Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Kerentanan Masyarakat dan Upaya Meningkatkan Ketahanan Masyarakat Terhadap Ancaman Gempa dan Tsunami di Desa Watukarung Urip Tisngati; Nely Indra Meifiani; Hari Purnomo Susanto
Journal of Social Empowerment Vol. 1 No. 1 (2016): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.093 KB)

Abstract

Program KKN PPM STKIP PGRI Pacitan berbasis riset pada bidangkebencanaan bertujuan untuk 1) menganalisis kerentanan masyarakat akanancaman bencana gempa dan tsunami; 2) meningkatkan kapasitas masyarakat dalammenanggulangi dan merespon ancaman yang ada di desa Watukarung. Beberapametode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu metode survey dan metode rekayasasocial. proses sosialisasi dan pelatihan tim peneliti tidak hanya melibatkan mahasiswasebagai peserta KKN PPM, tetapi tim peneliti juga melibatkan BPBD selakupenanggun jawab atas segala sesuatu yang berkaitan dengan kebencanaan. Hasil risetmenunjukkan bahwa (1) Tingkat kesadaran masyarakat desa Watukarung terhadapancaman bencana longsor, gempa dan tsunami sangat kurang. Rendahnya kesadaran ini diduga karena (a) tidak adanya dukungan pemerintah desa terhadap kegiatan-kegiatan yang membangun pengetahuan dan kapasitas masyarakat di bidang bencana.; (b) pola pikir masyarakat yang telah dipengaruhi budaya luar. (c) peraturan daerahterhadap kebencanaan yang kurang ketat. (d) Tidak adanya pendidikan kebencanaansejak dini di tingkat sekolah dasar. (2) Kerentanan masyarakat dalam menanggulangiancaman bencana di desanya sangat tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan fakta-faktamendasar yang diperoleh dari hasil survey. Fakta-fakta tersebut diantaranya yaitu (a)kesadaran akan ancaman bencana sangat rendah. (b) pengetahuan tentang gempadan tsunami sangat rendah; (c) masyarakat tidak tahu bagaimana harus meresponketika bencana terjadi; (d) tidak ada kearifan lokal yang membudaya. (3) Upaya yangdilakukan oleh tim dan peserta KKN PPM yaitu dengan melakukan rekayasa sosialberupa kegiatan-kegiatan sosialisai, pelatihan dan pendampingan.
Upaya Pencegahan Pernikahan Dini pada Masyarakat Dusun Karangnongko Desa Watukarung Helmy Yusuf Evendi; Urip Tisngati
Journal of Social Empowerment Vol. 2 No. 1 (2017): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.191 KB)

Abstract

Desa Watukarung merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Pringkuku yang mayoritas penduduknya berpendidikan rendah. Hal ini berdampak pada tingginya angka pernikahan dini yang ada di wilayah tersebut. Perlu disadari bahwa pernikahan dini merupakan gambaran rendahnya kualitas kependudukan dan menjadi fenomena tersendiri di masyarakat. Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh remaja di bawah 18 tahun, yang secara fisik, fisiologis dan psikologis belum memiliki kesiapan untuk memikul tanggungjawab perkawinan (BKKBN, 2012) Metode yang penulis gunakan untuk merealisasikan program kegiatan ini adalah antara lain dengan Observasi Lapangan, Analisis Temuan Lapangan, Analisis Kebutuhan Lapangan, Perencanaan Program, Pelaksanaan Program, dan Evaluasi Program. Metode ini digunakan demi terlaksananya program kegiatan sosialisasi dampak negatif pernikahan dini di Dusun Karangnongko Desa Watukarung. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah adanya pemahaman masyarakat terhadap dampak negatif pernikahan dini, meningkatkan partisipasi dan kepedulian masyarakat untuk menekan angka pernikahan dini, serta munculnya kesadaran para remaja untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi sebagai bekal masa depan.
Pelatihan Perilaku Hidup Bersih Sehat pada Mahasiswa Stkip Pgri Pacitan imam machali; Lina Erviana; Urip Tisngati
Journal of Social Empowerment Vol. 2 No. 2 (2017): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.851 KB)

Abstract

Pergaulan bebas dengan dalih kebebasan berekspresi dan menunjukkan eksistensi diri pada kalangan remaja dan dewasa muda sudah sangat umum ditemui. Longgarnya pengawasan orangtua serta kurangnya pengetahuan serta kesadaran pada diri anak adalah satu penyebab terjadinya penyimpangan perilaku tersebut. Lemahnya pondasi akan norma-norma dalam diri anak memudahkan mereka terjerumus pada hal-hal yang negatif saat berada dalam posisi tertekan atau sedang memiliki pengalaman buruk. Pendampingan orangtua tentunya sangat diharapkan, namun menumbuhkan kesadaran dalam diri anak adalah hal utama yang perlu dilakukan agar mereka dapat menjadi pengawas akan diri mereka sendiri untuk kesehatannya. Makanan cepat saji serta kebiasaan hidup yang tidak terjaga terutama bagi remaja yang tinggal terpisah dengan orangtua (kos) menjadi pemicu tibulnya berbagai macam penyakit baik jasmani maupun rohani. Dengan demikian perlu untuk dilakukan kegiatan pelatihan : perilaku hidup sehat pada Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan yang bertujuan: (1) memberikan pelatihan mengenai pengenalan program kesehatan bagi remaja (2) memberikan pelatihan mengenai penanggulangan gangguan kesehatan remaja (3) memberikan pendampingan keterampilan perilaku hidup sehat, dan (4) memberikan pelayanan kesehatan ramah remaja. Sasaran kegiatan adalah para mahasiswa STKIP PGRI Pacitan. Lokasi kegiatan dipusatkan di Aula STKIP PGRI Pacitan. Kegiatan dilaksanakan dengan tahapan (1) Tahap Persiapan, Meliputi kegiatan survey, penetapan lokasi dan sasaran kegiatan (2) Pelaksanaan Meliputi kegiatan sosialisasi, (3) Akhir/ Evaluasi dan Tindak Lanjut, Meliputi penyusunan laporan kegiatan, evaluasi, dan penyusunan proyeksi/ rencana kegiatan sebagai tindak lanjut. Metode yang diterapkan pada kegiatan adalah (1) Metode ceramah, dipilih untuk memberikan penjelasan materi sosialisasi, (2) Diskusi interaktif dan Tanya jawab Penugasan
Penggunaan Media Google Classroom dan Kendalanya Pada Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar Jelang Zidane; Urip Tisngati; Ayatullah Muhamaddin Al Fath
Scholarly Journal of Elementary School Vol 1 No 01 (2021): Scholarly Journal of Elementary School
Publisher : PGSD STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media berperan untuk menunjang proses pembelajaran, salah satunya denganmemanfaatkan teknologi sebagai alat bantu dalam menyampaikan materi pembelajaran.Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penggunaanmedia Google Classroom selama pembelajaran daring, hambatan, dan upaya guru dalammengatasi kendalanya. Metode penelitian deskriptif kualitatif dipilih. Guru dan siswa kelas VSD Negeri 1 Punung sebagai subjek penelitian. Teknik observasi, wawancara dan dokumentasidigunakan untuk mengumpulkan data selanjutnya dilakukan triangulasi dan analisa data.Diperoleh hasil penelitian, yaitu: media Google Classroom digunakan guru untukmenyampaikan materi berupa video dan file. Penugasan dilakukan sebagai evaluasipembelajaran. Hambatannya adalah dari sisi guru dan siswa, yaitu perlu kesiapan gurumaupun siswa dalam melaksanakan pembelajaran secara daring agar dapat memaksimalkandan beradaptasi dalam menggunakan fitur-fitur yang tersedia di Google Classroom. Upaya guruuntuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan pengiriman file tugas melalui WhatsApp.Guru disarankan menggunakan kombinasi media lain yang mengubah kelas lebih bervariatifdan menarik.
PERAN GURU DAN PARTISIPASI SISWA MELALUI PEMBUATAN ECOBRICK PADA PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SEKOLAH DASAR Saudah; Mukodi; Urip Tisngati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36548

Abstract

This study aims to examine the role of teachers and student participation in ecobrick making activities within the Project to Strengthen the Profile of Pancasila Students at the elementary school level. The research employed a descriptive qualitative method, involving one homeroom teacher and twelve third-grade students selected through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing, as well as using Atlas.ti9 software through the stages of data input, coding, exploration, visualization, and data presentation. The results of the study show that: (1) Teachers play a significant role as communicators, facilitators, and demonstrators in ecobrick-making activities; (2) Students demonstrate active participation and enthusiasm during the activities; (3) Ecobrick-making contributes positively to shaping student character in accordance with the values of the Pancasila Student Profile, particularly in terms of environmental awareness and waste management. The optimal role of the teacher and the active participation of students in ecobrick- making activities make a tangible contribution to strengthening the character values of the Pancasila Student Profile at the elementary school level.