Alya Alya
Universitas Tadulako

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE EFFECT OF THE SOCIAL ECONOMIC CONDITION OF STUDENTS 'PARENTS ON THE LEARNING MOTIVATION OF CLASS V STUDENTS OF SDN 4 BINONTOAN Alya Alya; Yusdin Gagaramusu; Pahriadi Pahriadi
Jurnal Dikdas Vol 9, No 1 (2021): JURNAL DIKDAS
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.517 KB)

Abstract

Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah sejauh mana Pengaruh Keadaan Sosial Ekonomi Orang Tua Siswa Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas V SDN 4 Binontoan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Keadaan Sosial Ekonomi Orang Tua Siswa Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas V SDN 4 Binontoan. Hipotesis yang diuji dalam penelitian ini adalah “ Ada Pengaruh Keadaan Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Siswa”. Adapun subyek yang diambil yaitu kelas V sebanyak 16 siswa untuk mengumpulkan data, digunakan instrument berupa angket yang diberikan kepada siswa kelas V serta melihat hasil nilai angket perbandingan. Selanjutnya data yang terkumpul diolah dan dianalisis dengan menggunakan teknik presentase dan korelasi product moment pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa di peroleh dari  frekuensi motivasi belajar siswa dari 16 siswa terdapat 0 siswa atau 0% yang memiliki motivasi belajar  sangat tinggi, 3 siswa atau 18,75 % yang memiliki motivasi belajar  tinggi, 13 siswa atau 81,25% yang memiliki motivasi belajar  rendah, 0 siswa atau 0% yang memiliki motivasi belajar sangat rendah. Hasil pengujian analisis inferensial dengan menggunakan rumus korelasi pada taraf signifikan 5% diperoleh  dikonsultasikan dengan tabel r diperoleh 0,497, dengan demikianatau 0,976 > 0,497. Berdasarkan hasil pengujian tersebut (Ha) yang menyatakan ada hubungan antara Keadaan social ekonomi orang tua Siswa terhadap Motivas belajar siswa diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara Keadaan sosial ekonomi orang tua siswa terhadap motivasi belajar siswa di kelas V SDN 4 Binontoan,Kecamatan Tolitoli utara, Kabupaten Tolitoli.
KEEFEKTIFAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF-INSTRUCTION DALAM MENGURANGI GLOSSOPHOBIA SISWA DI SMP NEGERI 3 PALU Alya Alya; Hasan Hasan; Dhevy Puswiartika; Nurwahyuni Nurwahyuni
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.12514

Abstract

Glossophobia, or the fear of public speaking, is a common problem among students that negatively affects learning participation and self-confidence. This study aims to examine the effectiveness of the self-instruction technique in reducing the level of glossophobia among students at SMP Negeri 3 Palu. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental method and a Non-Equivalent Control Group Design. The research subjects consisted of 12 students divided into an experimental group and a control group, each comprising 6 students, selected using a purposive sampling technique based on glossophobia level. Data were collected using a Likert-model glossophobia scale that had been tested for validity (Pearson Product Moment correlation) and reliability (Cronbach's Alpha = 0.87), then analyzed using the Mann-Whitney U test. The results showed that at pre-test, the experimental group had an average glossophobia percentage of 63.67% (high category), while the control group had 60.33% (high category). After receiving group counseling treatment with the self-instruction technique, the experimental group's average percentage decreased to 30.67% (low category), while the control group showed only a slight decrease to 59.83% (remaining in the high category). The Mann-Whitney U test obtained an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.003 (< 0.05), indicating a significant difference between the two groups after treatment. These findings demonstrate that group counseling services using the self-instruction technique are effective in reducing students' glossophobia levels and can be recommended as an alternative guidance and counseling service in schools. ABSTRAK Glossophobia, atau kecemasan berbicara di depan umum, merupakan permasalahan yang umum dialami siswa dan berdampak negatif terhadap partisipasi belajar serta kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan teknik self-instruction dalam mengurangi tingkat glossophobia siswa di SMP Negeri 3 Palu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experimental dan desain Non-Equivalent Control Group Design. Subjek penelitian berjumlah 12 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing 6 siswa, dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan tingkat glossophobia. Data dikumpulkan menggunakan skala glossophobia model Likert yang telah teruji valid (korelasi Product Moment Pearson) dan reliabel (Cronbach's Alpha = 0,87), kemudian dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pre-test, kelompok eksperimen memiliki rata-rata persentase glossophobia sebesar 63,67% (kategori tinggi), sedangkan kelompok kontrol sebesar 60,33% (kategori tinggi). Setelah diberikan perlakuan berupa konseling kelompok dengan teknik self-instruction, rata-rata persentase kelompok eksperimen menurun menjadi 30,67% (kategori rendah), sedangkan kelompok kontrol hanya menurun tipis menjadi 59,83% (tetap kategori tinggi). Hasil uji Mann-Whitney U memperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,003 (< 0,05), yang menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok setelah perlakuan. Dengan demikian, layanan konseling kelompok dengan teknik self-instruction terbukti efektif menurunkan tingkat glossophobia siswa dan dapat direkomendasikan sebagai alternatif layanan bimbingan dan konseling di sekolah.