Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Melalui Pelatihan Budikdamber Dengan Sistem Aquaponik di Desa Capang Purwodadi Pasuruan Bashori, Hasan
Jurnal Soeropati Vol 1 No 2: Mei 2019
Publisher : LPPM Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/js.v1i2.2296

Abstract

Capang Village is a village located in Purwodadi District, Pasuruan Regency. Capang village has multiple livelihoods including agriculture, animal husbandry, fisheries, trading, etc. One of the fisheries commodities that has been applied in Capang Village is catfish cultivation, but now it is starting to fade and be abandoned. With this situation, the Community Group 3 Yudharta University of Pasuruan service team introduced or provided BUDIKDAMBER training (aquaculture in a bucket) with the Aquaponics system, later it was hoped that it could regain community interest in conducting fish farming, especially catfish cultivation supplemented with plant cultivation. The main target of this program is PKK Capang village mothers so that they can fill their free time with more useful and beneficial activities. The method used in this program is to use the method of direct socialization, seminars and practice. The practice was carried out by conducting a demonstration of the making of BUDIKDAMBER and Aquaponics, as well as giving BUDIKDAMBER assemblies to several residents as a pilot. The results obtained from this program are an increase in knowledge, especially PKK women in Capang Village, Purwodadi District, Pasuruan Regency about the advantages and benefits of BUDIKDAMBER with the Aquaponic system, and can directly practice, manage the cultivation and business management of BUDIKDAMBER with the Aquaponics system
Pembinaan dan Pendampingan Pendaftaran NIB untuk UMKM di Kelurahan Kepanjenkidul Arum, Dewi Puspa; Fajar, Andika Putra; Nisa, Choirun; Bashori, Hasan; Nugraha, Irwan Ardiansyah; Nurpratama, Yovan
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.843 KB) | DOI: 10.56855/income.v1i2.85

Abstract

Kegiatan Program Pengabdian Masyarakat dari UPN Veteran Jawa Timur bersama dengan pelaku UMKM Kepanjenkidul di Blitar. Legalitas usaha mempunyai peranan yang sangat penting dalam suatu usaha yang berjalan (UMKM), legalitas dalam suatu usaha juga mempunyai peranan yang sangat penting karena dijadikan pedoman bahwa usaha sudah layak dan sedang beroperasi. Kurangnya pemahaman masyarakat sekitar tentang pentingnya legalitas menjadi sebuah permasalah yang membuat pelaku usaha belum memiliki legalitas usaha, juga susahnya mengurus legalitas usaha yang tak kunjung didapatkan (lama). Nomor Induk Berusaha (NIB) adalah salah satu nomor identitas pelaku usaha sesuai dengan bidang usaha, Fungsi NIB bukan hanya sebagai identitas, melainkan juga berlaku sebagai Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan Angka Pengenal Impor (API). Sebagai bentuk kepatuhan terhadap hukum, tentu suatu usaha harus melegalkan usahanya terlebih dahulu. Pendampingan ini bertujuan untuk memudahkan pemahaman kepada masyarakat dan sangat pentingnya legalitas usaha (NIB) ini agar usahanya berkembang juga naik kelas. Pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) ini secara online melalui Online Single Submission (OSS). Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan oleh kelompok 25 KKN-T MBKM UPN "Veteran" Jawa Timur yang terdiri dari 10 orang. Hasil yang terlihat dalam kegiatan ini yaitu adanya peningkatan mengenai pemahaman dari para pelaku usaha di kelurahan Kepanjenkidul dalam hal pentingnya memiliki legalitas usaha (NIB), serta dari 20 UMKM yang telah di survey oleh kelompok 25, sejumlah 6 UMKM diantaranya belum memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha) sehingga kelompok 25 memberi pendampingan dalam hal pengurusan NIB (Nomor Induk Berusaha) bagi usaha yang sedang jalan.
ANALISA WAKTU BAKU PRODUKSI DOMPET DENGAN PENDEKATAN PETA TANGAN KIRI DAN TANGAN KANAN PADA CV. XYZ DI PASURUAN Bashori, Hasan; Umami, Roisyatul
SKeTsa Bisnis (e-jurnal) Vol 2 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jsb.v2i1.667

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada CV. XYZ yang memproduksi dompet. Permasalahan yang terjadi adalah turunnya produktifitas perusahan yang disebabkan oleh pembuangan waktu yang sia-sia dalam melakukan pekerjaan. Oleh sebab itu dilakukan sebuah evaluasi metode kerja dengan pendekatan peta tangan kiri dan tangan kanan yang diharapkan dapat mengurangi pemborosan waktu dan menentukan waktu baku dalam melakukan aktifitas kerja proses produksi di perusahaan. Dari hasil analisa yang dilakukan, diketahui bahwa proses kerja diperusahaan saat ini untuk membuat 1 unit dompet membutuhkan waktu sebesar 69.35 menit. Sedangkan dengan proses kerja usulan dengan pendekatan peta tangan kiri dan tangan kanan untuk menghasilkan 1 unit dompet membutuhkan waktu sebesar 59.17 menit. Hasil perhitungan selisih waktu antara proses kerja diperusahaan saat ini dengan proses kerja usulan dengan pendekatan peta tangan kiri dan tangan kanan diperoleh penghematan waktu sebesar 10.18 menit, dengan prosentase penghematan waktu baku pada proses marking dan pemotongan sebesar 11.25%, proses pengeleman sebesar 20.69% dan proses jahit sebesar 7.39%, serta prosentase kenaikan output standart sebesar 21.43%.
RANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA KARYAWAN BERBASIS NEURO LINGUISTIC PROGRAMMING (NLP) Hermansyah, Muhammad; Bashori, Hasan
Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol 4 No 3 (2017): Available online
Publisher : Department of Industrial Engineering - Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jkie.v4i3.856

Abstract

PT. X sebagai perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur penghasil gula cair, tentu tidak dapat dilepaskan dari potensi Tenaga Kerja. Potensi Tenaga Kerja sangat penting keberadaannya karena berkaitan dengan upaya penciptaan nilai, yaitu proses menghasilkan produk oleh PT. X. Tujuan penelitian ini selain fokus pada produksi, tentunya juga fokus pada faktor-faktor lain yang tidak boleh diabaikan dalam proses bisnis perusahaan, seperti keselamatan dan kesehatan kerja. Faktor tenaga kerja berkenaan dengan kinerja mempunyai peranan strategis dalam pencapaian tujuan-tujuan perusahaan dan pihak-pihak yang berkepentingan, untuk itu dibutuhkan penilaian kinerja yang tepat. Sistem penilaian kinerja yang dimiliki PT. X saat ini yaitu Laporan Penilaian Kerja (LPK) yang dianggap memiliki beberapa kelemahan yaitu dalam faktor penilai yakni belum standarnya pemberian nilai dari si penilai, tidak adanya indikator dalam penilaian, penilaian yang bersifat kualitatif, dan periode pelaksanaan penilaian kerja dari LPK hanya satu kali dalam satu tahun. Penelitian dilaksanakan mengintegrasikan antara penilaian hasil kerja dan model kompetensi dalam pengukuran kinerja, hal ini dilakukan untuk memperoleh informasi pencapaian tujuan dan tingkat penyelesaian tugas serta tanggung jawab setiap fungsi dan posisi sehingga intangible assets dapat dipertahankan dan diharapkan bisa berkembang. Hasil penelitian ini congruen dengan peningkatan objektivitas, sehingga sistem pengukuran kinerja akan memberikan hasil pengukuran yang lebih detail dan kuantitatif akan membantu dalam pengembangan sistem pemberian insentif serta rekomendasi training atau pengembangan lainnya. 
PENERAPAN METODE DYNAMIC PROGRAMMING UNTUK PERENCANAAN JADWAL INDUK PRODUKSI (JIP) DI PT.XYZ Sanjaya, Rosi Leo; Munir, Misbach; Bashori, Hasan
Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol 3 No 2 (2016): JKIE (Journal Knowledge Industrial Engineering)
Publisher : Department of Industrial Engineering - Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jkie.v3i2.877

Abstract

Persaingan bisnis yang semakin ketat menuntut industri di bidang manufaktur maupun jasa untuk meningkatkan kreatifitas strategi bisnisnya. Strategi bisnis yang sama belum tentu memberikan hasil yang sama bila tetap diterapkan sehingga perlu dikaji kinerjanya. Untuk itu perusahaan-perusahaan diharapkan mampu menerapkan system perencanaan produksi yang baik dan mampu untuk terus meni ngkatkan efisiensi serta kemampuan untuk menghasilkan produk yang bermutu guna memenuhi permintaan konsumen. PT. “XYZ” merupakan perusahaan yang bergerak dalam air minum dalam kemasan (AMDK) mengalami masalah yang berkaitan dengan penentuan jumlah produk yang diproduksi oleh perusahaan pada setiap bulan. Hal ini menyebabkan pada setiap periode, perusahaan mengalami kelebihan produksi sehingga perolehan keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan tidak optimal dan mengakibatkan besarnya biaya simpan. Keadaan demikian terjadi karena perusahaan selama ini dalam melaksanakan perencanaan dan penjadwalan produksi berdasarkan intuisi. Metode yang dilakukan sebagai solusi adalah metode dynamic programming. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui cara menyusun jadwal induk produksi yang baik dan terencana dalam setiap periode sehingga meningkatkan profit perusahaan. Untuk meramalkan jumlah produksi yang harus diproduksi pada periode mendatang digunakan metode moving average dan single exponential smoothing, data produksi pada periode sebelumnya. Pada metode moving average menggunakan rata-rata bergerak 2,3,4 dan 5. Sedangkan single exponential smoothing α = 0,1-0,9. Adapun metode peramalan yang digunakan adalah single exponential smoothing dengan α = 0,9 menghasilkan MAD terkecil sebesar 175766. Hasil perencanaan penjadwalan produksi untuk 12 periode mendatang (Januari–Desember 2015) adalah 805610, 1437382, 1331709, 1501543, 1541016, 1603168, 1253870, 1228228, 921185, 801005, 1005354 pcs. Sehingga dengan menggunakan metode dynamic programming menghasilkan optimalisasi keuntungan bagi perusahaan sebesar Rp. 41.760.855.470,-. Sementara total baiaya produksi actual perusahaan tahun 2014 sebesar Rp. 41.510.488.990,- dari hail perbandingan antara metode dynamic programming memberikan hasil laba sebesar Rp. 250.366.480 atau sebesar 0.006%.
ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER MENGGUNAKAN PENDEKATAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DI PT. XX Kusaeri, Ach.; Hermansyah, Muhammad; Bashori, Hasan
Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol 3 No 2 (2016): JKIE (Journal Knowledge Industrial Engineering)
Publisher : Department of Industrial Engineering - Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jkie.v3i2.878

Abstract

Pada Perusaahan industri Dalam era industrialisasi yang semakin kompetitif sekarang ini, setiap pelaku bisnis yang ingin memenangkan kompetisi dalam dunia industri akan memberikan perhatian penuh pada efektivitas dan efisiensi perusahaan, termasuk dalam masalah logistik. Dengan bantuan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), dilakukan pemilihan supplier bahan baku pengemas pada perusahaan. Hasil penilaian evaluasi kinerja supplier diperusahaan menggunakan rancangan penilaian dengan menggunakan model Quality, Quantity,Cost, dan Delivery (QQCD) Dari hasil perhitungan dengan keputusan penilaian kerja supplier dapat dihasilkan ada keputusan yang mana supplier A dengan total nilai 10 dengan keputusan menjadi supplier unggulan, supplier B dengan total nilai 8,3 dengan keputusan tetap menjadi supplier, supplier C dengan total nilai 7,25 dengan keputusan tetap menjadi supplier, supplier D dengan total nilai dengan nilai 6 dengan keputusan surat protes (complain), dan supplier E dengan total nilai 5 dengan keputusan di eliminasi dari daftar supplier terpilih.
EFISIENSI MESIN EXTRUDER MENGGUNAKAN PENDEKATAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS DAN IDENTIFIKASI SIX BIG LOSSES Mudakkirin, Farizal; Bashori, Hasan; Munir, Misbach
JMMT Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jmmt.v4i2.4425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi gaya tambahan yang ditimbulkan oleh etos OEE bagian depan bidang ekstruder dan elemen-elemen yang menimbulkan kehancuran bidang ekstruder dan gerakan pengendapannya. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman dan pembahasan yang lebih mendalam tentang penyebab terjadinya standar penyebab terjadinya gempa. Penelitian ini menggunakan kustomisasi kuantitatif. mendeteksi penyebab kecelakaan pesawat dan mencari solusi dari masalah kecelakaan menggunakan efektivitas peralatan umum (OEE) digunakan untuk keberhasilan etos ketersediaan, efisiensi kinerja dan tingkat kualitas. Pengukuran tingkat efektivitas peran pesawat extruder ditambahkan OEE PT. X ditambah hasil yang didapat adalah pesawat reservoir-3 terjadwal ditemukan tidak memiliki etos parameter kelas dunia sebesar 85%. Reservoir line menambahkan etos OEE 72,02%, Line ban menambahkan etos OEE 69,80% Etos tersembunyi terendah di depan Mesin Line 3 Dengan etos OEE 65,74%. Dalam perkiraan enam kerugian utama untuk pesawat Line 3 yang memiliki terendah, elemen kehilangan kecepatan mengatasi kerugian tertinggi ditambah etos 16,97%. Untuk meningkatkan efisiensi bagian depan pesawat harus diubah jadwal perawatannya, yang lebih tepat bila alasan pemusnahan peralatan/bagian dari racun kempes dan selalu mencegah pesawat incompressible dari naiknya elemen mekanik/elektrik. Dan operator perlu mendapatkan persepsi tentang perawatan dan pembuangan pesawat secara rutin.
ANALISA PERAWATAN MESIN PROTOS 1-8 MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE II (RCM II) DI PT. XYZ Saputra, Joko Hadi; Bashori, Hasan
JMMT Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jmmt.v5i2.5664

Abstract

XYZ merupakan perusahaan pengolahan tembakau menjadi sigaret/rokok menggunakan mesin otomatis. Masalah yang dihadapi adalah kerusakan yang sering terjadi di mesin PROTOS 1-8 sehingga pemeliharaan korektif harus dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi perawatan mesin PROTOS 1-8, upaya penanggulangannya dan pemilihan tindakan.Metode yang digunakan adalah RCM II untuk mengidentifikasi kerusakan termasuk penentuan lingkup studi, RCM IIinformation worksheet, RCM II decision worksheet dan perhitungan keandalan. Analisis resiko meliputi bidang tersembunyi, keselamatan, lingkungan, serta operasional yang selanjutnya dipilih tindakan yang sesuai untuk diambil. Berdasarkan tindakan terpilih, disusun strategi pemeliharaan, perhitungan reliability, interval perawatan dan jadwal perawatan selanjutnya. Hasil analisa RCM II diperoleh komponen paling kritis adalah steep-angle conveyor, picker roller dan tipping knife. Dengan mengeliminasi tingkat kerusakan, diperoleh reliability steep-angle conveyor 57%, picker roller 54,1% dan tipping knife 57,9% dengan interval perawatan steep-angle conveyor 969,2 jam/46 hari, picker roller 1.323,3 jam/63 hari dan tipping knife 945 jam/45 hari serta jadwal perawatan setiap 51 hari kerja untuk ketiga komponen kritis tersebut dan 102 hari kerja untuk komponen lainnya.
OPTIMASI PENYIMPANAN SASHIMI IKAN MAKAREL MENGGUNAKAN RESPONSE SURFACE METHODOLOGY UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS DAN MASA SIMPAN Mufid, Mukhammad; Bashori, Hasan
JMMT Vol 6 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/dkyb6551

Abstract

Industri pengolahan ikan di Indonesia menghadapi tantangan dalam mempertahankan kualitas produk, khususnya pada produk sashimi dari ikan makarel yang bernilai ekonomi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kombinasi suhu penyimpanan, konsentrasi garam, dan waktu perendaman dalam produksi sashimi menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM), guna meningkatkan kualitas dan masa simpan produk. Penelitian dilakukan di PT. Marine Cipta Agung, dengan menggunakan Central Composite Design (CCD) untuk mengatur 18 kombinasi perlakuan. Parameter kualitas yang dianalisis meliputi tekstur, warna, aroma, dan jumlah mikroorganisme (TPC). Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa suhu penyimpanan dan konsentrasi garam berpengaruh signifikan terhadap kualitas sashimi (p < 0,05), serta terdapat interaksi signifikan antara beberapa faktor. Optimasi menggunakan fungsi desirability menghasilkan kombinasi optimal suhu penyimpanan 3°C, konsentrasi garam 2,5%, dan waktu perendaman 25 menit. Model yang dihasilkan memiliki akurasi tinggi dengan nilai RMSE sebesar 0,120. Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan RSM dapat menjadi pendekatan efektif dalam meningkatkan efisiensi produksi dan mutu sashimi, serta berkontribusi pada peningkatan daya saing industri perikanan nasional.
PENINGKATAN EFEKTIVITAS PRODUKSI MELALUI EVALUASI OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS DAN STRATEGI PREVENTIVE MAINTENANCE PADA MESIN THERMOFORMING MIKA PLASTIK Irsyadul Ibad, Mochamad; Bashori, Hasan
JMMT Vol 6 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/nqqyvv18

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program preventive maintenance dalam menurunkan jumlah produk cacat pada proses produksi mika plastik tray berukuran 120×65 mm menggunakan mesin thermoforming di PT Trass Anugrah Makmur. Permasalahan tingginya cacat produksi membutuhkan analisis menyeluruh terhadap kinerja mesin dan implementasi pemeliharaan yang lebih terukur. Metode penelitian meliputi pengamatan langsung, wawancara dengan operator dan teknisi, serta pengumpulan data produksi selama kegiatan magang. Kinerja mesin dievaluasi menggunakan parameter OEE (Overall Equipment Effectiveness), MTBF, dan MTTR untuk memberikan gambaran mengenai produktivitas dan keandalan peralatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai OEE mencapai 91,16%, terdiri dari availability 93%, performance 99%, dan quality 99%. Jenis cacat yang dominan meliputi bibir produk tidak rata, produk berjatuhan saat proses operasi, dan bintik pada permukaan, yang dipengaruhi oleh kondisi mesin, keterampilan operator, serta kualitas bahan baku. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan preventive maintenance secara konsisten berpotensi meningkatkan efisiensi produksi dan menekan tingkat defect. Rekomendasi perbaikan mencakup penjadwalan pemeliharaan yang terstandar, peningkatan kompetensi operator, dan penguatan pengendalian kualitas bahan baku agar keandalan proses produksi dapat terus ditingkatkan.