Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI KASUS PENERAPAN TERAPI DZIKIR PADA PASIEN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI (HALUSINASI PENDENGARAN) DIRUANG ARJUNA RSUD BANYUMAS Amalia Diah Intan Pratiwi; Arni Nur Rahmawati
JISOS: JURNAL ILMU SOSIAL Vol. 1 No. 6: Juli 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.019 KB)

Abstract

Halusinasi adalah bentuk gangguan orientasi realita yang ditandai dengan seseorang memberikan tanggapan atau penilaian tanpa adanya stimulus yang diterima olehpanca indera, dan merupakan suatu bentuk dampak dari gangguan persepsi. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan persepsi sensori pendengaran dengan terapi dzikir. Metode yang digunakan peneliti yaitu studi kualitatif dengan menggunakan study case research (studi kasus) menggunakan pendekatan proses keperawatan (nursing proces) pada 1 pasien yang mengalami gangguan persepsi sensori. Proses pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan melihat rekam medis pasien.Analisa data dilakukan dengan koleksi data dan reduksi data. Hasil penelitian menujukkan seluruh intervensi berhasil dilakukan dan masalah keperawatan teratasi ditunjukkan dengan pasien mampu mengontrol halusinasi pendengarannya dengan berzikir. Terapi Spiritual dengan Dzikir secara Islami, yaitu suatu perlakuan dan pengobatan yang ditujukan kepada penyembuhan suatu penyakit mental, kepada setiap individu, dengan kekuatan batin atau ruhani, yang berupa ritual keagamaan bukan pengobatan dengan obat-obatan, dengan tujuan untuk memperkuat iman seseorang agar ia dapat mengembangkan potensi diri dan fitrah beragama yang dimilikinya secara optimal. Maka dapat disimpulkan penerapan terapi dzikir dapat mengontrol halusinasi pendengaran yang dialami klien.Kata kunci : Gangguan persepsi sensori pendengaran, halusinasi, terapi dzikir
Gambaran Kekuatan Otot pada Lansia di Ryukyu Medicals Okinawa Japan Amalia Diah Intan Pratiwi; Tri Sumarni; Maria Paulina Irma Susanti
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.405 KB)

Abstract

Lansia merupakan kelompok umur manusia yang mengalami sebuah proses penuaan, dimana seseorang akan mengalami penurunan fungsi dari segi biologis, psikologis, sosial, spiritual dan neurologis, termasuk kekuatan otot dan aktifitas sehari-hari seperti makan, berdandan, tolileting, pengontrolan eliminasi, berpindah dan mobilisasi secara mandiri. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui gambaran kekuatan otot pasien lansia Ryukyu Medicals Okinawa Japan. Metode : Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode penelitian lapangan. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Responden dalam penelitian ini sebanyak 68 pasien lansia, dan instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi kekuatan otot. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa: 1) Berdasarkan parameter tangan kanan menunjukan bahwa dari 68 responden, sebagian besar yakni 36 responden (52,9%) memiliki kekuatan otot tangan kanan dapat bergerak dan melawan tahanan dengan kekuatan penuh. Sedangkan paling sedikit 1 responden (1,5%) tidak ada gerakan otot sama sekali. Berdasarkan parameter kaki kanan menunjukan bahwa dari 68 responden, sebagian besar yakni 27 responden (39,7%) memiliki kekuatan otot kaki kanan dapat melawan tahanan tetapi masih lemah. Sedangkan paling sedikit 1 responden (1,5%) tidak ada gerakan otot sama sekali. Berdasarkan parameter tangan kiri nunjukan bahwa dari 68 responden, sebagian besar yakni 34 responden (50,0%) memiliki kekuatan otot tangan kiri dapat bergerak dan melawan tahanan dengan kekuatan penuh. Sedangkan paling sedikit 2 responden (12,9%) tidak ada gerakan otot sama sekali. Berdasarkan parameter kaki kiri menunjukan bahwa dari 68 responden, sebagian besar yakni 21 responden (30,9%) memiliki kekuatan otot kaki kiri dapat melawan tahanan tetapi masih lemah. Sedangkan paling sedikit 3 responden (4,4%) tidak ada gerakan otot sama sekali. Kata kunci : Lansia, Kekuatan Otot, Mobilitas