Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Makna simbolik gerak tari halibambang Susi Wendhaningsih; Dwiyana Habsary
Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 22, No 1 (2021): AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.949 KB)

Abstract

This thesis explores the significance of the symbols in the Halibambang dance. These concepts can be traced back to the dance gestures, costumes and assets of the Halibambang dance.The study review focuses on the sense of motion and is related to the principles held by the people of Lampung. The approach used in this research is ethnocoreology. The Halibambang dance is one of the many dances that originate in the Saibatin tradition. It's a dance that's performed in groups. This dance is performed by the woman, and this dance represents the nature of the butterflies. The concept that can be studied apart from the name and the movement of the dance. Results have shown that the sense of the Halibambang. The results showed that the sense of the Halibambang dance movement describes the behavior of people of Lampung, and the movements used also reflect the livelihoods of the Saibatin people. Keywords: Meaning of Symbolic, Dance Movement, Halibambang Dance
Penelitian Nilai Karakter dalam Pembelajaran Seni Tari: Konsep dan Metode Dwiyana Habsary; Indra Bulan; Afrizal Yudha Setiawan
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 2 No 2: Agustus (2022)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v2i2.62

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep dan metode dalam mengkaji nilai karakter dalam materi seni khususnya seni tari. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Konsep yang digunakan nilai karakter, koreografi, dan pembelajaran. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan ada tiga, antara lain studi pustaka, berupa kajian artikel-artikel yang menulis tentang nilai karakter terutama penelitian nilai karakter yang terdapat dalam pembelajaran seni. Wawancara yang dilakukan pada beberapa guru seni di sekolah yang terdapat di Bandar Lampung. Dokumentasi berupa rekaman wawancara baik berupa rekaman suara, maupun rekaman tangkap layar. Hasil penelitian ini berupa prosedur meneliti nilai karakter yang ada pada materi pembelajaran seni.
Pembelajaran Berbasis Produk pada Mata Kuliah Analisis Gerak Tari Dwiyana Habsary; Indra Bulan; Afrizal Yudha Setiawan
Arus Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2: Agustus (2022)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajup.v2i2.77

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan pembelajaran berbasis produk pada mata kuliah kinesiologi tari. Mata kuliah ini memberikan pengalaman pada mahasiswa dalam menganalisis gerak dengan menggunakan perspektif kinesiologi. Selain memberikan pengalaman analisis, mahasiswa juga diberikan pengalaman dalam memberikan solusi teknik gerak pada gerak-gerak yang dianggap sulit. Capaian-capaian inilah yang ditawarkan pada artikel ini dari suatu mata kuliah teori yang dianggap hanya menawarkan definisi-definisi atau konsep. Pembelajaran yang dapat membimbing mahasiswa menggunakan konsep pada fenomena yang terjadi disekitarnya merupakan pembelajaran yang diharapkan dimasa depan.
PENDAMPINGAN KEMITRAAN UMKM GO DIGITAL BAGI NEW ENTREPRENEUR MAKE-UP ARTIST DI DESA WAY HUI Niken Kusumawardani; Dewi Sukmasari; Dwiyana Habsary; Susi Sarumpaet
Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) Vol 3, No 2 (2022): Volume 3, Nomor 2, 2022
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jsstcs.v3i2.2236

Abstract

MSMEs go digital is a government program as an effort to save MSMEs during the Covid-19 pandemic. This program is an effort to market MSME products through digital platforms, one of which is through social media. The increase in social media users from year to year plus the pandemic period increasingly encourages a drastic increase, this is what provides opportunities for MSME actors. The Make-Up Artist (MUA) is one of those affected by the social restriction policy during the pandemic, but this business is very promising among millennials and generation Z. For this reason, this service activity is carried out as a means of mentoring and empowering young entrepreneurs pioneering ( new entrepreneur) in achieving optimal promotions digitally, providing convenience, cost efficiency, and being able to reach consumers. Furthermore, this activity also helps new entrepreneurs in determining digital personal branding. The results of this activity are participants' understanding of the promotion of MUA's products and services through social media, personal branding and marketing development through Instagram promotions and also to build a network of groups or associations of young Make-Up Artist entrepreneurs.
Pendidikan Seni dalam Seni Bela Diri Dwiyana Habsary; Indra Bulan; Nabilla Kurnia Adzan; Afrizal Yudha Setiawan
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v8i1.18795

Abstract

Abstract: This article discusses martial arts that can be used as learning material in schools. This paper examines what are the values contained in martial arts that can be taught to students. This research is a qualitative research, which describes what are the values contained in each form of martial arts. The data collection technique used is literature study. The literature study carried out in this study used the thesis of Unila Dance Education study program students who wrote about martial arts including Khakot, Sung-sung, and Kuttau. All of these objects are studied using the concepts of cultural values and education. The results of this study indicate that this self-defense material can be used as an option to be taught to students. This material provides several benefits to students, namely (1) providing a good movement experience for physical health, (2) providing aesthetic experience, sound and shape, (3) providing insight into values about responsibility and discipline. Keywords: Art Education, Martial Arts, Dance  Abstrak: Artikel ini membahas tentang seni bela diri yang dapat dijadikan materi pembelajaran di sekolah. Tulisan ini mengkaji apa saja nilai-nilai yang terkandung dalam seni bela diri yang dapat diajarkan pada peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yang memaparkan apa saja nilai-nilai yang terkandung dalam setiap bentuk seni bela diri. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi pustaka. Studi pustaka yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan skripsi mahasiswa program studi Pendidikan Tari Unila yang menulis tentang seni bela diri diantaranya adalah Khakot,  Sung-sung, dan Kuttau. Seluruh objek tersebut dikaji dengan menggunakan konsep nilai budaya, dan pendidikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa materi bela diri ini dapat dijadikan salah satu pilihan untuk diajarkan pada peserta didik. Materi ini memberikan beberapa manfaat pada peserta didik yaitu (1) memberikan pengalaman gerak yang baik untuk kesehatan fisik, (2) memberikan pengalaman estetis, suara dan bentuk, (3) memberikan wawasan nilai-nilai tentang tanggung jawab dan kedisiplinan. Kata kunci: Pendidikan Seni, Seni Bela Diri, Seni Tari
PELATIHAN TUTOR SEBAGAI AGEN DISEMINASI SENAM KREASI UNILA BE STRONG BAGI MAHASISWA Goesthy Ayu Mariana Devi Lestari Goesthy Ayu; Dwiyana Habsary; Lora Gustia Ningsih; Susi Wendhaningsih; Agung Kurniawan
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v5i1.1465

Abstract

The low participation of academics in structured physical activity is a real challenge within the University of Lampung environment. The widespread sedentary lifestyle among students and education staff has a negative impact on health and productivity. As a response to this problem, an innovation resulting from research has been developed in the form of a Moderate version of the Unila Be Strong Creative Gymnastics, which is designed to be fun, dynamic and in line with physical activity needs in the campus environment. However, this exercise is not yet widespread because there are no internal tutors who are able to facilitate its implementation on a regular basis. This service activity aims to prepare students as gymnastics tutors who act as dissemination agents in work units, faculties and the campus community. Training includes mastery of basic gymnastic movements, group leadership skills, as well as a participatory facilitation approach. The output of the activity is increasing the competence of tutors, training modules, and the formation of a network of gymnastics practitioners within the University of Lampung. This activity is expected to be able to encourage the formation of a culture of healthy and active living, as well as strengthen the integration of research results in service to the campus community.   Rendahnya partisipasi akademisi dalam aktivitas fisik terstruktur merupakan tantangan nyata di lingkungan Universitas Lampung. Gaya hidup sedentari yang meluas di kalangan mahasiswa dan staf pengajar berdampak negatif pada kesehatan dan produktivitas. Sebagai respons terhadap masalah ini, sebuah inovasi hasil penelitian telah dikembangkan dalam bentuk versi Moderat dari Senam Kreatif Unila Be Strong, yang dirancang agar menyenangkan, dinamis, dan sesuai dengan kebutuhan aktivitas fisik di lingkungan kampus. Namun, latihan ini belum tersebar luas karena belum ada tutor internal yang mampu memfasilitasi pelaksanaannya secara teratur. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa sebagai tutor senam yang bertindak sebagai agen penyebarluasan di unit kerja, fakultas, dan komunitas kampus. Pelatihan meliputi penguasaan gerakan senam dasar, keterampilan kepemimpinan kelompok, serta pendekatan fasilitasi partisipatif. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan kompetensi tutor, modul pelatihan, dan pembentukan jaringan praktisi senam di Universitas Lampung. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya budaya hidup sehat dan aktif, serta memperkuat integrasi hasil penelitian dalam pelayanan kepada komunitas kampus.