Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinan Kepemimpinan Transformasional Pada Hubungan Kompetensi Terhadap Motivasi Guru SLB di Riau Silvia Dewi
Jurnal Manajemen dan Bisnis Terapan Vol. 3 No. 1 (2021): JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS TERAPAN
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.588 KB) | DOI: 10.31849/jmbt.v3i1.9029

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada Guru SLB Riau dengan tujuan mengkaji determinasi kepemimpinan transformasional pada hubungan kompetensi terhadap motivasi. Populasi penelitian adalah semua guru SLB Negeri di Provinsi Riau yang berjumlah 289 orang, menurut tabel Crejcie & Morgan (1970) jumlah sampel adalah 169 orang, yang dilakukan menggunakan teknik systematic sampling. Analisa data penelitian ini menggunakan statistik deskriptif dan analisis verifikatif, sebagai alat analisis digunakan Sctruktural Equational Model yang diproses dengan Software SmartPLS2. Hasil analisis membuktikan bahwa pada guru di SLB Riau, kompetensi guru mempengaruhi naik atau turunnya motivasi mereka dalam menunaikan tugas-tugasnya mendidik dan mengajar, serta pimpinan sekolah yang bergaya transformasional mampu memperkuat pengaruh kompetensi terhadap motivasi guru yang menunaikan tugasnya.
REVITALISASI RITUAL MITEMBEYAN SEBAGAI PELESTARIAN LEWAT YOUTUBE PADA KELOMPOK TANI SINDANG HURIP DI DUSUN SINDANG, DESA/KEC. RANCAKALONG, SUMEDANG, JAWA BARAT Imam Setyobudi; Yuyun Yuningsih; Wahyu Hifajar; Rifka Rahma Dewi; Nurgalih Hadad Jantika; Silvia Dewi; Farhan Fadilah
Jurnal Budaya Etnika Vol. 9 No. 2 (2025): POTRET BUDAYA TRADISI DAN MATERI LOKAL DAN GLOBAL PADA MASA KONTEMPORER DI INDO
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jbe.v9i2.4644

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep dan metode revitalisasi ritual mitembeyan meuseul sebagai upaya pelestarian nilai-nilai kearifan budaya lokal masyarakat petani Sunda di tengah perubahan sosial budaya akibat modernisasi pertanian, serta mendiseminasikan hasil revitalisasi melalui media digital. Modernisasi pertanian melalui penggunaan mesin penggiling gabah (huller) telah menyebabkan memudarnya praktik ritual mitembeyan yang sebelumnya menjadi bagian integral dari sistem kepercayaan, kosmologi, dan kehidupan komunal petani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi yang dilakukan di Dusun Sindang, Desa/Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi ritual dilakukan melalui rekonstruksi bentuk otentik berbasis memori kolektif, reaktualisasi tahapan ritual, serta penggalian kembali makna simbolik dan nilai kearifan lokal yang mencakup nilai spiritual-religius, keselarasan dengan alam, dan solidaritas sosial komunal. Dokumentasi ritual melalui platform YouTube berfungsi sebagai arsip visual sekaligus strategi adaptif pelestarian budaya di era digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa revitalisasi ritual mitembeyan meuseul merupakan bentuk modernisasi selektif yang memungkinkan masyarakat petani mempertahankan identitas budaya dan nilai-nilai fundamental tanpa menolak kemajuan teknologi. Kata kunci: revitalisasi budaya, ritual mitembeyan, kearifan lokal, pertanian tradisional, media digital. Abstract: This study aims to formulate concepts and methods for revitalizing the mitembeyan meuseul ritual as an effort to preserve local cultural wisdom among Sundanese farming communities amid socio-cultural changes caused by agricultural modernization, as well as to disseminate the revitalization outcomes through digital media. The introduction of rice milling machines (hullers) has gradually diminished the practice of mitembeyan, which was previously an integral part of farmers’ belief systems, cosmology, and communal life. This research employs a qualitative method with an ethnographic approach conducted in Sindang Hamlet, Rancakalong Village/Subdistrict, Sumedang Regency. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, Focus Group Discussions (FGD), and literature review. The findings indicate that ritual revitalization was carried out through reconstructing its authentic form based on collective memory, reactualizing ritual stages, and reinterpreting symbolic meanings and local wisdom values, including spiritual-religious beliefs, harmony with nature, and communal social solidarity. Digital documentation via YouTube functions as a visual archive and an adaptive strategy for cultural preservation in the digital era. The study concludes that revitalizing the mitembeyan meuseul ritual represents a form of selective modernization that enables farming communities to maintain cultural identity and fundamental values without rejecting technological advancement. Keywords: cultural revitalization, mitembeyan ritual, local wisdom, traditional agriculture, digital media.Â