Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Dialog

STRATEGI PESANTREN MENGHADAPI PERUBAHAN MASYARAKAT Ali Romdhoni
Jurnal Dialog Vol 37 No 1 (2014): JURNAL DIALOG
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.615 KB) | DOI: 10.47655/dialog.v37i1.58

Abstract

The effort to maintain the sustainibility of pesantren needs hard-work and thought. Pesantren in Indonesia faces two problems. Pesantren must maintain its unique characteristics as religion education and moral shelter for society in one side. In other side, pesantren must be in line with the dynamic of society life in responding the development of ages. This article offers three things that must be responded by stakeholders of pesantren in order this institution can survive. Firstly, pesantren must consitently be an institution for cadering ulama. Secondly, pesantren must search the best method for learning and teaching continuously. Thirdly, pesantren can maintain as independent education institution.
ISLAM BERBUNGKUS KEARIFAN LOKAL (LOCAL WISDOM): Ali Romdhoni
Jurnal Dialog Vol 36 No 1 (2013): JURNAL DIALOG
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.432 KB) | DOI: 10.47655/dialog.v36i1.80

Abstract

Melalui metode deskriptis, interpretatif dan analitis, tulisan menunjukkan bukti bahwa seni Ketoprak, yang digemari masyarakat ‘abangan’ di Pati, Jawa Tengah, ternyata menyimpan nilai-nilai luhur ajaran Islam. Budaya juga merupakan perwujudan usaha manusia untuk eksis, dan nantinya juga membentuk struktur sosial dan mendorong manusia melakukan pilihan-pilihan strategis sebagai bentuk survival strategy mereka menghadapi lingkungan fisik dan sosialnya. Salah satu bentuk survival strategy dalam penelitian ini adalah pilihan para pekerja seni Ketoprak untuk menampilkan cerita-cerita yang bernuansa keteladanan. Satu tindakan yang membuat warna Ketoprak menjadi “berbeda” dari konteks kelahirannya. Salah satu faktor pendorong pilihan tindakan ini adalah tidak ingin terasing di masyarakat. Ini karena struktur sosial masyarakat di Pati mayoritas santri.