Priharyanti Wulandari
Unknown Affiliation

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : PROSIDING SEMINAR NASIONAL

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI PADA WANITA USIA SUBUR DI PUSKESMAS NGESREP KELURAHAN NGESREP KECAMATAN BANYUMANIK SEMARANG Kustriyanti -; Priharyanti Wulandari
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.62 KB)

Abstract

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan alat KB dan keputusan ber-KB, yaitu sosial budaya, agama/keyakinan, dukungan keluarga dan pengetahuan. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Ngesrep karena masih adanya angka kematian ibu di wilayah Puskesmas Ngesrep, minimnya informasi yang diterima peserta KB serta pengetahuan peserta KB yang masih minim pula. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi pada wanita usia subur di Puskesmas Ngesrep. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi, dengan jumlah sample sebanyak 66 responden dan diambil dengan menggunakan tehnikmenggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengetahui faktor agama/keyakinan, dukungan keluarga dan pengetahuan alat kontrasepsi. Teknik analisis data dalam penelitian menggunakan analisis Chi Square dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara keyakinan dengan pemilihan alat kontrasepsi (ρvalue = 0,015 < 0,05). Tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan pemilihan alat kontrasepsi (ρvalue = 1,000 > 0,05). Ada hubungan antara pengetahuan dengan pemilihan alat kontrasepsi (ρvalue = 0,019 < 0,05). Tidak ada hubungan antara sosial ekonomi dengan pemilihan alatkontrasepsi (ρvalue = 0,120 > 0,05). Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk penelitian selanjutnya, menjadi masukan sebagai bahan pertimbangan dalam meilih alat kontrasepsi yang tepat dan sesuai. Sebaiknya pihak yang terkait dengan KB yaitu tenaga kesehatan melakukan strategi jemput bola dalam penanaman program KB sepertimengadakan penyuluhan tentang KB yang kontinyu dan menyediakan program gratis kepada masyarakat yang kurnag mampu.Kata Kunci : Pemilihan Alat Kontrasepsi, Wanita Usia Subur
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG ALAT KONTRASEPSI DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI PADA IBU PRIMIPARA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMBAKAJI KOTA SEMARANG Sukriani -; Priharyanti Wulandari
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.357 KB)

Abstract

Pengetahuan ibu tentang alat kontrasepsi dapat membantu ibu primipara untuk memilih metode kontrasepsi yang sesuai dengan dirinya sehingga klien bisa menjadi peserta yang mantap dari suatu metode kontrasepsi,dan upaya untuk mengatasi fenomena yang terjadiyaitu dengan pemberian konseling tentang metode kontrasepsi, efek samping suatu metode kontrasepsi dan dilakukan sosialisasi kontrasepsi secara luas dan kembalinya kesuburan usai tidak menggunakan alat kontrasepsi.Untuk mengetahui Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang alat kontrasepsi dengan pemilihan alat kontrasepsi pada ibuprimipara diwilayah kerja puskesmas Tambakaji kota Semarang tahun 2013.Penelitian ini merupakan jenis penelitian Non Eksperimental karena tidak adanya intervensi atau rekayasa dari peneliti. Desain yang digunakan adalah deskriptif korelasional karena peneliti mencoba mencari hubungan antar variable yaitu variabel bebas adalah pengetahuan ibu tentang alat kontrasepsi. Dengan variabel terikat yaitu pemilihan alatkontrasepsi. Sifat penelitian ini adalah deskriptif, dengan pendekatan yang digunakan adalah cross sectional yaitu data yang menyangkut variabel akan dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Sebagian besar ibu primipara di wilayah kerja Puskesmas Tambakaji Kota Semarang mempunyai pengetahuan yang baik tentang alat kontrasepsisebanyak 22 responden (42,3%). Sebagian besar ibu primipara di wilayah kerja Puskesmas Tambakaji Kota Semarang memilih menggunakan alat kontrasepsi hormonal sebanyak 31 responden (59,6%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu primipara tentang alat kontrasepsidengan pemilihan alat konrasepsi di wilayah kerja Puskesmas Tambakaji Kota Semarang tahun 2012 (nilai chi square sebesar 10,076 dengan p value = 0,006. Sebaiknya pihak yang terkait dengan KB yaitu tenaga kesehatan melakukan strategi jemput bola dalam penanaman program KB seperti mengadakan penyuluhan tentang KB yang kontinyu danmenyediakan program gratis kepada masyarakat yang kurnag mampu.Kata kunci : pengetahuan, primipara dan alat kontrasepsi