Ali Rahmat
Institut Kariman Wirayudha Sumenep Madura

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

TRADISI PEMBELAJARAN DAN TELAAH PENDIDIKAN PADA MASA DAULAH BANī ABBĀSIYAH Ali Rahmat
JP : JURNAL PENDIDIKAN Vol 1, No 2 (2017): September
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih (INKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.745 KB) | DOI: 10.33754/jalie.v1i2.96

Abstract

History has noted that the age of Daulah ‘Abbāsiyah was the golden age of Islam especially in the field of education. Various branches have grown at this time, coupled with many book translators from foreign language to Arabic. This article discussed the learning tradition existed in the Banī ‘Abbāsiyah era. Further, the detail of how the learning goes on will be discussed in this article in order to make us know ins and outs of science’s development at that time and can be used as the pillar of science’s development in this era.Key words: Learning, History, Banī ‘Abbāsiyah 
KONSEP MANUSIA DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM (Studi Komparatif Pemikiran Ibn Sina dan Al-Ghazali) Ali Rahmat
Kuttab : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 1, No 1 (2017): KUTTAB : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ktb.v1i1.25

Abstract

Human being could be considered a topic of discussion which is never completed. Therefore, this study will focus more on the concept of human in the perspective of Ibn Sina and al-Ghazali. In the perspective of Ibn Sina the essence of human being is composed of two elements, namely the body (jism) and soul (nafs). These two elements are really different from the ones found in animals and plants. The presence of soul (nafs) is its manifestation. While the body (jism) a tool for nafs. In addition, there is also a strong relationship between the jism and the nafs. Nafs will never achieve a phenomenal stage without the body. When this phenomenal stage is reached, then the nafs will rule the body. Meanwhile, according to al-Gazali the essence of human is composed of several elements, such as: al-nafs, al-ruh, al-qalb, and al-'aql. These four elements have their own function and role, but are mutually complementary parts in shaping the human personality so-called Insan Kamil. The difference of faculties possessed by human is what makes human being the noblest in the sight of Allah. The purpose of human life is to achieve happiness. Education could be considerably successful for being capable of organizing the learning process in producing quality individuals. Thus, in order to produce the quality individuals, then teachers should be able to cultivate a variety of potential possessed by each student as a human being.Keywords: Human being, education, philosophy
Perilaku Kepemimpinan Kontingensi Kiai dalam Memanajerial Pondok Pesantren Al-Ittihad Lembung Timur Lenteng Sumenep Ali Rahmat; Fika Fitrotin Karomah
Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES) Vol. 2 No. 2 (2019): Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES)
Publisher : Faculty of Tarbiyah Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.358 KB) | DOI: 10.33367/ijies.v2i2.844

Abstract

The results of this research showed that the community's views on kiai's leadership turned out to provide positive responses and meanings. This is certainly influenced by the skills of the kiai in managing Pondok Pesantren Al-Ittihad, caring about the interests of the community, and their participation in social society. The kiai’s leadership practice appear in the clear and structured division of tasks, tolerance and full trust. So that boarding school (pesantren) officials like the leadership style of kiai because kiai are also very skilled in applying different leadership models according to situations and conditions. The factors that influence Kiai's leadership include environmental factors, educational background, and experience factors
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN DALAM MENGEMBANGKAN KOGNITIF ANAK DI RA AL-MANAR LENTENG SUMENEP Ali Rahmat
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 1 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.122 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v5i1.44

Abstract

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran bagi anak di RA Al-Manar dapat mempermudah dalam mencerna materi pelajaran sehingga kapasitas koginif anak dapat berkembang. Penggunaan media pembelajaran untuk anak usia dini sangat membantu dalam memberikan pemahaman terhadap materi pelajaran yang diberikan oleh guru. Adapun cara menerapkan media pembelajaran ialah dengan mengadakan tanya jawab kepada anak, percakapan, penugasan dan kemudian melihat hasil yang telah dicapai oleh anak kemudian memberikan penilaian. Adapun kendala yang dapat menghambat efektifitas penggunaan media pembelajaran ialah bagi guru itu sendiri seperti: guru kesulitan dalam mempersiapkan media untuk suatu pembelajaran, butuh waktu lama untuk menyiapkan media, serta mengeluarkan biaya yang banyak pula. Sementara kendala bagi anak itu sendiri ialah kurangnya media yang difasilitasi oleh guru, kurang efektifnya media yang digunakannya, dan sulitnya anak dalam menggunakan media pembelajaran.
KONSEP MANUSIA PERSPEKTIF FILOSOF MUSLIM: Studi Komparatif Pemikiran Ibn Sina dengan Al-Ghazali Ali Rahmat
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 2 (2016): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.948 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v4i2.71

Abstract

Kajian tentang konsep manusia kali ini hanya dibatasi pada konsep manusia perspektif Ibn Sina dan al-Ghazali. Ibn Sina mengemukakan bahwa hakikat dari manusia terdiri dari dua unsur yaitu: jasad dan nafs. Dua unsur ini memiliki perbedaan antara jasad dan nafs yang terdapat pada hewan dan tumbuhan. Kehadiran nafs dalam jasad sebagai penjelmaan baginya. Jasad merupakan alat bagi nafs. Selain itu, terdapat pula hubungan yang kuat antara jasad dan nafs. Nafs tidak akan mencapai tahap fenomenal tanpa adanya jasad. Sedangkan menurut al-Ghaza<li menyatakan bahwa hakikat manusia terdiri dari beberapa unsur, seperti: al-nafs, al-ru<h, al-qalb, dan al-‘aql. Keempat unsur ini memiliki fungsi dan peran masing-masing, namun keempatnya saling melengkapi dalam membentuk manusia yang berkepribadian Insan Kamil. Perbedaan potensi yang dimiliki oleh manusia inilah yang menjadikan manusia itu merupakan makhluk termulia di sisi Allah SWT. Tujuan Hidup Manusia ialah tercapainya kebahagiaan. Sedangkan tujuan akhirnya ialah tercapainya kebahagiaan akhirat yang puncaknya yaitu dekat dengan Allah SWT. Adapun relevansi antara pemikiran Ibn Sina dengan al-Ghazali terdapat pada dimensi nafs. Bagi Ibn Sina nafs manusia itu satu, akan tetapi berbeda dengan nafs perspektif al-Ghazali. Menurut al-Ghazali nafs itu terdiri dari nafs ammarah, mutmainnah, dan nafs lawwamah. Adapun yang menjadi hakikat manusia dalam nafs ini ialah nafs mutmainnah. Kemudian dilengkapi oleh al-Ghazali dengan dimensi lainnya,seperti: ruh, hati, dan akal.
Melacak Khazanah Pendidikan Pada Masa Nabi Muhammad SAW : (Studi Analisis Sosial Terhadap Strategi Pembelajaran) Ali Rahmat
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 8 No. 1 (2020): Pendidikan dan Kesilaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.574 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v8i1.126

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguraikan strategi pembelajaran pada masa Nabi Muhammad SAW. Pendekatan yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini ialah historis. Data dan informasi yang diperoleh oleh peneliti dari berbagai literatur baik primer maupun skunder akan diolah, dianalisis dalam rangka untuk memberikan makna terhadap hasil penelitian. Dengan kata lain, data mentah dari berbagai literatur akan ditelaah analisis oleh peneliti agar dapat dilaporkan hasil penelitiannya sebagai sumber rujukan bagi pemerhati maupun pecinta pendidikan. adapun metode analisis data yang digunakan oleh peneliti ialah content analysis. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi.  Hasil penelitian menyatakan bahwa proses pembelajaran yang diterapkan Nabi Muhammad SAW lebih menekankan pada pembelajaran tauhid dan hafalan al-Qur’an. Pendidikan yang dijalankan Nabi Muhammad SAW melalui dua periode, yaitu periode Makkah dan Madinah. Sedangkan strategi pembelajaran yang digunakan oleh Rasullah SAW ialah: Tanya jawab dalam bidang keimanan dengan penghayatan, demontrasi dan keteladanan dalam materi ibadah dan akhlak. Sedangkan strategi pembelajaran yang dikemas melalui dakwah ialah: sembunyi-sembunyi dan perorangan, terang-terangan, dan umum.
Strategi Menanamkan Pendidikan Karakter Dalam Perspektif Al-Qur’an: (Telaah Terhadap Ayat Qashash al-Qur’an) Ali Rahmat; Fika Fitrotin Karomah
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 8 No. 02 (2020): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.081 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v8i02.148

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa konsep pendidikan karakter dalam perspektif al-Qur’an  melalui kisah-kisahnya terdiri dari: Pertama, tujuan pendidikan karakter. Sasaran dari tujuan pendidikan karakter di sini ialah pembentukan insan kamil serta pembinaan akhlak.  Kedua, nilai-nilai dasar pendidikan karakter, seperti: tidak sombong, cita-cita yang kuat, bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, sopan santun, tolong-menolong, sabar, pemaaf, tanggung jawab, ikhlas, tidak mudah putus asa, berani mengakui kesalahan, cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya, syukur, tidak boleh syirik, kasih sayang, patuh kepada kedua orang tua, kepemimpinan dan kepedulian sosial. Ketiga, tahapan-tahapan pendidikan karakter melalui pendidikan akhlak, pendidikan aqidah dan pendidikan syari’ah.
Perilaku Kepemimpinan Kontingensi Kiai dalam Memanajerial Pondok Pesantren Al-Ittihad Lembung Timur Lenteng Sumenep Ali Rahmat; Fika Fitrotin Karomah
Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES) Vol. 2 No. 2 (2019): Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES)
Publisher : Faculty of Tarbiyah Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijies.v2i2.844

Abstract

The results of this research showed that the community's views on kiai's leadership turned out to provide positive responses and meanings. This is certainly influenced by the skills of the kiai in managing Pondok Pesantren Al-Ittihad, caring about the interests of the community, and their participation in social society. The kiai’s leadership practice appear in the clear and structured division of tasks, tolerance and full trust. So that boarding school (pesantren) officials like the leadership style of kiai because kiai are also very skilled in applying different leadership models according to situations and conditions. The factors that influence Kiai's leadership include environmental factors, educational background, and experience factors
Belajar Moderasi Beragama dari Pesantren Ali Rahmat
Cendekia Vol. 16 No. 01 (2024): Cendekia March 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/cendekia.v16i01.614

Abstract

Currently, we are faced with a reality of social life that has the potential to undermine the ideology of the nation and state. This is caused by several factors, such as: the emergence of subjective truths regarding religious understanding and the growth of excessive religious thought patterns and attitudes. The aim of this research is to find out that the concept of religious moderation exists at the Annuqayah Islamic boarding school. The approach used in this research is a qualitative approach. The type of research is a case study. Data and information collection techniques use interview, observation, FGD and documentation methods. Meanwhile, the data analysis method uses descriptive analysis. The research results show that the concept of religious moderation found in the Annuqayah Islamic boarding school is in the form of concepts, principles, values ​​and practices that reflect moderation. Annuqayah Islamic Boarding School understands Islam as a religion that stands in the middle. This moderate attitude also means keeping oneself from acting ifrath and tafrith. The principles of religious moderation in Annuqayah are tawassuth (middle), i'tidal (upright and proportional), tasamuh (tolerant), tawazun (balance); musawah (egalitarian). Kiai Annuqayah's strategy in establishing religious moderation is as follows; amaliyah ubudiyah, amaliyah diniyah, amaliyah ijtimaiyyah, and amaliyah siyasiyyah.