Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Budidaya dan Pemanfaatan Tanaman Herbal Ezra Pasaribu; Sakinah S I Lihawa; Hadija Marasabessy; Miranda Taborat; Exaudian F Lerebulan; Yulinda M Bambungan; Sahrul Gunawan; Mariyo J Sanggel; Muhamad Guntur Sarwadan
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v6i2.1669

Abstract

Penggunaan tanaman herbal sebagai alternatif pengobatan alami semakin populer, namun pengetahuan mengenai budidaya dan pemanfaatannya masih terbatas di kalangan siswa sekolah. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya edukasi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga melibatkan siswa berpartisipasi secara aktif dalam praktik nyata. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memaparkan pelaksanaan edukasi mengenai budidaya serta pemanfaatan tanaman herbal guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa di SMP Nusantara Kota Sorong. Metode pelaksanaan kegiatan menerapkan pendekatan partisipatif berbasis learning by doing yang dilaksanakan pada 26 Juli 2024 dengan sasaran siswa kelas VIII. Rangkaian kegiatan meliputi penyampaian materi teori, diskusi interaktif, praktik langsung penanaman tanaman obat, serta demonstrasi pembuatan hand sanitizer berbasis daun sirih (Piper betle Linn) dan jeruk nipis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, partisipasi aktif, serta keterampilan siswa mengenai budidaya dan khasiat tanaman herbal. Evaluasi program mencatat bahwa lebih dari 80% siswa berhasil memahami dan menjelaskan kembali teknik budidaya serta pemanfaatan tanaman obat dengan benar. Dengan demikian, metode edukasi yang dikombinasikan dengan praktik langsung dinilai efektif dan relevan dalam meningkatkan literasi serta kepedulian siswa terhadap kesehatan alami berbasis potensi lokal.
Gerakan Masyarakat Cerdas Obat: Edukasi Penyimpanan Obat yang Aman dan Tepat di Kelurahan Klawasi, Distrik Sorong Barat Hadija Marasabessy; Nanda Nurfauziah; Gidion Tetehuka; Hamlet Rahakratat; Keyza Vina; Gresya Banne; Dwi Aprilia; Citra Andira; Adrianti Sitaba
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v6i2.1693

Abstract

Stabilitas obat merupakan aspek penting dalam menjaga mutu, keamanan, dan efektivitas obat selama penyimpanan dan penggunaan. Penyimpanan obat yang tidak sesuai dapat menyebabkan perubahan fisik, kimia, maupun mikrobiologis yang berpotensi menurunkan kualitas dan khasiat obat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai stabilitas obat serta cara penyimpanan obat yang baik dan benar di lingkungan rumah tangga. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari 2026, pukul 09.00–12.00 WIT di Jl. Trikora, Klawasi, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, Papua Barat Daya, dengan melibatkan 16 peserta. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi mengenai pengertian stabilitas obat, faktor yang memengaruhi stabilitas seperti suhu, cahaya, dan kelembapan, cara penyimpanan obat yang tepat, serta dampak penyimpanan yang tidak sesuai. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi, tanya jawab, dan evaluasi singkat untuk mengetahui pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa kegiatan berjalan dengan lancar dan peserta menunjukkan antusiasme melalui keaktifan dalam mengikuti penyampaian materi serta mengajukan pertanyaan pada sesi diskusi. Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menyimpan obat dalam kemasan asli, menutup kemasan dengan rapat, memperhatikan tanggal kedaluwarsa, menghindari paparan panas, kelembapan, dan sinar matahari langsung, serta memeriksa perubahan fisik obat sebelum digunakan. Edukasi mengenai stabilitas dan penyimpanan obat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga mutu obat sehingga keamanan dan efektivitas penggunaannya tetap terjamin.