Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

EFEK PENGGORENGAN KENTANG DENGAN OVEN MICROWAVE TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA MINYAK KELAPA SAWIT SAWIT (Elaeis guineensis) [IN PRESS JULI 2014] Ahmad Mahmudan; Fithri Choirun Nisa
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode penggorengan Oven Microwave untuk menentukan kualitas minyak goreng Kelapa Sawit berdasar daya microwave dan  frekuensi pemakaian. Metode penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) disusun faktorial 2 faktor terdiri dari daya 1300 watt, 910 watt, dan 650 watt  dan frekuensi penggorengan 1x, 3x dan 5x. Hasil penelitian menunjukkan daya microwave dan frekuensi menggoreng kentang beku dengan minyak goreng Kelapa Sawit memberi pengaruh nyata perubahan asam lemak bebas, bilangan peroksida, bilangan TBA, viskositas, dan berat jenis. Perlakuan terbaik pada daya 650 watt setelah proses menggoreng 5 kali, dengan kadar asam lemak bebas 0.606% (maks 0.5%), kadar peroksida 1.0533 mek/kg (maks 1.1893 mek/kg), kadar TBA 0.796 mg malonaldehide, warna (L=21.6; a+=6.13; b+=6.63), viskositas 0.52333 dPas, dan berat jenis 0.923 gr/ml.   Kata kunci: Penggorengan Microwave, Minyak Kelapa Sawit, daya, frekuensi
FORMULASI BISKUIT TINGGI SERAT (KAJIAN PROPORSI BEKATUL JAGUNG : TEPUNG TERIGU DAN PENAMBAHAN BAKING POWDER) [IN PRESS JULI 2014] Weni Tri Setyowati; Fithri Choirun Nisa
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bekatul jagung merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan jagung menjadi beras jagung. Bekatul jagung dengan keunggulan memiliki kadar serat yang cukup tinggi (9.80%) maka bahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk beberapa proses perbaikan gizi dimana salah satunya untuk pembuatan biskuit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan 2 faktor dan 3 kali pengulangan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan uji BNT atau DMRT dengan selang kepercayaan 5%. Biskuit terbaik parameter fisik kimia memiliki karakteristik kadar lemak 8.29%, kadar abu 2.56%, serat kasar 4.93%, daya patah 11.43 N, warna 3.60 (netral), rasa 3.35 (agak tidak menyukai), aroma 2.85 (agak tidak menyukai). Sedangkan biskuit terbaik parameter organoleptik memiliki karakteristik kadar lemak 6.18%, kadar abu 2.06%, serat kasar 3.57%, daya patah 3.87 N, warna 4.95 (agak menyukai), rasa 4.90 (agak menyukai), aroma 3.55 (agak tidak menyukai).   Kata Kunci: Bekatul Jagung, Biskuit, Serat
PENGARUH KONSENTRASI GLISEROL DAN EKSTRAK AMPAS KULIT APEL TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA EDIBLE FILM [IN PRESS OKTOBER 2014] Daman Huri; Fithri Choirun Nisa
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Edible film merupakan suatu kemasan primer yang ramah lingkungan dan dapat dimakan. Salah satu bahan baku edible film tersebut adalah pati ubi jalar putih. Plasticizer gliserol digunakan untuk meningkatkan elastisitas edible film. Sedangkan penambahan ekstrak ampas kulit apel bertujuan untuk meningkatkan aktivitas antioksidan edible film serta memanfaatkan limbah dari proses pembuatan minuman sari apel. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gliserol dan ekstrak ampas kulit apel terhadap karakteristik edible film. Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok. Faktor pertama yaitu konsentrasi gliserol (10, 20 dan 30 % (v/b pati)), sedangkan faktor kedua yaitu konsentrasi ekstrak ampas kulit apel (2, 4 dan 6 % (v/v total)). Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dilanjutkan dengan uji lanjut BNT atau DMRT dengan selang kepercayaan 5%. Pemilihan perlakuan terbaik dilakukan dengan metode Multiple Attribut. Perlakuan terbaik adalah edible film dengan konsentrasi gliserol 10 % dan ekstrak ampas kulit apel 6 %. Kata kunci: Edible Film, Ekstrak Ampas Kulit Apel, Pati Ubi Jalar Putih, Gliserol
FORMULASI MIE KERING DENGAN SUBSITUSI TEPUNG KIMPUL (Xanthosoma sagittifolium) DAN PENAMBAHAN TEPUNG KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus L.) [IN PRESS OKTOBER 2014] Israzul Aji Pratama; Fithri Choirun Nisa
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama ini kebutuhan tepung terigu di Indonesia diperoleh dengan cara mengimpor dalam jumlah besar. Usaha untuk menurunkan penggunaan tepung terigu dapat dilakukan dengan diversifikasi pangan yaitu substitusi dengan tepung kimpul dan tepung kacang hijau. Salah satu produk yang bisa dibuat adalah mie kering. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh tepung terigu, tepung kimpul dan tepung kacang hijau terhadap sifat fisiko kimia, dan organoleptik mie kering.  Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Hasil penelitian menunjukkan proporsi tepung terigu : tepung kimpul dan tepung kacang hijau memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter. Mie kering perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan proporsi tepung terigu : tepung kimpul 60 : 40 dan tepung kacang hijau 5%. Karakteristik kimia, fisik, dan organoleptik mie kering perlakuan terbaik yaitu kadar pati 65.35%, protein 13.58%, air 8.60%, warna (L*) 51.20, daya hidrasi 138.35%, pengembangan volume 141.33%. rasa 3.70. tekstur 3.85. aroma 3.60 dan warna 3.35.   Kata kunci : Mie Kering, Tepung Terigu, Tepung Kimpul, Tepung Kacang Hijau
PENGARUH PENAMBAHAN SARI BUAH SIRSAK DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA YOGHURT [IN PRESS OKTOBER 2014] Dian Izmi Kartikasari; Fithri Choirun Nisa
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sirsak (Annona muricata L.) merupakan buah yang mengandung senyawa antioksidan. Antioksidan dapat mencegah laju radikal bebas. Pembuatan yoghurt melibatkan bakteri L.bulgaricus, S. thermophillus, L. acidophilus dan Bifidobacterium.Tujuan penelitian mengetahui pengaruh penambahan sari buah sirsak dan lama fermentasi terhadap aktivitas antioksidan, karakteristik dan mengetahui formula terbaik pada yoghurt. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan yaitu penambahan sari buah dan lama fermentasi. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA). Apabila terjadi interaksi antara kedua faktor maka dilakukan uji lanjut menggunakan uji DMRT, jika tidak ada interaksi dilakukan uji lanjut menggunakan uji BNT 5%. Pemilihan terbaik dengan metode De Garmo. Pada perlakuan terbaik penambahan sari buah 10% dan lama fermentasi 12 jam menghasilkan pH 4.413,total asam 0.82%,aktivitas antioksidan 61.503%,viskositas 1817.33 cp,kecerahan 67.433,kemerahan 14.333, dan kekuningan 11.933. Parameter organoleptik aroma 3.6(netral),rasa 4.15 (agak suka),tekstur 3.95 (netral) dan penampakan 3.8 (netral).   Kata Kunci: Buah Sirsak, Lama Fermentasi, Penambahan Sari Buah, Yoghurt
OPTIMASI KADAR KALORI DALAM FOOD BARS Siti Nurmasita; Fithri Choirun Nisa
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

abstrak
PENGARUH PENAMBAHAN CMC (CARBOXYMETHYL CELLULOSE) DAN PUREE BUAH NANGKA (Artocarpus heterophyllus) TERHADAP KARAKTERISTIK YOGHURT SUSU KAMBING Fithri Choirun Nisa; Ridha Wahyuningtyas
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.02.1

Abstract

Susu kambing memiliki nilai gizi dan daya cerna yang lebih unggul dibandingkan dengan susu sapi. Namun, memiliki kelemahan yaitu adanya goaty flavour, untuk mengatasi hal tersebut dilakukan inovasi menjadi yoghurt. Rendahnya fraksi αs1 kasein serta ukuran misel yang lebih kecil menyebabkan yoghurt susu kambing memiliki konsistensi yang rendah. Sehingga diperlukan perlakuan tambahan untuk meningkatkan teksturnya, yakni dengan penambahan carboxy methyl cellulose (CMC) serta penambahan puree buah nangka. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor yaitu konsentrasi CMC (1%; 1,5%; dan 2%) serta konsentrasi puree buah nangka (5% dan 10%). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam ANOVA dengan selang kepercayaan 95%, dilanjutkan uji lanjut Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan CMC dan puree buah nangka memberikan pengaruh nyata terhadap parameter total asam, nilai pH, viskositas, dan sineresis namun tidak didapatkan hasil interaksi antar perlakuan keduanya. Penambahan CMC sebesar 1% dan puree buah nangka sebesar 10% merupakan perlakuan terbaik, dengan nilai total asam 2,10%, pH 4,52, viskositas 7701,67 cP, sineresis 15,88%, dan jumlah koloni bakteri asam laktat 4,3 x 107 CFU/mL. Hasil analisis SEM menunjukkan yoghurt dengan penambahan CMC memiliki struktur yang lebih kompleks dan rapat serta memiliki ukuran rongga yang lebih kecil daripada yoghurt kontrol.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN MIKROSTRUKTUR YOGHURT SUSU KAMBING DENGAN PENAMBAHAN PEKTIN DAN BUBUR BUAH (PULP) NANGKA (Artocarpus heterophyllus) Fithri Choirun Nisa; Amira Kintan Primandita
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.01.3

Abstract

Susu kambing mempunyai banyak manfaat kesehatan diantaranya adalah lebih mudah dicerna dan mempunyai tingkat alerginitas yang rendah. Yoghurt susu kambing sebagai produk fermentasi mempunyai nilai fungsonal yang meningkat, akan tetapi mempunyai gel yang lemah dan stabilitas rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisikokimia (viskositas, sineresis, total asam, pH dan total bakteri asam laktat) dan mikrostruktur pada yoghurt susu kambing dengan penambahan pektin dan pulp nangka. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu kambing segar, starter yoghurt set komersial (Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus, Lactobacillus acidophilus, dan Bifidobacterium), pektin, dan pulp nangka. Perlakuan yang diberikan yaitu penambahan pektin 1; 1,5; dan 2% (b/b) dan pulp nangka 5 dan 10% (b/b). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar penambahan pektin dan pulp nangka pada yoghurt susu kambing dapat meningkatkan viskositas, total asam, dan total BAL serta menurunkan sineresis dan pH. Perlakuan terbaik diperoleh pada sampel yoghurt susu kambing dengan penambahan pektin 1,5% dan pulp nangka 5%. Hasil analisis SEM pada sampel yoghurt susu kambing dengan penambahan pektin dan pulp nangka memiliki ukuran void yang lebih kecil dan jaringan yang terbentuk lebih teratur, hal ini kemungkinan dapat dihubungkan dengan viskositas yang meningkat dan sineresis yang menurun.