Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEWARNAAN TEKSTUR BAHAN SESUAI DESAIN DI SMK NEGERI 3 MALANG: COLORING TEXTURE OF MATERIALS ACCORDING TO DESIGN AT SMK NEGERI 3 MALANG Almira Firda Amalia; Nurul Aini; Rizki Yulianingrum Pradani
Journal of Vocational and Technical Education (JVTE) Vol. 4 No. 2 (2022): September
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jvte.v4n2.p26-32

Abstract

Pada tahap awal peneliti melakukan observasi saat Kajian Praktik dan Lapangan, serta wawancara dengan guru pengajar terkait, kemudian mendapatkan beberapa kendala yaitu media pembelajaran berupa video tutorial yang kurang sesuai bahasa, waktu, dan cara penyampaiannya, sehingga siswa tidak bisa memahami materi dengan maksimal, berdasarkan hal tersebut peneliti mengembangkan media pembelajaran dalam bentuk video tutorial yang dapat lebih dipahami, kreatif, menarik perhatian, serta dapat di praktekkan dengan mudah bagi siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Malang. Model penelitian pengembangan yang diterapkan ialah ADDIE yang memiliki 5 tahap yaitu: (1) analisis, (2) desain, (3) pengembangan, (4) implementasi, (5) evaluasi. uji validasi dilakukan terlebih dahulu oleh para ahli materi dan ahli media sebelum melakukan uji coba lapangan. Hasil uji validasi yang para ahli materi, dan ahli media lakukan, dinyatakan sangat layak, selanjutnya peneliti melanjutkan uji coba lapangan melalui angket yang disebar ke siswa kelas XI dan XII Jurusan Tata Busana dan Desain Fesyen di SMK Negeri 3 Malang dan mendapatkan total skor 86,69% sehingga dinyatakan sangat layak. Berdasarkan data hasil penelitian diatas disimpulkan jika pengembangan video tutorial teknik pewarnaan tekstur bahan sesuai desain di SMK Negeri 3 Malang terkualifikasi sangat layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Saran pengembangan selanjutnya adalah dapat menambahkan animasi yang lebih menarik, serta dapat menambahkan macam teknik pewarnaan lainnya.
Pemanfaatan Air Tanah Dengan Menggunakan Teknologi Hydraulic Boring Pada Lapas Wanita IIA Aris Ichwanto, Muhammad; Musthofa Al Ansyorie, Mohammad; Leksono Edy, Duwi; Yulianingrum Pradani, Rizki; Putri Purbasari, Eva; Iga Widiastuti, Fany
Jurnal MIPA dan Pembelajarannya Vol. 3 No. 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um067v3i22023p62-67

Abstract

Lembaga pemasyarakatan wanita IIA Malang merupakan lembaga pemasyarakatan wanita di Jawa Timur tepatnya terletak di Jalan Raya Kebonsari, Sukun, Kota Malang. Secara demografi lapas wanita IIA Malang ini idealnya hanya mampu menampung 164 warga binaan pemasyarakatan di atas tanah seluas 13.780 meter persegi dengan luas bangunan 4.107 meter persegi. Namun pada September 2018, penghuni lapas mengalami peningkatan yang cukup drastis hampir menyentuh angka 300 persen dimana penghuni berjumlah 618 orang, 6 bayi, dengan 93 orang petugas lapas. Banyaknya penghuni tidak diimbangi oleh ketersediaan air yang cukup, permasalahan tersebut akan semakin parah pada saat musim kemarau, hal ini disebabkan oleh terbatasnya air bersih dari PDAM kota malang dan lapas IIA Malang belum memiliki sumur dalam. Sehingga menyebabkan kekurangan persediaan air bagi warga binaan lapas IIA Malang. Tim pengabdian Universitas Negeri Malang mengambil inisiatif untuk membuat sumber air bersih baru memanfaatkan air tanah dengan bantuan hydraulic boring. Alasan penggunaan hydraulic boring karena memiliki efisiensi yang tinggi dan mampu mencapai kedalaman yang sesuai untuk mengakses sumber air tanah yang memadai. Pemanfaatan sistem hydraulic boring tentunya diharapkan dapat mengatasi permasalahan kurangnya air bersih pada lapas wanita IIA Malang.
Pembuatan Kursi Massage Guna Meningkatkan Kompetensi Warga Binaan Lapas Wanita IIA Malang Pradani, Rizki Yulianingrum; Al Ansyorie, Mohammad Musthofa; Leksono Edy, Duwi; Ichwanto, Muhammad Aris; Purbasari, Eva Putri
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068v3i62023p246-251

Abstract

Class IIA Malang Women's Prison, as a correctional institution, organizes various rehabilitation and empowerment programs for Prisoners (WBP). In the context of dense training activities, especially in the fields of religion and skills, prison inmates' immunity and endurance decrease. In response, a training program for making Massage Chairs was implemented to improve the competency of prison inmates. This training aims to provide skills and expertise and enhance the personality of prison inmates. The results of this empowerment program are the production of Massage Chairs which the community can sell. The procurement process involves surveys, design, material procurement, production, testing, evaluation, and reporting activities. The program's success is measured by increasing the competency of prison inmates, which is expected to positively impact their reintegration into society and the world of work. Lapas Wanita Kelas IIA Malang, sebagai lembaga pemasyarakatan, menyelenggarakan berbagai program rehabilitasi dan pemberdayaan bagi Warga Binaan Permasyarakatan (WBP). Dalam konteks padatnya kegiatan pelatihan, terutama di bidang agama dan keterampilan, terjadi penurunan imunitas dan daya tahan tubuh penghuni lapas. Sebagai respons, dilaksanakan program pelatihan pembuatan Kursi Massage untuk meningkatkan kompetensi penghuni lapas. Pelatihan ini bertujuan memberikan bekal keterampilan, keahlian, dan meningkatkan kepribadian penghuni lapas. Hasil dari program pemberdayaan ini berupa produksi Kursi Massage yang dapat dijual oleh masyarakat. Proses pengadaan melibatkan survei kebutuhan, perancangan, pengadaan material, produksi, uji coba, evaluasi, dan pelaporan kegiatan. Keberhasilan program diukur melalui peningkatan kompetensi penghuni lapas, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam reintegrasi mereka ke masyarakat dan dunia kerja.
TRANSFORMASI DESAIN FESYEN VIRTUAL 3D DENGAN TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE LUMA Kusuma, Ajeng Atma; Ahsan, Rizka Sarah Heydarina Fathima; Hidayati, Nurul; Sunandar, Agus; Rahayu, Sri Eko Puji; Pradani, Rizki Yulianingrum
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i3.8885

Abstract

Industri fesyen masih banyak yang belum menerapkan prinsip leberlanjutan baik dari segi produksi maupun hasil produk. Tujuan pemanfaatan teknologi artificial intelligence LUMA untuk membantu mengubah desain fesyen dari model 2D statis ke model 3D bergerak yang outputnya berupa video virtual show. Hal ini merupakan solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi produksi dan prinsip fashion yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode mixed metode, pengambilan data kualitatif menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara terstruktur yang dilakukan pada dua puluh tiga fesyen desainer yang tergabung dalam anggota IFC Chapter Malang. Metode kuantitatif digunakan untuk validasi hasil desain LUMA yang dilakukan oleh validator ahli menggunakan angket dengan skala likert. Proses digitalisasi desain dalam penelitian ini dilakukan secara bertahap, dimulai dengan analisis tren, mind mapping dan storyboard, moodboard digital, ilustrasi digital menggunakan Ibispaint dan teknologi LUMA untuk mengubah gambar visual menjadi video 3D, total waktu keseluruhan yang dibutuhkan hanya sekitar 56 menit. Hasil video LUMA menampilkan visual 3D yang realistis seperti model berjalan di atas runway dengan tidak merubah desain awal. Keuntungan lain adalah proses revisi desain dapat dilakukan dengan mudah tanpa menghasilkan limbah material. Video desain hasil generate LUMA juga dapat dijadikan sebagai digital sample produksi untuk komunikasi dengan konsumen secara efektif dan efisien. Teknologi LUMA mrnunjukkan dapat digunakan dalam desain fesyen untuk mempercepat siklus produksi, meningkatkan kualitas visual, dan mendukung prinsip keberlanjutan dengan mengurangi limbah tekstil dan kertas. Hasilnya menunjukkan bahwa teknologi ini dapat menjadi pilihan yang tepat bagi pelaku industri fesyen untuk beralih ke proses produksi yang lebih hemat biaya dan ramah lingkungan.