Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Comparative Superiority of Goats in Palu City: Keunggulan Komparatif Ternak Kambing di Kota Palu Ritha Rahayu Mashudie; Yudi Mujayin; Miftahul Maulita
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 22 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.829 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v22i3.2021.119-125

Abstract

Ternak kambing merupakan salah satu ternak ruminansia yang berpotensi untuk dikembangkan di Kota Palu. Hal ini karena ternak kambing memiliki populasi terbesar dan tersebar hampir diseluruh kecamatan di Kota Palu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keunggulan komparatif ternak kambing terhadap ternak ruminansia lain di Kota Palu. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah pada bulan Agustus 2020. Objek penelitian adalah data populasi ternak ruminansia. Data yang digunakan adalah data sekunder yakni data runut waktu (time series) selama 15 tahun terakhir (2005 – 2019). Data tersebut bersumber dari beberapa instansi terkait antara lain: Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tengah, dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kota Palu. Variabel yang diamati adalah jumlah populasi ternak ruminansia. Model analisis yang digunakan adalah (1) Location Quotient (LQ), (2) Growth Share. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komoditas ternak kambing di Kota Palu merupakan sektor basis dimana yang menjadi konsentrasi wilayah terdapat di kecamatan Ulujadi, diikuti oleh kecamatan Tatanga, Palu Barat, Tawaeli dan Palu Utara yang artinya sektor basis tersebut mampu memenuhi kebutuhan daerahnya sendiri maupun mensuplai ke daerah yang lain di sulawesi tengah. Selain itu ternak kambing merupakan komoditas unggulan yang mana klasifikasi sektor unggulan menunjukkan bahwa komoditas tersebut memiliki pertumbuhan yang cukup tinggi (+) dan kontribusi yang diberikan cukup besar (+).
KEUNGGULAN KOMPARATIF SAPI POTONG DI KABUPATEN POSO, PROVINSI SULAWESI TENGAH Ritha Rahayu; Afandi Afandi; Vindi Vindi; Haerani Maksum; Suharno H. Syukur; Andi Jauhar
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 5 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitia ini Menganalisis Keunggulan komparatif sapi potong di Kabupaten Poso terhadap (kerbau, kambing, dan domba) dan dan pertumbuhan komoditas Ternak Ruminansia di Kabupaten Poso. Penelitian telah dilaksanakan di Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah pada bulan oktober 2021. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder yang merupakan data runut waktu (time series) yaitu berupa data 10 tahun (kurunwaktu 2010-2019). Data bersumber dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Poso dan Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tengah. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah data populasi ruminansia di Kabupaten Poso. Berdasarkan hasil perhitungan LQ maka populasi sapi potong dapat dikategorikan sebagai sektorbasis (LQ≥1) di Kabupaten Poso. Kontribusi Sapi Potong di Kabupaten Poso, ditetapkan sebagai komoditas dominan, dimana klasifikasi sektor dominan menunjukan bahwa komoditas tersebut memiliki pertumbuhan yang cukup tinggi (+) dan kontribusi yang diberikan cukup rendah (-) bagi ternak ruminansia
Rantai Pemasaran Usaha Ternak Sapi di Kabupaten Sigi (Study Kasus di SPR Anutapura Kabupaten Sigi) Taufiq Eka Riandhana; Ritha Rahayu; Haerani Maksun; Suharno H. Syukur; M. Ashad; Indriani Indriani
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 30 No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v30i1.1428

Abstract

Bentuk upaya pengembangan ternak sapi, dipandang sangat tepat pada daerah di wilayah Sulawesi Tengah khususnya di Kabupaten Sigi, karena merupakan salah satu komoditi potensial daerah. Hal ini dimungkinkan, karena melihat potensi dan keadaan wilayahnya serta karateristik masyarakatnya sangat mendukung. Berdasarkan tinjauan aspek geografis, klimatologis dan sosial kultur masyarakat tersebut sangat potensial dan representatif untuk pengembangan ternnak sapi. Asumsi tersebut didasari oleh beberapa faktor yang merupakan kekuatan dan peluang yang dimiliki oleh Kecamatan Dolo Selatan Desa Bulu Bete. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 3 April – 3 Juli 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode observasi yaitu pengamatan langsung dan wawancara dengan anggota SPR Anutapura dan wawancara langsung dengan Ketua SPR Anutapura atau sekarang di sebut SASPRI (Solidaritas Alumni SPR Indonesia). Hasil penelitian menunjukan usaha ternak sapi di SASPRI menggunakan 3 pola saluran pemasaran yaitu : (1) Peternak → Konsumen, (2) Peternak → Pedagang Pengumpul → Konsumen, (3) Peternak → Pedagang Pengumpul → Pedagang Pengecer→Konsumen.
Persepsi Masyarakat Terhadap Keberadaan Rumah Pemotongan Ayam (RPA) Toriniku di Kelurahan Birobuli Utara Kecamatan Palu Selatan Kota Palu Ritha Rahayu; Haerani Maksum; Suharno H. Syukur; Moh. Irfan; Afandi Afandi; Taufiq Eka Riandhana
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 30 No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v30i1.1430

Abstract

Rumah Pemotongan Ayam (RPA) merupakan salah satu usaha yang dikelola oleh sebagian penduduk di Indonesia. Hal ini dikarenakan dapat memberikan keuntungan yang besar jika dikelola dengan baik termasuk pengelolaan limbahnya yang dapat meningkatkan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi Masyarakat terhadap Keberadaan Rumah Pemotongan Ayam (RPA) Toriniku di Kelurahan Birobuli Utara Kecamatan Palu Selatan. Penelitian ini bertempat di Kelurahan Birobuli Kecamatan Palu Selatan di RPA Rumah Pemotongan Hewan, telah dilaksanakan pada tanggal 26 Juli sampai dengan 5 September 2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan yaitu metode survey (observasi dan wawancara). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang berada disekitar Rumah Pemotongan Ayam (RPA) Toriniku Kecamatan Palu Selatan Kelurahan Birobuli Utara yang berjumlah 128 orang. Penentuan jumlah sampel dengan menggunakan statistik deskriptif berdasarkan rumus Slovin sebanyak 15 orang dan metode pengambilan responden dengan menggunakan purposive sampling. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu Statistik Deskriptif dengan menggunakan skala Likert. Hasil penilaian responden terhadap persepsi secara keseluruhan adalah cukup terganggu dengan total bobot 1034. Penilaian tersebut meliputi bau dengan indikator aroma, sangat menyengat dan tidak mudah hilang dengan bobot 254, suara dengan indikator suara ngorok, suara terus menerus dan suara keras dengan bobot 229, pengolahan limbah dengan indikator ditumpuk dikolam pembuangan dan kebersihan kurang dengan bobot 162 dan sosial budaya dengan indikator persetujuan masyarakat dan adaptasi bau dan suara dengan bobot 389.
Faktor yang Mempengaruhi Peternak dalam Pengembangan Usaha Ternak Sapi Potong di Desa Sarjo Kecamatan Sarjo Kabupaten Pasangkayu Jusman; Ritha Rahayu; Suharno H Syukur; Taufiq Eka Riandhana; Indriani
Jurnal Cakrawala Akademika Vol. 2 No. 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : PT. Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70182/jca.v2i1.459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi peternak dalam pengembangan usaha ternak sapi potong di Desa Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner terhadap 32 responden, kemudian dianalisis dengan regresi berganda menggunakan SPSS 21. Variabel yang diteliti meliputi harga bibit, tingkat pendidikan peternak, pengalaman beternak, dan umur peternak sebagai variabel independen, sedangkan perkembangan usaha ternak sapi potong sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga bibit, pendidikan, dan pengalaman peternak berpengaruh signifikan terhadap pengembangan usaha, sementara umur peternak tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 56,5% mengindikasikan bahwa variabel-variabel tersebut mampu menjelaskan sebagian besar variasi dalam perkembangan usaha ternak sapi potong. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan akses terhadap bibit berkualitas, peningkatan tingkat pendidikan peternak, dan pengalaman dalam mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan usaha ternak sapi di tingkat desa. Keterbatasan penelitian meliputi jumlah sampel yang terbatas dan data bersifat lintas waktu, sehingga hasilnya mungkin belum sepenuhnya mewakili kondisi di daerah lain. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan wilayah yang lebih luas dan mempertimbangkan faktor sosial ekonomi lainnya guna mendukung pengambilan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan.