Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Monitoring Biochemical Oxygen Demand (BOD) Changes During a Massive Fish Kill Using Multitemporal Landsat-8 Satellite Images in Maninjau Lake, Indonesia Arif Rohman; Adam Irwansyah Fauzi; Nesya Hafiza Ardani; Muhammad Ulin Nuha; Redho Surya Perdana; Rian Nurtyawan; Aynaz Lotfata
Forum Geografi Vol 37, No 1 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/forgeo.v37i1.21307

Abstract

Maninjau Lake is one of Indonesia's lakes for hydroelectric power plants, tourism, and fish farming activities. Some activities around the lake cause pollution, leading to massive fish kill. Therefore, it is necessary to monitor water quality regularly. One of the critical water quality parameters is biochemical oxygen demand (BOD). This study aimed to analyze BOD changes using a remote sensing approach during massive fish kills in Maninjau Lake, Indonesia. Multi-temporal Landsat-8 satellite images are processed to estimate the BOD level based on Wang Algorithm. After that, the estimated BOD value is validated using in situ data measurement. The results of the average BOD concentration that occurred in Lake Maninjau was 1.85 mg/L and showed that R2 was 0.8334, and the standard error was 0.076 between the estimated BOD and in situ data. Furthermore, the average concentration of BOD obtained on 23rd August 2017, 13th December 2017, 30th January 2018, 19th March 2018, and 7th July 2018 are 4.96 mg/L, 4.82 mg/L, 5.31 mg/L, 6.94 mg/L, and 6.60 mg/L, respectively. Increased BOD concentration in January 2018 indicates moderate pollution in the waters. BOD concentration increases after the massive fish kill due to the decaying fish across the lake.
Klasifikasi Penginderaan Jauh Berbasis Time Series Menggunakan Multi-Layer Perceptron (MLP) Untuk Pemetaan Jenis Tanaman (Studi Kasus: Desa Girimulyo, Lampung Timur) Arif Rohman; Adam Irwansyah Fauzi; Nindya Swastika; Rian Nurtyawan
Jurnal Geosains dan Remote Sensing Vol 4 No 2 (2023): JGRS Edisi November
Publisher : Department of Geophysical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgrs.ft.unila.138

Abstract

Penerapan metode klasifikasi time series penginderaan jauh dengan deep learning merupakan metode inovatif yang mampu mengekstrak informasi penting dari banyaknya data observasi bumi yang beragam dengan cepat dan akurat. Penelitian ini menyajikan metode klasifikasi berbasis time series menggunakan Multi-Layer Perceptron (MLP) untuk pemetaan jenis tanaman sebagai upaya untuk mendukung ketahanan pangan dengan menyediakan produk tutupan lahan berupa peta jenis tanaman. Penelitian ini menggunakan data citra Sentinel-2A dan 150 sampel berupa koordinat titik dari lima kelas yang disimpan dalam bentuk data cube teregulerisasi sebagai dasar informasi untuk pembentukan model klasifikasi menggunakan MLP. Berdasarkan hasil penelitian, jenis tanaman pada Desa Girimulyo diklasifikasikan ke dalam lima kelas klasifikasi yakni kelas jagung dengan luas 22,2 km2, kelas tanaman lain dengan luas 9,9 km2, kelas pisang dengan luas 6,3 km2, kelas kelapa dengan luas 3,7 km2, dan kelas non-tanaman dengan luas 2,8 km2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode klasifikasi yang digunakan efektif untuk memetakan jenis tanaman di wilayah studi dibuktikan dengan nilai overall accuracy dari citra terklasifikasi yang mencapai 83%. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat dilakukan dengan jumlah sampel yang lebih banyak pada wilayah studi dengan jenis tanaman yang lebih beragam.
Mapping of Dengue Fever Disease Based on Satellite Images (Case Study: Bandung City, West Java) Nurtyawan, Rian; Budiman, Derry
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i2.172-184

Abstract

AbstrakKota Bandung merupakan salah satu pusat perekonomian di Indonesia, hal tersebut berdampak terhadap laju kependudukan yang terus meningkat setiap tahunnya. Dampak tersebut berbanding lurus dengan banyaknya penggunaan lahan yang digunakan untuk pemukiman. Apabila dampak tersebut dibiarkan, maka akan timbul masalah perkotaan seperti kemacetan, banjir, tanah longsor, dan wabah penyakit. Salah satu yang paling berbahaya adalah munculnya wabah penyakit yang dapat disebabkan oleh berbagai macam organisme salah satunya adalah nyamuk. Nyamuk dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti malaria, chikungunya dan demam berdarah. Khusus penyakit demam berdarah yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus paling banyak menimbulkan kasus penyakit yang disebabkan oleh nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan penyakit demam berdarah di Kota Bandung Tahun 2018 berbasis citra satelit dengan bantuan Sistem Informasi Geografis model Weighted Linier Combination. Menggunakan parameter curah hujan, suhu, tutupan lahan dan elevasi di Kota Bandung. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa daerah dengan tingkat kerawanan tinggi di Kota Bandung mencapai persentase 41,1 %, daerah kerawanan sedang 52,1%, dan daerah kerawanan rendah 6,8%Kata kunci: demam berdarah, pengindraan jauh, sistem informasi geografis AbstractBandung City is one of the economic centres in Indonesia. Consequently, it has an impact on the population rate, which increases every year. The impact is also directly proportional to the amount of land used for settlement. There are some urban problems, such as congestion, floods, landslides, and some epidemic diseases. One of the most dangerous is DBD, which can be caused by various types of organisms, one of which is mosquitoes. It can cause various diseases, such as malaria, chikungunya, and dengue. Dengue fever is caused by Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes, and most cases cause diseases caused by mosquitoes. This study aims to map the dengue fever distribution in Bandung city in 2018 based on satellite imagery with the help of the Geographic Information System Weighted Linear Combination model. Using parameters of rainfall, temperature, land cover, and elevation in the city of Bandung. The results of this study show that areas with a high level of vulnerability in Bandung reached a percentage of 41.1%, moderate vulnerability areas were 52.1%, and areas of low vulnerability were 6.8%..Keywords: dengue fever, remote sensing, geographic information system
Utilization of PS-InSAR for Analyzing Land Subsidence in the Bandung Basin, Indonesia using Sentinel-1A Data SARI, DEWI KANIA; KUNCORO, HENRI; NURTYAWAN, RIAN
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 12, No 4: Published October 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v12i4.1116

Abstract

ABSTRAK Cekungan Bandung, yang terletak di Provinsi Jawa Barat, Indonesia, rentan terhadap penurunan muka tanah. Penelitian ini menganalisis laju penurunan muka tanah di Cekungan Bandung selama tahun 2019 menggunakan metode PS-InSAR yang diterapkan pada citra satelit Sentinel-1A. Sebanyak delapan citra Sentinel1A, yang diperoleh antara Januari hingga Desember 2019, diproses menggunakan perangkat lunak SNAP dan STAMPS. Hasil analisis menunjukkan bahwa laju deformasi permukaan tanah di Cekungan Bandung berkisar dari -133 hingga 98 mm/tahun, dengan penurunan paling signifikan terjadi di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Perbandingan hasil PS-InSAR dengan data survei GPS dari sembilan titik pemantauan menunjukkan korelasi yang kuat (R=0,75), mengonfirmasi keandalan metode PS-InSAR untuk pemantauan penurunan tanah. Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan berkelanjutan dan pengelolaan sumber daya secara bijak guna mengurangi dampak penurunan muka tanah di Cekungan Bandung. Kata kunci: penurunan muka tanah, PS-InSAR, Cekungan Bandung, Sentinel-1A  ABSTRACT The Bandung Basin, located in West Java Province, Indonesia, is highly susceptible to land subsidence. This study analyzes land subsidence rates in the Bandung Basin during 2019 using the PS-InSAR method applied to Sentinel-1A satellite imagery. Eight Sentinel-1A images, acquired between January and December 2019, were processed using SNAP and STAMPS software. The results indicate that deformation rates in the Bandung Basin range from -133 to 98 mm/year, with the most significant subsidence occurring in Bandung City and Bandung Regency. A comparison between PS-InSAR measurements and GPS survey data from nine monitoring points revealed a strong correlation (R=0.75), confirming the reliability of the PS-InSAR method for land subsidence monitoring. These findings underscore the need for continuous monitoring and sustainable resource management to mitigate land subsidence in the Bandung Basin. Keywords: land subsidence, PS-InSAR, Bandung Basin, Sentinel-1A
Utilization of Digital Terrain Model (DTM) from LiDAR data for flood inundation simulation due to Ciujung River overflow in Banten Province Firmansyah, Yudi; Mahfudz, Mohamad; Nurtyawan, Rian
Indonesian Journal of Applied Environmental Studies Vol 5, No 2 (2024): Volume 5 Number 2 October 2024
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/injast.v5i2.10721

Abstract

Flood phenomena are natural disasters that are still difficult to predict due to climate change. Climate change has caused rainfall to become extreme, leading to floods as the water discharge exceeds river capacity. The Ciujung River is one of the major rivers in Banten Province. In 2012, the Ciujung River overflowed, cutting off access to the Tangerang-Merak Toll Road. This study utilizes a Digital Terrain Model (DTM) derived from LiDAR data and HEC-RAS software to simulate flood inundation due to the overflow of the Ciujung River in Banten. LiDAR data provides a high-resolution DTM, offering detailed and accurate topographic information. Using HEC-RAS, a hydraulic model was created to simulate water flow and potential flood inundation along the river. The simulation method refers to the Saint-Venant equations with an iterative procedure known as the standard step method. The simulation results show reliable flood depth and inundation spread as a reference for flood disaster mitigation planning. The final result of this study is a flood inundation map that provides a clear picture of flood risk levels along the Ciujung River, which can be used by local governments and other stakeholders for decision-making. From 12 flood inundation sample points, 60% were validated based on respondents' feedback. The area affected by flood hazards along the Ciujung River increased with rising water discharge, with the largest area being 109.06 hectares when the discharge reached 3000 m³/s.Fenomena banjir merupakan bencana alam yang masih sulit diprediksi akibat perubahan iklim. Perubahan iklim menyebabkan curah hujan menjadi ekstrem sehingga menyebabkan banjir karena debit air melebihi kapasitas sungai. Sungai Ciujung merupakan salah satu sungai besar yang ada di Provinsi Banten. Pada tahun 2012, Sungai Ciujung meluap sehingga memutus akses Tol Tangerang-Merak. Penelitian ini memanfaatkan Digital Terrain Model (DTM) yang berasal dari data LiDAR dan software HEC-RAS untuk melakukan simulasi genangan banjir akibat meluapnya Sungai Ciujung di Banten. Data LiDAR menyediakan DTM resolusi tinggi, menawarkan informasi topografi yang detail dan akurat. Dengan menggunakan HEC-RAS, model hidrolik dibuat untuk mensimulasikan aliran air dan potensi genangan banjir di sepanjang sungai. Metode simulasi mengacu pada persamaan Saint-Venant dengan prosedur iteratif yang dikenal dengan metode langkah standar. Hasil simulasi menunjukkan kedalaman banjir dan sebaran genangan yang dapat diandalkan sebagai acuan perencanaan mitigasi bencana banjir. Hasil akhir dari penelitian ini adalah peta genangan banjir yang memberikan gambaran jelas tingkat risiko banjir di sepanjang Sungai Ciujung, yang dapat digunakan oleh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam pengambilan keputusan. Dari 12 titik sampel genangan banjir, 60% tervalidasi berdasarkan masukan responden. Luas wilayah yang terkena bahaya banjir di sepanjang Sungai Ciujung bertambah seiring dengan meningkatnya debit air, dengan luas terluas 109,06 hektar dengan debit mencapai 3000 m³/s.
Monitoring Biochemical Oxygen Demand (BOD) Changes During a Massive Fish Kill Using Multitemporal Landsat-8 Satellite Images in Maninjau Lake, Indonesia Rohman, Arif; Fauzi, Adam Irwansyah; Ardani, Nesya Hafiza; Nuha, Muhammad Ulin; Perdana, Redho Surya; Nurtyawan, Rian; Lotfata, Aynaz
Forum Geografi Vol 37, No 1 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/forgeo.v37i1.21307

Abstract

Maninjau Lake is one of Indonesia's lakes for hydroelectric power plants, tourism, and fish farming activities. Some activities around the lake cause pollution, leading to massive fish kill. Therefore, it is necessary to monitor water quality regularly. One of the critical water quality parameters is biochemical oxygen demand (BOD). This study aimed to analyze BOD changes using a remote sensing approach during massive fish kills in Maninjau Lake, Indonesia. Multi-temporal Landsat-8 satellite images are processed to estimate the BOD level based on Wang Algorithm. After that, the estimated BOD value is validated using in situ data measurement. The results of the average BOD concentration that occurred in Lake Maninjau was 1.85 mg/L and showed that R2 was 0.8334, and the standard error was 0.076 between the estimated BOD and in situ data. Furthermore, the average concentration of BOD obtained on 23rd August 2017, 13th December 2017, 30th January 2018, 19th March 2018, and 7th July 2018 are 4.96 mg/L, 4.82 mg/L, 5.31 mg/L, 6.94 mg/L, and 6.60 mg/L, respectively. Increased BOD concentration in January 2018 indicates moderate pollution in the waters. BOD concentration increases after the massive fish kill due to the decaying fish across the lake.
Lembang Fault Deformation Study Using Sentinel-1A Image with Ps-Insar Method Nurtyawan, Rian; Sigiro, Rizky Berzata
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 5 No. 6 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v5i6.1081

Abstract

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) states that the earthquakes that have occurred in the territory of Indonesia during 2018 were 11,418. Nearly 95 percent of earthquakes occur in fault areas and plate boundaries. In West Java, especially in the Bandung area there is a fault structure called the Lembang Fault which is mostly occupied by community settlements. The Lembang Fault is an active fault, therefore it is necessary to conduct research related to monitoring the Lembang Fault for disaster mitigation purposes. One of parameter to determine the level of activity of a fault is deformation. The amount of deformation can be analyzed through the remote sensing methods, one of them is the Persistent Scatterer Interferometric Synthetic Aperture Radar (PS-InSAR) method. In this study the main data used is Sentinel-1A image data consist of eight scenes with acquisition time from January 2018 to March 2019. The results of the study concluded that the average deformation that occurred along the Lembang Fault was 2,485 mm with a graph that tends to rise. The area most affected by deformation is Cisarua Subdistrict with Line-of-Sight velocity of deformation of 28.4 - 48.9 mm / year. While the smallest deformation occurred in Lembang District with Line-of-Sight velocity of deformation of -2.3 - 19.2 mm / year.