Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengembangan LMS Berbasis PjBL untuk Meningkatkan Kompetensi Junior programmer Siswa SMKN 1 Kediri Mohammad Yusril Luqman Hakim; Bambang Sujatmiko
IT-Edu : Jurnal Information Technology and Education Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No 03 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/it-edu.v10i03.71065

Abstract

Kompetensi dasar yang dipelajari oleh siswa sebagai junior programmer adalah penerapan pemrograman terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemanfaatan Learning Management System (LMS) berbasis Moodle bernama Pemroke, yang dikembangkan dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL), terhadap peningkatan kompetensi junior programmer siswa kelas XI TKJ 1 di SMKN 1 Kediri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development  (R&D) dengan pendekatan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian terdiri dari 33 siswa kelas XI TKJ 1. Hasil validasi LMS Pemroke menunjukkan rata-rata skor validitas sebesar 86% yang dikategorikan “sangat valid”, mencakup RPP, materi, soal, dan media. Pengukuran hasil belajar dilakukan melalui nilai pretest dan posttest pada aspek kognitif dan psikomotorik, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas dan uji hipotesis. Berdasarkan uji Wilcoxon Signed-Rank Test (karena data tidak berdistribusi normal, Sig. < 0,05), diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 pada kedua aspek. Hasil ini menunjukkan perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest, sehingga dapat disimpulkan bahwa integrasi model PjBL dalam LMS Pemroke efektif dalam meningkatkan kompetensi siswa sebagai junior programmer.
Pengembangan LMS Moodle Berbasis PjBL dengan Pendekatan Computational Thinking untuk Meningkatkan Kompetensi Junior Web Developer Alvina Febrianti; Bambang Sujatmiko
IT-Edu : Jurnal Information Technology and Education Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No 03 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/it-edu.v10i03.71093

Abstract

Kesenjangan antara kompetensi lulusan SMK dan tuntutan industri, khususnya di bidang Rekayasa Perangkat Lunak, masih menjadi tantangan utama. Minimnya penerapan pembelajaran aktif seperti PjBL dan pendekatan Computational Thinking (CT) turut memengaruhi kesiapan siswa menghadapi dunia kerja. Penelitian ini bertujuan mengembangkan LMS berbasis Moodle yang mengintegrasikan PjBL dan CT untuk meningkatkan kompetensi Junior Web Developer. Penelitian ini menggunakan R&D dengan model ADDIE dan pendekatan kuantitatif, menggunakan pretest-posttest pada 35 siswa serta analisis data melalui uji Shapiro-Wilk dan Paired t-Test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan (55,07 menjadi 86,07) dan keterampilan (53,91 menjadi 86,46), dengan signifikansi 0,000 (< 0,05). Salah satu temuan menarik menunjukkan bahwa meskipun siswa awalnya belum mengenal CT, LMS dengan integrasi PjBL dan instruksi CT ini membantu mereka menerapkannya secara bertahap. Hasil ini terbukti efektif meningkatkan kompetensi dan membentuk pola pikir sistematis serta kolaboratif sesuai kebutuhan industri.
Rancang Bangun Learning Management System (LMS) Dengan Menerapkan Model Pembelajaran Berbasis Proyek (PBL) Untuk Meningkatkan Kompetensi Administrator Jaringan Dengan Mengimplementasikan Berpikir Kritis (Studi Kasus TKJ Kelas XI SMKN 2 Surabaya) Dian Novitasari; Bambang Sujatmiko
IT-Edu : Jurnal Information Technology and Education Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No 03 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/it-edu.v10i03.71126

Abstract

Pembelajaran abad ke-21 merupakan pendidikan yang mempersiapkan generasi untuk menghadapi dunia, di mana kemajuan teknologi yang pesat mempengaruhi semua aspek kehidupan, termasuk proses belajar mengajar. Tentunya, pembelajaran abad ke-21 ini bisa menjadi suatu inovasi dalam metode pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian ini bertujuan untuk rancang bangun sistem manajemen pembelajaran LMS dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek (PBL) dan menganalisis perbandingan analisis skor asesmen kompetensi administrator jaringan sebelum dan setelah diterapkan pembelajaran berbasis proyek (PBL). Metode penelitian yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE. Penelitian dilakukan di SMKN 2 Surabaya pada peserta didik XI TKJ 1 dengan jumlah 33 peserta didik. Pada penelitian ini terdapat pelaksanaan validasi produk berupa validasi RPP, Materi, Soal dan Media yang dilakukan ahlinya. Hasil dari Validasi RPP 90%, Validasi Materi 92%, Validasi Soal 87,5%, Media 89,09%. Hasil tersebut menunjukkan tingkat validasi yaitu sangat valid sehingga seluruh produk dinyatakan layak digunakan. Penelitian ini menggunakan nilai pretest dan postest untuk soal kognitif dan psikomotorik. Hasil pengujian test kognitif peserta didik dengan uji wilcoxon menunjukkan nilai symp.Sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Begitu pula hasil Paired Samples T-test test psikomotorik menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Karena nilai tersebut lebih kecil dari 0,05, maka disimpulkan bahwa H1 diterima atau terdapat perbedaan rata-rata antara skor asesmen kompetensi administrator jaringan sebelum dan setelah menggunakan LMS dengan menerapkan model pembelajaran berbasis proyek (PBL).
Pengembangan LMS Moodle Berbasis PjBL Untuk Meningkatkan Programmer Dasar di SMK Semen Gresik Yazid Fatihur; Bambang Sujatmiko
IT-Edu : Jurnal Information Technology and Education Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No 03 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/it-edu.v10i03.71279

Abstract

(1) Kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi siswa SMK di bidang pemrograman masih menjadi permasalahan dalam pendidikan kejuruan, yang salah satunya disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang belum mendukung keterlibatan aktif siswa. (2) Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Manajemen Pembelajaran berbasis Moodle dengan pendekatan Project Based Learning (PjBL) guna meningkatkan kompetensi dasar siswa dalam mata pelajaran Pemrograman Berorientasi Objek. (3) Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE dan desain One Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian adalah 27 siswa kelas XI RPL 1 di SMK Semen Gresik, dengan instrumen berupa validasi media, materi, soal, dan modul ajar oleh ahli. (4) Hasil validasi menunjukkan seluruh komponen termasuk kategori sangat valid dengan skor rata-rata di atas 85%. Uji hipotesis menghasilkan nilai signifikansi 0,001 < 0,05 yang mengindikasikan peningkatan kompetensi siswa. (5) Dengan demikian, implementasi LMS berbasis Moodle dengan pendekatan PjBL terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan dasar pemrograman siswa SMK.
Pengembangan LMS Berbasis Proyek Guna Meningkatkan Kompetensi Web Developer Siswa SMK Achmad Syahrul Ramadhan; Bambang Sujatmiko
IT-Edu : Jurnal Information Technology and Education Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No 03 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/it-edu.v10i03.71365

Abstract

Lulusan di Indonesia menghadapi ketidaksesuaian antara keterampilan mereka dengan kebutuhan industri. Hal ini mencakup masalah literasi, seperti kemampuan membaca dan menulis, serta etos kerja yang lemah, sebagaimana disoroti oleh hasil PISA Indonesia. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan dan mengkaji bagaimana sistem manajemen pembelajaran (LMS) berbasis proyek dapat membantu siswa RPL kelas 11 di SMKN 2 Surabaya dalam meningkatkan kemampuan pengembangan web mereka dengan menerapkan keterampilan berpikir komputasional. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan (R&D) berbasis model ADDIE, dengan pendekatan kuasi-eksperimental yang mengikuti Pretest-Posttest Control Group Design. Untuk pengumpulan data, tes (kognitif dan psikomotorik), kuesioner, observasi, dan wawancara dilakukan. Temuan menunjukkan bahwa LMS "e-ASRam", berdasarkan umpan balik dari validator dan siswa, memiliki manfaat penting dalam hal kegunaan dan kesederhanaan. Hasil uji hipotesis menggunakan Mann-Whitney U menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Nilai signifikansi untuk keterampilan kognitif adalah 0,047 (<0,05) dan untuk keterampilan psikomotorik adalah 0,000 (<0,05). Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan hasil belajar dibandingkan dengan kelompok kontrol. Singkatnya, pembuatan LMS "e-ASRam" menggunakan pendekatan PjBL telah efektif dan sesuai untuk meningkatkan keterampilan pengembangan web secara signifikan.
Rancang Bangun LMS Berbasis PjBL Untuk Meningkatkan Kompetensi Junior Mobile Programmer SMK Negeri 2 Surabaya Nur Rahmawati; Bambang Sujatmiko
IT-Edu : Jurnal Information Technology and Education Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No 03 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/it-edu.v10i03.71414

Abstract

Kemajuan teknologi menuntut lulusan pendidikan, termasuk SMK, untuk memiliki keterampilan yang relevan seperti kemampuan berpikir kritis. Namun, masih banyak pembelajaran di SMK yang dilakukan secara konvensional,  serta kurang mampu mendorong siswa mengembangkan keterampilan aplikatif dan kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan Learning Management System (LMS) berbasis Project Based Learning (PBL) guna meningkatkan kompetensi Junior Mobile Programmer pada siswa kelas XI Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) melalui mata pelajaran Pemrograman Perangkat Bergerak di SMK Negeri 2 Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode R&D secara kuantitatif. Serta model pengembangan ADDIE. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis efektivitas LMS yang dirancang dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa baik dari aspek kognitif maupun psikomotorik. Efektivitas LMS diuji melalui analisis uji paired sample t-test terhadap nilai pretest dan posttest siswa.  Hasil analisis data yang dilakukan melalui uji hipotesis menggunakan teknik paired sample t-test terhadap hasil pretest dan posttest siswa, menunjukkan kedua uji tersebut menghasilkan nilai signifikan (Sig. 2-tailed) kurang dari 0,001, yang berada di bawah tingkat signifikansi 0,05. Sehingga penggunaan LMS berbasis PJBL dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa.
Penerapan Model PjBL dipadu Drill and Practice Guna Meningkatkan Keaktifan dan Ketuntasan Belajar Miftakhul Hidayati; Maulida Alifah; Maya Febrianita; Maya Rosa Romadhona; Mega Maduratna Juwita; Mellanie Nadya Azmi Haq; Bambang Sujatmiko; Wiyono Wiyono
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3402

Abstract

Kesulitan belajar peserta didik dalam memahami materi pembelajaran, salah satu penyebabnya yaitu kurang tepatnya model dan metode pembelajaran yang digunakan. Adapun penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui adanya peningkatan keaktifan dan ketuntasan belajar peserta didik kelas X TKJ 1 di SMKN 1 Surabaya ketika melakukan penerapan model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) dipadu dengan metode Drill and Practice pada mata pelajaran informatika materi algoritma pemrograman. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dengan runtutan kegiatan pra-siklus terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat keaktifan dan ketuntasan belajar peserta didik. Kemudian melakukan proses pembelajaran siklus I menggunakan model pembelajaran PjBL dipadu dengan drill and practice, lalu dilanjutkan dengan siklus II. Perhitungan peningkatan keaktifan dan ketuntasan peserta didik dapat dilihat dari tahap pra siklus pada masing-masing siklus. Pada pra siklus diperoleh hasil 9% peserta didik yang aktif dan 11% peserta didik yang tuntas. Pada siklus I diperoleh hasil 40% peserta didik yang aktif dan 66% peserta didik yang tuntas. Kemudian pada siklus II diperoleh hasil 86% peserta didik yang aktif dan 89% peserta didik yang tuntas. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran project-based learning dipadu dengan metode drill and practice dapat meningkatkan keaktifan dan ketuntasan belajar peserta didik.