih berupa tahap awal, sistem ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut menjadi perangkat terintegrasi dengan kamera Industri sehingga dapat diterapkan langsung di lini produksi. Penelitian ini menjadi langkah awal menuju implementasi teknologi Artificial Intelligence dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi di industri fesyen. 
TRANSFORMASI DESAIN FESYEN VIRTUAL 3D DENGAN TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE LUMA Ajeng Atma Kusuma; Rizka Sarah Heydarina Fathima Ahsan; Nurul Hidayati; Agus Sunandar; Sri Eko Puji Rahayu; Rizki Yulianingrum Pradani
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i3.8885

Abstract

Industri fesyen masih banyak yang belum menerapkan prinsip leberlanjutan baik dari segi produksi maupun hasil produk. Tujuan pemanfaatan teknologi artificial intelligence LUMA untuk membantu mengubah desain fesyen dari model 2D statis ke model 3D bergerak yang outputnya berupa video virtual show. Hal ini merupakan solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi produksi dan prinsip fashion yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode mixed metode, pengambilan data kualitatif menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara terstruktur yang dilakukan pada dua puluh tiga fesyen desainer yang tergabung dalam anggota IFC Chapter Malang. Metode kuantitatif digunakan untuk validasi hasil desain LUMA yang dilakukan oleh validator ahli menggunakan angket dengan skala likert. Proses digitalisasi desain dalam penelitian ini dilakukan secara bertahap, dimulai dengan analisis tren, mind mapping dan storyboard, moodboard digital, ilustrasi digital menggunakan Ibispaint dan teknologi LUMA untuk mengubah gambar visual menjadi video 3D, total waktu keseluruhan yang dibutuhkan hanya sekitar 56 menit. Hasil video LUMA menampilkan visual 3D yang realistis seperti model berjalan di atas runway dengan tidak merubah desain awal. Keuntungan lain adalah proses revisi desain dapat dilakukan dengan mudah tanpa menghasilkan limbah material. Video desain hasil generate LUMA juga dapat dijadikan sebagai digital sample produksi untuk komunikasi dengan konsumen secara efektif dan efisien. Teknologi LUMA mrnunjukkan dapat digunakan dalam desain fesyen untuk mempercepat siklus produksi, meningkatkan kualitas visual, dan mendukung prinsip keberlanjutan dengan mengurangi limbah tekstil dan kertas. Hasilnya menunjukkan bahwa teknologi ini dapat menjadi pilihan yang tepat bagi pelaku industri fesyen untuk beralih ke proses produksi yang lebih hemat biaya dan ramah lingkungan.