Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PERPUTARAN PERSEDIAAN DAN PERPUTARAN KAS TERHADAP PROFITABILITAS Husaeri Priatna; Regina Aswiani
AKURAT | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA Vol. 8 No. 2 (2017): AKURAT Edisi Mei-Agustus 2017 | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA
Publisher : Fakultas Ekonomi UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1394.973 KB)

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh perputaran persediaan dan perputaran kas terhadap profitabilitas pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman periode 2010-2014. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui gambaran serta pengaruh perputaran persediaan dan perputaran kas terhadap profitabilitas pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman, baik secara parsial maupun secara simultan. Penelitian ini merupakan deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang diambil adalah data terbaru dari Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode statistik yang digunakan adalah analisis jalur ( path analisis) secara manual dan dengan menggunakan program SPSS versi 20. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh 1) perputaran persediaan berpengaruh secara signifikan terhadap profitabilitas pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman, pengaruh ini ditunjukkan pula dengan hasil uji t hitung sebesar 7,071 lebih besar dari t-tabel sebesar 2,036. 2) Perputaran Kas berpengaruh tidak signifikan terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman ditunjukkan pula dengan hasil uji t hitung sebesar 0,871 lebih kecil dari ttabel sebesar 2,036. Sedangkan secara uji simultan (bersama-sama) perputaran Persediaan dan Perputaran Kas berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman. ditunjukkan pula dengan hasil uji f hitung sebesar 28,663 lebih besar dari f-tabel sebesar 3,29.
PENGARUH PENGAKUAN PENDAPATAN, BEBAN OPERASIONAL DAN BEBAN NON OPERASIONAL TERHADAP PROFITABILITAS PADA PT. BPR JUJUR ARGHADANA Husaeri Priatna; Diana Widia Puspita
AKURAT | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA Vol. 10 No. 1 (2019): AKURAT Edisi Januari-April 2019 | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA
Publisher : Fakultas Ekonomi UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.75 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh pengakuan pendapatan, beban operasional dan beban non operasional dalam menentukan profitabilitas. Pada PT. BPR Jujur Arghadana. Data penelitian yang digunakan adalah data skunder dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan meode kepustakaan. Metode penleitian yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis), dengan hasil penelitian bahwa pengakuan pendapatan, beban operasional dan beban non operasional berpengaruh siginifikan terhadap profitabilitas baik secara parsial maupun simultan. Sebagai rekomendasi peneliti, bahwa perusahaan harus meningkatkan pendapatan dan mengefisiensikan pengeluaran beban operasional dan beban non operasional, dan rekomendasi penekanan pada NPL (Non Performing Loan) sehingga akan semakin baik
PENTINGNYA DOUBLE ENTRY SYSTEM DALAM AKUNTANSI PERUSAHAAN Iseu Anggraeni; Husaeri Priatna
AKURAT | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA Vol. 10 No. 1 (2019): AKURAT Edisi Januari-April 2019 | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA
Publisher : Fakultas Ekonomi UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.663 KB)

Abstract

Kajian dalam penulisan ini memaparkan tentang pentingnya double entry system dalam pencatatan transaksi keuangan perusahaan. Sistem pembukuan dengan metode double entry pada umumnya digunakan oleh perusahaan untuk memantau kondisi keuangan serta persediaan yang dimilikinya. Sistem double entry ini terdapat dua input data pada setiap transaksi, dimana akun yang satu akan dicatat sebagai kredit dan akun yang lainnya akan dicatat sebagai debit dengan nominal yang sama. Keunggulan dari sistem double entry adalah karena setiap sisi dalam persamaan akuntansi akan terjadi eliminasi sehingga tidak memungkinkan terjadinya kesalahan pencatatn atau adanya selisih, kecuali faktor human error dan salah klasifikasi akun, contohnya adalah penjualan secara kredit dicatat didebet sebagai akun kas, padahal seharusnya dicatat sebagai piutang usaha. Dalam sistem pembukuan berpasangan, pengaruh ganda (dua sisi) dari setiap transaksi akan dicatat pada akun-akun yang tepat. Sistem yang telah digunakan secara universal ini menjadi metode yang logis dalam pencatatan transaksi. Sistem ini juga menjadi satu cara untuk membuktikan keakuratan jumlah yang dicatat.Jika setiap transaksi dicatat dengan jumlah debit dan kredit yang sama, maka jumlah seluruh debit pada akun harus sama dengan jumlah seluruh kreditnya. Sistem pembukuan berpasangan untuk menentukan persamaan akuntansi menjadi jauh lebih efisien daripada prosedur plus/minus yang digunakan dalam single entry system (sistem pembukuan tunggal). Oleh karena itu setelah setiap transaksi perlu dibandingkan antara total aset dengan total kewajiban dan ekuitas pemilik untuk memastikan kesamaan dua sisi persamaan akuntansi. Kesimpulannya, bahwa sistem pembukuan berpasangan (Double Entry System) mempermudah organisasi atau perusahaan dalam mengontrol setiap pencatatan transaksi keuangan, karena sistem ini lebih efektif dan efisien dibandingkan sistem pembukuan tunggal (Single Entry System). Apalagi dalam pembukuan berpasangan dapat dilakukan pemindahan (posting) dari jurnal ke buku besar, penyusunan neraca saldo dari perkiraan buku besar, ayat penyesuaian, jurnal penutup, neraca saldo setelah penutupan dan penyusunan neraca lajur, sedangkan dalam sistem pembukuan tunggal tidak ada.
PENYISIHAN PENGHAPUSAN AKTIVA PRODUKTIF (PPAP) YANG WAJIB DIBENTUK OLEH BANK Husaeri Priatna
AKURAT | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA Vol. 7 No. 1 (2016): AKURAT Edisi Januari-April 2016 | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA
Publisher : Fakultas Ekonomi UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.197 KB)

Abstract

Kajian dalam penulisan ini yaitu mengenai Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) yang wajib dibentuk oleh bank. Bank dalam kegiatan operasionalnya menyalurkan kredit, diwajibkan membentuk Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) dari laba yang diperolehnya. Sehingga apabila kredit mengalami permasalahan seperti kredit kurang lancar, kredit yang diragukan bahkan kredit macet, PPAP yang dibentuk bank akan semakin besar. PPAP merupakan Cadangan yang dibentukdengancaramembebanilabarugitahunberjalan, untukmenampungkerugian yang mungkintimbulsebagaiakibat dan tidak diterimanyakembalisebagianatauseluruhaktivaproduktif; penyisihanpenghapusanaktivaproduktif yang dapatdiperhitungkansebagaikomponen modal pelengkap adalah maksimum persentasetertentu (provision for loan losses). Cadangan yang harusdibentuksebesarpersentasetertentudari debet berdasarkan penggolongan Kualitas Akti vaProduktifsebagaimanaditetapkandalamPeraturan Bank Indonesia. Pembentukan PPAP ini berdasarkan atas Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 31/147/KEP/DIR tanggal 12 November 1998, pembentukan atau penyisihan dana itu disebut dengan istilah PPAP atau Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif. Serta ketentuan besarnya Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) diatur berdasarkan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 31/148/KEP/DIR tentang Pembentukan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif. Selanjutnya pembentukan PPAP didasarkan atas PBI : 13/26/PBI/2011. Perhitungannya berdasarkan kolektibilitas kredit lancar, kurang lancar, diragukan dan macet. Serta dilakukan perhitungan atas nilai agunan / jaminan yang diberikan debitur terhadap bank.
PENGARUH PENJUALAN BERSIH DAN BIAYA PRODUKSI TERHADAP LABA BERSIH (Studi kasus pada PT. Aneka Tambang (Persero), Tbk.) Apit Yuliman Ermaya; Husaeri Priatna; Hesti Alfiani
AKURAT | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA Vol. 7 No. 2 (2016): AKURAT Edisi Mei-Agustus 2016 | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA
Publisher : Fakultas Ekonomi UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.238 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan 1) Untuk menguji dan menganalisis signifikansi pengaruh penjualan bersih dan biaya produksi terhadap laba bersih 2) Untuk menguji dan menganalisi variabel yang dominan pengaruhnya (penjualan bersih atau biaya produksi) terhadap laba bersih PT. Aneka Tambang (Persero), Tbk. Jenis data yang digunakan adalah kuantitatif, sumber data yang digunakan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, Uji t, Uji f dan koefisien determinasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 1) Penjualan bersih tidak berpengaruh signifikan terhadap laba bersih PT. Aneka Tambang (Persero), Tbk. diperoleh nilai thitung 1,836 lebih kecil dari ttabel 2,511. 2) Biaya produksi tidak berpengaruh signifikan terhadap laba bersih karena diperoleh nilai thitung -1,813 lebih kecil dari ttabel 2,511. 3) penjualan bersih dan biaya produksi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap laba bersih PT. Aneka Tambang (Persero), Tbk. Diperoleh nilai Fhitung 11,520> Ftabel 5,79, artinya kedua variabel bebas yang terdiri dari Penjualan bersih (X1) dan Biaya Produksi (X?) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Laba bersih (Y) PT. Aneka Tambang (Persero), Tbk. Koefisien determinasi yang diperoleh adalah 82,2% dan sisanya yaitu 17,8% dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti oleh penulis.
PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN RASIO PROFITABILITAS Husaeri Priatna
AKURAT | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA Vol. 7 No. 2 (2016): AKURAT Edisi Mei-Agustus 2016 | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA
Publisher : Fakultas Ekonomi UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.865 KB)

Abstract

Kajian dalam penulisan ini yaitu menganilisis kinerja perusahaan Manufaktur Industri Dasar dan Kimia Sub Sektor Rokok Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2011 – 2015 dengan menggunakan rasio profitabilitas. Adapun rasio profitabilitas yang digunakan adalah Gros Profit Margin (GPM). . Populasi dalam penelitian ini sebanyak 4 (empat) perusahaan (sumber : www.sahamok.com), namun berdasarkan kriteria yang telah ditentukan oleh penulis dengan menggunakan teknik purposive sampling, terdapat 3 (tiga) perusahaan yang memenuhi kriteria yaitu PT.Gudang Garam Tbk, PT.Handjaya Mandala Sampoerna Tbk, dan PT.Bentoel International Investama Tbk. Adapun kriteria yang ditentukan penulis yaitu : 1) Perusahaan-perusahaan Rokok di Indonesia yang laporan keuangannya menggunakan mata uang Rupiah (Rp); 2) Perusahaan yang termasuk dalam kelompok perusahaan Rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2011 -2015. Berdasarkan hasil analisis, dari ketiga perusahaan rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011 – 2015 rasio tertinggi berada pada PT. Bentoel Internasional Investama Tbk sebesar 31,9 persen. Kinerja perusahaan yang sudah baik adalah PT. Bentoel Internasional Investama Tbk. Karena perusahaan tersebut telah efisien dalam melakukan pengendalian harga pokok atau biaya produksinya, serta perusahaan tersebut telah mampu berproduksi secara efisien.
PENGARUH PERSEDIAAN BAHAN BAKU DAN VOLUME PENJUALAN TERHADAP LABA BERSIH PERUSAHAAN (STUDI KASUS PADA CV. CISATEX DI DAERAH MAJALAYA) Husaeri Priatna; Mochamad Rudi Trisnawan
AKURAT | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA Vol. 7 No. 3 (2016): AKURAT Edisi September-Desember 2016 | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA
Publisher : Fakultas Ekonomi UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.44 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis yang berkaitan dengan pengaruh Persediaan Bahan Baku dan Volume Penjualan Terhadap Laba Bersih Perusahaan. Penelitian ini terdiri dari 2 (dua) variabel independen dan 1 (satu) variabel dependen, yaitu Persediaan Bahan Baku dan Volume Penjualan (X) sebagai variabel independen, dan Laba Bersih (Y) sebagai variabel dependen. Persediaan Bahan Baku adalah Persediaan dari barang-barang berwujud yang digunakan dalam proses produksi, barang dapat diperoleh dari sumber-sumber alam ataupun dibeli dari suplier atau perusahaan yang menghasilkan bahan baku bagi perusahaan pabrik yang menggunakannya, sedangkan Volume Penjualan adalah jumlah unit yang terjual dari unit produksi suatu pemindahan dari pihak produsen ke pihak konsumen, dan tetap pada suatu periode tertentu, dan Laba Bersih adalahselisih lebih semua pendapatan dan keuntungan terhadap semua beban dan kerugian. Jumlah ini kenaikan bersih terhadap modal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data kuantitatif dari penelitian ini diperoleh dari laporan laba rugi tahunan CV. CISATEX Majalaya selama 7 tahun yaitu dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2014. Uji statistik yang digunakan untuk mengolah data dalam penelitian ini adalah uji regresi linier berganda. Apabila Persediaan Bahan Baku dan Volume Penjualan meningkat maka Laba Bersih yang didapat perusahaan pun akan meningkat. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh Persedian Bahan Baku dan Volume Penjualan terhadap Laba Bersih sangat kuat yaitu 91.3% sedangkan sisanya 8.7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini seperti biaya produksi, biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik dan lain-lain.
PENGARUH PROFITABILITAS (NPM) DAN TINGKAT PERTUMBUHAN PENJUALAN TERHADAP STRUKTUR MODAL (DER) PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA VIII PERIODE 2008-2017 HUSAERI PRIATNA; AJI SUBAGJA
AKURAT | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA Vol. 10 No. 2 (2019): AKURAT Edisi Mei-Agustus 2019 | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA
Publisher : Fakultas Ekonomi UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.622 KB)

Abstract

Penelitian ini menjelaskan bagaimana pengaruh Profitabilitas (NPM) (X1) dan Tingkat Pertumbuhan Penjualan (X2) terhadap Struktur Modal (DER) (Y) di PT. Perkebunan Nusantara VIII. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan seberapa besar pengaruh Profitabilitas (NPM) dan Tingkat Pertumbuhan Penjualan terhadap Struktur Modal (DER) pada PT. Perkebunan Nusantara VIII dalam periode 2008 – 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di PT. Perkebunan Nusantara VIII dengan menggunakan data berupa laporan keuangan tahun 2008-2017. Dimana hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial Profitabilitas (NPM) mempunyai pengaruh signifikan terhadap Struktur Modal (DER) dimana hasil tersebut dibuktikan dengan hasil uji t hitung lebih besar dari t tabel (3,580>2,364) dengan signifikansi 0,009 lebih kecil dari pada 0,05 (0,009<0,05) dan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara Tingkat Pertumbuhan Penjualan terhadap Struktur Modal (DER) ini dibuktikan dengan hasil uji t dimana t hitung lebih kecil daripada t tabel (-1,488<2,364) dan signifikansi (0,180>0,05). Dan hasil uji f menunjukan hasil f hitung lebih besar dari f tabel 6,482>4,74 berdasarkan hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa secara silmultan terdapat pengaruh yang signifikan antara Profitabilitas (NPM) dan Tingkat Pertumbuhan Penjualan terhadap Struktur Modal (DER) di PT. Perkebunan Nusantara VIII periode tahun 2008 – 2017.
PENGARUH PIUTANG QARDH DAN PERPUTARAN KAS TERHADAP LABA BERSIH PADA PT. BPRS AL-IHSAN Husaeri Priatna; Ayu Rosalina
AKURAT | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA Vol. 10 No. 3 (2019): AKURAT Edisi September-Desember 2019 | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA
Publisher : Fakultas Ekonomi UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.014 KB)

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh Piutang Qardh dan Perputaran Kas terhadap Laba Bersih pada PT. BPRS Al-Ihsan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda, yaitu untuk mengetahui besarnya pengaruh dua variabel independen terhadap satu variabel dependen yang kemudian dilakukan uji hipotesis t serta uji hipotesis f yaitu untuk mengetahui tingkat signifikansi pengaruhnya. Adapun populasi penelitian ini yaitu laporan keuangan triwulanan PT. BPRS Al-Ihsan yang publikasikan di www.bi.go.id serta sampel diambil selama 6 tahun yaitu periode 2013-2018 sebanyak 24 triwulan. Berdasarkan hasil penelitia bahwa Piutang Qardh secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Laba Bersih, Perputaran Kas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Laba Bersih, namun secara simultan Piutang Qardh dan Perputaran Kas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Laba Bersih. Adapun hasil Koefisien Determinasi sebesar 61,0% dan sisanya sebesar 39,0% merupakan variabel lain yang turut mempengaruhi Laba Bersih tetapi tidak diteliti diantaranya piutang musyarakah, piutang murabahah, pendapatan bagi hasil, perputaran piutang dan lain sebagainya.
TINJAUAN AKUNTABILITAS KINERJA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) KABUPATEN BANDUNG Rosa Fitriana; Husaeri Priatna
AKURAT | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA Vol. 11 No. 1 (2020): AKURAT Edisi Januari - April 2020 | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA
Publisher : Fakultas Ekonomi UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.951 KB)

Abstract

Penelitian ini menjelaskan mengenai bagaimana akuntabilitas kinerja pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Kabupaten Bandung. Adapun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) adalah lembaga pemerintah non departemen yang melaksanakan tugas penanggulangan bencana di daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota dengan berpedoman pada kebijakan yang ditetapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD). BPBD dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008, menggantikan Satuan Koordinasi Pelaksana Penanganan Bencana (Satkorlak) di tingkat Provinsi dan Satuan Pelaksana Penanganan Bencana (Satlak PB) di tingkat Kabupaten/Kota, yang keduanya dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2005. Rangkaian bencana yang dialami Kabupaten Bandung, telah mengembangkan kesadaran mengenai kerawanan dan kerentanan masyarakat. Sikap reaktif dan pola penanggulangan bencana yang dilakukan dirasakan masih belum memadai. Dibutuhkan pengembangan sikap baru yang lebih proaktif, menyeluruh dan mendasar dalam menyikapi bencana. Penanggulangan bencana sebagai sebuah upaya menyeluruh dan proaktif dimulai dari pengurangan risiko bencana, tanggap darurat, dan rehabilitasi dan rekonstruksi. Selain itu penanggulangan bencana juga perlu memberikan informasi mengenai akuntabilitas kinerjanya kepada masyarakat sebagai upaya yang dilakukan bersama oleh para pemangku kepentingan dengan peran dan fungsi yang saling melengkapi, sehingga penanggulangan bencana yang dilakukan dapat menjadi bagian dari proses pembangunan yang mewujudkan ketahanan (resilience) terhadap bencana. Akuntabilitas kinerja instansi pemerintah merupakan perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk dapat memberikan informasi mengenai pertanggungjawaban atas keberhasilan dan kegagalan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem pertanggungjawaban secara periodik. Akuntabilitas kinerja digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan dengan kegiatan sesuai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi instansi pemerintah. Sistem pertanggungjawaban yang baik tentu saja dapat memberikan informasi yang relevan dalam memperbaiki kinerja BPBD Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPBD Kabupaten Bandung pada tahun 2014 telah menetapkan 9 sasaran yang akan dicapai. Selanjutnya ke 5 sasaran diaplikasikan menjadi 11 indikator kinerja. Dari 11 indikator kinerja pencapaiannya berhasil 10 dan 1 indikator kinerja tidak berhasil. Hai ini mengindikasikan bahwa kriteria pencapaian indikator dinyatakan berhasil karena pencapaiannya melebihi angka 80% dan pencapaian kinerja dari BPBD dipengaruhi oleh indikator kinerja yang dilakukan oleh BPBD. Akuntabilitas Keuangan di BPBD Kabupaten Bandung juga sudah dilaksanakan dengan baik, hal ini dapat dilihat dari Anggaran dan Realisasi Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung.