Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PEMBUATAN RUBLIK PENILAIAN PERFORMEN PADA KELOMPOK KERJA GURU (KKG) PJOK SE KECAMATAN RENGAT BARAT KABUPATEN INDRAGIRI HULU Zulrafli Zulrafli; Kamarudin Kamarudin; Yahyar Erawati; Ricky Fernando
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42253

Abstract

Pengabdian Masarakat yang dilakukan pada guru-guru Penjas Se Kecamatan Rengat Barat merupakan mitra dalam pengabdian masyarakat,  bertujuan meningkat ; 1) Bertambahnya wawasan guru-guru penjas se Kecamatan Rengat Barat tentang pembuatan Rublik Peneliaian Performen, 2). Meningkatan pemahaman dan kreativitas guru-guru penjas se Kecamatan Rengat Barat dalam pembuatatan rublik penilaian performen. Dari hasil Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini di harapkan akan meningkatkan kompetensi dan kemampuan guru-guru dalam menyusun Rublik penilain performen yang tepat  sesuai langkah pembelajaran penjas, dan menjadikan luaran dari kegiatan pengabdian ini dan diperoleh oleh mitra terdapat kompetensi, pengetahuan dan pemahaman guru-guru penjas seKecamatan Rengat Barat dan mampu menerapkan rublik penelian performen yang tepat dan terarah dalam pembelajaran penjas. Hasil penerimaan manfaat kegiatan pengabdian masyrakat ini dapat dilihat dari antusias peserta selama kegiatan berlangsung yang mana menunjukan partisipasi aktif  dalam menyampaikan  pertanyaan dan memberikan respon positif terhadap materi yang disampaikan oleh tim PKM
PELATIHAN PEMBENTUK TUBUH PENARI DENGAN METODE OLAH TUBUH DI SMP N 3 SEI KIJANG, PELALAWAN Yahyar Erawati; Zulrafli Zulrafli; Fatia Kurniati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.2108-2118

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dasar siswa dalam membentuk tubuh penari melalui metode olah tubuh di SMP Negeri 3 Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan. Latar belakang kegiatan ini adalah masih rendahnya pemahaman siswa terhadap pentingnya kesiapan fisik dalam seni tari, yang meliputi postur tubuh, kelenturan, keseimbangan, koordinasi, serta teknik pernapasan. Kondisi tersebut berdampak pada kurang optimalnya kualitas gerak dan ekspresi dalam penampilan tari siswa.Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan praktik langsung yang disertai dengan penjelasan teori secara sederhana. Materi yang diberikan mencakup pemanasan (warming-up) yang benar, teknik pernapasan untuk penari, postur dan sikap tubuh dasar, latihan keseimbangan dan koordinasi, serta pendinginan (cooling-down). Kegiatan dilaksanakan secara bertahap dan sistematis dengan menyesuaikan kemampuan peserta didik.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa dalam melakukan olah tubuh. Siswa mampu memperbaiki postur tubuh, mengatur pernapasan dengan lebih baik, serta meningkatkan keseimbangan dan koordinasi gerak. Selain itu, siswa juga menunjukkan antusiasme dan kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam mengikuti kegiatan tari.Dengan demikian, pelatihan pembentuk tubuh penari melalui metode olah tubuh ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas gerak dan kesiapan fisik siswa dalam seni tari. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan potensi seni tari di lingkungan sekolah serta dapat dilaksanakan secara berkelanjutan
Kajian Bentuk dan Fungsi Silat Pangean di Desa Kota Baru Kecamatan Rakit Kulim Kabupaten Indragiri Hulu Yahyar Erawati; Fatia Kurniati; Ferry Aidil Saputra
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 15 No. 1 (2026): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v15i1.73293

Abstract

Pangean Silat is a form of martial art that features self-defense movements. Pangean Silat plays an important role in various traditional ceremonies, especially in Kota Baru Village, Riau Province. Initially, Pangean Silat was only used indoors, but over time, it began to develop and was brought to Silat Village with the aim of being studied by many people. Today, it has become an integral part of the community's traditions and customs, including in processions, welcoming guests, welcoming brides, and Panggak Adat Yang. This research aims to find out the form of movement and function of Pangean Silat in the lives of the people of Kota Baru Village, Riau Province. The method used is a qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study show that Pangean silat in Kota Baru Village is not only a martial art, but also includes entertainment silat which has an important role in the Panggak Adat procession in Kota Baru Village. The form of Pangean silat performance can be seen from several elements such as clothing, accompanying music, audience, stage, and performers. This research is expected to contribute to the development of the study of local culture and traditions, as well as increase awareness of the importance of this.
PERTUNJUKAN SINGA DEPOK PADA ACARA KHITANAN DI DESA SIBUAK KECAMATAN TAPUNG KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU Resti Saras Novanti; Yahyar Erawati
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 3 No. 4 (2024): Juli Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/religion.v3i4.1170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan untuk mengetahui Pertunjukan Singa Depok pada acara Khitanan di Desa Sibuak Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan Metode deskriptif anlisis berdasarkan data kualitatif. Berdasarkan analisis data menggunakan teori Sentoso (2004: 115) Mewujudkan unsur yang pertama obyektif dan terukur, seperti gerak, adegan, musik, kostum, tata rias, cahaya, properti, desain lantai, dinamika, panggung. Selanjutnya Sal Murgiyanto (1996 :153) menambahkan untuk menyajikan sebuah pertunjukan tersebut dibutuhkan unsur-unsur pendukungnya antara lain: penonton, pesan yang disampaikan, cara penyampaian, unsur ruang dan waktu. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penemuan penelitian Pertunjukan Singa Depok Pada Acara Khitanan Di Desa Sibuak Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar Provinsi Riau, Pertunjukan Singa Depok dilakukan pada acara khitanan, penyambutan tamu, dan pada peringatan hari-hari besar. Ada pun ragam gerak yang digunakan dalam Pertunjukan Singa Depok yaitu : gerakan pembukaan yaitu gerak dasar silat, gerakan inti yaitu gerak ayun ambing, jalan sauyunan, angkat jungjung, turun naik, puter taktak, dan gerakan penutup yaitu gerakan bebas yang diiringi oleh alat musik gendang, gong dan bonang.
PERTUNJUKAN LEAK DALAM TARI KUDA LUMPING DI DESA KULIM JAYA KECAMATAN LUBUK BATU JAYA KABUPATEN INDRAGIRI HULU PROVINSI RIAU Putri Eka Pertiwi; Yahyar Erawati
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 3 No. 6 (2024): November Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/religion.v3i6.1186

Abstract

This study aims to describe the Leak performance in the Kuda Lumping Dance in Kulim Jaya Village, Lubuk Batu Jaya District, Indragiri Hulu Regency, Riau Province. Kuda Lumping Dance is a traditional Javanese performing art that features horse-riding warriors with woven bamboo properties. This performance is unique because it mixes magical and symbolic elements, including the presence of the Leak figure, an evil witch who appears with distinctive movements, properties, and attractive makeup. This study uses a qualitative descriptive approach with observation, interview, and documentation methods. The results of the study indicate that the Leak performance in the Kuda Lumping Dance in Kulim Jaya Village has a function that is not only entertaining but also has symbolic meaning, reflecting the community's efforts to respect tradition, exorcise evil spirits, and strengthen social solidarity. Dancers and musicians are involved in a dynamic performance with a combination of movements, floor designs, and changes in musical tempo. This study is expected to provide a deeper understanding of traditional performing arts and encourage cultural preservation as an important heritage for future generations.