Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Peer OSCE terhadap Tingkat Kepercayaan Diri dan Global Performa Ujian OSCE Ners M.Elyas Arif Budiman; Zidni Nuris Yuhbaba; Wahyi Sholehah Erdah Suswati; Emi Eliya Astutik
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.853

Abstract

Ujian klinis terstruktur objektif (OSCE) adalah salah satu metode paling kuat yang digunakan untuk penilaian keterampilan klinis pada mahasiswa keperawatan. Keterampilan inti keperawatan sangat penting bagi profesi keperawatan. Strategi pendidikan untuk membantu mahasiswa keperawatan mencapai keterampilan ini harus diatur dan dikelola sebagai komponen pendidikan berkelanjutan. Masalah langsung terkait dengan OSCE adalah mahasiswa yang mengalami perasaan negatif, termasuk ketidakpercayaan diri untuk menghadapi OSCE. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peer OSCE terhadap tingkat kepercayaan diri dan global performa ujian OSCE ners. Penelitian akan dilakukan dengan metode quasy experiment dengan pre-post test control group design. Populasi pada penelitian yaitu mahasiswa keperawatan di Program Studi Profesi Ners Universitas dr. Soebandi dengan sampel penelitian ini sejumlah 50 responden yang direkrut dengan teknik total sampling. Variabel pada penelitian ini meliputi peer OSCE, kepercayaan diri dan global performa. Instrumen untuk variabel peer OSCE adalah menggunkan modul peer OSCE sedangkan untuk variabel kepercayaan diri menggunakan Student Satisfaction Self Confidence in learning Scale (SCLS) dan instrumen variabel global performa menggunakan global rating. Analisis deskriptif menggunakan distribusi frekuensi, sedangkan analisis inferensial menggunakan uji Wilcoxon test dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh peer OSCE terhadap tingkat kepercayaan diri dan global performa ujian OSCE ners dengan p value 000. Peer OSCE efektif meningkatan keperceyaan diri dan globar performa mahasiswa ketika menghadapi OSCE sehingga metode ini dapat dimasukkan dalam kegiatan pembelajaran.
PERMAINAN PERILAKU BAIK (GOOD BEHAVIOR GAME) DALAM UPAYA PENCEGAHAN BULLYING M.Elyas Arif Budiman; Zidni Nuris Yuhbaba; Wahyi Sholehah Erdah Suswati; Wike Rosalini
Jurnal SADEWA Vol 4 No 01 (2026): Sadewa: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/sadewa.v4i01.1093

Abstract

Bullying is the act of intentionally and repeatedly hurting, degrading, or oppressing others, whether physically, verbally, socially, or psychologically. Bullying usually occurs in relatively unstructured situations and areas with minimal supervision such as schools. Good behavior game activities are packaged in the form of community service activities with the aim of controlling and preventing bullying in schools. Good behavior games are a group-based classroom behavior management strategy that encourages classmates' concern for each child's behavior by giving awards to teams that demonstrate levels of inappropriate behavior and lead to bullying. This activity was attended by 25 elementary school students. The results of the study showed that the level of student knowledge before the activity was 48% in the poor knowledge category and after being given the good behavior game activity, student knowledge increased to good knowledge by 64%.). Good behavior games can be one of the effective games and can be used by teachers as anti-bullying learning
Pelatihan Penatalaksanaan Masalah Gangguan Kesehatan Mental pada Remaja Melalui Pendekatan Budaya dan Spiritual M. Elyas Arif Buidman; Zidni Nuris Yuhbaba; Wahyi Sholehah Erdah Suswati; Wike Rosalini
ABDIKESMAS MULAWARMAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol.6 No.1 (2026) : ABDIKESMAS MULAWARMAN
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/scs72b23

Abstract

Masalah kesehatan mental adalah salah satu penyebab utama kecacatan terkait kesehatan di kalangan remaja di seluruh dunia. Penatalaksanaan masalah kesehatan mental pada remaja tidak hanya sebatas memberikan pelatihan namun memerlukan adanya pendekatan budaya dan spiritual sebagai aspek yang tidak terpisahkan dalam kehidupan remaja. Adapun tujuan kegiatan ini adalah memberikan. pelatihan penatalaksanaan masalah gangguan kesehatan mental pada remaja melalui pendekatan budaya dan spiritual. Kegiatan pelatihan penatalaksanaan kesehatan mental  dilakukan selama 4 minggu dimana selama 1minggu akan dilaksanakan 1 kali pertemuan selama 60-80 menit yang dibagi menjadi 4 kelompok.  Pelatihan penatalaksanaan kesehatan mental menyediakan proses bimbingan berbagai intervensi yang akan diajarkan yaitu Assertive training, pengenalan Me-health Go, palatihan adaptasi dan stress inoculation training yang diterapkan dengan pendekatan budaya madura dan spiritual. Setelah kegiatan pelatihan penatalaksanaan kesehatan mental pada remaja selesai maka dilakukan evaluasi selama 3 minggu dengan lembar checklist dan lembar kerja. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa remaja sudah mampu melakukan penatalaksanaan gangguan kesehatan mental sesuai pilihannya dengan hasil analisis diatas 50%. Pelatihan penatalaksanaan kesehatan mental  akan menyediakan proses bimbingan berbagai intervensi yang bisa diterapkan secara mandiri oleh remaja serta bersama-sama menjelajahi berbagai pendekatan untuk menemukan kombinasi dan solusi yang tepat untuk remeja yang mengalami masalah kesehatan mental.
Aggressive Behavior Towards Bullying In Early Adolescence Heri Setyo Budi; M.Elyas Arif Budiman; Wahyi Sholehah Erdah Suswati; Zidni Nuris Yuhbaba
Journal of Nursing Periodic Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : LPPM Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/jnp.v2i2.37

Abstract

Introduction: Aggressive behavior is a destructive action that arises due to a lack of self-control. Aggressive behavior can result in negative interactions with peers, which has the potential to trigger bullying. The purpose of this study is to determine the relationship between aggressive behavior and bullying in early adolescents. Methods: This type of research is quantitative with a correlation design using a cross-sectional approach. The population is 163 students with a sample of 115 using the simple random sampling method. The research instruments used were questionnaires on aggressive behavior and bullying behavior. The data analysis in this study uses the Spearmen rank test. Results: The results of the study showed that 52.2% of aggressive behavior was at a moderate level and 40.9% of bullying was also at a moderate level. The results of the Rank Spearman test are known to have a p-value of 0.000 (≤ 0.05) and a correlation coefficient of 0.822, which means that there is a very strong relationship between aggressive behavior and bullying. Conclusions: Adolescents who exhibit aggressive behavior at moderate levels have the potential to engage in bullying behavior in certain situations. Adolescents need to be trained to recognize and manage emotions by providing education, counseling, and psychosocial support from schools through bullying prevention programs. Parents need to monitor adolescent behavior and become role models by implementing parenting that supports open communication so that adolescents can prevent the emergence of negative behaviors.