Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN DOSIS BAKING SODA (Natrium Bikarbonat) YANG BERBEDA TERHADAP KADAR DO (Dissolved Oxygen) DENGAN TINGKAT KEMATIAN IKAN BUDIDAYA DI PERAIRAN BEKAS GALIAN TAMBANG INTAN PT. GALUH CEMPAKA Dewi Permatasari; Mijani Rahman; Zairina Yasmi
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 1 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Galuh Cempaka terletak di desa Tambak Jariyah Kelurahan Palam Kecamatan Cempaka. Penambangan Intan Alluvial dilakukan sendiri oleh PT. Galuh Cempaka. Dari kegiatan penambangan intan tersebut terjadilah 3 (tiga) buah danau bekas galian tambang (void). Penelitian dilakukan dengan penambahan dosis baking soda (Natrium bikarbonat) yang berbeda terhadap kadar DO(Dissolved oxygen) dengan tingkat kematian ikan budidaya di perairan bekas galian tambang intan. Hasil penelitian dari penambahan dosis baking soda tidak terlalu efektif terhadap kadar DO (Dissolved oxygen), akan tetapi pada perlakuan penambahan baking soda sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh ikan uji. Terbukti dengan menurunnya tingak kematian pada ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan ikan Mas (Cyprinus carpio). Hasil analisis data menggunakan metode RAK (rancangan acak kelompok) dengan 4 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Galuh Cempaka is located in the village of Tambak Jariyah, Palam Village, Cempaka District. Alluvial Diamond Mining is carried out by PT. Galuh Cempaka. From the diamond mining activities, there were 3 (three) lakes of former mining excavations (voids). The study was conducted by adding different doses of baking soda (Sodium bicarbonate) to DO(Dissolved oxygen) levels with the mortality rate of farmed fish in the waters of former diamond mine excavations. The results of the study from the addition of a dose of baking soda were not very effective on DO (Dissolved oxygen) levels, but the treatment of adding baking soda greatly affected the immune system of the test fish. Proven by the decrease in mortality rates in Tilapia (Oreochromis niloticus) and Goldfish(Cyprinus carpio). The results of data analysis used the RAK method (randomized group design) with 4 treatments and 3 repetitions.
ANALISIS STATUS KUALITAS AIR PADA PERAIRAN SUNGAI DI KELURAHAN SUNGAI PARING KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Dessy Musyaffa Rahmadhaniah; Suhaili Asmawi; Zairina Yasmi
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 1 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan sungai yang berada di Kelurahan Sungai Paring merupakan anak sungai yang berfungsi sebagai badan air yang terletak di selatan kawasan perkotaan martapura. Adanya aktivitas yang ada disekitar perairan sungai baik dari dalam maupun dari luar dapat mempengaruhi kondisi perairan sungai tersebut. Penelitian dilakukan di Kelurahan Sungai Paring bertujuan untuk mengetahui kondisi perairan dengan analisa menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) dan Environment Quality Index (EQI). Berdasarkan pengukuran kualitas air pada variabel suhu, pH, DO, kecerahan dan nitrat termasuk memenuhi baku mutu kelas dua sedangkan pada variabel fosfat dan amoniak telah melampaui baku mutu kelas dua. Berdasarkan hasil perhitungan status kualitas perairan sungai di Kelurahan Sungai Paring menunjukkan kondisi tercemar dengan tingkat pencemaran status mutu perairan ke 3 stasiun pada kawasan akvititas yang berbeda. Kisaran nilai IP yang diperoleh pada stasiun 1 kawasan industri pengolahan tahu (0,83 – 1,22), stasiun 2 kawasan perikanan budidaya (1,36 – 1,69), stasiun 3 kawasan pemukiman (1,32 – 2,00) termasuk dalam kondisi baik hingga tercemar ringan, sedangkan kondisi dan kelayakan kualitas perairan menggunakan metode EQI skor nilai yang didapatkan yaitu 0,11-0,13 pada stasiun 1, 0,15-0,16 pada stasiun 2 dan 0,12 – 0,19 pada stasiun 3 yang artinya sifat kualitas air termasuk dalam kelas I kategori sangat buruk. River waters located in Sungai Paring Village are tributaries that function as water bodies located in the south of the Martapura urban area. The existence of activities around the river waters both from inside and outside can affect the condition of the river waters. The research was conducted in Sungai Paring Village with the aim of knowing the condition of the waters by analysis using the Pollution Index (IP) and Environment Quality Index (EQI) methods. Based on the measurement of water quality on the variables of temperature, pH, DO, brightness and nitrate, including meeting the second class quality standard, while the phosphate and ammonia variables have exceeded the second class quality standard. Based on the results of the calculation of the quality status of river waters in Sungai Paring Village, it shows a polluted condition with the level of pollution of the water quality status to 3 stations in different activity areas. The range of IP values obtained at station 1 of the tofu processing industrial area (0,83 – 1,22), station 2 of aquaculture area (1,36 – 1,69), station 3 resedential area (1,32 – 2,00) included in good condition to lightly polluted, while the condition and feasibility of water quality using the EQI method the scores obtained are 0,11 – 0,13 at station 1, 0,15 – 0,16 at station 2 and 0,12 – 0,19 at station 3 which means that the water quality is included in class I in the very poor category.
ANALISIS KUALITAS AIR PADA DUA SUMBER AIR YANG BERBEDA TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN PATIN (Pangasius pangasius Valenciennes) DI UPT. PRODUKSI PERIKANAN BUDIDAYA AIR TAWAR MENTAOS TIMUR KELURAHAN MENTAOS KECAMATAN BANJARBARU UTARA Ayu Dwi Novita; Zairina Yasmi; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 6 No 1 (2023): Issue June 2023
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas air sangat berpengaruh terhadap kehidupan ikan untuk menentukan pertumbuhan ikan yang baik dan sehat. Air sumur bor adalah salah satu proses penggalian tanah yang dilakukan agar bisa mendapatkan sumber air yang berada di dalam tanah. Sedangkan air irigasi usaha penyediaan, pengaturan dan pembuangan air irigasi untuk menunjang pertanian yang meliputi irigasi tambak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status mutu dua kualitas air dan kelangsungan hidup benih ikan patin (Pangasius pangasius Valenciennes) dengan metode IP, EQI dan perhitungan survival rate. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – Oktober 2022. Metode penelitian dilakukan secara langsung (in situ) dan di laboratorium (ek situ). Data dari hasil di lapangan dan laboratorium kemudian dianalisis menggunakan uji t- Test: Two-Sample Assuming Equal Variances. Hasil dari metode IP menunjukkan air irigasi dan air sumur tercemar ringan, kemudian untuk hasil metode EQI menunjukkan kualitas air irigasi dan air sumur buruk, sedangkan hasil dari uji t menunjukkan dua parameter kualitas air yakni amonia dan nitrat ada perbedaan yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa setiap metode memiliki kriteria status mutu yang berbeda. Water quality greatly affects the life of fish to determine good and healthy fish growth. Drilled well water is one of the soil excavation processes carried out in order to get a source of water in the ground. Meanwhile, irrigation water is an effort to provide, regulate and dispose of irrigation water to support agriculture which includes pond irrigation. This study aims to determine the quality status of two water qualities and the survival of catfish fry (Pangasius pangasius Valenciennes) using the IP, EQI and survival rate calculation methods. The research was conducted in March – October 2022. The research method is carried out directly (in situ) and in the laboratory (ek situ). Data from field and laboratory results were then analyzed using the t-Test: Two-Sample Assuming Equal Variances test. The results of the IP method showed that irrigation water and well water were lightly polluted, then the results of the EQI method showed poor irrigation water and well water quality, while the results of the t test showed two water quality parameters, namely ammonia and nitrate, there were significant differences. This shows that each method has different quality status criteria.
PENGARUH HYDRILLA VERTICILLATA TERHADAP KUALITAS AIR DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy) DI UPTD-PBAPL KECAMATAN KARANG INTAN, KABUPATEN BANJAR, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Putri Khofifah; Suhaili Asmawi; Zairina Yasmi
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 6 No 1 (2023): Issue June 2023
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unit Pelaksanaan Teknis Budidaya Air Payau dan Laut Karang Intan merupakan instansi pemerintah yang bergerak dalam bidang budidaya perikanan. Salah satu komoditas ikan yang dibudidayakan yaitu ikan gurami (Osphronemus gouramy). Kegiatan budidaya perikanan yang dilakukan erat kaitannya dengan kualitas air kolam untuk menunjang kelangsungan hidup ikan dan kegiatan tersebut tentunya tak lepas dari permasalahan kualitas air. Penggunaan hydrilla verticillata untuk memperbaiki kualitas air kolam dapat terlihat adanya peningkatan oksigen terlarut hingga 5,3 mg/l dan menghasilkan kelangsungan hidup tertinggi senilai 50% pada perlakuan bobot hydrilla verticillata 150gr selama 28 hari pemeliharaan. The Technical Implementation Unit for Brackish Water and Marine Aquaculture of Karang Intan is a government agency engaged in aquaculture. One of the fish commodities cultivated is gourami fish (Osphronemus gouramy). Aquaculture activities carried out are closely related to the quality of pond water to support fish survival and these activities certainly cannot be separated from water quality problems. The use of hydrilla verticillata to improve pond water quality can be seen an increase in dissolved oxygen up to 5.3 mg/l and produce the highest survival rate of 50% in the treatment of 150gr hydrilla verticillata weight for 28 days of maintenance.
STATUS MUTU DAN KELAYAKAN PERAIRAN DI AREA KARAMBA JARING APUNG KAWASAN SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI MARTAPURA DESA BATU KAMBING KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Andre Hidayat; Suhaili Asmawi; Zairina Yasmi
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 2 (2022): Issue Desember-Aquatic Journal
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sub DAS martapura adalah anak sungai dari Sungai Barito, yang muara sungainya terletak di Kota Banjarmasin dan hulunya terletak di Kabupaten Banjar, dan memiliki panjang kurang lebih mencapi 80 KM. Sub DAS Martapura adalah jenis Sub DAS yang berbentuk paralel yang tersusundari percabangan dua Sub Das maupun sungai yang cukup besar di bagian hulu, tetapi menyatu di bagian hilir. Daerah hulu adalah daerah yang memiliki potensial budidaya perikanan dengan media keramba jaring apung (KJA). Menjaga kualitas air khususnya di area keramba jaring apung (KJA) untuk mencapai kualitas air (pH, Suhu, DO dan Kecerahan) yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sesuai dengan tingkat mutu air yang diinginkan, perlu adanya upaya pelestarian dan pengendalian. Pelestarian kualitas air diperlukan upaya untuk memelihara fungsi air agar kualitas perairan tetap pada kondisi alamiah. The Martapura sub-watershed is a tributary of the Barito River, whose mouth is located in Banjarmasin City, and its upstream is located in Banjar Regency and has a length of approximately 80 KM. The Martapura sub-watershed is a type of sub-watershed in a parallel form composed of the branches of two sub-watersheds as well as rivers that are quite large upstream but merge downstream. Upstream areas are areas that have aquaculture using floating net cages (KJA). Maintaining water quality, especially in floating net cages (KJA) areas to achieve water quality (pH, temperature, DO, and brightness) that can be used sustainably according to the desired water quality level, conservation and control efforts are needed. Preservation of water quality requires efforts to maintain the function of water so that water quality remains in natural conditions.
STATUS MUTU VOID TAMBANG BATUBARA BERDASARKAN ORGANISME PLANKTON (STUDI KASUS) DI KABUPATEN TAPIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Haisyam Haisyam; Mijani Rahman; Zairina Yasmi
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 2 (2022): Issue Desember-Aquatic Journal
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pertambangan batubara dilaksanakan dengan sistem open pit diakhir kegiatannya akan meninggalkan sisa lubang bekas tambang dikenal dengan istilah void yang dapat menimbulkan air asam tambang. Salah satu komponen biotik yang penentu kehidupan di perairan adalah plankton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman plankton yang terdapat di kolam bekas pertambangan batubara Kabupaten Tapin. Metode yang digunakan yaitu metode observasi dan metode sampling. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesuburan perairan di void tambang berdasarkan pehitungan kelimpahan plankton berada dalam kategori kurang subur hingga kesuburan sedang, indeks keseragaman berada dalam kategori tinggi hingga sedang dan tidak ada jenis plankton yang mendominasi. Tingkat penceraman void tambang batubara berdasarkan indeks keanekaragaman berada pada kategori tercemar berat hingga tercemar ringan dan indeks saprobitas berada pada kategori tercemar sedang hingga tidak tercemar. Coal mining activities are carried out with an open pit system, at the end of the activity leaving the rest of the former mining pit or known as void. The negative impact of the mining process is the onset of acid mine water. One of the biotic components that can be used as a reference in determining life in waters is plankton. This research aims to determine the diversity of plankton found in the former coal mining pond of Tapin Regency. The method used are the observation methods and sampling methods. The results showed that the fertility rate of the waters in the mine void based on the calculation of plankton abundance was in the category of less fertile to moderate fertility, the uniformity index was in the high to medium category and no type of plankton dominated. The void rating level of coal mines based on the diversity index is in the category of heavily polluted to lightly polluted and the saprobity index is in the category of moderately polluted to unpolluted.
PENGARUH LIMBAH CAIR SASIRANGAN TERHADAP MORTALITAS IKAN PAPUYU (Anabas testudineus) Ilin Maulina; Mijani Rahman; Zairina Yasmi
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 2 (2022): Issue Desember-Aquatic Journal
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kain sasirangan merupakan kain khas Banjar yang dalam proses pewarnaannya menggunakan bahan pewarna sintetik yang mengandung bahan kimia, sehingga limbah yang dihasilkan mengandung berbagai bahan pencemar yang berdampak ke lingkungan perairan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak limbah cair sasirangan terhadap mortalitas Ikan Papuyu (Anabas testudineus) dan menghitung nilai LC50 96 jam. Adapun tahapan dari penelitian ini ada 2, yaitu uji pendahuluan dan uji utama. Data dari uji utama akan dianalisis menggunakan analisis probit untuk mendapatkan nilai LC50 96 jam. Hasil perhitungan nilai LC50 96 jam yang didapat adalah pada konsentrasi limbah 5,84%, dengan beberapa variabel kualitas air yang digunakan sebagai parameter pendukung yaitu pH, DO, suhu dan amonia (NH3). Sasirangan cloth is a typical Banjar fabric which in the dyeing process uses synthetic dyes that contain chemicals, so that the waste produced contains various pollutants that have an impact on the aquatic environment. The purpose of this study was to determine the impact of sasirangan liquid waste on the mortality of Papuyu Fish (Anabas testudineus) and calculate the value of LC50 96 hours. There are 2 stages of this study, namely the preliminary test and the main test. Data from the main test will be analyzed using probit analysis to obtain a 96-hour LC50 value. The result of the calculation of the 96-hour LC50 value obtained was at a waste concentration of 5.84%, with several water quality variables used as supporting parameters, namely pH, DO, temperature and ammonia (NH3).
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN DAN LAJU PERTUMBUHAN RELATIF TUMBUHAN KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica (forsk ) PADA LIMBAH SASIRANGAN Indriyanti Nainggolan; Zairina Yasmi; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 2 (2022): Issue Desember-Aquatic Journal
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui efektivitas pemanfaatan dan laju pertumbuhan relatif tumbuhan kangkung air (Ipomoea aquatica forsk) sebagai tumbuhan fitoremediasi pada air limbah sasirangan. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen, analisis sampel dilakukan di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru. Penelitian ini dilaksanakan selama 28 hari menggunakan baskom dengan variasi biomassa tumbuhan pada tiap perlakuan . Penelitian ini menggunakan Uji deskriptif dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan yaitu dengan perlakuan (A1) dengan biomassa kangkung air 100 gram, perlakuan (B1) dengan biomassa kangkung air 200 gram, dan perlakuan (C1) dengan biomassa kangkung air 300 gram, dengan parameter kromium (Cr), kadmium (Cd), dan timbal (Pb) . Data hasil dari penelitian ini dianalisa dengan Uji – T menunjukkan bahwa efektivitas tumbuhan kangkung air berbeda nyata terhadap penyerapan kadar logam berat kromium (Cr) , Penyerapan kromium (Cr) tertinggi terjadi pada perlakuan A1 dengan biomassa kangkung air (Ipomoea aquatica (forsk) sebesar 100 gram, efektivitas tumbuhan kangkung air tidak berbeda nyata terhadap penyerapan kadar logam berat kadmium (Cd) serta timbal (Pb) . Laju pertumbuhan Kangkung air (Ipomoea aquatica forsk) tertinggi terdapat pada perlakuan A1 dengan biomassa100 gram The purpose of this study was to determine the effectiveness of the utilization and relative growth rate of water kale plants (Ipomoea aquatica forsk) as phytoremediation plants in sasirangan wastewater. This research was conducted by experimental sample analysis at the Center for Environmental Health Engineering and Disease Control (CEHEDC) Banjarbaru. This study was carried out for 28 days using a basin with variations in plant biomass in each treatment. This study used a descriptive test with 3 treatments and 3 tests, namely by treatment (A1) with 100 grams of water kale biomass, treatment (B1) with 200 grams of water kale biomass, and treatment (C1) with 300 grams of water kale biomass, with parameters chromium (Cr), cadmium (Cd), and lead (Pb). The data from this study analyzed with Test-T showed that the effectiveness of water kale plants differed markedly from the absorption of heavy metal levels of chromium (Cr), the highest absorption of chromium (Cr) occurred in the A1 treatment with water kale biomass (Ipomoea aquatica (forsk) of 100 grams, the effectiveness of water kale plants there is no marked difference to the absorption of heavy metal levels kadmium (Cd) and lead (Pb) . The highest growth rate of water kale (Ipomoea aquatica forsk) was found in the A1 treatment with biomass of 100 grams.
FLUKTUASI SUHU DAN DERAJAT KEASAMAN PADA BEKAS GALIAN TAMBANG INTAN DIDESA BANYU IRANG KECAMATAN BATI-BATI KABUPATEN TANAH LAUT Purwanto Purwanto; Suhaili Asmawi; Zairina Yasmi
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 2 (2022): Issue Desember-Aquatic Journal
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi suhu dan derajat keasaman (pH) perairan bekas galian tambang intan di Desa Banyu Irang Kecamatan Bati-bati Kabupaten Tanah Laut, dari hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan informasi dalam perencanaan dan pengelolaan sumberdaya perairan, data yang diperoleh dari hasil pengukuran selama pengamatan diolah dengan menggunakan metode tabel dan grafik, sedangkan analisa deskriptif dilakukan terhadap tabel dan grafik untuk melihat perubahan selama pengamatan dari parameter-parameter tersebut sehingga terlihat jelas adanya perubahan pada setiap pengukuran, adapun hasil pengamatan pada bekas galian tambang intan tersebut selama 72 jam dengan waktu interval satu jam berdasarkan parameter yang diamati dengan nilai rerata suhu selama satu hari yaitu 28.8 °C dan dihari kedua dengan nilai rerata 29.1 °C dan dihari ketiga dengan nilai rerata 28.8°C, sedangkan untuk nilai dari derajat keasaman dengan pengukuran selama 72 jam dengan waktu interval satu jam pada hari pertam mendapatkan nilai rerata 5.6 pada hari kedua didapatkan nilai rerata 5.5 dan pada hari ketiga didapatkan nilai rerata 5.2 jadi kesimpulan untuk fluktuasi nilai rerata suhu dan derajat keasaman (pH) perhari mengalami perubahan namun tidak terlalu signifikan. This study aims to determine the conditions of temperature and acidity (pH) of ex-diamond mine excavated waters in Banyu Irang Village, Bati-bati District, Tanah Laut Regency, The results of this study are expected to be used as information material in the planning and management of aquatic resources, the data obtained from the measurement results during the observations were processed using the table and graph method, while descriptive analysis is carried out on tables and graphs to see changes during the observation of these parameters so that it is clear that there are changes in each measurement, As for the results of the observations on the former diamond mine excavation for 72 hours with an interval of one hour based on the parameters observed, the average temperature value for one day is 28.8 °C and on the second day with an average value of 29.1 °C and on the third day with an average value of 28.8°C , while for the value of the degree of acidity with measurements for 72 hours with an interval of one hour on the first day getting an average value of 5.6 on the second day the average value is 5.5 and on the third day an average value of 5.2 is obtained, so the conclusion for fluctuations in the average value of temperature and degree of acidity ( pH) per day changes but not to significant.