Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

POTENSI SUMBERDAYA KIJING (Anodonta woodiana) DI SUB DAS ANAK SUNGAI LAHOMBUTI KABUPATEN KONAWE - SULAWESI TENGGARA (Potency Of Kijing Resources (Anodonta woodiana) In The Subwatershed Of Lahombuti River Konawe Regency - Southeast Sulawesi) Muhammad Fajar Purnama; Haslianti Haslianti; Salwiyah Salwiyah; Alfi Kusuma Admaja
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 15, No 1 (2019): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.657 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.15.1.66-72

Abstract

Esensi dari penelitian ini dilakukan adalah sebagai referensi mutakhir bagi penelitian terkait dan rekomendasi ilmiah dalam upaya  pengelolaan secara lestari dan berkelanjutan sumberdaya kerang kijing (Anodonta woodiana) khususnya di Kabupaten Konawe - Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi sumberdaya kerang kijing (A. woodiana) berdasarkan perspektif kelimpahan populasi dan hubungannya dengan parameter kualitas air di Desa Lahotutu Kabupaten Konawe. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2018 – Februari 2019 di SUB DAS anak Sungai Lahombuti, Desa Lahotutu, Kecamatan Wonggeduku Barat, Kabupaten Konawe. Penentuan lokasi pengambilan sampel dilakukan dengan metode Purposive Random Sampling. Pengambilan sampel kerang kijing (A. woodiana) dilakukan di lokasi yang memiliki kelimpahan terbesar kerang kijing yaitu di SUB DAS anak sungai Lahombuti, pada “Saluran Irigasi Utama Persawaan” (Diameter : ± 1,75 m, Panjang : ± 4500 m (4,5 km), Kedalaman : ± 110 cm). Sehingga pengambilan sampel kerang kijing ditetapkan pada stasiun yang sama dengan titik sampling yang berbeda. Pengambilan sampel kerang kijing dilakukan dengan metode transek kuadrat yang berukuran 1x1 m2 sebanyak 3 plot yang ditetapkan secara acak. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kelimpahan kerang kijing tertinggi diperoleh pada bulan Februari sebesar 106,67 ind/m2, selanjunya di bulan Januari dengan kelimpahan sebesar 81,33 ind/m2, kemudian bulan November sebesar 55,67 ind/m2 dan besaran kelimpahan terendah terdapat pada bulan Desember sebesar 53 ind/m2. Data kelimpahan populasi tersebut pada dasarnya berada pada kategori kelimpahan yang sangat tinggi. Terlebih lagi pengambilan sampel kerang tersebut dilakukan di dalam transek dengan luasan yang sangat kecil (1 x 1 m2). Secara ilmiah hal ini membuktikan bahwa Desa Lahotutu Kecamatan Wonggeduku Barat Kabupaten Konawe memiliki potensi sumberdaya kerang kijing (A. woodiana) yang sangat besarThe essence of this research is carried out as the latest reference for related research and scientific recommendations in an effort to sustainably manage kijing (Anodonta woodiana) resources, especially in Konawe Regency - Southeast Sulawesi. This study aims to determine the potential of shellfish (A. woodiana) based on the perspective of population abundance and its relationship with water quality parameters in Lahotutu Village, Konawe Regency. This research was conducted in November 2018 - February 2019 in the Sub-watershed of the Lahombuti River in Lahotutu Village, Wonggeduku Barat District, Konawe Regency. The sampling location was determined using the Purposive Random Sampling method. Sampling of Kalambodo mussel (A. woodiana) was carried out at the location with the greatest abundance of mussels, in the Sub-watershed of the Lahombuti tributary of Lahotutu Village, on the "Main Rice Field Irrigation Channel" (diameter: ± 1,75 m, length: ± 4500 m, depth: ± 110 cm). Sampling of mussel was carried out at the same station with different spot sampling points. The Kalambodo mussel samples were taken using a 1x1 m2 sized transect method on 3 randomly assigned plots. The results of this study indicate that the highest abundance of kijing shellfish was obtained in February at 106.67 ind/m2, the next in January with an abundance of 81.33 ind/m2, then in November at 55.67 ind/m2 and the lowest abundance in December at 53 ind/m2. Basically the population abundance data is in the category of very high abundance. Moreover, the sampling of shellfish is carried out on a transect with a very small area (1 x 1 m2). Scientifically this proves that Lahotutu Village, West Wonggeduku Subdistrict, Konawe District has a very large potential of mussel shellfish (A. woodiana).
POPULATION DENSITY AND DISTRIBUTION PATTERNS OF KALAMBODO MUSSEL (Anodonta woodiana) IN THE SUB WATERSHED OF LAHOMBUTI RIVER, LAHOTUTU VILLAGE, KONAWE DISTRICT SOUTH EAST SULAWESI Muhammad Fajar Purnama; Abdullah Abdullah; Alfi Kusuma Admaja; La Ode Alirman Afu
AQUASAINS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3564.648 KB) | DOI: 10.23960/aqs.v8i1.p759-768

Abstract

Abstrak The research was conducted in November 2018 - February 2019 in the Sub-watershed of the Lahombuti River in Lahotutu Village, Konawe Regency. The purpose of this study was to determine aspects of population density and distribution patterns of the Kalambodo (A. woodiana) in the Sub watershed of the Lahombuti tributary in Lahotutu Village, Wonggeduku District, Konawe Regency. The sampling location was determined using the purposive random sampling method. Sampling of Kalambodo (A. woodiana) was carried out at the location with the greatest abundance of A. woodiana, in the Sub watershed of the Lahombuti tributary of Lahotutu Village, on the "Main Rice Field Irrigation Channel" (diameter: ± 1,75 m, length: ± 4500 m, depth: ± 110 cm). Sampling of A. Woodiana was carried out at the same station with different spot sampling points. The Kalambodo samples were taken using a 1x1 m2 sized transect on 3 randomly assigned plots. The range of A. woodiana density per sub station is November 2018 amounting to 67-95 ind/m2, December 2018 is 41-61 ind/m2, January 2019 is 41-148 ind/m2 and February 2019 is 101- 114 ind/m2. The average density based on the period from the highest to the lowest is obtained in February 2019, January 2019, November 2018, and December 2018, which is 106.67 ind/m2, 81.33 ind/m2, 78 ind/m2, and 53 ind/m2, respectively. The distribution pattern of A. woodiana in the Sub-watershed of the Lahombuti River Basin generally shows a uniform category (Id <1), with a range of morisitha index values of 0.65-0.87.
BIVALVIA DAN GASTROPODA PERAIRAN TAWAR DI SULAWESI TENGGARA Muhammad Fajar Purnama; Alfi Kusuma Admaja; Haslianti Haslianti
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 25, No 3 (2019): (September) 2019
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.046 KB) | DOI: 10.15578/jppi.25.3.2019.203-214

Abstract

Penelitian Bivalvia dan Gastropoda air tawar di Sulawesi Tenggara dilaksanakan pada Januari-Desember 2018 di (delapan) Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara, meliputi Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Bombana, Kabupaten Kolaka, Kabupaten Kolaka Utara, Kabupaten Kolaka Timur, Kabupaten Konawe dan Kabupaten Konawe Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis Gastropoda dan Bivalvia perairan tawar, diharapkan menjadi basis data tentang biodiversitas Gastropoda dan Bivalvia di Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian menggunakan metode purposive randhom sampling. Pengambilan sampel dilakukan secara manual dan diawetkan dengan larutan alkohol 70%. Identifikasi jenis dilakukan di Laboratorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo Kendari. Komposisi jenis Bivalvia dan Gastropoda perairan tawar di Sulawesi Tenggara - Klaster Daratan, diperoleh 11 Famili, 19 Genus dan 102 Spesies yang terdiri dari 33 jenis dengan status identified atau teridentifikasi sampai dengan tingkat spesies dan 69 jenis berstatus unidentified atau teridentifikasi hanya sampai ketingkat genus (genus Clithon 42 jenis, genus Septaria 2 Jenis dan genus Melanoides 25 jenis). Bivalvia dan Gastropoda yang berstatus unidentified didominasi oleh famili Neritidae genus Clithon dan famili Thiaridae genus Melanoides. Sedangkan yang berstatus identified juga didominasi oleh famili Neritidae, Thiaridae, Ampullariidae dan Corbicullidae. Disimpulkan bahwa Provinsi Sulawesi Tenggara secara empirik memiliki biodiversitas gastropoda dan bivalvia air tawar yang sangat tinggi. Bivalvia and freshwater Gastropod research in Southeast Sulawesi was conducted in January-December 2018 in (eight) Regencies or municipality in Southeast Sulawesi Province, covering Kendari City, Konawe Selatan District, Bombana Regency, Kolaka Regency, Kolaka Utara Regency, Kolaka Timur Regency, Regency Konawe and Konawe Utara District. This study aims to determine the composition of freshwater gastropods and bivalves in Southeast Sulawesi Province - Mainland Clusters. This study aims to determine the composition of Gastropod and Bivalvia species of freshwater waters, is expected to be a database of Gastropod and Bivalvia biodiversity in Southeast Sulawesi Province. The study used a purposive randhom sampling method. Sampling was done manually and preserved with 70% alcohol solution. Species identification was carried out at the Laboratory of the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Halu Oleo University, Kendari. The composition of bivalvia and gastropoda in Southeast Sulawesi, were obtained by 11 families, 19 Genus and 102 Species, which consisted of 33 types identified or identified up to species level and 69 unidentified status types or identified only to the genus level (genus Clithon 42 species, genus Septaria 2 Type and genus Melanoides 25 species). bivalves and Gastropods with unidentified status are dominated by the family Neritidae genus Clithon and the Thiaridae family genus Melanoides, while the identified status is also dominated by the families Neritidae, Thiaridae, Ampullariidae and Corbicullidae. It was concluded that Southeast Sulawesi Province empirically has a very high biodiversity of gastropods and freshwater bivalves. 
Analisis dan Pemodelan Pencemaran Timbulan Sampah Menggunakan Aplikasi Integrated Waste Management 2 (IWM2) di Kawasan Pesisir Waha Raya, Kabupaten Wakatobi Muhammad Irpan Sejati Tassakka; Alfi Kusuma Admaja; Indah Alsita; Kezia Gloria Apriliana Runtu; Martina Rahmadani
Jurnal Airaha Vol 8 No 01: June 2019
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.12 KB) | DOI: 10.15578/ja.v8i1.110

Abstract

Waha Raya Coastal Area consists of 3 from 90 coastal villages in Wakatobi and included in tourism utilization zone. Currently, the waste management from community activities in there has not yet been optimal. This can affect the quality of coastal ecosystem and the economic value of tourism later. The aims of this paper are to estimate the total of waste generation, modeling the impact of pollution on water and air due to waste generation, and recommend the alternative sustainable waste management system in Waha Raya Coastal Area. The method of taking and measuring the sample of waste generation based on SNI 19-3964-1994, while method of analyzing waste management systems use the application of Integrated Wasted Management 2 (IWM2). After modeling the effects of pollution on water and air in 4 scenarios, it was found that the 4th scenario was able to reduce airborne particulate pollutants ammount 104.8 kg/year; CO2 of 102.6 kg year; CH4 36.0 kg/year; and 861.3 kg/year GWP. The 4th scenario is also able to reduce the level of water pollution those are BOD amount 146kg/year, COD amount 436 kg/year, SS 34 kg/year and Fe2+ 42 kg/year. The results indicate that the application of 4th scenario is able to be the alternative sustainable of waste management.
Pemodelan Emisi Udara Indikator Perubahan Iklim dari Sampah Laut di Kawasan Taman Nasional Laut: Pantai Sombu, Wakatobi Tassakka, Muhammad Irpan Sejati; Alsita, Indah; Sahari, Sariamin; Runtu, Kezia Gloria Apriliana; Kusuma Admaja, Alfi; Musrianton, Muhammad; Nasrun, Nasrun; Muhajirin, Muhajirin
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 10 (2023): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL X KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah laut meningkat secara drastis yang sejalan dengan peningkatan populasi, kunjungan wisatawan, dan eksplorasi sumber daya pesisir dan laut. Wilayah taman nasional laut merupakan studi kasus yang sempurna untuk sampah laut karena memiliki ekosistem yang paling rentan. Pantai Sombu merupakan salah satu kawasan perlindungan laut di Taman Nasional Wakatobi (TNW). Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode garis pantai NOAA dan pemodelan emisi udara menggunakan aplikasi IWM2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi rata-rata sampah laut diperkirakan 0,67 unit dan 0,036 kg per m2 dengan komposisi didominasi oleh jenis plastik yaitu 57,71% berdasarkan jumlah dan 48,74% berdasarkan berat. Jumlah dan komposisi sampah laut diperkirakan menghasilkan emisi udara yang berimplikasi pada perubahan iklim sebanyak 52 kgCO2/tahun; 23 kgCH4/tahun; dan 541 kgGWP/tahun.
Identifikasi Ekosistem Terumbu Karang Menggunakan Aplikasi Coral Point Count with excel extentions (CPCe) di Pulau Wangiwangi, Wakatobi, Indonesia Tassakka, Muhammad Irpan Sejati; Alsita, Indah; Sahari, Sariamin; Muniawati, Istiqomah; Admaja, Alfi Kusuma; Musrianton, Muhammad
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 10 (2023): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL X KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Nasional Wakatobi (TNW) merupakan taman laut terbesar kedua di Indonesia dengan luas total 1,39 juta hektar. Wakatobi merupakan akronim wangi-wangi, kaledupa, tomia dan binongko yang memiliki salah satu keanekaragaman terumbu karang tertinggi dalam konservasi laut di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi ekosistem terumbu karang saat ini khususnya di Pulau Wangiwangi. Pemantauan dilakukan di 11 lokasi dengan menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT). Proses analisis menggunakan software CPCe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terumbu karang di Pulau Wangiwangi tergolong baik dengan tutupan karang (hardcoral) sebesar 53,0%. Jenis terumbu karang dan substrat lainnya adalah Dead Coral (DC) sebesar 1,0%; Dead Coral with Algae (DCA) sebesar 7,7%; Soft Coral (SC) sebesar 12,6%; Sponge (SP) sebesar 1,6%; Fleshy Seaweed (FS) sebesar 4,7%; Other Biota (OT) sebesar 9,8%; Rubble (R) sebesar 4,3%; Sand (S) sebesar 2,7%; dan Rock (RK) sebesar 2,5%. Persentase tutupan karang tertinggi ada di Titik Waha (70,5%) dan terendah ada di Titik Sombu (38,7%).