Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dalam Perspektif Kritis Environmentalisme Fondy Sanjaya; Viani Puspitasari
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v2i2.26044

Abstract

Spesialis dalam Hubungan Internasional sedikit memperhatikan lingkungan, tetapi ini perlahan menjadi lebih penting karena masalah seperti degradasi lingkungan, kelangkaan sumber daya, pemanasan global. Salah satu contoh yang coba dianalisis oleh peneliti adalah Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung dengan teori kritis tentang Environmentalisme. Masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah "Bagaimana Realisasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Pembangunan Kereta Api Berkecepatan Tinggi Jakarta-Bandung?". Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi beberapa karakteristik lingkungan dari para peneliti hubungan internasional, yang dapat ditemukan di Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa masalah yang terjadi baik dari segi hukum, maupun dari mereka yang berasal dari masyarakat. Tidak hanya menemukan masalah secara umum, baik dari segi Teori Hubungan Internasional menemukan beberapa penyimpangan yang dibuktikan oleh teori-teori seperti Tragedy of Commons.
Diplomasi Ekonomi Indonesia ke Bangladesh: Studi Kasus Ekspor Gerbong Kereta Jihan Salsabila Denura; Viani Puspita Sari
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v3i2.33468

Abstract

Diplomasi ekonomi ialah prioritas kebijakan luar negeri Indonesia periode 2014-2019. Diplomasi ekonomi ini difokuskan untuk pasar nontradisional Indonesia yaitu kawasan Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah, Asia Tengah dan Asia Selatan. Riset ini menyoroti diplomasi ekonomi Indonesia di Bangladesh dalam studi kasus ekspor gerbong kereta. Pada tahun 2017, PT INKA memenangkan tender pengadaan 250 gerbong kereta di Bangladesh mengalahkan Tiongkok dan India. Riset ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana diplomasi ekonomi Indonesia berperan dalam keberhasilan ekspor di pasar nontradisional yaitu Bangladesh. Riset ini menggunakan pendekatan diplomasi dan diplomasi ekonomi sebagai pisau analisis dan mengaplikasikan konsep diplomasi ekonomi Okano-Heijmans. Metode riset yang digunakan ialah metode riset kualitatif dengan teknik pengumpulan data primer, sekunder dan wawancara. Temuan riset ini ialah diplomasi ekonomi Indonesia utamanya berperan dalam proses penawaran tender yang diikuti PT INKA dengan cara memberikan fasilitas kemudahan pajak dan pembiayaan Eximbank agar PT INKA dapat bersaing secara kompetitif dengan kompetitor lainnya di pasar yang sangat sensitif terhadap harga. Diplomasi ekonomi ini juga melibatkan berbagai aktor negara dan non-negara yaitu Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan, PT INKA, Biswas Construction dan Eximbank Indonesia. Diplomasi ekonomi Indonesia ke Bangladesh menghasilkan sebuah kesepakatan yang memenuhi balance of interest. 
European Union Cross-Border Refugees Securitization toward Freedom of Movement Regime 2015-2020 Hasna Nur Fadillah Ramadhani; Viani Puspita Sari; Fuad Azmi
Global Strategis Vol. 16 No. 2 (2022): Global Strategis
Publisher : Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Unair

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jgs.16.2.2022.217-238

Abstract

The refugee crisis that occurred in Europe in 2015 has caused various challenges to the EU's asylum and migration policies. Migration flows from refugees have posed the threat of internal crises to pressure on the Freedom of Movement regime, namely the Schengen Agreement. This study discusses the securitization of cross-border refugees carried out by the European Union against the Freedom of Movement regime. The research analysis uses the framework of securitization theory by Buzan through a speech act by the European Union as a securitization actor in the security governance in line with theory proposed by Sperling & Webber. The study used qualitative methods by reviewing documents and interviews with related informants. The findings of this study indicate that the initial speech act by the European Union has failed because of the rejection from member. Thus, the securitization process experienced recursive interactions between the European Union and the member in security governance. This recursive process has changed the speech act process and extraordinary measurement by the European Union, which initially focused on humanitarian discourse, turned into a border security discourse to protect the achievement of the EU's core integration, namely Schengen. Keywords: Refugee Crisis, Securitization, Border Security, European Union   Krisis pengungsi yang terjadi di Eropa pada tahun 2015 telah menyebabkan berbagai tantangan terhadap kebijakan suaka dan migrasi Uni Eropa. Arus migrasi dari pengungsi lintas batas telah menimbulkan ancaman krisis internal dan tekanan terhadap rezim Freedom of Movement yaitu Perjanjian Schengen. Penelitian ini membahas mengenai sekuritisasi pengungsi lintas batas yang dilakukan oleh Uni Eropa terhadap rezim Freedom of Movement. Analisis penelitian menggunakan kerangka teori sekuritisasi oleh Buzan et al. (1992) melalui speech act oleh Uni Eropa sebagai aktor sekuritisasi dalam teori tata kelola kemanan yang dikemukakan oleh Sperling & Webber (2018). Penelitian menggunakan metode kualitatif yang dilakukan dengan penelaahan dokumen dan wawancara kepada informan terkait. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa speech act yang dilakukan oleh Uni Eropa mengalami kegagalan karena tidak diterima anggota sebagai audiens, sehingga proses sekuritisasi mengalami interaksi rekursif antara Uni Eropa dan anggotanya dalam tata kelola kemanan. Proses rekursif ini telah mengubah proses speech act dan tindakan luar biasa oleh Uni Eropa yang pada awalnya fokus pada diskursus kemanusiaan berubah menjadi diskursus keamanan perbatasan untuk melindungi pencapaian integasi inti Uni Eropa yaitu Schengen. Kata-kata Kunci: Krisis Pengungsi, Sekuritisasi, Keamanan Perbatasan, Uni Eropa
Strategi Nation Branding Malaysia dalam Penggalakan Pariwisata Medis terhadap Publik Indonesia Salsabila Annisa Sarana; Viani Puspita Sari
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v4i2.40092

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi nation branding Malaysia dalam menggalakan industri pariwisata medis terhadap publik Indonesia. Dalam menguraikan strategi nation branding Malaysia, peneliti menggunakan konsep elemen strategi nation branding oleh Keith Dinnie (2015) yang terdiri dari nation-brand advertising; public relations; online branding, social media, and mobile application; customer and citizen relationship management; nation-brand ambassadors; internal brand management; diaspora mobilization; nation days; the naming of nation-brands; performance measurements; dan institution involved in nations branding. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif dengan data yang didapatkan bersumber pada studi pustaka dan wawancara. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa Malaysia melakukan berbagai strategi khusus yang ditujukan kepada publik Indonesia. Dari seluruh elemen strategi, kecuali elemen nation-brand advertising dan diaspora mobilization, sepuluh elemen strategi lainnya berperan dominan dalam keberlangsungan penggalakan pariwisata medis Malaysia terhadap publik Indonesia. 
Dukungan Indonesia Africa Infrastructure Dialogue 2019 terhadap Diplomasi Korporasi Indomie di Nigeria Harold Yehezkiel Prasetyo Parningotan; Viani Puspita Sari
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v3i2.33397

Abstract

Indomie sebagai salah satu produk Indonesia merupakan produk dari PT. Indofood Sukses Makmur TBK. Kepopuleran Indomie terlihat hingga di berbagai negara, salah satunya adalah Nigeria. Indomie di Nigeria sangat popular berkat usaha salah satu pihak relasi Indofood, Dufil melalui Diplomasi Korporasi, yang bertujuan untuk mendukung potensi pasar Indomie di Nigeria hingga benua Afrika. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dukungan pemerintah Indonesia melalui Indonesia Africa Infrastructure Dialogue 2019 terhadap Diplomasi Korporasi Indomie di Nigeria pada tahun 2018 – 2020 yang dapat mengembangkan pasar Indomie di Nigeria hingga benua Afrika. Penelitian ini dilihat melalui pendekatan neoliberalisme dan teori diplomasi korporasi dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan empiris dapat menjelaskan fenomena tersbeut yang didukung oleh berbagai data baik studi literatur dan hasil wawancara. Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan pemerintah Indonesia terhadap brand Indomie sebagai usaha dan brand ternama serta perusahaan Indofood dan Salim sebagai pemiliki brand sangat berdampak dan menunjukan hubungan yang interdepedensi.
Diplomasi Digital Jepang terhadap Indonesia Melalui Akun Instagram @Jpnambsindonesia Afif Ridha Ramadhan; Viani Puspita Sari
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v4i1.34700

Abstract

Pemerintah Jepang, melalui penggunaan berbagai media sosial melaksanakan diplomasi digitalnya. Pada bulan April 2018 lalu, Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia di bawah pimpinan Duta Besar Masafumi Ishii mulai menggunakan media sosial Instagram dengan username @jpnambsindonesia dalam rangka pelaksanaan diplomasi digital Jepang. Riset ini memaparkan mengenai aktivitas Selfie Diplomacy tersebut, yakni bagaimana citra Jepang yang hendak diproyeksikan oleh Duta Besar Masafumi Ishii melalui unggahan-unggahannya di akun Instagram @jpnambsindonesia. Riset ini menggunakan pendekatan diplomasi digital serta meminjam konsep citra negara empat dimesi dari Alexander Buhmann dan Diana Ingenhoff. Metode riset yang digunakan ialah metode riset kualitatif melalui penelaahan materi audio-visual, pemeriksaan dokumen, dan wawancara. Temuan dari riset ini ialah terdapatnya tiga aspek dari diplomasi digital dalam aktivitas akun @jpnambsindonesia, yakni engagement, listening, dan pendekatan collaborative. Di sisi lain, citra negara yang diproyeksikan pun beragam dengan memenuhi keempat dimensi; dimensi fungsional, dimensi normatif, dimensi estetika, dan dimensi simpatetik.
PENDIRIAN POJOK DIGITAL DALAM UPAYA MENGATASI TANTANGAN KESENJANGAN DIGITAL DI DESA JATIHURIP Viani Puspita Sari
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i4.37335

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan masyarakat, tidak terkecuali masyarakat Desa Jatihurip yang terletak di Kecamatan Sumedang Utara. Kemajuan teknologi membuat sebagian masyarakat di Desa Jatihurip mulai menggunakan internet untuk mencari berbagai macam informasi, bahkan masyarakat juga dapat mempromosikan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dimilikinya melalui sosial media yang tentunya memerlukan jaringan internet. Namun, beragam UMKM, mulai dari produsen batu bata, hingga bisnis kuliner masih terhambat dengan adanya  kondisi digital divide di Desa Jatihurip. Produk-produk UMKM tersebut pada dasarnya memiliki potensi besar untuk dapat menjangkau calon pelanggannya bila dapat dipasarkan melalui e-commerce atau marketplace seperti bukalapak, shopee, dan e-commerce lainnya. Kondisi pandemi COVID-19 yang telah berlangsung selama hampir dua tahun lamanya ini telah memberikan suatu dorongan bagi para pelaku UMKM untuk mencari jalan keluar dari digital divide ini. Tujuan dari pengabdian  kami adalah untuk mengembangkan UMKM di Desa Jatuhurip dengan fasilitas pengiriman barang dalam e-commerce, meningkatkan akses internet warga Desa Jatihurip melalui zona internet dan meningkatkan daya jangkau calon Badan Usaha Milik Desa Jatihurip melalui website khusus Pojok Digital. Pengabdian dilakukan secara hybrid, yakni kombinasi kegiatan daring dan luring langsung di lapangan. Hasil dari kegiatan pengabdian pada masyarakat tematik Pojok Digital ini berupa berdirinya Pojok Digital di Desa Jatihurip dengan dukungan  fasilitas yaitu WiFizone dari penyedia layanan Indihome  selama 4 bulan yang telah disediakan  secara gratis, dan pojok digital ini menjalankan fungsi sebagai sarana pemasaran bagi bisnis UMKM yang telah didampingi oleh tim Pengabdian Kewirausahaan Universitas Padjadjaran yang selanjutnya dibantu oleh Tim Pojok Digital. Selain itu, pojok digital juga difungsikan sebagai perantara ekspedisi atau pengiriman barang yang diakses melalui aplikasi Bukasend.The development of information and communication technology has had a major influence on the development of society, including the people of Jatihurip Village, which is located in North Sumedang District. Technological advances have made some people in Jatihurip Village start using the internet to find various kinds of information, even the community can also promote their Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) through social media which of course requires an internet network. However, various MSMEs, ranging from brick manufacturers to culinary businesses are still hampered by the digital divide condition in Jatihurip Village. Basically, MSME products have great potential to reach potential customers if they can be marketed through e-commerce or marketplaces such as Bukalapak, Shopee, and other e-commerce. The condition of the COVID-19 pandemic which has lasted for almost two years has provided an impetus for MSME actors to find a way out of this digital divide. The purpose of our service is to develop MSMEs in Fallurip Village with e-commerce delivery facilities, increase internet access for Jatihurip Village residents through the internet zone and increase the reach of prospective Jatihurip Village-Owned Enterprises through a special website for the Digital Corner. The service is carried out in a hybrid way, namely a combination of online and offline activities directly in the field. The results of this Digital Corner thematic community service activity are the establishment of a Digital Corner in Jatihurip Village with the support of facilities, namely WiFizone from the Indihome service provider for 4 months which has been provided free of charge, and this digital corner functions as a marketing tool for MSME businesses that have been accompanied by the Padjadjaran University Entrepreneurship Service team which was further assisted by the Digital Corner Team. In addition, the digital corner also functions as an intermediary for expeditions or goods delivery which is accessed through the Bukasend application
Rasisme di Kanada terhadap Pelanggaran Keamanan Komunitas Minoritas Terlihat Tionghoa-Kanada dan Kulit Hitam Pada Tahun 2020-2022 Dimas Andhika; Viani Puspita Sari
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v5i1.44681

Abstract

Ketika Organisasi Kesehatan Dunia pertama kali mengumumkan COVID-19 berasal dari Wuhan, warga atau keturunan China di seluruh dunia dianggap sebagai penyebar utama penyakit tersebut, padahal siapa pun dapat menyebarkan Covid-19. Stigma negatif terbentuk dan tertuju kepada semua komunitas Tionghoa yang ada di seluruh dunia. Stigma negatif ini kemudian berujung kepada praktik rasisme dan ujaran kebencian kepada mereka, tidak terkecuali komunitas Tionghoa-Kanada. Tidak hanya kepada komunitas Tionghoa-Kanada saja, komunitas kulit hitam Kanada juga menjadi korban praktik rasisme selama pandemi Covid-19 yang tentunya merugikan mereka. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana praktik rasisme yang ditujukan kepada komunitas Tionghoa-Kanada dan kulit hitam selama pandemi Covid-19 mengancam keamanan manusia mereka. Tulisan ini menggunakan konsep keamanan manusia oleh UNDP yang mengukur indikator-indikator keamanan manusia apa saja yang terganggu dengan adanya fenomena rasisme ini. Metode yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik studi pustaka dalam menemukan sumber-sumber yang relevan dengan pembahasan, melalui proses analisis yang mendalam terhadap buku, jurnal, dan tulisan-tulisan resmi yang dikeluarkan oleh sumber terpercaya. Hasilnya bahwa praktik rasisme yang ditujukan kepada komunitas Tionghoa-Kanada dan kulit hitam mengancam keamanan manusia mereka. Setidaknya ada empat elemen keamanan manusia yang terancam, yaitu keamanan ekonomi, keamanan individu, keamanan kesehatan, dan keamanan komunitas.
KERJASAMA JICA (JAPAN INTERNATIONAL COOPERATION AGENCY) DAN INDONESIA DALAM PROYEK MASS RAPID TRANSIT JAKARTA FASE 2 Muhammad Mirza Rizki Yudha; Viani Puspita Sari
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v5i2.41862

Abstract

Interaksi antar aktor di masa global seperti saat ini sudah semakin kompleks. Tidak hanya aktor negara sebagai satu-satunya aktor yang terlibat dalam hubungan internasional, namun saat ini aktor non-negara juga mulai terlibat dalam interaksi global. Indonesia sebagai salah satu aktor dalam hubungan internasional bekerjasama dengan Jepang dalam pembangunan proyek MRT Jakarta dengan menerima bantuan Official Development Assistance pemerintah Jepang yang disalurkan melalui Japan International Cooperation Agency. Namun, proses pengerjaan yang bertepatan dengan masa pandemi COVID-19 membuat proses pengerjaan tidak berjalan sesuai dengan rencana. Dalam penelitian kali ini, peneliti berupaya untuk mengidentifikasi apa saja masalah yang dihadapi dan bagaimana kerjasama Indonesia dan Jepang dalam proyek MRT Jakarta khususnya fase 2 dapat berkontribusi terhadap peningkatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang dengan menggunakan teori neoliberal institusionalisme sebagai teori pendekatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Adapun hasil temuan penelitian ini adalah proyek MRT Jakarta bersifat mutual benefits bagi Indonesia dan Jepang meskipun ada beberapa hambatan yang memaksa target penyelesaian proyek MRT Jakarta fase 2 menjadi terlambat.