Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Peer OSCE terhadap Tingkat Kepercayaan Diri dan Global Performa Ujian OSCE Ners M.Elyas Arif Budiman; Zidni Nuris Yuhbaba; Wahyi Sholehah Erdah Suswati; Emi Eliya Astutik
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.853

Abstract

Ujian klinis terstruktur objektif (OSCE) adalah salah satu metode paling kuat yang digunakan untuk penilaian keterampilan klinis pada mahasiswa keperawatan. Keterampilan inti keperawatan sangat penting bagi profesi keperawatan. Strategi pendidikan untuk membantu mahasiswa keperawatan mencapai keterampilan ini harus diatur dan dikelola sebagai komponen pendidikan berkelanjutan. Masalah langsung terkait dengan OSCE adalah mahasiswa yang mengalami perasaan negatif, termasuk ketidakpercayaan diri untuk menghadapi OSCE. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peer OSCE terhadap tingkat kepercayaan diri dan global performa ujian OSCE ners. Penelitian akan dilakukan dengan metode quasy experiment dengan pre-post test control group design. Populasi pada penelitian yaitu mahasiswa keperawatan di Program Studi Profesi Ners Universitas dr. Soebandi dengan sampel penelitian ini sejumlah 50 responden yang direkrut dengan teknik total sampling. Variabel pada penelitian ini meliputi peer OSCE, kepercayaan diri dan global performa. Instrumen untuk variabel peer OSCE adalah menggunkan modul peer OSCE sedangkan untuk variabel kepercayaan diri menggunakan Student Satisfaction Self Confidence in learning Scale (SCLS) dan instrumen variabel global performa menggunakan global rating. Analisis deskriptif menggunakan distribusi frekuensi, sedangkan analisis inferensial menggunakan uji Wilcoxon test dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh peer OSCE terhadap tingkat kepercayaan diri dan global performa ujian OSCE ners dengan p value 000. Peer OSCE efektif meningkatan keperceyaan diri dan globar performa mahasiswa ketika menghadapi OSCE sehingga metode ini dapat dimasukkan dalam kegiatan pembelajaran.
PERMAINAN PERILAKU BAIK (GOOD BEHAVIOR GAME) DALAM UPAYA PENCEGAHAN BULLYING M.Elyas Arif Budiman; Zidni Nuris Yuhbaba; Wahyi Sholehah Erdah Suswati; Wike Rosalini
Jurnal SADEWA Vol 4 No 01 (2026): Sadewa: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/sadewa.v4i01.1093

Abstract

Bullying is the act of intentionally and repeatedly hurting, degrading, or oppressing others, whether physically, verbally, socially, or psychologically. Bullying usually occurs in relatively unstructured situations and areas with minimal supervision such as schools. Good behavior game activities are packaged in the form of community service activities with the aim of controlling and preventing bullying in schools. Good behavior games are a group-based classroom behavior management strategy that encourages classmates' concern for each child's behavior by giving awards to teams that demonstrate levels of inappropriate behavior and lead to bullying. This activity was attended by 25 elementary school students. The results of the study showed that the level of student knowledge before the activity was 48% in the poor knowledge category and after being given the good behavior game activity, student knowledge increased to good knowledge by 64%.). Good behavior games can be one of the effective games and can be used by teachers as anti-bullying learning
Pelatihan Penatalaksanaan Masalah Gangguan Kesehatan Mental pada Remaja Melalui Pendekatan Budaya dan Spiritual M. Elyas Arif Buidman; Zidni Nuris Yuhbaba; Wahyi Sholehah Erdah Suswati; Wike Rosalini
ABDIKESMAS MULAWARMAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol.6 No.1 (2026) : ABDIKESMAS MULAWARMAN
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/scs72b23

Abstract

Masalah kesehatan mental adalah salah satu penyebab utama kecacatan terkait kesehatan di kalangan remaja di seluruh dunia. Penatalaksanaan masalah kesehatan mental pada remaja tidak hanya sebatas memberikan pelatihan namun memerlukan adanya pendekatan budaya dan spiritual sebagai aspek yang tidak terpisahkan dalam kehidupan remaja. Adapun tujuan kegiatan ini adalah memberikan. pelatihan penatalaksanaan masalah gangguan kesehatan mental pada remaja melalui pendekatan budaya dan spiritual. Kegiatan pelatihan penatalaksanaan kesehatan mental  dilakukan selama 4 minggu dimana selama 1minggu akan dilaksanakan 1 kali pertemuan selama 60-80 menit yang dibagi menjadi 4 kelompok.  Pelatihan penatalaksanaan kesehatan mental menyediakan proses bimbingan berbagai intervensi yang akan diajarkan yaitu Assertive training, pengenalan Me-health Go, palatihan adaptasi dan stress inoculation training yang diterapkan dengan pendekatan budaya madura dan spiritual. Setelah kegiatan pelatihan penatalaksanaan kesehatan mental pada remaja selesai maka dilakukan evaluasi selama 3 minggu dengan lembar checklist dan lembar kerja. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa remaja sudah mampu melakukan penatalaksanaan gangguan kesehatan mental sesuai pilihannya dengan hasil analisis diatas 50%. Pelatihan penatalaksanaan kesehatan mental  akan menyediakan proses bimbingan berbagai intervensi yang bisa diterapkan secara mandiri oleh remaja serta bersama-sama menjelajahi berbagai pendekatan untuk menemukan kombinasi dan solusi yang tepat untuk remeja yang mengalami masalah kesehatan mental.