Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH PILATES EXERCISE TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI DISMENORHEA PADA REMAJA PUTRI DI PURWOKERTO Alvina Destyaningrum; Atun Raudotul Ma’rifah; Maria Paulina Irma Susanti
Viva Medika Vol 10 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.648 KB) | DOI: 10.35960/vm.v10i1.140

Abstract

Dismenorhea is pain that happen before or during menstruation. Dismenorhea can be mild is cramping pain in the genital area or something bad that can influence the daily activities. Symptoms that occurred in dismenorhea namely nausea and vomiting, diarrhea, headache, dizziness, sweating, tachycardia, and fainting. Nonfarmakology treatment that can be used to reduce pain of dismenorhea is doing pilates exercise. The purpose of this study was to determine the effect of Pilates exercise in reducing pain of scale dismenorhea in female teenagers in Orphanage Muhammadiyah Purwokerto. The type of this research is pre-experimental with the approach of one group pretest and posttest design. The technique sampling used was purposive sampling, where samples were taken in accordance with the will of the researcher. Respondents in this study were 18 people who suffered from dismenorhea. The data was taken by observing the pain scale before and after the pilates exercise using Numeric Rating Scale observation sheet. The statistical test used in this study was the Wilcoxon signed rank test. The results showed difference of dismenorhea pain scale before and after doing pilates exercise in adolescent girls in the orphanage Muhammadiyah Purwokerto, where the test results showed statistically significant value (0.00> 0.05). Thus, it was concluded that the pilates exercise can reduce pain scale dismenorhea in female teenagers in the Orphanage Muhammadiyah Purwokerto . Keywords: Pilates Exercise, Dismenorhea pain.
Studi Kestabilan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Dan Faktor Yang Memengaruhinya suci khasanah; Maria Paulina Irma Susanti
Viva Medika Vol 12 No 02 (2019): Viva Medika: Jurnal Kesehatan, Kebidanan, dan keperawatan
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.553 KB) | DOI: 10.35960/vm.v11i02.429

Abstract

Instability of blood pressure is a condition in which the blood pressure is within the range of changes that tends to be constant. The blood pressure on the hypertensive people may change anytime, and it is difficult to be predicted. Even in some cases, the change of blood pressure cannot be felt by the sufferers, although it is much higher than the normal range. This may endanger the sufferers’ condition. This research aimed to know the blood pressure stability and the related factors of hypertensive people in Tambaksogra Village, Community Health Center 1 Sumbang. This research used observational analysis study design with cross sectional approach. The number of samples was 42 respondents; it was taken by using cluster sampling technique. The observation of blood pressure were done in 6 (six) days with daily measurement of the influencing factors. The data was analyzed by using lamda and coefficient of contingency. The result of the research showed that 90,5% of the respondents had unstable blood pressure (90,5%). The respondents with bad sleep quality were the most respondents who had unstable blood pressure (80,9%), p value 0,032; dominantly the respondents having unstable blood pressure were those who had normal level of stress (40,5%), p value 0,143; the obese respondents or non-obese respondents were the most respondents who had unstable blood pressure with p value 0,898. It can be concluded that almost all respondents have unstable blood pressure in six days observation and there is a correlation between sleep quality and the instability of blood pressure. Keywords: Blood Pressure Stability, Sleep Quality, Stress, and Obesity
TEKNIK RELAKSASI: GENGGAM JARI UPAYA MENURUNKAN KECEMASAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL YANG MENJALANI HAEMODIALISA DI RST WIJAYAKUSUMA PURWOKERTO Adiratna Sekar Siwi; Maria Paulina Irma Susanti
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AL-IRSYAD (JPMA) Vol. 1, No. 2, Oktober 2019
Publisher : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AL-IRSYAD (JPMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien yang menjalani hemodialisa dalam jangka waktu panjang akan menghadapi berbagai masalah, seperti finansial, kesulitan untuk bekerja, dorongan seksual yang menurun, depresi dan ketakutan menghadapi kematian. Hal ini mengakibatkan masalah psikososial, seperti ketidakmampuan dalam melanjutkan gaya hidup normalnya, kemandirian dalam menjalani hidup kecemasan, depresi, isolasi sosial, kesepian, tidak berdaya, dan putus asa. Pengabdian ini dilakukan di ruang Haemodialisa RST Wijayakusuma Purwokerto, dimana pasien yang menjalani haemodialisa. Tujuan dari pengabdian ini untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan tentang teknik relaksasi: genggam jari pada pasien gagal ginjal yang menjalani haemodialisa di RST Wijayakusuma Purwokerto. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah pendekatan, pengukuran tingkat kecemasan pasien (pre dan post) menggunakan kuesioner ZSAS, memberikan pengetahuan tentang teknik relaksasi: genggam jari (ceramah, diskusi) dan memberikan pelatihan teknik relaksasi: genggam jari. Hasil kegiatan ini adalah tingkat kecemasan sebelum dilakukan pelatihan teknik genggam jari kecemasan ringan sebanyak 20 responden (77%) dan kecemasan sedang sebanyak 6 responden (23%) dan setelah dilakukan tindakan kecemasan ringan sebanyak 25 responden (96.2%) dan tingkat kecemasan sedang sebanyak 1 responden (3.8%). Pasien tetap menerapkan teknik relaksasi: genggam jari pada saat merasa cemas dan dilakukan dengan mandiri.
Gambaran Kekuatan Otot pada Lansia di Rojinhome Roku Jyu En (Oroku Hospital) Okinawa Jepang Deviana Indah Krisdayanti; Amin Susanto; Maria Paulina Irma Susanti
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.234 KB)

Abstract

Setiap orang mengalami proses penuaan. Proses penuaan mengakibatkan terjadinya perubahan anatomik dan fungsional dari organ-organ tubuh. Diantaranya perubahan pada sistem panca- Pinontoan, Marunduh, Wungow: Gambaran kekuatan otot pada lansia indra, gastro-intestinal, kardiovaskuler, respirasi, endokrinologi, hematologik, persendian, otot, tulang, dan lain-lain. Kekuatan merupakan unsur penting dalam tubuh manusia, kekuatan adalah komponen yang sangat penting guna meningkatakn kondisi fisik seseorang secara keseluruhan. Penelitian ini merupakan peneliltian deskriptif dengan rancangan potong lintang mengunakan jenis analisis yang digunakan, yakni analisis univariat. Lokasi dilakukan di Rojinhome Roku Jyu En (Oroku Hospital) Okinawa Jepang. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 lansia, terdiri dari 14 laki-laki dan 16 perempuan. Kekuatan otot pada lansia diukur pada gerakan fleksi siku, ekstensi siku, fleksi bahu, ekstensi bahu, abduksi bahu, fleksi lutut, ekstensi lutut serta dorsofleksi. Hasil karakteristik umur dan jenis kelamin sebagian besar responden adalah perempuan, dan banyak mayoritas dengan lansia yang masuk dalam kategori manula. Rata-rata lansia yang memiliki kekuatan otot lebih kuat adalah laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Rata-rata lansia dengan kekuatan otot tertinggi masuk dalam kategori lansia muda, sedangkan paling lemah masuk dalam usia lansia tua.
Gambaran Kekuatan Otot pada Lansia di Ryukyu Medicals Okinawa Japan Amalia Diah Intan Pratiwi; Tri Sumarni; Maria Paulina Irma Susanti
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.405 KB)

Abstract

Lansia merupakan kelompok umur manusia yang mengalami sebuah proses penuaan, dimana seseorang akan mengalami penurunan fungsi dari segi biologis, psikologis, sosial, spiritual dan neurologis, termasuk kekuatan otot dan aktifitas sehari-hari seperti makan, berdandan, tolileting, pengontrolan eliminasi, berpindah dan mobilisasi secara mandiri. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui gambaran kekuatan otot pasien lansia Ryukyu Medicals Okinawa Japan. Metode : Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode penelitian lapangan. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Responden dalam penelitian ini sebanyak 68 pasien lansia, dan instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi kekuatan otot. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa: 1) Berdasarkan parameter tangan kanan menunjukan bahwa dari 68 responden, sebagian besar yakni 36 responden (52,9%) memiliki kekuatan otot tangan kanan dapat bergerak dan melawan tahanan dengan kekuatan penuh. Sedangkan paling sedikit 1 responden (1,5%) tidak ada gerakan otot sama sekali. Berdasarkan parameter kaki kanan menunjukan bahwa dari 68 responden, sebagian besar yakni 27 responden (39,7%) memiliki kekuatan otot kaki kanan dapat melawan tahanan tetapi masih lemah. Sedangkan paling sedikit 1 responden (1,5%) tidak ada gerakan otot sama sekali. Berdasarkan parameter tangan kiri nunjukan bahwa dari 68 responden, sebagian besar yakni 34 responden (50,0%) memiliki kekuatan otot tangan kiri dapat bergerak dan melawan tahanan dengan kekuatan penuh. Sedangkan paling sedikit 2 responden (12,9%) tidak ada gerakan otot sama sekali. Berdasarkan parameter kaki kiri menunjukan bahwa dari 68 responden, sebagian besar yakni 21 responden (30,9%) memiliki kekuatan otot kaki kiri dapat melawan tahanan tetapi masih lemah. Sedangkan paling sedikit 3 responden (4,4%) tidak ada gerakan otot sama sekali. Kata kunci : Lansia, Kekuatan Otot, Mobilitas
Gambaran Kualitas Tidur pada Lansia di Panti Sosial Teinsaguno Ie Itoman Okinawa Jepang Retno Monicha Sari; Maria Paulina Irma Susanti; Wilis Sukmaningtyas
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.387 KB)

Abstract

Lansia adalah seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun keatas. Lansia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupannya.sedangkan Kualitas tidur adalah kepuasan terhadap tidur, sehingga orang tersebut tidak memperlihatkan perasaan lelah, mudah terangsang dan gelisah, lesu dan apatis, kehitaman di sekitar mata, kelopak mata bengkak, konjungtiva merah, perhatian terpecah, sakit kepala dan sering menguap atau mengantuk. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Kualitas Tidur pada Lansia di Panti Sosial Teinsaguno Ie Itoman Okinawa Jepang. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan desain penelitian observational atau pengumpulan data sekaligus pada satu saat (point time approach). Sampel pada penelitian ini adalah dua puluh tujuh responden dengan lansia berjenis kelamin perempuan ada 16 dan 11 lansia berjenis kelamin laki-laki. Pengukuran kualitas tidur ini menggunakan kuesioner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index). Analisis ada yang digunakan yaitu Univariat menggunakan uji distribusi frequency. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulitas tidur pada lansia di panti sosial Teinsaguno Ie Itoman Okinawa Jepang sebagian besar adalah buruk sebanyak 22 responden (81,5%), kualitas tidur buruk berdasarkan umur terdapat pada umur 75-90 tahun sebanyak 14 responden (77,8%), sedangkan kualitas tidur buruk berdasarkan jenis kelamin terdapat pada lansia perempuan sebanyak 14 responden (87,5%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kualitas tidur pada lansia sangat buruk karena faktor usia lansia dan jenis kelamin. Kata kunci : Kualitas tidur, Lansia, Pittsburgh Sleep Quality Index