Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL FLYWHEEL

Pengaruh Filterisasi Bertingkat Larutan KOH, NAOH Dan TEA Terhadap Penurunan Prosentase CO2 Pada Biogas Hardianto, Andy; Hermawan, Dadang
JURNAL FLYWHEEL Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v10i1.725

Abstract

Pada saat ini pemerintah sudah mulai mencanangkan rencana strategis untuk mengganti kebutuhan akan bahan bakar yang berasal dari minyak bumi yaitu diantaranya pengembangan sumber bahan bakar alternative, salah satu sumber energi alternatif yang banyak berada dalam lingkungan sekitar adalah biogas dari hasil ternak sapi maupun biogas dari hasil penimbunan dari tempat pembuangan sampah. Kandungan Biogas yang dihasilkan ternyata didapatkan prosentase kandungan yang paling besar adalah CH4 dan CO2 sedangkan agar didapatkan nilai kalor yang lebih baik pada biogas perlu adanya peningkatan prosentase dari CH4 yang dihasilkan. Hal ini dapat dilakukan dengan menurunkan prosentase CO2 yang terkandung dalam biogas dengan melakukan pemurnian atau purifikasi pada biogas karena CO2 merupakan gas pengotor yang terkandung dalam biogas. Untuk itu dalam penelitian ini perlu adanya penyerapan gas CO2 yang terkandung dalam biogas dengan menggunakan Larutan KOH, NAOH maupun Tryetanolamine (TEA). Ketiga larutan tersebut mempunyai sifat mengikat pada gas CO2 sehingga bisa menurunkan prosentase CO2 yang terkandung dalam biogas. Metode Penelitian ini adalah metode penelitian langsung (experimental research) dengan menggunakan filterisasi bertingkat Larutan KOH, NAOH dan TEA terhadap penurunan prosentase kandungan CO2 pada Biogas serta mengetahui Debit Masuk, temperatur dan PH larutan. Hasil Penelitian didapatkan Pengujian KOH dengan prosentase CO2 masuk sebesar 35.6 dan debit masuk sebesar 3 m/s maka didapatkan CO2 setelah pengujian adalah 15 %. Sedangkan untuk prosentase CH4 yang masuk dalam larutan KOH sebesar 48 % setelah dilakukan pengujian sebesar 57 %. Prosentase pengurangan CO2 dalam biogas setelah melewati Larutan NAOH 1% pada saat debit masuk 0.3 m/s3 didapatkan kandungan CO2 sebesar 16 % dari prosentase sebelumnya sebesar 35.2 %. Sedangkan untuk kandungan CH4 didapatkan prosentase sebesar 58% dari prosentase sebelumnya sebesar 48.2 %. Prosentase pengurangan CO2 dalam biogas setelah melewati Larutan TEA 1% pada saat debit masuk 0.3 m/s3 didapatkan kandungan CO2 sebesar 15 % dari prosentase sebelumnya sebesar 35.8 %. Sedangkan untuk kandungan CH4 didapatkan prosentase sebesar 56 % dari prosentase sebelumnya sebesar 48.4 %. Pada Filterisasi Bertingkat dengan Larutan KOH, NAOH dan TEA Prosentase kandungan CO2 pada biogas dengan debit masuk 0.3 m/s3 sebesar 13 % dan untuk CH4 mengalami peningkatan yang lebih baik yaitu sekitar 67%. Hal ini mempunyai nilai prosentasi yang lebih baik dari masing-masing larutan pada saat pengujian.
Analisis Mesin Mixer Pakan Ternak Dengan Metode Six Big Losses, FMEA dan LTA (Studi Kasus pada Koperasi Agro Niaga Jabung Syariah Unit Sarana Produksi Pakan Ternak - SAPRONAK) Hardianto, Andy; Alvianto, Yudha; Silviana
JURNAL FLYWHEEL Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v14i2.7283

Abstract

Koperasi Agro Niaga Jabung Syariah pada unit Sarana Produksi Pakan Ternak (SAPRONAK) adalah sebuah perusahaan dibidang manufaktur yang memproduksi pakan ternak sapi perah dan sapi potong. Mesin produksi yang digunakan yaitu mesin horizontal mixer tipe pengaduk paddle mixer dengan kapastias 2.000 kg per batch serta memiliki 6 buah paddle. Perusahaan mengalami downtime tepatnya 1 tahun terakhir, yang mana pada bulan Januari 2022 – Januari 2023 sebesar 3.420 menit. Dengan adanya latar belakang permasalahan tersebut, penulis ingin melakukan analisis penyebab permasalahan yang menyebabkan downtime dengan menggunakan fishbone diagram. Dari hasil analisis, faktor yang dominan yang menyebabkan paddle mixer patah disebabkan oleh faktor mesin. Berdasarkan perhitungan nilai Overall Equipment Effectiveness mesin horizontal mixer tipe pengaduk paddle mixer di Koperasi Agro Niaga Jabung Syariah pada unit Sarana Produksi Pakan Ternak (SAPRONAK) yaitu sebesar 72.39% dengan availability sebesar 96.40%, performance sebesar 74.90% dan quality rate sebesar 99.98%. Hasil perhitungan nilai Six Big Losses masing-masing yaitu Reduced Speed Losses sebesar 23.90%, Idling and Minor Stoppages 5.27%, Breakdown Losses sebesar 3.30%, Setup and Adjustment sebesar 0.28%, Reject Losses sebesar 0.01%. Dari nilai ini dapat dilihat bahwa faktor Reduced Speed Losses dan Idling and Minor Stoppages Losses merupakan faktor losses dengan nilai tertinggi. Untuk mengidentifikasi failure mode menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Dari hasil analisis FMEA diperoleh 4 failure mode yang terdiri dari patah pada paddle mixer, tombol panel listrik rusak dan kabel panel putus, rotor coil terbakar, motor housing pecah, roller bearing rusak dan kipas/fan rotor rusak, rumah gear box pecah, bearing macet, oli habis dan roda gigi aus. Untuk menentukan konsekuensi kegagalan yang ditimbulkan dari failure mode dan menentukan kebijakan preventive maintenance yang efektif untuk setiap mesin disesuaikan dengan klasifikasi LTA. Failure mode kategori A dilakukan dengan pengoperasian mesin sesuai SOP, kategori B dilakukan pemeriksaan mesin dan persiapan spare part dan kategori C dilakukan pemasangan yang tepat, pelumasan dan pembersihan.
Analisis Perawatan Mesin Mixer Pakan Ternak dengan Metode Overall Resource Effetiveness Albertus Niko Kristian Hartanto; Hardianto, Andy; Restu Wardhani, Arie
JURNAL FLYWHEEL Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v16i1.13262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas produksi dengan menggunakan metode Overall Resource Effectiveness (ORE) pada mesin horizontal mixer tipe paddle mixer di Koperasi Agro Niaga Jabung Syariah. Berdasarkan hasil pengukuran Overall Equipment Effectiveness (OEE), diperoleh nilai rata-rata sebesar 72,39%, yang masuk dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan perlunya analisis lebih lanjut untuk meningkatkan kinerja mesin. Penelitian dilakukan melalui pengumpulan data primer, seperti observasi langsung dan wawancara dengan teknisi, serta data sekunder berupa catatan historis kerusakan dan produksi (Januari 2022–Januari 2023). Analisis akar penyebab kerusakan menggunakan fishbone diagram, sedangkan pengukuran efektivitas mesin dilakukan dengan metode ORE yang mencakup tujuh faktor utama: Readiness (R), Availability of Facility (Af), Changeover Efficiency (C), Availability of Material (Am), Availability of Manpower (Amp), Performance Efficiency (P), dan Quality Rate (Q). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ORE mampu mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi efektivitas mesin, termasuk waktu henti, cacat produksi, dan efisiensi operasional. Dengan memahami faktor-faktor ini, penelitian memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan keandalan mesin dan efisiensi proses produksi secara keseluruhan.