Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Efek Tonikum Ekstrak Etanol Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) terhadap Mencit dengan Metode Natatory Exhaustion Hanifah Miftah Mafitri; Anom Parmadi - Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo
Indonesian Journal on Medical Science Vol 5 No 1 (2018): IJMS 2018
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.696 KB)

Abstract

Abstract : The use of chemical medicine as a tonic in the society was increased, so it was necessary to research on the use of natural ingredients which had a small amount of effect. Pandan wangi leaf (Pandanus amaryllifolius Roxb) was a herbaceous plant that has properties such as dyes, flavour, tonic, and appetite enhancer. The contain of chemicals pandan wangi leaf were alkaloids, flavonoids, polyphenols, and tannins. These study aimed to examine the effects of tonics and determine the optimum dose of the extract gave a tonic effect EDPW. The test conducted tonic effect to male mice Swiss by using Natatory exhaustion method. Giving oral treatment were did by divided into five treatment groups namely VCO 0,5 ml/g, caffeine 13 mg/kg, with variations EDPW extract dose of 300 mg/kg, 600 mg/kg, and 1200 mg/kg. The results showed that the extract EDPW with variations in dose of 300 mg/kg, 600 mg/kg, and 1200 mg/kg has a tonic effect (35,71 ± 5,05) %, (71,42 ± 5,05) % and (114,28 ± 5,05) %. The resulting value was the test statistic One way ANOVA with Post Hoc Test namely LSD at the highest dose of the extract EDPW 1200 mg/kg caffeine has a significant value of p > 0,05 is 0,155. These means that of extract EDPW dose of 1200 mg/kg was the most optimum dose provides a tonic effect because it had a value nearly equal to caffeine as a comparison. So, the results of the study EDPW extract these study could be developed to create a stamina stimulus because it potentially had a tonic effect.Keywords : Pandanus amaryllifolius, Tonic effect, Mice, Natatory exhaustion. Abstrak : Penggunaan obat kimia sebagai tonikum di masyarakat semakin meningkat, sehingga hal ini perlu adanya penelitian terhadap penggunaan bahan alam dengan efek samping ringan. Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb) merupakan tanaman perdu yang memiliki khasiat diantaranya sebagai pewarna, pengaroma, tonikum, dan penambah nafsu makan. Kandungan kimia daun pandan wangi yaitu alkaloid, flavonoid, polifenol, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji adanya efek tonikum dan menentukan dosis yang paling optimum memberikan efek tonikum dari ekstrak EDPW. Pengujian efek tonikum dilakukan terhadap mencit jantan galur Swiss dengan menggunakan metode Natatory exhaustion. Pemberian perlakuan dilakukan secara peroral dengan dibagi menjadi lima kelompok perlakuan yaitu VCO 0,5 ml/g, kafein 13 mg/kg BB, ekstrak EDPW dengan variasi dosis  300 mg/kg BB, 600 mg/kg BB, dan 1200 mg/kg BB. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak EDPW dengan variasi dosis 300 mg/kg BB, 600 mg/kg BB, dan 1200 mg/kg BB memiliki efek tonikum berturut-turut yaitu sebesar (35,71 ± 5,05)%, (71,42 ± 5,05)%, dan (114,28 ± 5,05)%. Nilai hasil statistik uji One way ANOVA dengan Post Hoc Test yaitu LSD pada dosis tertinggi ekstrak EDPW 1200 mg/kg BB dengan kafein memiliki nilai signifikansi p > 0,05 adalah 0,155. Hal ini berarti bahwa ekstrak EDPW dosis 1200 mg/kg BB merupakan dosis yang paling optimum memberikan efek tonikum karena memiliki nilai yang hampir sama dengan kafein sebagai pembanding. Sehingga hasil dari penelitian ekstrak EDPW ini dapat dikembangkan sebagai obat baru penambah stamina karena berpotensi memiliki efek tonikum.Kata kunci : Pandanus amaryllifolius, Efek tonikum, Mencit, Natatory exhaustion.
APLIKASI INFORMATION MOTIVATION BEHAVIORAL SKILLS OF ANTIRETROVIRAL THERAPY UNTUK MEMPERBAIKI KEPATUHAN PASIEN AIDS Zaenal Fanani; Riana Putri Rahmawati; Fahrudin Arif; Ari Simbara; Hanifah Miftah Mafitri
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 8, No 1 (2023): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v8i1.2218

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan sejenis virus yang menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan menurunnya kekebalan daya tahan tubuh manusia, sedangkan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala yang timbul karena menurunnya daya tahan tubuh yang disebabkan oleh infeksi HIV. Kepatuhan dalam pengobatan (medication compliance) adalah mengkonsumsi obat terapi ARV yang telah diresepkan oleh dokter dan dosis yang tepat dalam pengobatan hanya efektif apabila memenuhi ketentuan dalam meminum obat ARV tersebut. Pengukuran kepatuhan minum obat ARV dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Information Motivation Behavioral Skills (IMB) Model of Antiretroviral Therapy (ARV) Adherence. Mengetahui dan menganalisa hubungan Information Motivation Behavioral skills (IMB) Model of Antiretroviral Therapy (ART) terhadap Kepatuhan Minum Obat pasien HIV/AIDS di Klinik CST RSUD Sunan Kalijaga Demak. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan pendekatan metode deksriptif korelasi. Pendekatan waktu pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode cross sectional design. Sampel yang diambil dalam penelitian ini yaitu sebanyak 62 sampel responden. Hasil karakteristik informasi (information) tentang obat ARV dengan kategori informasi tinggi sebanyak 51 responden (82,3%), motivasi (motivation) minum obat ARV dengan kategori tinggi sebanyak 44 responden (71,0%) dan keterampilan berperilaku (behavioral skills) dengan kategori tinggi sebanyak 53 responden (85,5%). Ada hubungan antara informasi dan keterampilan berperilaku terhadap tingkat kepatuhan terhadap kepatuhan minum obat pasien HIV/AIDS.