Sapja Anantanyu
Universitas Sebelas Maret Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH JUS BUAH NAGA MERAH DAN SENAM TERHADAP KADAR HDL LANSIA Khusnul Khotimah; Sapja Anantanyu; Budiyanti Wiboworini; Diffah Hanim
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 2, Juli 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.215 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i2.282

Abstract

Lansia sering mengalami peningkatan kadar LDL dan rendahnya kadar HDL. Proses ini erat kaitannya dengan radikal bebas, untuk mencagah dan menanggulanginya dengan cara meningkatkan konsumsi buah naga merah, jus ini memiliki kandungan niasin, vitamin C dan asam palmitat yang dan dapat meningkatkan kadar HDL. Penangulangan secara non farmakologis dengan olah raga. Olah raga meningkatkan kapasitas otot skelet dalam mengoksidasi asam lemak menjadi karbondioksida dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah naga merah dan senam lansia terhadap kadar High Density Lipoprotein (HDL) lansia. Desain Penelitian yang digunakan adalah Pre and Pos test with control group desain, subjeknya adalah lansia, dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan yang diberi senam dan jus buah naga merah dengan dosis 2.86 gr/kg BB/hari. Intervensi dilakukan selama 14 hari. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk. Analisis statistik menggunakan 2 way anova, independent t-test dan Mann-Whitney. Hasil perhitungan pada HDL perlakuan jus buah naga, senam lansia, gabungan keduanya mengalami peningkatan signifikan, masing-masing memiliki probabilitas 0,040, 0,000, dan 0,001. Sedangkan pada kontrol tidak mengalami peningkatan signifikan dengan probabilitas 0,306. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian jus buah naga, senam lansia, dan gabungan keduanya terbukti secara statistik meningkatkan kadar High Density Lipoprotein (HDL). Elderly often experience elevated levels of LDL and low levels of HDL. This process is closely related to free radicals, to prevent and avoid by increasing the consumption of red dragon fruit, this juice has niacin content, vitamin C and palmitic acid which and can increase HDL levels. Non-pharmacological cultivation with exercise. Exercise increases skeletal muscle capacity in oxidizing fatty acids to carbon dioxide and water. This study aims to determine the effect of red dragon fruit juice and elderly gymnastics on levels of High Density Lipoprotein (HDL) elderly. The research design used was Pre and Pos test with control group design, subjects were elderly, divided into 2 groups, namely control group and treatment group who were given gymnastics and red dragon fruit juice with dose 2.86 gr / kg BW / day. Intervention is done for 14 days. Normality test using Shapiro-Wilk. Statistical analysis using 2 way anova, independent t-test and Mann-Whitney. The results of the HDL treatment of dragon fruit juice, elderly gymnastics, combined both had significant increases, each having a probability of 0.040, 0.000, and 0.001. While the control did not increase significantly with probability 0.306. The conclusion of this study is the provision of dragon fruit juice, elderly gymnastics, and the combination of both proven statistically increase levels of High Density Lipoprotein (HDL).
KEBIASAAN MAKAN, AKTIVITAS FISIK DAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) MAHASISWA S-1 UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA Aisyah Nurkhopipah; Ari Natalia Probandari; Sapja Anantanyu
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.783 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.342

Abstract

Bagian penting dari mahasiswa adalah mereka mengalami masa transisi kuat dengan perubahan lingkungan yang ditandai dengan pola makan yang tidak sehat dan kurang aktivitas fisik yang menempatkan mahasiswa pada risiko yang lebih besar dari kenaikan berat badan. Kelebihan berat badan dan obesitas terjadi pada mahasiswa, menurut Centers for Disease Control (CDC), prevalensi obesitas pada mahasiswa laki-laki adalah 29,5% dan pada mahasiswa perempuan sebesar 32,6%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kebiasaan makan dan aktivitas fisik dengan Indeks Massa Tubuh mahasiswa S-1 UNS. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Subjek penelitian ini adalah seluruh mahasiswa program studi S-1 UNS pada tahun 2016 yaitu sejumlah 24.826 orang. Data dianalisis dengan chi square dan regresi logistic multinomial. Hasil uji korelasi chi square, menunjukkan bahwa kebiasaan makan tidak berhubungan secara signifikan dengan IMT Normal-Kurus ataupun IMT Normal-Gemuk (p = 0,193 & p = 0,446), sedangkan aktivitas fisik mempunyai hubungan yang signifikan dengan IMT Normal-Gemuk (p = 0,029),tetapi tidak berhubungan dengan IMT normal-kurus (p=0,655). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan dengan IMT normalkurus ataupun IMT normal-gemuk. Tidak ada hubungan antara aktifitas fisik dengan IMT normal-kurus namun terdapat hubungan yang signifikan antara variable aktivitas fisik dengan IMT normal-gemuk. The important part of the students is that they experience a strong transition period with environmental changes characterized by an unhealthy diet and lack of physical activity that puts students at greater risk of weight gain. Overweight and obesity occurs in college students, according to the Centers for Disease Control (CDC), the prevalence of obesity in male students is 29.5% and in female students 32.6%. The purpose of this study was to analyze the relationship between eating habits and physical activity with the body mass index of S-1 UNS students. Type of observational analytic research with Cross Sectional approach. The subjects of this study are all S-1 students of UNS program in 2016 that is 24,826 people. Data were analyzed by chi square and multinomial logistic regression. The result of chi square correlation test showed that Eating Habits did not correlate significantly with Normal BMI - Thin or Normal BMI - Overweight (p = 0,193 & p = 0,446), whereas Physical Activity had significant relation with Normal BMI – Overweight (p = 0,029 ), But not related to normal BMI-thin (p = 0.655). Conclusion of the research is there was no significant association between eating habits with normal BMI-thin or normal-fat BMI. There was no relationship between physical activity and normal BMI-but there was a significant relationship between physical activity variables and normal-fat BMI.