Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Politik Pembangunan terhadap Kesejahteraan Masyarakat Helmi Dwi Agung Pambudi; Nia Kurniasari
Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota (JRPWK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.643 KB) | DOI: 10.29313/jrpwk.v1i2.378

Abstract

Abstract. West Bandung Regency is an area located in the Bandung Metropolitan Area, on the other hand, West Bandung Regency is also a peripheral area which tends to have dependence on the center, namely Bandung City and Cimahi City. In the implementation of development, it is necessary to understand thoroughly in advance the meaning of development. Historically-ideologically, the idea of ​​development is used as a Style of Governance to focus on the mechanism of economic productivity, resulting in efforts to narrow social space and minimize things that trigger social conflict. Therefore, the role of the state apparatus in the form of institutions is needed to ensure the creation of a mechanism that minimizes horizontal and ideological conflicts by prioritizing consensus and order. In terms of development politics determining sustainable development, in addition to the physical area, social development also needs to be the main focus for development in West Bandung Regency. In this study, the MICMAC and MACTOR analysis methods used input data from primary and secondary surveys. As for the approach method using case studies. The purpose of this study is to map the role of actors on development variables and determine the relationship between variables and the actors involved. Abstrak. Kabupaten Bandung Barat merupakan suatu wilayah yang berada di kawasan Bandung Metropolitan Area, disisi lain Kabupaten Bandung Barat juga merupakan wilayah periphery yang cenderung memiliki ketergantungan terhadap centre yaitu Kota Bandung dan Kota Cimahi. Dalam pelaksanaan pembangunan, perlu dipahami secara menyeluruh terlebih dahulu mengenai makna dari pembangunan. Secara Historis-Ideologis, ide pembangunan dijadikan sebagai Style of Governance untuk menitikberatkan pada mekanisme produktivitas ekonomi, sehingga timbul upaya penyempitan ruang sosial dan meminimalkan hal – hal memicu konflik sosial. Maka dari itu, dibutuhkan peran aparatur negara berbentuk kelembagaan untuk menjamin terciptanya mekanisme yang meminimalisir konflik horizontal dan ideology dengan mengutamakan konsesus dan ketertiban. Dalam hal politik pembangunan menentukan pembangunan yang berkelanjutan, selain fisik wilayahnya, pembangunan dari segi sosial kemasyarakatan juga perlu menjadi fokus utama bagi pembangunan di Kabupaten Bandung Barat. Dalam penelitian ini menggunakan metoda analisis MICMAC dan MACTOR yang menggunakan data masukan dari survey primer dan sekunder. Sedangkan untuk metoda pendekatannya menggunakan studi kasus. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk memetakan peranan aktor terhadap variabel pembangunan dan mengetahui hubungan variabel dengan aktor yang terlibat.
Kajian Peran Stakeholder dalam Pembangunan Kota Berbasis Smart Living di Kecamatan Pagedangan Kabupaten Tangerang muchammad faridh ridho; Nia Kurniasari
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i1.6798

Abstract

Abstract.The Ministry of Communication and Information held the "Movement of 100 Smart Cities in Indonesia" program in 2017. Smart city certainly goes straight with smart living, because one of the indicators of smart city in it is smart living. This concept is a great potential in the progress of a city, especially towards the community and the lifestyle of the community which will be very efficient, easy and safe by relying on the latest technologies. The existence of the Tangerang Regency Regional Regulation which regulates land use patterns in the RTRW which shows that Pagedangan District, Tangerang Regency will be used as a residential and residential area with a high level of density. Therefore, it is necessary to have further research on the development of smart living in Pagedangan District to find out and identify the extent of the role of stakeholders including the government, community and the private sector in the development of smart living-based cities in Pagedangan District, Tangerang Regency. The analysis used in the study was by using qualitative descriptive analysis methods and mactor analysis. The output produced from the analysis is the influence matrix, position matrix, direct and indirect influence, convergence, divergence, and ambivalence between actors and smart living-based city development goals in Pagedangan District. From the results of the MACTOR analysis, it is concluded that there are 3 stakeholders who play the most role in smart living-based city development in Pagedangan District, namely the Tangerang Regency Transportation Office, Sinarmas Land, and the Tangerang Regency Regional Development Planning Agency, judging from the highest mobilisation value in the weighted value position matrix (3MAO) as a result of the mactor analysis. Abstrak.Kementrian Komunikasi Dan Informasi mengadakan program “Gerakan 100 Kota Cerdas di Indonesia” pada tahun 2017 lalu. Smart city tentu berjalan lurus dengan smart living, karena salah satu indikator smart city di dalamnya terdapat smart living. Konsep ini menjadi sebuah potensi yang besar dalam kemajuan sebuah kota terutama terhadap masyarakat dan gaya hidup masyarakat yang akan sangat efisien, mudah dan aman dengan mengandalkan teknologi-teknologi terkini. Dengan adanya Perda Kabupaten Tangerang yang mengatur pola penggunaan lahan pada RTRW yang menunjukkan bahwa Kecamatan Pagedangan Kabupaten Tangerang akan dijadikan kawasan perumahan dan permukiman dengan tingkat kepadatan tinggi. Oleh karena itu perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai pembangunan smart living di Kecamatan Pagedangan untuk mengetahui dan mengidentifikasi sejauh mana peran stakeholder diantaranya pemerintah, masyarakat dan swasta dalam pembangunan kota berbasis smart living di Kecamatan Pagedangan Kabupaten Tangerang. Adapun analisis yang digunakan dalam penelitian yaitu dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan mactor. Output yang dihasilkan dari analisis tersebut adalah matriks pengaruh, matriks posisi, pengaruh langsung dan tidak langsung, konvergensi, divergensi, dan ambivalensi antar aktor dan tujuan pembangunan kota berbasis smart living di Kecamatan Pagedangan. Dari hasil analisis mactor disimpulkan bahwa terdapat 3 stakeholder yang paling berperan dalam pembangunan kota berbasis smart living di Kecamatan Pagedangan yaitu Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, Sinarmas Land, dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tangerang, dilihat dari nilai mobilisation tertinggi pada matriks posisi bernilai tertimbang (3MAO) hasil dari analisis mactor.
PENDAMPINGAN RENCANA TATA RUANG DESA (RTRD) BERBASIS PERENCANAAN PARTISIPATIF Irland Fardani; Nia Kurniasari; Ernady Syaodih; Gina Puspitasari Rochman; Fachmy Sugih Pradifta; T a r l a n i
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v7i2.3472

Abstract

Perencanaan desa merupakan hal yang sangat penting dalam pengembangan sebuah desa, namun faktanya masih banyak desa di Indonesia yang belum mempunyai dokumen Rencana Tata Ruang Desa (RTRD). Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk melakukan pendampingan kepada Desa Sukamaju, dalam penyusunan dokumen RTRD. Pendekatan metodologi yang diterapkan adalah perencanaan partisipatif, dimana warga diminta untuk berperan aktif dalam penyusunan RTRD. Tahapan kegiatan yang dilakukan pada kegiatan PKM ini adalah scanning desa, Focus Group Disscussion (FGD) dan analisis Satuan Kemampuan Lahan (SKL). Kegiatan PKM ini menghasilkan dokumen RTRD yang terdiri dari rencana pola ruang, rencana pusat pelayanan dan indikasi program. Dalam rencana pola ruang lebih dititik beratkan untuk kegiatan pengihajauan, pada rencana pusat pelayanan ditetapkan pusat pelayan desa berada di kampung Madur Dusun 2. Untuk indikasi program pada bidang struktur ruang difokuskan pada peningkatan infratruktur, pada indikasi program bidang pola ruang difokuskan kepada pengihiajaun dan pada indikasi program bidang sosial ekonomi desa difokuskan pada kegiatan penguatan Bumdes. Semua hasil analisis ini dituangkan dalam dokumen RTRD.
Kajian Peran Stakeholder dalam Pembangunan Kota Berbasis Smart Living di Pagedangan Tangerang Muchammad Faridh Ridho; Nia Kurniasari
Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota (JRPWK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpwk.v3i1.1816

Abstract

Abstract. With the existence of the Tangerang Regency Regional Regulation which regulates land use patterns in the RTRW which shows that Pagedangan Subdistrict, Tangerang Regency will be used as a housing and settlement area with a high level of density. Therefore there is a need for further research regarding the development of smart living in Pagedangan District to find out and identify the extent of the role of stakeholders including the government, community and private sector in the development of cities based on smart living. The analysis used is descriptive qualitative analysis method and factor. The output resulting from this analysis is an influence matrix, position matrix, direct and indirect influence, convergence, divergence, and ambivalence between actors and goals of smart living-based city development in Pagedangan District. From the results of the mactor analysis it was concluded that there are 3 stakeholders who play the most role in the development of smart living-based cities in Pagedangan District, namely the Tangerang Regency Transportation Service, Sinarmas Land, and the Tangerang Regency Regional Development Planning Agency. Judging from the highest mobilization value in the weighted value position matrix (3MAO) result of mactor analysis. Abstrak. Dengan adanya Perda Kabupaten Tangerang yang mengatur pola penggunaan lahan pada RTRW yang menunjukkan bahwa Kecamatan Pagedangan Kabupaten Tangerang akan dijadikan kawasan perumahan dan permukiman dengan tingkat kepadatan tinggi. Oleh karena itu perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai pembangunan smart living di Kecamatan Pagedangan untuk mengetahui dan mengidentifikasi sejauh mana peran stakeholder diantaranya pemerintah, masyarakat dan swasta dalam pembangunan kota berbasis smart living. Adapun analisis yang digunakan yaitu menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan mactor. Output yang dihasilkan dari analisis tersebut adalah matriks pengaruh, matriks posisi, pengaruh langsung dan tidak langsung, konvergensi, divergensi, dan ambivalensi antar aktor dan tujuan pembangunan kota berbasis smart living di Kecamatan Pagedangan. Dari hasil analisis mactor disimpulkan bahwa terdapat 3 stakeholder yang paling berperan dalam pembangunan kota berbasis smart living di Kecamatan Pagedangan yaitu Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, Sinarmas Land, dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tangerang, dilihat dari nilai mobilisation tertinggi pada matriks posisi bernilai tertimbang (3MAO) hasil dari analisis mactor.
Kajian Peran Stakeholder terhadap Pembangunan di Kabupaten Pangandaran Nabila Amalia; Ernady Syaodih; Nia Kurniasari
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8937

Abstract

Abstract. Sustainable development is a development process that can improve economic levels while maintaining environmental sustainability and social conditions for current and future generations. Problems in regional development can be explained as a gap between the development results that have been achieved at this time and those planned. Pangandaran Regency as one of the New Autonomous Regions is still preparing its government regarding the role of stakeholders and regional development issues such as less than optimal coordination, planning that is less applicable to problems and governance, improving the quality of regional infrastructure, improving the quality of human resources and optimizing PAD management. Therefore, the author identifies the role of stakeholders towards development in Pangandaran Regency. The purpose of this study is to identify the role of stakeholders, strategic goals and improvement efforts that are in accordance with the objectives and priorities of development in Pangandaran Regency. The method used in this research is MACTOR analysis. From the analysis, it was found that the most influential stakeholders in the development of Pangandaran Regency are DPRD, BAPPEDA and DPUTRPRKP Pangandaran Regency. With efforts to increase development efforts based on recommendations based on objectives and priorities in infrastructure services, control of land use change, natural disaster prone management, suppression of growth and occupation rates and coordination between institutions in development in Pangandaran Regency. Abstrak. Pembangunan yang berkelanjutan sebagai suatu proses perkembangan yang dapat meningkatkan tingkat perekonomian menjaga kelestarian lingkungan dan keadaan sosial untuk generasi sekarang dan generasi masa depan. Permasalahan dalam pembangunan daerah dapat dijelaskan sebagai kesenjangan antara hasil pembangunan yang telah dicapai saat ini dengan yang direncanakan. Kabupaten Pangandaran sebagai salah satu Daerah Otonomi Baru yang masih mempersiapkan pemerintahannya terkait peran stakeholder dan permasalahan pembangunan daerah seperti kurang optimalnya koordinasi, perencanaan yang kurang aplikatif dengan permasalahan dan tata kelola pemerintah, peningkatan kualitas infrastruktur wilayah, peningkatan kualitas SDM dan pengoptimalan pengelolaan PAD. Maka dari itu penulis mengidentifikasi peran stakeholder terhadap Pembangunan di Kabupaten Pangandaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi peran stakeholder, tujuan strategis dan upaya peningkatan sesuai dengan tujuan dan skala prioritas Pembangunan di Kabupaten Pangandaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah. analisis MACTOR. Dari hasil analisis didapatkan bahwa stakeholder yang paling berpengaruh dalam Pembangunan di Kabupaten Pangandaran yaitu DPRD, BAPPEDA dan DPUTRPRKP Kabupaten Pangandaran. Dengan upaya peningkatan upaya pembangunan berdasarkan rekomendasi berdasarkan tujuan dan skala prioritas dalam pelayanan infrastruktur, pengendalian alih fungsi lahan, penanggulangan rawan bencana alam, menekan tingkat pertumbuhan dan pendudukan dan koordinasi antar kelembagaan dalam pembangunan di Kabupaten Pangandaran.
Pemetaan Variabel dan Peran Aktor yang Berpengaruh terhadap Pembangunan Kota Cimahi Mochammad Hilmy Nurraisman; Ernady Syaodih; Nia Kurniasari
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8971

Abstract

Abstract. Problems regarding the development of Cimahi City are caused by the growth and development of the region that is changing. This raises problems regarding development planning that has not been optimal and government governance that has not been effective in its implementation. The existence of these problems raises a purpose in this study, which is to provide an overview of variables and the role of influential actors in the development of Cimahi City. The analysis method used is through a descriptive approach used to describe facts related to the data obtained, MICMAC analysis and MACTOR analysis to map variables that are influential factors on development and identify the role of actors in carrying out development. Based on the results of the analysis, it was found that the most influential variables in determining the success of development were development planning in technical materials and the identification of key / main actors who had the highest influence in determining the success of spatial development performance including the Public Works and Spatial Planning Office, the Planning Agency, Research, Regional Development, and the Cimahi City Regional People's Representative Council. Abstrak. Permasalahan mengenai pembangunan Kota Cimahi disebabkan oleh pertumbuhan dan perkembangan wilayah yang semakin berubah. Hal tersebut memunculkan persoalan mengenai perencanaan pembangunan yang belum optimal serta tata kelola pemerintah yang belum efektif dalam implementasinya. Adanya permasalahan tersebut memunculkan suatu tujuan dalam penelitian ini yaitu memberikan gambaran terkait variabel dan peran aktor yang berpengaruh dalam pembangunan Kota Cimahi. Metode analisis yang digunakan yaitu melalui pendekatan deskriptif digunakan untuk menggambarkan fakta terkait data yang diperoleh, analisis MICMAC dan analisis MACTOR untuk memetakan variabel yang merupakan faktor berpengaruh terhadap pembangunan dan mengidentifikasi peran aktor dalam menjalankan pembangunan. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa terpetakannya variabel yang paling berpengaruh dalam menentukan keberhasilan pembangunan yaitu perencanaan pembangunan dalam materi teknis dan teridentifikasinya aktor kunci/utama yang memiliki pengaruh paling tinggi dalam menentukan keberhasilan kinerja pembangunan tata ruang diantaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Badan Perencanaan, Penelitian, Pengembangan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Cimahi.