Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN QUALITY OF NURSING WORK LIFE DI RUMAH SAKIT KOTA MEDAN TAHUN 2022 Simanjuntak, Jelita Suiska; Sembiring, Hizkianta
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 1 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v1i1.125

Abstract

Quality of work life is one of the most important issues that must receive attention from management because good quality of work life can also foster the desire of employees to stay in a unit. Good quality of work life has an impact on workers. The aim of the study was to identify the relationship between workload and the quality of nursing work life. This study used a correlation research design with a cross sectional approach. The sample in this study were 84 nurses who participated in this study using a purposive sampling technique. Researchers collected data using workload and nurse performance instruments. The statistical test uses the Spearman correlation test. Based on the results of this study, it shows that there is a significant relationship between workload and the quality of nursing work life, with a value of r = 0.001, and p <0.05. The conclusion shows that there is a significant relationship between the two variables, namely if the workload of nurses is heavy it can also produce a sufficient quality of work life for nurses, the results of this study is expected to be input so that they can maintain a sufficient quality of work life even though the workload is moderate. Abstrak Kualitas kehidupan kerja merupakan salah satu masalah yang paling utama yang harus wajib mendapatkan perhatian dari manajemen karena kualitas kehidupan kerja yang bagus juga dapat menumbuhkan keinginan para pegawai untuk tetap bertahan di dalam suatu unit tersebut. Kualitas kehidupan kerja yang baik memiliki dampak mengenai pekerja. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi hubungan beban kerja dengan quality of nursing work life. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu 84 perawat yang berpartisipasi dalam penelitian ini dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Peneliti melakukan pengumpulan data dengan menggunakan instrumen beban kerja dan kinerja perawat. Uji statistik menggunakan uji korelasi Spearman. Berdasarkan hasil peneitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan quality of nursing work life di dapatkan nilai r= 0,001 dan p < 0,05. Kesimpulan menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kedua variabel yaitu jika beban kerja perawat berat dapat juga menghasilkan kualitas kehidupan kerja perawat cukup, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan sehingga dapat mempertahankan kualitas kehidupan kerja yang cukup meskipun beban kerja sedang.
HUBUNGAN PERAN AYAH DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI DUSUN VI DESA LAUT DENDANG Agnes Monnica Sari Lahagu; Hizkianta Sembiring
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 10 (2025): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Edisi Oktober 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i10.1105

Abstract

The role of fathers in the family is an important aspect that often receives less attention in research related to child growth and development, especially in the context of the nutritional status of children under 5 years. Nutritional status is an important marker in assessing a person's health condition. The balance between nutrients obtained from food consumption and the body's nutritional needs plays a crucial role from growth to adulthood. The first 1000 days of life have a major impact on a child's future growth and development. Focusing on rich nutritional intake is one of the keys to forming quality human beings, especially in toddlers. Objective: To determine the relationship between the role of fathers and nutritional status in children under 5 years in Laut Dendang Village. Method: Quantitative research method with a descriptive analytical design with a cross-sectional survey. The sampling technique used total sampling. Spearman's correlation test was used to analyze the data in this study. Results: The results of this study indicate that there is a relationship between the role of fathers and nutritional status in children under 5 years in hamlet VI, Laut Dendang Village with a p value = .001 or p < 0.005. Conclusion: There is a significant relationship between the role of fathers and nutritional status in children under 5 years. Recommendation: Future researchers are advised to incorporate the role of fathers into nutritional status to add other variables that may influence nutritional status in children under 5, such as maternal education, family socioeconomic status, and access to health services.
HUBUNGAN KEPATUHAN MENGGOSOK GIGI DENGAN TINGKAT KEJADIAN KAREIS PADA SISWA KELAS IV DAN V DI SDS PELANGI MEDAN Mitra Sejajar Telaumbanua; Hizkianta Sembiring
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 10 (2025): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Edisi Oktober 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i10.1110

Abstract

Dental caries is tissue damage on the surface of the teeth. This tissue damage is usualy characterized by the disappearance of the hard tissue structure on the teeth due to acid deposits made by plaque bacteria that accumulate high on the surface of the teeth. Dental caries is a problem that often occurs among the community,especially in elementary school age children. Dental caries can be caused by negligence in maintaining oral and dental caries. To determine the relationship of teeth brushing compliance with rate of caries incident in class IV and V student at SDS Pelangi. This study uses quantitative research methods with a cross sectional approach. The sampling technique researchers in determining respondents is the total sampling technique. The data analysis technique used is the chi square test. This study showed a relationship of tooth brushing compliance with rate of caries incident in class IV dan V students at SDS Pelangi Medan with a p value = <,001 or p < 0,005. Based on the research conducted, there is significant relathionship of tooth brushing compliance with rate of caries incident in class IV dan V students at SDS Pelangi Medan. With this research, it is hoped that future researchers will develop this research using different methods such as experiments or qualitative ones.
Pengaruh Pemberian Senam Diabetik Terhadap Peningkatan Sirkulasi Peredaran Darah Perifer Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Di Desa Suka Mulia Hulu Kecamatan Namorambe Sembiring, Hizkianta; Purba, Jhon Roby
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8065

Abstract

Untuk mengetahui pengaruh pemberian senam diabetik terhadap peningkatan sirkulasi peredaran darah perifer pada penderita diabetes mellitus tipe II di desa suka mulia hulu kecamatan namorambe. Metode: Desain penelitian ini termasuk kuantitatif dengan pendekatan penelitian quasi eksprimen design pretest dan post test. Responden penelitian diambil dari populasi penderita Diabetes Mellitus yang berada di Desa Suka Mulia Hulu Kecamatan namorambe berjumlah 65 orang. Uji yang digunakan uji statis paired t-test dengan siginifikan p value    0.05 yang menyatakan hipotesis alternatif di terima dan dengan pembuktian dilakukan untuk membuktikan hipotesis ada Pengaruh pemberian senam diabetik pada penderita Diabetes Mellitus tipe II terhadap peningkatan sirkulasi peredaran darah perifer. Hasil: Rata-rata nilai ABI sebelum dilakukan senam kaki Diabetik adalah 0.74, dengan nilai standar deviasi 0.091, dimana nilai min 0.60 dan nilai max 0.90 dan setelah  dilakukan senam  Diabetik nilai ABI adalah 0.95 dengan standar deviasi 0.083, dimana nilai min 0.80 dan nilai max 1.20 ,hasil analisis statistic dengan menggunakan paired t-test dengan nilai p value 0.000    0.05 maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh pemberian senam diabetik pada penderita Diabetes Mellitus tipe II terhadap peningkatan sirkulasi peredaran darah perifer. Kesimpulan: pelaksanaan senam  Diabetik dapat meningkatkan sirkulasi peredaran darah perifer pada penderita Diabetes Mellitus Tipe II.Penelitian ini merekomendasikan bahwa penderita pasien Diabetes Mellitus Tipe II diharapkan untuk dapat memanfaatkan senam  Diabetik yang praktis dalam meningkatkan perfusi peredaran darah perifer atau pembuluh darah kaki sebagai pencegah terjadinya komplikasi pada penderita Diabetes Mellitus Tipe II khsusnya ke daerah kaki.
Pengembangan Model Latihan-Back Strengthening Exercise Sebagai Terapi Dasar Non Farmakologi Pada Penderita Low Back Pain Di Rumah Sakit Kota Medan Purba, Jhon Roby; Berampu, Surya Syahputra; Sembiring, Hizkianta
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8064

Abstract

Tujuan: pengembangkan model latihan back strengthening exercise sebagai terapi dasar non farmakologi pada penderita low back pain di rumah sakit kota medan. Uji yang digunakan uji statis paired t-test dengan siginifikan p value    0.05 yang menyatakan hipotesis alternatif di terima dan dengan pembuktian dilakukan untuk membuktikan hipotesis pengembangan model latihan back strengthening exercise sebagai terapi dasar non farmakologi pada penderita low back pain di rumah sakit murni teguh medan . Hasil: Rata-rata nilai nyeri sebelum dilakukan Latihan Back Strengthening Exercise adalah 5.40, dengan nilai standar deviasi 0.821, dimana nilai min 4 dan nilai max 7 dan setelah  dilakukan Latihan Back Strengthening Exercise nilai Nyeri adalah 2.80 dengan standar deviasi 0.696, dimana nilai min 2 dan nilai max 4, selain melihat nilai nyeri peneliti juga melihat nilai aktivitas fungsionalnya dengan hasil rata-rata nilai aktivitas fungsional sebelum dilakukan Latihan Back Strengthening Exercise adalah 17.50, dengan nilai standar deviasi 3.663, dimana nilai min 13 dan nilai max 26 dan setelah  dilakukan Latihan Back Strengthening Exercise nilai Aktivitas Fungsional adalah 8.25 dengan standar deviasi 4.290, dimana nilai min 2 dan nilai max 19, dengan masing – masing hasil analisis statistic dengan menggunakan paired t-test dengan nilai p value 0.000    0.05 maka dapat disimpulkan terdapat hasil yang baik dengan pemberian Latihan Latihan Back Strengthening Exercise sebagai Terapi Dasar Non Farmakologi Pada Penderita Low Back Pain di Rumah Sakit Kota Medan. Kesimpulan: Pengembangan Model Latihan Back Strengthening Exercise sebagai Terapi Dasar Non Farmakologi Pada Penderita Low Back Pain di Rumah Sakit Kota Medan sangat mempengaruhi nilai  pengurangan nyeri serta meningkatkan aktivitas fungsional pada penderita Low Back Pain di Rumah Sakit Kota Medan
Pengaruh Latihan Ekstremitas Atas Terhadap Kekuatan Otot Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) Di Puskesmas Siatas Barita Lumbantobing, Dikki Samuel; Sembiring, Hizkianta
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 3 No 3 (2025): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : STIKes Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v3i3.423

Abstract

Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a chronic respiratory disorder that not only causes airflow limitation but also leads to systemic impacts, including upper extremity muscle weakness. This condition may interfere with daily activities and reduce patients’ quality of life. To determine the effect of upper extremity exercises on muscle strength among COPD patients at Siatas Barita Public Health Center. This study used a One Group Pretest–Posttest Design with 8 respondents selected through total sampling. Muscle strength was assessed using Manual Muscle Testing (MMT) before and after upper extremity exercise intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test due to non-normal distribution. There was a significant improvement in upper extremity muscle strength after the intervention, with a p-value = 0.018 (p < 0.05). The mean MMT score increased from 2.875 in the pre-test to 4.000 in the post-test, indicating a meaningful enhancement in muscle strength. Upper extremity exercise is effective in improving muscle strength in COPD patients and can be used as a non-pharmacological intervention to support physical function. Further studies with larger samples and more comprehensive instruments are recommended.