Oki Mardiawan
Universitas Islam Bandung

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Studi Banding Cybersex berdasarkan Gender Febriana Mileani Garnita; Mardiawan, Oki
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.12985

Abstract

Abstract. The rapid development of technology has changed most individual habits. However, this development has given rise to the phenomenon of cyber intimacy, which eventually leads to cybersex. This study aims to determine whether there are differences in cybersex behavior based on male and female genders. To identify any differences, data were analyzed using an Independent Sample T-Test involving 241 subjects who follow the @basefwbiru autobase on the social media platform X, aged 18-25 years, using Purposive Sampling. The measurement tool used in this study is The Internet Sex Screening Test (ISST) developed by Delmonico and Miller (2003) and modified by Putri (2021). The results of this study indicate that there are no differences between males and females in cybersex behavior on the @basefwbiru autobase, with the average female gender score being higher compared to males. Abstrak. Perkembangan teknologi yang pesat mengubah sebagian besar kebiasaan individu. Namun, perkembangan tersebut memunculkan fenomena keintiman siber yang pada akhirnya memunculkan cybersex. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan perilaku cybersex dilihat berdasarkan gender laki-laki dan perempuan. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan, data dianalisis menggunakan Independent Sample T-Test yang melibatkan 241 subjek dari pengikut autobase @basefwbiru pada media sosial X yang berusia 18 – 25 tahun dengan Purposive Sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah The Internet Sex Screening Test (ISST) yang disusun oleh Delmonico dan Miller (2003) dan dimodifikasi oleh Putri (2021). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan antara laki-laki dan perempuan pada perilaku cybersex di Autobase @basefwbiru, dan rata-rata gender perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki.
Hubungan Stres Akademik dengan Perilaku Cyberloafing pada Mahasiswa Muhammad Nurul Aziz; Oki Mardiawan
Jurnal Riset Psikologi Volume 5, No. 1 Juli 2025, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v5i1.6351

Abstract

Abstract. This research aims to determine the relationship between academic stress and cyberloafing behavior among students in the city of Bandung. This research uses a cross-sectional survey. The measuring instruments used in this research are academic stress which was measured using the Student-Life Stress Inventory (SSI) adapted by Pragholapati and cyberloafing which was measured using the cyberloafing scale adapted by Simanjuntak. The sample for this research was 291 student respondents in Bandung City. From the results of confirmatory factor analysis with SEM, the proposed model meets the fit criteria (GFI = 0.935; CFI = 0.954; IFI = 0.954; NFI = 0.908; RMSEA = 0.057). The results of research using the Structural Equation Modeling (SEM) analysis model show that there is a positive relationship between academic stress and cyberloafing behavior in students in Bandung City with a positive significant value of 0.084. This value shows that there is a weak correlation between academic stress and cyberloafing behavior with a positive relationship, so the higher the level of academic stress, the higher the level of cyberloafing among students in Bandung City. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara stres akademik dengan perilaku cyberloafing pada mahasiswa di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan survey dengan cross-sectional. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yakni stres akademik yang diukur menggunakan Student-Life Stress Inventory (SSI) yang diadaptasi oleh Pragholapati dan cyberloafing yang diukur mengunakan skala cyberloafing yang diadaptasi oleh Simanjuntak. Sampel penelitian ini sebanyak 291 responden mahasiswa di Kota Bandung. Dari hasil analisis faktor konfirmatori dengan SEM, model yang diajukan memenuhi kriteria fit (GFI = 0,935; CFI = 0,954; IFI = 0,954; NFI = 0.908; RMSEA = 0,057). Hasil penelitian dengan menggunakan model analisis Structural Equation Modeling (SEM) menunjukkan terdapat hubungan yang positif antara stres akademik dengan perilaku cyberloafing pada mahasiswa di Kota Bandung dengan nilai signifikan positif sebesar 0.084. Nilai tersebut menunjukkan adanya korelasi yang lemah antara stres akademik dengan perilaku cyberloafing dengan arah hubungan positif, maka semakin tinggi tingkat stres akademik maka semakin tinggi pula tingkat cyberloafing pada mahasiswa di Kota Bandung.
Hubungan Work-life Balance dan Psychological Well-being Pada Atlet E-sports Ahmad Farly Akbar; Oki Mardiawan
Jurnal Riset Psikologi Volume 5, No. 1 Juli 2025, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v5i1.6768

Abstract

Abstract. The high level of e-sports activities in West Java & Jakarta can be seen from the number of e-sports events such as the Governor's Cup and the President's Cup of the e-sports industry. In addition, the high interest in e-sports can be seen from the increasing number of participants in the President's Cup from 18 thousand participants in 2018 to 177 thousand participants in 2020 Anggoro. The high working hours that e-sports athletes have, reaching 12-14 hours, may affect the psychological well-being of these athletes, as previous research only discusses general work such as lecturers and nurses, and for e-sports athletes themselves there has been no research on these two variables. The purpose of this study was to determine the relationship between work-life balance and psychological well-being among e-sports athletes in West Java & Jakarta. This research method uses quantitative with cross-sectional design. Data analysis using structural equation modelling (SEM) with respondents in this study total 230 E-sports athletes in West Java. This study uses a psychological scale with Fisher, Bulger, and Smith's (2009) work-life balance measurement instrument adapted by Gunawan (2019) and Ryff's (1989) psychological well-being measurement instrument adapted and revised by Revelia (2018). The results of this study indicate a positive relationship between work-life balance and psychological well-being in West Java and Jakarta e-sports athletes worth (55%). These results indicate that with an increase in Work-life balance, E-sports athletes will experience an increase in Psychological well-being. Abstrak. Tingginya kegiatan e-sports di Jawa Barat & Jakarta dengan dilihat dari banyaknya event e-sports seperti piala gubernur dan Piala Presiden cabang e-sports. Selain itu tingginya peminat e-sports bisa dilihat dari meningkatnya jumlah pendaftar pada piala presiden dari 18 ribu peserta di tahun 2018 menjadi 177 ribu perserta di tahun 2020 Anggoro. Tingginya waktu bekerja yang dimiliki atlet e-sports, yaitu mencapai 12-14 jam dapat mempenagruhi Psychological well-being pada atlet tersebut, dikarenakan penelitian sebelumnya hanya membahas mengenai pekerjaan umum seperti dosen dan perawat, dan untuk atlet e-sports sendiri belum ada penelitian yang dilakukan mengenai kedua variabel ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Work-life balance dan Psychological well-being pada atlet E-sports Jawa Barat & Jakarta. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan responden pada penelitian ini berjumlah sebanyak 230 orang atlet E-Sport di Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan skala psikologis dengan alat ukur Work-life balance dari Fisher, Bulger, and Smith, (2009) yang diadaptasi oleh Gunawan (2019), dan alat ukut Psychological well-being dari Ryff (1989) yang telah diadaptasi dan direvisi oleh Revelia (2018). Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya hubungan positif antara Work-life balance dan Psychological well-being pada atlet E-sports Jawa Barat & Jakarta senilai (55%). Hasil ini menunjukan bahwa atlet e-sports akan mengalami peningaktan Psychological well-being seiring dengan meningkatnya Work-life balance.
Hubungan Antara Employee Engagement dan Perilaku Cyberloafing pada Karyawan Generasi Y dan Z Sabila Nadhirah Kurnia; Oki Mardiawan
Jurnal Riset Psikologi Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v3i2.2753

Abstract

Abstract. This study aims to examine the relationship between employee engagement and cyberloafing behavior among Generation Y and Z employees in Bandung City. The theoretical concepts used are the theory by Shuck et al. (2014) to explain the concept of employee engagement and Blau et al. (2006) to explain the concept of cyberloafing. The research employed a non-experimental quantitative method in the form of a cross-sectional survey study with a total of 233 respondents. The measuring instruments used in this study were The Employee Engagement Scale (EES) developed by Shuck et al. (2016), which was adapted into Indonesian by Astari et al. (2022), and a cyberloafing measuring instrument constructed by the researchers based on Blau et al.’s (2006) theory. The data analysis technique used was Spearman Rank correlation test analysis. The result of this study revealed a negative relationship between employee engagement and cyberloafing behavior among Generation Y and Z employees in Bandung City (rs = -0.341). This indicates that the higher the level of employee engagement among Generation Y and Z employees, the lower their level of cyberloafing behavior. Abstrak. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kekuatan hubungan employee engagement dengan perilaku cyberloafing pada karyawan generasi Y dan Z di Kota Bandung. Konsep teori yang digunakan yakni teori Shuck et al. (2014) untuk menjelaskan konsep employee engagement dan teori Blau et al. (2006) untuk menjelaskan konsep cyberloafing. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif non eksperimental berupa studi survei cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 233 orang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah The Employee Engagement Scale (EES) milik Shuck et al. (2016) yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh Astari et al. (2022) dan alat ukur cyberloafing yang dikonstruksi oleh peneliti berdasarkan teori Blau et al. (2006). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan yang negatif di antara employee engagement dan perilaku cyberloafing pada karyawan generasi Y dan Z di Kota Bandung (rs = -0.341). Hal ini berarti semakin tinggi tingkat employee engagement karyawan generasi Y dan Z, maka semakin rendah tingkat cyberloafing yang dimiliki.
Keterampilan Sosial dan Adiksi Internet: Peran Moderasi Durasi Penggunaan Internet Oki Mardiawan; Ali Mubarak; Ayu Tuty Utami
Schema: Journal of Psychological Research Vol. 9 No. 01 (2024): SCHEMA Volume 9 No.1 Mei 2024
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/schema.v9i01.4137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara keterampilan sosial dan adiksi internet, dengan mempertimbangkan durasi penggunaan internet sebagai variabel moderator. Studi dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif cross-sectional, dengan melibatkan partisipan penelitian sebanyak 250 orang pemuda pengguna internet dari Kota Bandung. Pengukuran dilakukan menggunakan skala modifikasi keterampilan sosial yang dikembangkan oleh Buhrmester et al. (1988) dan skala adiksi internet yang dikembangkan oleh Chang dan Man Law (2008). Analisis data dilakukan dengan moderated regression analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan sosial tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan adiksi internet, begitupun dengan durasi penggunaan internet tidak menunjukkan hubungan yang signifikan juga dengan adiksi internet. Selain itu, tidak ditemukan interaksi antara keterampilan sosial dan gender maupun keterampilan sosial dan durasi penggunaan internet dalam memprediksi adiksi internet. Kata Kunci : Keterampilan Sosial, Adiksi Internet, Moderated Regression Analysis (MRA)