Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Probabilitas Tingkat Kerapuhan pada Bangunan Masjid Beton Bertulang Bertingkat Rendah Akibat Beban Seismik Prayuda, Hakas; Maulana, Taufiq Ilham; Fattiha, Desti Lailatul Mufida; Haq, Muhammad Mundzirul; Husna, Renita
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 31, Nomor 2 (2025)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v31i2.66061

Abstract

Runtuhnya bangunan merupakan salah satu penyebab yang paling dominan adanya korban jiwa saat terjadi gempa bumi. Untuk mengurangi dan mencegah terjadinya kerusakan hingga runtuhnya bangunan selama gempa bumi, perlu dilakukan evaluasi pada bangunan terhadap beban seismik. Dengan evaluasi tersebut tentunya dapat memprediksi tingkat probabilitas terjadinya kerusakan pada bangunan apabila terjadi gempa bumi. Penelitian ini menjelaskan tingkat probabilitas dengan menggunakan kurva kerapuhan untuk mengevaluasi kinerja bangunan masjid. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah masjid terbanyak di dunia tentunya menjadi tantangan tersendiri untuk mengatasi kemungkinan kerusakan bangunan akibat gempa bumi. Selain itu, banyak juga bangunan masjid yang dibangun atas asas gotong royong tanpa menggunakan perhitungan teknik secara detail. Oleh sebab itu, evaluasi pada bangunan masjid sangat perlu dilakukan. Penelitian ini menggunakan aplikasi simulasi numerik STERA 3D dengan menggunakan data gempa riwayat waktu. Terdapat lima jenis data riwayat gempa yang digunakan pada variasi penelitian ini. Selain itu, bentuk ketidakberaturan bangunan juga menjadi salah satu faktor yang diteliti. Dengan dilakukannya analisis pushover, maka diperoleh output kurva kapasitas untuk perhitungan menggunakan metode HAZUS sehingga dihasilkan kurva kerapuhan seismik. Hasil evaluasi menunjukkan dengan variasi data riwayat waktu yang berbeda menghasilkan tingkat probabilitas kerusakan yang berbeda-beda.
Studi Komparatif Rumus Empiris Penentuan Kedalaman Erosi Terhadap Pengaruh Geometri dan Hidraulika pada Tikungan Sungai Surya Budi Lesmana; Ferriawan Yudhanto; Taufiq Ilham Maulana
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 2 (2025): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i2.17631

Abstract

Kestabilan morfologi pada tikungan sungai sangat bergantung pada interaksi kompleks antara hidrolika, geometri, geoteknik, dan faktor ekologis. Meskipun pemodelan komputasi terus berkembang pesat, pendekatan empiris tetap dibutuhkan untuk asesmen awal (preliminary assessment) yang cepat tanpa memerlukan sumber daya komputasi yang besar. Namun, terdapat celah krusial dalam mengevaluasi seberapa akurat berbagai rumus empiris klasik ketika diterapkan pada morfologi sungai alami yang beragam. Ketidakpastian mengenai rumus empiris mana yang paling relevan untuk berbagai kondisi sungai masih menjadi masalah utama dalam desain teknik sungai. Penelitian ini menggunakan metode studi komparatif secara komputasional dengan menguji 9 rumus empiris dari kategori Teori Rezim dan Hidrolika Tikungan terhadap tiga spesimen sungai berskala berbeda: Sungai Citarum (urban), Brantas (sub-urban), dan Bernam (rural). Hasil analisis menunjukkan bahwa rumus Teori Rezim (seperti Blench dan Inglis) cenderung memberikan prediksi kedalaman gerusan yang overestimate (sangat berlebihan) karena awalnya didesain untuk saluran irigasi buatan yang aman. Sebaliknya, rumus Hidrolika Tikungan (seperti Thorne) terbukti jauh lebih sensitif terhadap rasio kelengkungan geometri dan kedalaman awal, sehingga menghasilkan proyeksi yang lebih proporsional untuk sungai alami. Pemilihan rumus empiris yang tepat sangat vital sebagai referensi awal sebelum pemodelan komputasi yang mendalam.
Evaluasi Perilaku Seismik Akibat Ketidakberaturan Vertikal pada Bangunan Beton Bertulang Bertingkat Tinggi Prayuda, Hakas; Wilasamba, Ogata; Saleh, Fadillawaty; Maulana, Taufiq Ilham; Firdausa, Fadhila
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 28, Nomor 2 (2022)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v28i2.41765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi perilaku bangunan bertingkat tinggi pada beton bertulang yang memiliki ketidakberaturan vertikal akibat beban seismik. Kekuatan bangunan dalam menahan beban yang bekerja adalah hal yang sangat penting untuk diperhitungkan. Ketidakberaturan bentuk bangunan yang mempengaruhi dari massa bangunan sangat mempengaruhi kekakuan dan kinerja bangunan khususnya ketika terjadi gempa bumi. Oleh sebab itu, perlu dilakukan evaluasi mengenai efek dari ketidakberaturan vertikal pada bangunan khususnya bangunan bertingkat tinggi. Pada penelitian ini menggunakan bangunan berbentuk S-Shape dengan variasi 5 ketidakberaturan vertikal. Evaluasi yang dilakukan menggunakan analisis numerik melalui aplikasi STERA 3D. Beban gempa yang digunakan berupa data riwayat waktu dari sejarah gempa yang pernah terjadi yaitu beban gempa El-Centro, Kobe dan Parkfield. Perilaku yang ditinjau pada penelitian ini terdiri dari gaya geser, deformasi lateral, kekakuan struktur, perpindahan, hubungan gaya geser dasar dengan displacement, drift ratio, respon percepatan maksimum, kurva kapasitas dan top orbit bangunan. Dari hasil simulasi numerik dapat disimpulkan bahwa dengan setiap model memiki performance yang berbeda-beda meskipun diberikan beban gempa dan material properties yang sama. Dapat disimpulkan bahwa ketidakberaturan bangunan arah vertikal sangat mempengaruhi performance seismic bangunan beton bertulang bertingkat tinggi.