Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Etika Digital dan Pencegahan Cyberbullying di Kalangan Siswa SMK Satria Nusantara Binjai Renita Br. Saragih; Mei Br. Siringo-ringo; Celine Anggreani Napitupulu; Pelita Najelina Silaban; Utari Aritonang
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v6i2.1297

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) adalah salah satu kewajiban yang perlu dilaksanakan dan direncanakan oleh program studi sebagai pelaksana pendidikan. Kegiatan PkM menjadi wadah bagi program studi atau dosen untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan terhadap pengetahuan dan pemahaman pentingnya peningkatan kesadaran etika digital dan pencegahan cyberbullying di kalangan siswa smk satria nusantara binjai. Kegiatan PkM ini dilaksanakan melalui metode sosialisasi serta pembuatan poster mengenai etika digital dan cyberbullying. Metode ini berfungsi untuk menyampaikan pengetahuan mengenai pengertian, penyebab, cara mengatasi dan tips menghindari cyberbullying dan pelaku pelanggaran etika digital. Perkembangan teknologi digital telah membawa dampak signifikan dalam kehidupan masyarakat, termasuk di kalangan pelajar. Internet dan media sosial kini menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari, baik untuk komunikasi, pembelajaran, maupun hiburan. Namun, kemudahan akses terhadap dunia digital juga membawa tantangan baru, salah satunya adalah maraknya kasus cyberbullying. Adapun hasil kegiatan dilaksanakan dengan evaluasi, yang dilakukan dalam dua tahap, yaitu sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan. (1) Mayoritas siswa (87%) merasa bahwa mereka lebih memahami etika digital setelah program ini. (2) Sebanyak 82% siswa mengaku lebih tahu cara menghindari cyberbullying, menunjukkan bahwa materi yang disampaikan cukup efektif.  (3) Namun, 22% siswa merasa kegiatan kurang interaktif. Ini bisa menjadi bahan evaluasi agar metode pembelajaran lebih menarik, misalnya dengan menambahkan simulasi atau studi kasus. Evaluasi ini bertujuan untuk mengukur apakah terdapat peningkatan pemahaman peserta sebelum dan setelah kegiatan. Pengukuran dilakukan melalui kuesioner yang menggunakan format jawaban pilihan ganda. Pertanyaan disajikan dalam bentuk narasi dan terdiri dari empat opsi jawaban. Program ini juga menunjukkan bahwa pendidikan mengenai etika digital sangat penting bagi siswa dalam menghadapi tantangan dunia maya yang semakin kompleks.
Student Digital Literacy Competence Study Language and Literature Education Program Indonesia Sarma Panggabean; Renita Br. Saragih; Male Onedy Marulitua Sitorus; Debora Uli Lubis
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 1 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i1.5723

Abstract

This study aims to determine the digital literacy competence of Indonesian Language and Literature Education Study Program students. This study used a descriptive qualitative method to process the data from the sixth-semester student at HKBP Nommensen University. The results of this study found that students had good basic skills, major skills, intermediate skills, advanced skills, and literacy skills. However, the technical capabilities are still relatively poor. In (1) Basic Competencies, some problems are resolved properly, there are also several topical problems that still exist but at least there is an overview of problem-solving. (2) Students' Basic Competencies have a fairly good introduction to the basics of computer equipment. (3) Students' Intermediate Competencies increase at this stage, namely understanding various features on laptops, using printers, and using Ms. applications. Word and use of e-mail applications. The mastery of this competency is due to the fact that informants often carry out these activities so that they are more accustomed to their use. (4) Advanced Competencies to access information using search engines and online databases are good. (5) Technical Competencies of the Indonesian Language and Literature Study Program students as research informants do not yet have technical expertise regarding hardware and software. Informants have not been able to repair damage to digital equipment even at a simple level. (6) Students' Digital Literacy Proficiency does not yet have sufficient literacy skills starting from formulating a search plan, establishing a search strategy, organizing, processing, applying and communicating information, and understanding standard citation formats, and do not have the effort to communicate information with technology.