Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Studi Komparatif Rumus Empiris Penentuan Kedalaman Erosi Terhadap Pengaruh Geometri dan Hidraulika pada Tikungan Sungai Surya Budi Lesmana; Ferriawan Yudhanto; Taufiq Ilham Maulana
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 2 (2025): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i2.17631

Abstract

Kestabilan morfologi pada tikungan sungai sangat bergantung pada interaksi kompleks antara hidrolika, geometri, geoteknik, dan faktor ekologis. Meskipun pemodelan komputasi terus berkembang pesat, pendekatan empiris tetap dibutuhkan untuk asesmen awal (preliminary assessment) yang cepat tanpa memerlukan sumber daya komputasi yang besar. Namun, terdapat celah krusial dalam mengevaluasi seberapa akurat berbagai rumus empiris klasik ketika diterapkan pada morfologi sungai alami yang beragam. Ketidakpastian mengenai rumus empiris mana yang paling relevan untuk berbagai kondisi sungai masih menjadi masalah utama dalam desain teknik sungai. Penelitian ini menggunakan metode studi komparatif secara komputasional dengan menguji 9 rumus empiris dari kategori Teori Rezim dan Hidrolika Tikungan terhadap tiga spesimen sungai berskala berbeda: Sungai Citarum (urban), Brantas (sub-urban), dan Bernam (rural). Hasil analisis menunjukkan bahwa rumus Teori Rezim (seperti Blench dan Inglis) cenderung memberikan prediksi kedalaman gerusan yang overestimate (sangat berlebihan) karena awalnya didesain untuk saluran irigasi buatan yang aman. Sebaliknya, rumus Hidrolika Tikungan (seperti Thorne) terbukti jauh lebih sensitif terhadap rasio kelengkungan geometri dan kedalaman awal, sehingga menghasilkan proyeksi yang lebih proporsional untuk sungai alami. Pemilihan rumus empiris yang tepat sangat vital sebagai referensi awal sebelum pemodelan komputasi yang mendalam.
Evaluasi Perilaku Seismik Akibat Ketidakberaturan Vertikal pada Bangunan Beton Bertulang Bertingkat Tinggi Prayuda, Hakas; Wilasamba, Ogata; Saleh, Fadillawaty; Maulana, Taufiq Ilham; Firdausa, Fadhila
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 28, Nomor 2 (2022)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v28i2.41765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi perilaku bangunan bertingkat tinggi pada beton bertulang yang memiliki ketidakberaturan vertikal akibat beban seismik. Kekuatan bangunan dalam menahan beban yang bekerja adalah hal yang sangat penting untuk diperhitungkan. Ketidakberaturan bentuk bangunan yang mempengaruhi dari massa bangunan sangat mempengaruhi kekakuan dan kinerja bangunan khususnya ketika terjadi gempa bumi. Oleh sebab itu, perlu dilakukan evaluasi mengenai efek dari ketidakberaturan vertikal pada bangunan khususnya bangunan bertingkat tinggi. Pada penelitian ini menggunakan bangunan berbentuk S-Shape dengan variasi 5 ketidakberaturan vertikal. Evaluasi yang dilakukan menggunakan analisis numerik melalui aplikasi STERA 3D. Beban gempa yang digunakan berupa data riwayat waktu dari sejarah gempa yang pernah terjadi yaitu beban gempa El-Centro, Kobe dan Parkfield. Perilaku yang ditinjau pada penelitian ini terdiri dari gaya geser, deformasi lateral, kekakuan struktur, perpindahan, hubungan gaya geser dasar dengan displacement, drift ratio, respon percepatan maksimum, kurva kapasitas dan top orbit bangunan. Dari hasil simulasi numerik dapat disimpulkan bahwa dengan setiap model memiki performance yang berbeda-beda meskipun diberikan beban gempa dan material properties yang sama. Dapat disimpulkan bahwa ketidakberaturan bangunan arah vertikal sangat mempengaruhi performance seismic bangunan beton bertulang bertingkat tinggi.
Probabilitas Kerusakan Gedung Bertingkat Rendah Akibat Beban Seismik Menggunakan Kurva Kerapuhan Hakas Prayuda; Taufiq Ilham Maulana; Samsul Abdul Rahman Sidik Hasibuan; Darda Bari Farizqi; Faiik Ilmi; Renita Husna
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 2 (2025): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i2.17666

Abstract

Indonesia merupakan wilayah dengan tingkat aktivitas seismik yang tinggi karena berada pada zona cincin api dunia, sehingga banyak bangunan, khususnya bangunan bertingkat rendah, rentan mengalami kerusakan saat terjadi gempa bumi. Bangunan masjid sebagai salah satu fasilitas publik yang umum dijumpai juga tidak terlepas dari risiko tersebut, terutama apabila didesain tanpa perencanaan teknis yang memadai. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode yang mampu memprediksi tingkat kerusakan bangunan secara kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi probabilitas kerusakan bangunan beton bertulang bertingkat rendah menggunakan metode kurva kerapuhan. Objek penelitian berupa dua tipe bangunan masjid 2 lantai dengan bentuk tidak beraturan. Analisis dilakukan secara numerik menggunakan aplikasi STERA 3D dengan beban gempa riwayat waktu (time-history) dari beberapa kejadian gempa (Parkfield, Kobe, Chichi, Tabas, dan Chuetsu-oki). Kurva kerapuhan dikembangkan menggunakan metode HAZUS untuk menentukan probabilitas kerusakan pada berbagai tingkat (slight, moderate, extensive, dan complete). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bangunan dan karakteristik gempa sangat mempengaruhi respons seismik dan tingkat kerusakan. Bangunan berbentuk L cenderung memiliki nilai perpindahan dan probabilitas kerusakan yang lebih tinggi dibandingkan bangunan berbentuk H. Selain itu, sebagian besar kondisi menunjukkan bangunan berada pada fase plastis, kecuali pada gempa Chichi yang masih dalam kondisi elastis. Dapat disimpulkan bahwa ketidakberaturan bentuk bangunan meningkatkan kerentanan terhadap kerusakan akibat gempa. Oleh karena itu, direkomendasikan agar perencanaan bangunan masjid mempertimbangkan aspek regularitas struktur serta dilakukan evaluasi kinerja berbasis analisis kerapuhan untuk meminimalkan risiko kerusakan di wilayah rawan gempa.
Probabilitas Tingkat Kerapuhan pada Bangunan Masjid Beton Bertulang Bertingkat Rendah Akibat Beban Seismik Hakas Prayuda; Taufiq Ilham Maulana; Desti Lailatul Mufida Fattiha; Muhammad Mundzirul Haq; Renita Husna
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 31, Nomor 2 (2025)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v31i2.66061

Abstract

Building collapse is one of the leading causes of casualties during an earthquake. It is necessary to assess the resistance of the building in seismic performance in order to reduce and prevent earthquake-related damage and building collapse. With this evaluation, it is possible to predict the probability of building damage in the event of an earthquake. This study evaluates the performance of mosque buildings using the fragility curve to determine the probability level of damage. As one of the nations with the largest number of mosques in the world, Indonesia faces the challenge of overcoming the possibility of earthquake damage to the mosque buildings. In addition, many mosque buildings were built based on mutual cooperation without using detailed technical calculations. Therefore, an evaluation of the mosque structure is essential. This study employs a STERA 3D numerical simulation utilizing earthquake time history data. In this study variation, five types of earthquake time history data are utilized. Additionally, the irregular shape of the building is one of the factors under investigation. By performing a pushover analysis, the output of the capacity curve for calculations using the HAZUS method is obtained, allowing for the generation of a seismic fragility curve. The evaluation results show that different variations of time history data produce different levels of probability of damage.