Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Number Heads Together Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Risal M. Merentek; Fransiska R. Korompis; Sarah S. N. Tombokan; Fonny Katili
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 11 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10042364

Abstract

This study aims to improve IPS learning outcomes through the application of the Number Heads Together (NHT) learning model. The research was conducted using the Number Heads Together learning model. The research subjects were 17 grade IV students of GMIM KOYA Elementary School consisting of 10 female students and 7 male students. Data collection techniques used are observation and tests. The data analysis technique used is percentage and analysis techniques according to complete and incomplete categories through written tests, student interaction during learning, and student attitudes in the learning process. by implementing the Number Heads Together learning model. It is recommended that elementary school teachers apply the Number Heads Together learning model to improve social studies learning in elementary schools.
Penerapan Model Project Based Learning (Pjbl) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipas Tentang Perubahan Wujud Benda di Kelas IV SD Negeri Kopiwangker Manaroinsong, Patricia Manaroinsong; Rindengan, Mersty E.; Katili, Fonny
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada materi perubahan wujud benda melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) di kelas IV SD Negeri Kopiwangker. Model PjBL dipilih karena dapat mendorong siswa untuk lebih aktif, kreatif, dan terlibat langsung dalam proses pembelajaran melalui proyek yang kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV SD Negeri Kopiwangker sebanyak 18 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, hasil belajar siswa mencapai rata-rata nilai 65%, setelah dilakukan perbaikan pada siklus II hasil belajar siswa mencapai nilai rata-rata 85%. Rata-rata nilai siswa meningkat, dan keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran juga mengalami peningkatan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Project Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa pada materi perubahan wujud benda.
Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipas pada Siswa Kelas IV SD Negeri Ampreng Kecamatan Langowan Barat Toar, Firgi Jermia; Sumampow, Zoya F.; Katili, Fonny
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada materi panca indera manusia melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) di kelas IV SD Negeri Ampreng. penelitian ini didasarkan pada rendahnya hasil belajar siswa yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 18 peserta didik kelas IV SD Negeri Ampreng. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan persentase ketuntasan belajar. Berdasarkan penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam proses pembelajaran, hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh peserta didik di siklus I mencapai 66,38% sedangkan pada siklus II mencapai 84,44%. Jumlah peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar meningkat secara signifikan dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran menjadi lebih aktif. Dengan demikian, model PBL efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS pada materi panca indera manusia.
Kajian Pustaka Pengembangan Bahan Ajar Teks Fiksi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Raflesia, Citra; Katili, Fonny; Hardiningsih Hanafi, Sri; Ratunguri, Yusak
Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran) Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jjp14v55

Abstract

AbstrakPembelajaran teks fiksi di sekolah dasar memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan literasi, kreativitas, dan karakter peserta didik. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan bahan ajar yang kontekstual, kurang menarik, serta belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa. Artikel ini membahas pengembangan bahan ajar teks fiksi dengan menggunakan model ADDIE yang meliputi tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Kajian pustaka menunjukkan bahwa bahan ajar yang baik harus relevan, menarik, kontekstual, serta mampu memfasilitasi keterlibatan aktif siswa. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar teks fiksi berbasis konteks lokal, ilustratif, dan interaktif mampu meningkatkan minat baca, kemampuan memahami unsur cerita, serta kreativitas siswa dalam menulis. Implementasi bahan ajar juga memberikan dampak positif terhadap penguatan karakter Profil Pelajar Pancasila. Dengan demikian, pengembangan bahan ajar teks fiksi merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Kata Kunci: Bahan Ajar, Kurikulum Merdeka, Literasi, Sekolah Dasar, Teks Fiksi
Penerapan Model Project Based Learning (Pjbl) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipas Tentang Perubahan Wujud Benda di Kelas IV SD Negeri Kopiwangker Manaroinsong, Patricia Manaroinsong; Rindengan, Mersty E.; Katili, Fonny
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada materi perubahan wujud benda melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) di kelas IV SD Negeri Kopiwangker. Model PjBL dipilih karena dapat mendorong siswa untuk lebih aktif, kreatif, dan terlibat langsung dalam proses pembelajaran melalui proyek yang kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV SD Negeri Kopiwangker sebanyak 18 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, hasil belajar siswa mencapai rata-rata nilai 65%, setelah dilakukan perbaikan pada siklus II hasil belajar siswa mencapai nilai rata-rata 85%. Rata-rata nilai siswa meningkat, dan keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran juga mengalami peningkatan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Project Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa pada materi perubahan wujud benda.
Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipas pada Siswa Kelas IV SD Negeri Ampreng Kecamatan Langowan Barat Toar, Firgi Jermia; Sumampow, Zoya F.; Katili, Fonny
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada materi panca indera manusia melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) di kelas IV SD Negeri Ampreng. penelitian ini didasarkan pada rendahnya hasil belajar siswa yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 18 peserta didik kelas IV SD Negeri Ampreng. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan persentase ketuntasan belajar. Berdasarkan penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam proses pembelajaran, hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh peserta didik di siklus I mencapai 66,38% sedangkan pada siklus II mencapai 84,44%. Jumlah peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar meningkat secara signifikan dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran menjadi lebih aktif. Dengan demikian, model PBL efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS pada materi panca indera manusia.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS IV SD KATOLIK I WOLOAN Dea Oktavia Sirait; Jeanne M. Mangangantung; Fonny Katili
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12935

Abstract

ABSTRACKThis research was undertaken with the objective of enhancing students’ academic performance in the domain of Natural and Social Sciences (IPAS) through the implementation of the Mind Mapping pedagogical model for fourth-grade pupils at SD Katolik I Woloan. The rationale behind this investigation stems from the comparatively inadequate student learning outcomes, as evidenced by the observation that a subset of students had not met the Minimum Mastery Criteria of Learning Objectives (KKTP) stipulated by institutional standards. The methodological approach employed in this inquiry is Classroom Action Research (CAR), which adheres to the Kemmis and McTaggart cyclical framework encompassing the phases of planning, action, observation, and reflection, and was executed over two distinct cycles. Data collection methodologies were implemented through assessments of academic achievement and systematic observations of pedagogical activities involving both educators and learners throughout the instructional process. The findings of the study indicated a progressive enhancement in student academic performance across each cycle. In the initial cycle, the collective mastery level attained was 71.36%. Subsequent to the implementation of targeted improvements in the second cycle, the mastery level exhibited an increase to 88.2%. Moreover, the integration of the Mind Mapping model also yielded beneficial effects on amplifying student engagement, fostering collaborative skills during group tasks, and enhancing students’ competencies in organizing and articulating the results of Mind Mapping activities. In light of these results, it can be inferred that the application of the Mind Mapping learning model is efficacious in advancing students’ academic outcomes in IPAS for fourth-grade learners at SD Katolik I Woloan. Consequently, this model may be regarded as an innovative and readily implementable alternative instructional strategy within elementary educational contexts ABSTRACT This research was undertaken with the objective of enhancing students’ academic performance in the domain of Natural and Social Sciences (IPAS) through the implementation of the Mind Mapping pedagogical model for fourth-grade pupils at SD Katolik I Woloan. The rationale behind this investigation stems from the comparatively inadequate student learning outcomes, as evidenced by the observation that a subset of students had not met the Minimum Mastery Criteria of Learning Objectives (KKTP) stipulated by institutional standards. The methodological approach employed in this inquiry is Classroom Action Research (CAR), which adheres to the Kemmis and McTaggart cyclical framework encompassing the phases of planning, action, observation, and reflection, and was executed over two distinct cycles. Data collection methodologies were implemented through assessments of academic achievement and systematic observations of pedagogical activities involving both educators and learners throughout the instructional process. The findings of the study indicated a progressive enhancement in student academic performance across each cycle. In the initial cycle, the collective mastery level attained was 71.36%. Subsequent to the implementation of targeted improvements in the second cycle, the mastery level exhibited an increase to 88.2%. Moreover, the integration of the Mind Mapping model also yielded beneficial effects on amplifying student engagement, fostering collaborative skills during group tasks, and enhancing students’ competencies in organizing and articulating the results of Mind Mapping activities. In light of these results, it can be inferred that the application of the Mind Mapping learning model is efficacious in advancing students’ academic outcomes in IPAS for fourth-grade learners at SD Katolik I Woloan. Consequently, this model may be regarded as an innovative and readily implementable alternative instructional strategy within elementary educational contexts