Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Indo Green Journal

Penerapan Model Project Based Learning (Pjbl) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipas Tentang Perubahan Wujud Benda di Kelas IV SD Negeri Kopiwangker Manaroinsong, Patricia Manaroinsong; Rindengan, Mersty E.; Katili, Fonny
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada materi perubahan wujud benda melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) di kelas IV SD Negeri Kopiwangker. Model PjBL dipilih karena dapat mendorong siswa untuk lebih aktif, kreatif, dan terlibat langsung dalam proses pembelajaran melalui proyek yang kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV SD Negeri Kopiwangker sebanyak 18 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, hasil belajar siswa mencapai rata-rata nilai 65%, setelah dilakukan perbaikan pada siklus II hasil belajar siswa mencapai nilai rata-rata 85%. Rata-rata nilai siswa meningkat, dan keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran juga mengalami peningkatan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Project Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa pada materi perubahan wujud benda.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas IV SD Negeri Ampreng Kecamatan Langowan Barat Toar, Firgi Jermia; Sumampow, Zoya F.; Katili, Fonny
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada materi panca indera manusia melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) di kelas IV SD Negeri Ampreng.  penelitian ini didasarkan pada rendahnya hasil belajar siswa yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 18 peserta didik kelas IV SD Negeri Ampreng. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan persentase ketuntasan belajar. Berdasarkan  penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam proses pembelajaran, hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh peserta didik di siklus I mencapai 66,38%  sedangkan pada siklus II mencapai 84,44%.  Jumlah peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar meningkat secara signifikan dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran menjadi lebih aktif. Dengan demikian, model PBL efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS pada materi panca indera manusia.
Penerapan Model Project Based Learning (Pjbl) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipas Pada Siswa Kelas III SD Gmim I Tompaso Kaawoan, Daniel Ronald; Pangkey, Richard D. H.; Katili, Fonny
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas III pada materi bentuk tubuh hewan dan fungsinya melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) pada siswa kelas III SD GMIM I Tompaso. Model PjBL dipilih karena mampu mendorong peserta didik agar lebih aktif, kreatif, serta terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran melalui kegiatan berbasis proyek yang nyata. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 12 siswa kelas III SD GMIM I Tompaso. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, tingkat ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 63%, kemudian meningkat menjadi 82% pada siklus II setelah dilakukan perbaikan pembelajaran. Selain itu, rata-rata nilai siswa serta tingkat keaktifan dan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran juga mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Project Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa pada materi bentuk tubuh hewan dan fungsinya.
Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipas Siswa Kelas IV SD Gmim 1 Tomohon Christiani, Ni Kd Novi; Katili, Fonny; Sumilat, Margareta O.
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v3i4.206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV di SD Gmim 1 Tomohon melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada dua siklus dan setiap siklusnya terdiri dari empat tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan/ tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes hasil belajar. Analisis data dilakukan dengan perhitungan presentase dan rata-rata hasil belajar yang di capai siswa. Penelitian ini dilakukan dikelas IV dengan jumlah siswa 32 orang. Hasil pada siklus I menunjukkan bahwa 63,65%, hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran belum mencapai KKTP yang ditetapkan yaitu 75. Oleh karena itu, dilakukan perbaikan pada siklus II. Setelah tindakan pada siklus II, maka ketuntasan belajar meningkat menjadi 91,90%. Maka dapat di simpulkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning pada materi Wujud Zat dan Perubahannya secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Penerapan Model Pembelajaran Quantum Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ipas Bagi Siswa Kelas V di Sd Inpres 4/82 Walian Nababan, Pebiyola; Pusung, Supit; Katili, Fonny
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada materi perubahan wujud benda melalui penerapan model pembelajaran Quantum Learning di kelas V SD Inpres 4/82 Walian. Model Quantum Learning dipilih karena dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran, meningkatkan motivasi belajar, serta membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah melalui pengalaman belajar yang interaktif dan bermakna. Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penerapan model Quantum Learning dilakukan melalui tahapan TANDUR, yaitu Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi dan Rayakan. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V SD Inpres 4/82 Walian sebanyak 23 siswa. Teknik analisis data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil observasi ditentukan dengan rumus persentase, yaitu skor yang diperoleh dibagi skor maksimal dikalikan 100%. Sedangkan hasil tes belajar ditentukan dengan rumus ketuntasan belajar, yaitu skor yang diperoleh dibagi skor total dikalikan 100%. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase ketuntasan belajar siswa berdasarkan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 75%. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, presentase ketuntasan belajar siswa mencapai 60,86% dengan rata-rata nilai sebesar 68,69, setelah dilakukan perbaikan pada siklus II ketuntasan belajar siswa mencapai 86,95% dengan rata-rata nilai mencapai 80. Ketuntasan belajar siswa meningkat, dan keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran juga mengalami peningkatan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Quantum Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa pada materi perubahan wujud benda.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipas Siswa Kelas IV SD Katolik St.Antonius Lemoh Worung, Chelsea Angela; Rorimpandey, Widdy H. F; Katili, Fonny
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada siswa kelas IV SD Katolik St. Antonius Lemoh. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV yang berjumlah 15 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada kondisi awal hanya 4 siswa (27%) yang mencapai ketuntasan belajar. Setelah diterapkan tindakan pada siklus I, ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 64,66%. Pada siklus II terjadi peningkatan yang lebih baik yaitu mencapai 84,66% dengan sebagian besar siswa telah mencapai ketuntasan belajar. Selain itu, keaktifan dan kerja sama siswa dalam proses pembelajaran juga mengalami peningkatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Katolik St. Antonius Lemoh.