Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JDARISCOMB

STRATEGI KOMUNIKASI KETUA LAZISNU MWCNU PESANGGARAN DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA ANGGOTA moh muslimin
JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 3 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jdariscomb.v3i2.3154

Abstract

Dalam sebuah organisasi selalu berusaha untuk menciptakan hubungan kerja yang harmonis antara pemimpin dan anggota, untuk mempertahankan kondisi tersebut diperlukan seorang pemimpin yang dapat memberikan pengaruh yang besar dandapat memotivasi para anggotanya dalam bekerja, agar dapat lebih optimal kinerjanya. Pemimpin yang efektif harus bisa memberikan arahan, evaluasi, dan koreksi terhadap usaha-usaha yang dilakukan oleh anggota dalam mencapai tujuan organisasi. Fokus penelitian tentang “Bagaimana Strategi Komunikasi ketua Lazisnu MWCNU Pesanggaran dalam Meningkatkan Motivasi kerja Anggota” penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi dan hubungan yang terjadi di LazisNu MWCNU Pesanggaran. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif, data diperoleh dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Dan teknik analisis data ada 3 tahapan yakni reduksi data, pengolahan data dan penyajian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang di gunakan LazisNu MWCNU Pesanggaran adalah pola rantai, roda, lingkaran, dan bintang, ke empat ini memiliki fokus yang sama yakni seoarang pemimpin, bagaimana hubungan pemimpin dengan anggota sehinnga menciptakan respon dan timbal balik yang baik sehingga instruksi yang disampaikan bisa dijalankan dengan baik.  
INOVASI DAKWAH BERBASIS AI DI ERA 5.0: PERSPEKTIF ISLAM KONTEMPORER MUSLIMIN, MOH.
JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 4 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jdariscomb.v4i1.3316

Abstract

In the era of Industrial Revolution 5.0, technology is increasingly influencing various aspects of life, including the spread of Islamic da'wah. Artificial intelligence (AI) is now a potential tool in bridging the gap between ulama andummah, as well as expanding the reach of da'wah to areas that were previously difficult to reach. However, important questions arise regarding how AI can be aligned with authentic Islamic values without sacrificing the essence of da'wah itself. This research explores AI-based da'wah innovations in the contemporary Islamic context, highlighting current phenomena, such as the use of chatbots for religious guidance, big data analysis to understand religious trends, and the application of AI in online Islamic education. Using a qualitative approach, this research examines the perspectives of ulama, technology experts and the Muslim community regarding the acceptance and ethical challenges faced in applying AI for da'wah. The research results show that AI offers great potential to increase the efficiency and effectiveness of da'wah, however there is an urgent need for strict supervision and guidance so that this technology is used in accordance with Islamic principles. The conclusion of this research emphasizes the need for synergy between technology experts and ulama in developing AI applications that are not only sophisticated but also shariacompliant. Thus, this research provides important insights for historians, da'wah practitioners, and policy makers in designing relevant da'wah strategies in this digital era.
Komunikator Modern Perspektif Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 13-14 Maulidatus Syahrotin Naqqiyah; Husein Aziz; Moh muslimin
JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 4 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jdariscomb.v4i2.3439

Abstract

Komunikasi adalah proses penting yang memungkinkan pertukaran informasi antara individu atau kelompok, baik dalam konteks sosial maupun digital. Di era digital, perkembangan teknologi mengubah cara interaksi manusia, menghasilkan fenomena baru berupa jejak digital—rekaman aktivitas online individu. Penelitian ini menganalisis konsep komunikator modern dari perspektif Al-Qur'an, khususnya Surah Al-Isra' ayat 13-14, yang mengungkapkan bahwa setiap amal perbuatan manusia tercatat dan akan dimintai pertanggungjawaban. Konsep ini relevan dengan jejak digital sebagai catatan permanen perilaku manusia di dunia maya, mirip dengan "kitab amal" yang tercatat pada leher individu. Jejak digital mencatat setiap tindakan di internet, mengingatkan bahwa individu bertanggung jawab atas tindakan mereka di dunia maya. Penelitian ini menyarankan agar individu lebih bijak dalam berinteraksi di ruang digital, mengingat jejak digital dapat mempengaruhi kehidupan sosial dan spiritual mereka.
KELUARGA SEBAGAI BASIS OPTIMALISASI DAKWAH Khotibul Umam; Moh Muslimin
JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 3 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jdariscomb.v3i2.3549

Abstract

Perkembangan teknologi banyak melahirkan fenomena-fenomena menarik dalam kehidupan masyarakat, informasi terus menyebar di internet tidak dapat terbendung, akibatnya, informasi diterima begitu saja oleh masyarakat secara instan tanpa nalar kritis, dan tanpa adanya filter terlebih dahulu. Oleh sebab itu untuk menunjang keberhasilan dakwah maka perlu adanya optimalisasi dakwah. Adapun dalam menyusun artikel ini, dilakukan melalui pendekatan studi literatur dengan menggunakan kajian pustaka serta menghimpun data dari berbagai sumber. Keluarga yang merupakan dasar suatu pendidikan mempunyai peranan sangat penting dalam dakwah. Keluarga menjadi dasar pengoptimalannya melalui pembiasaan, pengajaran dan keteladanan. Supaya masyarakat khususnya kaum muda tumbuh menjadi lebih berkembang serta tidak lagi mengedepankan rasionalisme dan egosime dalam melakukan sesuatu, sehingga masyarakat tidak hanya melek teknologi tetapi juga faham pendidikan keagamaan.
Kontroversi Komersialisasi Dakwah: Perspektif Dakwah Profetik Muhammad Hamdan Yuwafik; Moh Muslimin; Afif Mahmudi
JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 5 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jdariscomb.v5i1.3696

Abstract

The commercialization of da'wah is a growing phenomenon in the digital era, where preachers utilize social media platforms and offline events as sources of income. This study aims to analyze the controversy surrounding da'wah commercialization from the perspective of prophetic da'wah, which emphasizes humanization, liberation, and transcendence. Using a qualitative approach with a case study method, data was collected through interviews, observations, and documentation of preachers and the public. The findings indicate that while commercialization can expand the reach of religious messages, it also risks shifting da'wah into a profit-oriented activity. The study's implications highlight the need for clearer regulations and ethical guidelines to ensure alignment with prophetic values. This research contributes to understanding the balance between monetization and the essence of da'wah in the digital era.